Anda di halaman 1dari 27

KELOMPOK III BOX ANTENATAL CARE

Kontrasepsi oral kombinasi estrogenprogesteron banyak digunakan 10 juta wanita di USA dan 100 juta wanita di dunia menggunakan kombinasi kontrasepsi oral. Kombinasi kontrasepsi oral ini efektif dalam mencegah kehamilan

Formulasi kontrasepsi oral yang pertama dipasarkan di USA 1960 dan 1961 berisi 2-5 estrogen dan 5-10 progestin sama seperti kontrasepsi oral yang sering digunakan. Tapi penggunaan formulasi dosis tinggi ini meningkatkan risiko stroke iskemik, infark miokard dan emboli paru pada wanita muda yang sehat. Maka,selama tahun 1960-1970,dosis estrogen dan progestin bertahap dikurangi. Dipercaya dapat kurangi trombosis vena

Sekarang kombinasi kontrasepsi oral progestin-estrogen yang beredar berisi estrogen dengan dosis 20-50 g etinyl estradiol atau mestranol (jarang) Estrogen ini dikombinasikan dengan beberapa progestin yang berbeda,diberikan pada: dosis yang sama tiap hari (monofasik) variasi dosis berdasarkan fase siklus (bifasik / trifasik) hampir sama dengan selama siklus menstruasi normal.

Namun penggunaan kombinasi kontrasepsi oral memiliki risiko-risiko seperti: risiko tromboemboli vena arteri vascular disease

1.

Kanker ovarium
Resiko berkurang setelah penggunaan jangka pendek (5 tahun) dan menetap 10-20 tahun setelah penggunaan dihentikan. Resiko berkurang pada wanita dengan riwayat keluarga kanker ovarium dan wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2. Mungkin terjadi efek supresi pada masa ovulasi

Formulasi lama yang mengandung estrogen tinggi menurunkan resiko karsinoma endometrium
Setelah penggunaan periode pendek (5 tahun) dan bertahan setelah dihentikan.

Belum ada penelitian pada formula baru

Percobaan dilakukan dengan membandingkan antara pasien yang diberi kontrasepsi oral dan pasien yang diberi plasebo pasien yang diberi kontrasepsi oral punya peningkatan yang lebih besar.

Percobaan secara acak, double-blind, kontrol plasebo terhadap kontrasepsi oral dosis rendah berkurang berat perdarahan uterus disfungsional. menurunkan arus darah menstruasi. peningkatan konsentrasi hemoglobin pada wanita yang anemia.

1.

Infark miokard dan stroke iskemik

Preparat lama : peningkatan resiko infark miokard dan stroke iskemik Penelitian lain melaporkan secara statistik peningkatan risiko relatif infark miokard dan stroke iskemik yang signifikan oleh suatu faktor dari dua hingga lima diantara pengguna kontrasepsi oral yang sekarang.

Risiko thromboemboli vena meningkat kontrasepsi oral estrogen dosis rendah yang mengandung norentindron, noretindron asetat, linestrenol, etinodiol diasetat, levonorgestrel, atau norgestrel Analisis terbaru kontrasepsi oral dosis rendah berisi progesteron generasi ketiga , desogestrel, atau gestoden, meningkatkan risiko tromboemboli vena lebih dari formulasi estrogen dosis rendah yang mengandung levonorgestrel

Pemakaian kontrasepsi oral dihentikan resiko tidak meningkat Penggunaan kontrasepsi oral meningkatkan risiko trombosis vena retina sentralis. Risiko tromboemboli vena diantara pengguna kontrasepsi oral yang punya trombofilia lebih tinggi dari pada risiko orang orang yang tidak menggunakan kontrasepsi oral dan tidak punya thrombofilia.

Tidak menimbulkan resiko stroke hemoragik pada wanita yang tidak menderita hipertensi. Tidak ada peningkatan resiko adenoma karsinoma hepatoseluler.

1.

Progestin tertentu dan penyakit vaskuler


Data definitif kurang menunjukkan hubungan antar progestin yang baru(siproteron dan drospirenon) dengan risiko vaskuler. Drospirenon diturunkan dari spirolakton dan memiliki aktivitas androgenik yang lebih sedikit dalam sistem sel tidak ada bukti menunjukkan adanya implikasi praktek.

Kontrasepsi oral rendah estrogen (desogestrel atau gestoden) mungkin berhubungan dengan risiko infark miokard yang lebih rendah dibanding dengan yang mengandung levonorgestrel. Risiko tromboemboli vena dengan formulasi mengandung norgestimat tidak pasti

Tes untuk faktor V Leiden dan mutasi gen protrombin, yang meningkatkan risiko tomboemboli vena tidak rutin dan mahal. Riwayat keluarga tromboemboli vena memiliki nilai prediksi positif yang rendah untuk kerusakan gen trombofilik. Skrining tidak rutin direkomendasikan sebelum mengawali penggunaan kontrasepsi oral.

Risiko infark miokard dan stroke iskemik 715 kali lebih tinggi, setinggi pengguna kontrasepsi oral yang menderita diabetes atau hiperkolesterolemia, dibanding mereka yang tidak menderita penyakit ini.

Peningkatan risiko stroke iskemik diantara pengguna kontrasepsi oral yang memiliki riwayat sakit kepala migrain, dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat itu

Masih kontroversial. Tahun 1996,analisis data dari 54 penelitian peningkatan risiko kanker payudara pada penggunaan kontrasepsi oral nterval bebas, 1,15-1,33 dalam 10 tahun setelah penggunaan dihentikan risiko relatif menurun menjadi 1,0 Penelitian di US yang melibatkan 4575 wanita dengan kanker payudara tak ada peningkatan risiko payudara pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral pada waktu penelitian dilakukan, pada wanita yang pernah menggunakan kontrasepsi oral, atau pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dalam jangka panjang. Kemungkinan wanita dengan riwayat kanker payudara dalam keluarga yang kuat atau mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan kanker payudara.

Human Papiloma Virus (HPV) agen penyebab Ca serviks Penggunaan kontrasepsi oral (jangka panjang) meningkatkan risiko kanker serviks yang DNA HPVnya positif, tetapi tidak pada wanita yang DNA HPVnya negatif. Efek penggunaan kontrasepsi oral terhadap risiko kanker serviks akan menurun bila neoplasia ini dideteksi dini dan ditatalaksana.

Risiko kanker kolorektal bisa menurun dengan penggunaan kontrasepsi oral, walaupun hasil penelitian berlawanan. Risiko tumor payudara jinak yang lebih rendah diantara pengguna kontrasepsi oral jangka panjang telah diamati pada penelitian-penelitian formulasi sebelumnya, tapi masih belum pasti apakah hubunngan tersebut juga berlaku pada formulasi baru. pengaruh penggunaan kontrasepsi oral terhadap risiko mioma uteri belum pasti

Penelitian plasebo dengan efek-efek ini :


menilai efektivitas kontrol siklus pola-pola perdarahan efek samping minor seperti kenaikan berat badan

Tidak ada bukti perbedaan efektivitas kontrasepsi diantara formulasi yang berbeda.

Tahun 2000, ACOQ mengeluarkan petunjuk penggunaan kontrasepsi hormonal. WHO mengeluarkan petunjuk pemilihan penggunaan kontrasepsi secara medik. Keduanya menetapkan petunjuk yang sama.

Wanita sehat dan bebas dari penyakit kardiovaskuler dan faktor-faktor risiko kardiovaskuler mayor semua kontrasepsi oral yang mengandung estrogen dosis rendah (kurang dari 50g). Namun, formulasi yang mengandung < 50 g etinil estradiol, formulasi yang mengandung desogestrel atau gestodene berhubungan dengan peningkatan 1,5-1,8 faktor risiko tromboemboli vena bila dibandingkan dengan formulasi yang berisi noretindron, noretindron asetat, etinodiol asetat, atau levonorgestrol. tidak begitu mahal

wanita dengan riwayat stroke, penyakit jantung iskemik, atau tromboemboli vena Kontrasepsi dikontraindikasikan pada wanita yang membawa mutasi gen faktor V Leiden. wanita yang berusia lebih dari 35 tahun yang perokok terutama jika mereka merokok lebih dari 15 batang per hari dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh arteri saat penggunaan kontrasepsi oral. Klinisian harus memberi dorongan untuk menghentikan kebiasaan merokok klinisian harus memberitahukan kepada wanita yang lebih tua bahwa terdapat hubungan risiko vaskuler dengan penggunaan kontrasepsi oral selama mereka masih merokok.

Memeriksa tekanan darah sebelum memulai penggunaan kontrasepsi oral dan tiap periode setelahnya. Wanita dengan hipertensi yang terpantau baik yang memilih menggunakan kontrasepsi oral harus diberitahu karena belum jelas mengenai hubungan tekanan darahnya yang terkontrol dengan peningkatan risiko stroke dan infark miokard. Penggunaan kontrasepsi oral harus segera dihentikan pada setiap wanita dengan gejala stroke, infark miokard, atau trombosis vena. Para pengguna kontrasepsi oral harus diskrining untuk kanker serviks secara teratur, tetapi tidak dibutuhkan skrining teratur pada wanita yang bukan pengguna kontrasepsi oral.