MATRIKULASI FK UNTAN

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
BY. BAMBANG WIJIANTO, M.Sc, Apt

PENDAHULUAN
• Sifat dari larutan ditentukan oleh JENIS dan JUMLAH PARTIKEL zat terlarut (solute) dalam larutan.

Sifat KOLIGATIF larutan adalah Sifat larutan Yg bergantung pada jumlah partikel zat terlarut Dan bukan pada jenis zat terlarutnya.

dimana gas dan zat cair berada dalam kesetimbangan dinamis. . Kenaikan titik didih (ΔTb) 3. Penurunan tekanan uap (ΔP) 2. Penurunan titik Beku (ΔTf) 4. adalah Berkurangnya tekanan uap suatu larutan relatif Terhadap tekanan uap pelarut murninya. Tekanan osmosis (π) Penurunan tekanan uap (ΔP). Tekanan Uap adalah tekanan gas yg berada di atas zat cair dalam tempat tertutup.Ada 4 sifat koligatif larutan: 1.

Titik didih larutan adalah suhu dimana tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut murni. adalah Bertambahnya titik didih larutan relatif terhadap titik didih pelarut murninya. Titik beku larutan adalah suhu dimana tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelaut murni padat. . Penurunan Titik Beku(ΔTf). adalah Berkurangnya titik beku suatu larutan relatif Terhadap titik beku pelarut murninya.Kenaikan Titik Didih (ΔTb).

adalah Tekanan hidrostatis yg terbentuk pd larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam Larutan melalui selaput semi-permaebel Titik didih larutan adalah suhu dimana tekanan uap larutan sama dengan tekanan pelarut murni. .Tekanan Osmosis (π).

FRAKSI MOL (X) untuk perhitungan penurunan tekanan uap . KEMOLA DAN KEMOLARAN Perhitungan kuantitatif sifat koligatif larutan melibatkan satuan Jumlah partikel dalam larutan berikut: .KEMOLARAN (M)untuk perhitungan tekanan osmosis (π) 1.KEMOLALAN (m) untuk perhitungan kenaikan titik didih (ΔTb) dan Penurunan titik beku(ΔTf) .SATUAN JUMLAH PARTIKEL: FRAKSI MOL. FRAKSI MOL Fraksi mol menyatakan perbandingan mol salah satu komponen Terhadap total mol semua komponen X= n komponen Σn semua komponen .

0221 x 1023 .Fraksi mol pelarut XA dan fraksi mol zat terlarut XB XA = nA XB = nB nA+nB nA+nB .Jumlah fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah 1 XA + XB = 1 Jumlah partikel dinyatakan dengan satuan mol 1 mol = 6. fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut B atau Pelarut A terhadap total mol zat terlarut B dan pelarut A .Untuk larutan sederhana yang hanya terdiri dari pelarut A dan zat terLarut B.

2. KEMOLALAN (m) Kemolalan atau molalitas (m) menyatakan perbandingan Jumlah mol zat terlarut dengan massa pelarut (mol/kg) m = mol zat terlarut (mol) massa pelarut (kg) m = gr x mr 1000 = n B (mol) x 1000 g g wA(g) 1 atau m = n B (mol) x 1000 g wA(g) Dengan m= kemolalan (mol/kg) n B = mol zat (mol) wA= massa pelarut (kg) .

KEMOLARAN Kemolaran atau molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat dalam volume yg ditempati (mol/L) M=n v Dengan M = Kemolaran (Mol/L) n = mol zat (mol) v = Volume yg ditempati zat (L) .3.

Tekanan uap pelarut murni Tekanan uap gas Jumlah partikel pelarut pada fase cair yg bergerak ke fase gas >> jlh partikel pelarut di fase gas yg bergerak ke fase cair  tidak setimbang cair Tekanan uap jenuh gas Jumlah partikel pelarut pada fase cair yg bergerak ke fase gas = jlh partikel pelarut di fase gas yg bergerak ke fase cair  setimbang cair .JENIS SIFAT-SIFAT KOLIGATIF LARUTAN 1. Penurunan tekanan Uap (ΔP) a.

 jika pelarut murni dimasukan dalam wadah yg tertutup rapat.  Jumlah partikel pelarut murni pd fase gas menghasilkan suatu tekanan yg disebut tekanan uap.  Setelah beberapa wkt. maka akan terjadi perpindahan partikel dari fase cair ke fase gas dan sebaliknya. dimana gas dan zat cair berada dalam kesetimbangan dinamis . jlh partikel pelarut murni yg melepaskan diri dari fase cair ke fase gas = jumlah partikel pelarut murni di fase gas yg terperangkap di permukaan fase cair  kesetimbangan dinamis tercapai Tekanan Uap adlh Tekanan gas yg berada di atas zat cairnya di dalam tempat tertutup.

Tekanan Uap larutan (Plarutan) Apabila dalam pelarut murni ditambahkan sejumlah zat terlarut.b. apa yg terjadi pd nilai tekanan uap larutan? Partikel pelarut Partikel zat terlarut A. Larutan (Pelarut+zat terlarut) Jumlah partikel pelarut di permukaan >>> dibanding B Kesempatan partikel-partikel dipermukaan utk keluar ke fase gas lbh besar Partikel pelarut di fase gas membentuk tekanan uap Jumlah partikel pelaru t di permukaan lbh sdkt dibanding A krn adanya zat terlarut Lebih sedikit partikel pelarut yg bergerak ke fase gas dibandingkan A Partikel pelarut di fase gas tdk sebanyak di A shg tekanan uap B lbh kecil dibanding A . Pelarut murni B.

