Anda di halaman 1dari 19

Disebut

juga urolitiasis Merupakan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. (bisa di ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra)

Terbentuknya

batu diduga ada hubungan dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan idiopatik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu saluran kemih :
Faktor

Intrinsik :

Herediter : turunan dari orang tua Umur : paling sering didapat pada usia 30-50 th Jenis kelamin : laki-laki tiga kali lebih banyak dari perempuan

Faktor Ekstrinsik :

Geografi : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi daripada daerah lain, dikenal sbg daerah Stone belt, sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hampir tidak dijumpai. Iklim dan temperatur Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insidens Diet : diet banyak purin, oksalat, dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih Pekerjaan : sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas

Batu

terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut di dalam urin. Kristal-kristal tersebut tetap berada dalam keadaan metastable (tetap terlarut) dalam urine jika tidak ada keadaan yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal. Awalnya, kristal-kristal saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu (nukleasi) yang kemudian akan mengadakan agresasi, dan menarik bahan-bahan lain sehingga menjadi lebih besar.

Meskipun

ukuran cukup besar, agregat kristal masih rapuh dan belum cukup mampu membuntu saluran. Untuk itu agregat kristal menempel pada epitel saluran kemih (membentuk retensi kristal), dan dari sini bahan-bahan lain diendapkan sehingga terbentuk batu yang cukup besar untuk menyumbat saluran kemih Kondisi metastable dipengaruhi oleh suhu, pH larutan, adanya koloid dalam urine, konsentrasi solut dalam urine, laju aliran urine, atau adanya korpus alienum di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu.

Batu terbentuk pada tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks. Batu yang mengisi pielum dan lebih dari dua kalis ginjal memberikan gambaran : menyerupai tanduk rusa (staghorn) Batu yang tidak terlalu besar didorong oleh peristaltik otototot sistem pelvikalises dan turun ke ureter menjadi batu ureter. Batu yang ukurannya kecil (< 5mm) pada umumnya dapat keluar spontan, sedangkan yang lebih besar seringkali tetap berada di ureter dan menyebabkan periureteritis serta menimbulkan obstruksi kronis berupa hidroureter atau hidronefrosis

Disebut vesikolitiasis Sering terjadi pada pasien yang menderita gangguan miksi atau terdapat benda asing di buli-buli. Kateter yang terpasang dalam waktu lama, juga dapat menjadi inti terbentuknya batu buli-buli, selain itu juga dapat berasal dari batu ginjal atau batu ureter yang turun ke buli-buli. Gejala khas : nyeri kencing/disuria hingga stranguri, perasaan tidak enak waktu kencing, dan kencing tiba-tiba berhenti kemudian lancar lagi dengan perubahan posisi tubuh. Nyeri pada saat miksi dapat dirasakan pada ujung penis, skrotum, perineum, pinggang sampai kaki. Sering kali komposisi batu buli-buli terdiri atas asam urat atau struvit.

Biasanya berasal dari batu ginjal / ureter yang turun ke buli-buli, kemudian masuk ke uretra. Keluhan yang disampaikan adalah miksi tiba-tiba berhenti hingga terjadi retensi urine, yang mungkin sebelumnya didahului dengan nyeri pinggang. Batu yang berada di uretra anterior seringkali dapat diraba berupa benjolan keras di uretra pars bulbosa maupun pendularis, kadang tampak di meatus uretra eksterna. Nyeri dirasakan di gland penis atau pada tempat batu berada, Batu yang berada di uretra posterior, nyeri dirasakan di perineum atau rektum

Pada

umumnya mengandung unsur :

Kalsium oksalat atau kalsium fosfat Asam urat Magnesium amonium fosfat (MAP) Xantyn Sistin,silikat, dan senyawa lainnya.

Paling sering dijumpai, terdiri atas kalsium oksalat, kalsium fosfat, atau campuran dari kedua unsur tsb Faktor terjadinya batu kalsium : Hiperkalsiuri : kadar Ca di urine >250-300 mg/24jam Hiperoksaluri : ekskresi oksalat urine >45gr /hari (pada px gg usus,konsumsi teh,kopi instan, softdrink, sayuran berwarna hijau terutama bayam) Hiperurikosuria : kadar asam urat di dalam urine >850mg/hari. Merupakan inti batu terbentuknya batu kalsium oksalat (berasal dari makanan banyak purin) Hipositraturia Hipomagnesuria

Terbentuk

disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Disebabkan oleh kuman golongan pemecah urea atau urea splitter yang menghasilkan enzim urease (Proteus spp, Klebsiella, Pseudomonas dan Stafilokokus), dan merubah urine mjd basa. Keadaan ini memudahkan terbentuknya batu magnesium amonium fosfat (MAP)

Penyakit

batu asam urat banyak diderita oleh pasien gout, mieloproliferatif, pasien dengan terapi antikanker. Kegemukan, peminum alkohol, dan diet tinggi protein mempunyai peluang untuk mendapatkan penyakit ini. Sumber berasal dari diet yang mengandung purin

Batu

sistin, xantin, triamteren, dan batu silikat, jarang ditemukan. Batu sistin terjadi karena kelainan dalam sbsorbsi sistin di mukosa usus. Batu xanthin terjadi karena defisiensi enzim xanthin oksidasi

Keluhan

yang disampaikan tergantung pada :

Posisi atau letak batu Besar batu Dan penyulit yang telah terjadi.

Keluhan

paling dirasakan : nyeri pada pinggang. Nyeri pada saat kencing bila batu terletak di sebelah distal ureter Hematuria akibat trauma pada mukosa saluran kemih. Demam : dpt ditemukan, merupakan suatu urosepsis (kedaruratan)

Foto

polos abdomen

Melihat kemungkinan adanya batu radio-opak (batu asam urat radio lusen)

Pielografi

intar vena (IVU)

Menilai keadaan anatomi dam fungsi ginjal, dapat juga mendeteksi batu semi-opak ataupun batu non-opak. Bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVU. Menilai adanya batu di ginjal atau di buli-buli, hidronefrosis, pionefrosis, atau pengerutan ginjal

USG

Pada

pemeriksaan fisik

Ditemukan nyeri ketok pada daerah kostovertebra Teraba ginjal pada sisi sakit akibat hidronefrosis Terlihat tanda gagal ginjal, Retensi urin Demam (disertai infeksi)

Pemeriksaan

sedimen urin :

Leukosituria Hematuria Dan dijumpai kristal pembentuk batu.

Kolik

saluran cerna, kandung empedu atau apendisitis akut

Batu

dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa

ESWL

(Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) : pemecah batu ginjalm batu ureter proksimal Tindakan endourologi : tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu terdiri atas pemecah batu, dan dikeluarkan melalui alat yang dimasukkan langsung ke saluran kemih Bedah laparoskopi : biasa nya pengeluaran batu ureter Pembedahan terbuka : pielototomi atau nefrolitotomi (mengambil batu pada saluran ginjal), dan ureterolitotomi (untuk batu ureter)