Sementara partikel2 pelarut di fase gas yg dekat dng permukaan fase cair dpt terperangkap oleh ikatan antar-partikel dalam pelarut dan bergerak ke fase cair.Bagaimana partikel-partikel bisa bergerak dari fase cair ke fase gas atau sebaliknya?? Partikel2 pelarut di fase cair dapat bergerak ke fase gas jika mereka mempunyai energi yg cukup u melepaskan ikatan antar. Pemanasan dapat menyebabkan semakin banyak partikel pelarut yg bergerak ke fase gas. Energi yg diperlukan u melepaskan ikatan antarpartikel dlm pelarut dpt berasal dari pemanasan . Sehingga tekanan uap pd suhu tinggi akan semakin besar. .partikel dalam pelarut.

Penurunan tekanan uap (ΔP) larutan Penurunan tekanan uap adalah Berkurangnya tekanan uap suatu larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murninya .Tekanan uap larutan (Plarutan) ternyata lbh kecil dibandingkan tekanan uap pelarut murninya (P0pelarut).

Xpelarut) ΔP = P0pelarut Xzat terlarut Dengan: ΔP P0pelarut Xzat terlarut = penurunan tekanan uap = tekanan uap pelarut murni = fraksi mol zat terlarut .nilai (ΔP) dapat dihitung dng hukum RAOULT Plarutan = Xpelarut P0pelarut Penurunan tekanan uap ΔP ΔP = P0pelarut – Plarutan =Ppelarut – (Xpelarut P0pelarut) =Ppelarut (1 .

Kenaikan titik didih (ΔTb) ΔTb= Tb larutan – Tb pelarut kenaikan titik didih (ΔTb) adalah bertambahnya titik didih suatu larutan relatif terhadap titik didih pelarut murninya b. Penurunan titik beku (ΔTf) ΔTf= Tf larutan – Tf pelarut Penurunan titik beku (ΔTf) adalah berkurangnya titik beku suatu larutan relatif terhadap titik beku pelarut murninya .Kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf) a.

Tekanan Osmosis Osmosis adlh peristiwa difusi atau perpindahan pelarut dari suatu larutan yg lbh encer atau pelarut murni ke larutan yg lebih pekat melalui selaput semi-permaebel Osmosis berasal dari bahasa yunani “osmos” artinya mendorong Tekanan osmosis (π) adalah tekanan luar yg diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui selaput semi-permaebel.3. Nilai tekanan osmosis (π) dari suatu larutan dapat dihitung menggunakan persamaan van’t Hoff  hukum gas ideal .

08206 L atm/mol K 8.πV = nRT Dengan π v n T R = tekanan osmosis (atm atau Pa) = Volume larutan (L atau m3) = Mol zat terlarut (mol) = Suhu = 0.3145 m3 Pa/mol K .

Hal ini dpt dipahami dng memperhatikan apa yg terjadi apabila sel darah merah diletakkan di medium air. larutan NaCl 0. aliran bersih (netto) pelarut air keluar-masuk sel = nol  Jika π cairan > π plasma darah. diperoleh aliran bersih (netto) pelarut air dari plasma ke cairan . Akibatnya. Akibatnya. akibatnya. ISOTONIK DAN HIPERTONIK Hipotonik. diperoleh aliran bersih (netto) pelarut air dari cairan ke plasma darah  Jika π cairan = plasma darah. isotonik dan hipertonik adlh istilah yg digunakan u membandingkan tekanan osmosis π dari cairan terhadap plasma darah (cairan dalam sel darah merah) yg dipisahkan oleh membran sel. maka cairan bersifat hipertonik terhadap plasma darah.9% dan larutan NaCl 0. maka cairan bersifat isotonik terhadap plasma darah.5%  Jika π cairan < π plasma darah. maka cairan bersifat hipotonik terhadap plasma darah.HIPOTONIK.

molekul) dlm larutan U konsentrasi yg sama. sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan non-elektrolit Partikel2 dlm larutan elektrolit >>> krn proses disosiasi/ionisasi zat terlarut .Sifat-sifat koligatif larutan elektrolit dan non-elektrolit Sifat koligatif ditentukan oleh Σ partikel (ion.

Menghitung nilai sifat-sifat koligatif lar elektrolit Nilai faktor van’t Hoff  Perbandingan antara efek koligatif lar elektrolit dengan lar non elektrolit pd konsentrasi yg sama i = efek koligatif lar elektrolit efek koligatif lar non-elektrolit i = Δpelektrolit = ΔTb elektrolit Δp non elektrolit ΔTb non elektrolit = ΔTf elektrolit ΔT f non elektrolit = π elektrolit π non elektrolit .

Sifat koligatif Larutan non-elektrolit Larutan non-elektrolit ΔP=iPo pelarut Xzat terlarut Penurunan tekanan uap ΔP=Po pelarut Xzat terlarut Kenaikan titik didih Penurunan titik beku ΔTb=Kbm ΔTf=Kfm π=MRT ΔTb=iKbm ΔTf=iKfm Tekanan osmosis π=iMRT .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful