Anda di halaman 1dari 27

Oleh : NURLESTARI (07.06.0013) ASRARUDIN (H1A005005) Pembimbing : dr. KUNTHI YULIANTI, Sp.

KF

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anak -> pewaris/penerus orang tua Pembunuhan anak sendiri meningkat akhir2 ini -> data media massa Pelaku -> Ibu sendiri, alasan atau motivasi untuk melakukan kejahatan tersebut adalah karena si ibu takut ketahuan bahwa ia telah melahirkan anak; oleh karena anak tersebut umumnya adalah hasil hubungan gelap

Cara -> keadaan asfiksia mekanik yaitu pembekapan, pencekikan, penjeratan dan penyumbatan. Di Jakarta dilaporkan bahwa 90-95% dari sekitar 30-40 kasus PAS per tahun dilakukan dengan cara asfiksia mekanik. Bentuk kekerasan lainnya adalah kekerasan tumpul di kepala (5-10%) dan kekerasan tajam pada leher atau dada (1 kasus dalam 6-7 tahun).

Tindak pidana PAS ->


Tindak pidana PAS -> Bayi yang di bunuh lahir hidup ( WHO : saat seluruh tubuhnya dilahirkan, ia bernapas atau menunjukkan salah satu tanda kehidupan lain, seperti denyut atau detak jantung, denyut nadi, tali pusat, atau gerakan otot volunter (otot rangka)

Selain pemeriksaan pada bayi, pemeriksaan ginekologik atas wanita (tersangka pelaku infanticide) juga dilakukan, untuk menentukan ada tidaknya tanda baru melahirkan anak, penentuan golongan darah bayi (bila mayat belum membusuk) dan wanita tersangka, untuk menentukan mungkin tidaknya wanita tersebut sebagai ibu dari bayi itu (exclusion of maternity)

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana prosedur medikolegal kasus pembunuhan anak sendiri (infanticed) dan tersangka pelaku infanticide? 1.2.2Bagaimana aspek medikolegal kasus infanticed dan tersangka pelaku infanticide?
1.3. Tujuan Penulisan 1.3.1. Untuk mengetahui prosedur medikolegal kasus infanticed dan pemeriksaan tersangka pelaku infanticide 1.3.2. Untuk mengetahui aspek medikolegal kasus infanticide

dan pemeriksaan tersangka pelaku infanticide

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2. 1 Definisi
Pembunuhan anak sendiri (infanticide) yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak.

3 Persyaratan yang harus dipenuhi dalam kasus pembunuhan anak (infanticide) yaitu: 1. Pelaku adalah ibu kandung 2. Alasan melakukan tindakan tersebut yaitu takut ketahuan telah melahirkan anak 3. Waktu pembunuhan yaitu tepat pada waktu melahirkan atau beberapa saat setelah melahirkan

2.2 Dasar Hukum:


Pasal 341 : Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 342 : Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Pasal 343 : Bagi orang lain yang turut serta melakukan kejahatan yang diterangkan dalam pasal 342 KUHP diartikan sebagai pembunuhan atau pembunuhan berencana.

3 Faktor Penting : 1. Ibu -> hanya ibu kandung yang dapat dihukum karena melakukan pembunuhan anak sendiri. 2. Waktu -> pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian . 3. Keadaan kejiwaan si ibu (psikis)

2.3 Pemeriksaan Kedokteran Forensik


Perlu di jawab pertanyaan : 1. Apakah bayi baru dilahirkan dan belum dirawat? 2. Apakah bayi sudah mampu hidup terus di luar kandungan ibu (viable) atau belum (non-viable)? 3. Umur bayi dalam kandungan , premature, matur atau postmatur? 4. Sudah bernapas (lahir hidup) atau belum (lahir mati) ? 5. Bila terbukti lahir hidup dan telah dirawat, berapa jam/hari umur bayi tersebut (umur setelah dilahirkan) ? 6. Adakah tanda-tanda kekerasan? 7. Bila terbukti lahir hidup, apakah sebab matinya? 8. Bila terbukti lahir mati, apakah sebab kelahiran matinya?

2.3.1. Bayi baru lahir dan belum dirawat Ponsold -> bayi baru lahir (neugeborenen) adalah bayi yang baru dilahirkan dan belum dirawat.
2.3.2 Sudah mampu hidup diluar kandungan ibu a) Bayi yang lahir setelah dikandung selama 28 minggu atau lebih b) Berat badan 1000 gram atau lebih c) Panjang badan kepala-tumit 35 sentimeter atau lebih d) Lingkaran kepala oksipitofrontal 23 sentimeter atau lebih dan tidak mengandung cacat bawaan yang tidak memungkinkannya untuk hidup terus (incompatible with life)

2.3.3 Cukup bulan


Bayi -> lahir setelah dikandung selama 37 minggu atau lebih tetapi kurang dari 42 minggu penuh (259 dampai 293 hari).

b. Ciri-ciri eksternal

1. Daun telinga

2. Susu

Gambar 1 : diameter puting susu

3. Kuku Jari -> Kuku jari tangan sudah panjang, melampui


ujung jari, ujung distalnya tegas dan relative keras 4. Garis telapak kaki

Gambar 2 : distribusi telapak kaki

5. Alat Kelamin Luar

Gambar 3 : alat kelamin luar bayi peremuan dan laki-laki

2.3.4 Post Matur 2.3.5 Pusat penulangan

2.3.6 Penaksiran Umur Gestasi

2.3.7 Lahir hidup atau lahir mati


Adapun tanda-tanda kehidupan pada bayi yang baru dilahirkan yaitu : a. Pernapasan 1. Paru mengembang 2. Udara dalam lambung atau usus b. Menangis c. Pergerakan otot

d. Sirkulasi darah dan denyut jantung serta perubahan hemoglobin


e. Isi usus f. Keadaan tali pusat g. Pernapasan

2.3.8 Tanda Perawatan


Adapun anak yang baru dilahirkan dan belum mengalami perawatan dapat diketahui dari tanda-tanda sebagai berikut: a. Tubuh masih berlumuran darah b. Ari-ari (plasenta) masih melekat dengan tali pusat dan masih berhubungan dengan pusat (umbilicus) c. Bila ari-ari tidak ada, maka ujung talli pusat tampak tidak beraturan, hal ini dapat diketahui dengan meletakkan ujung tali pusat tersebut ke permukaan air d. Adanya lemak bayi (vernix caseosa), pada daerah dahi serta di daerah yang mengandung lipatan-lipatan kulit, seperti daerah lipat ketiak, lipat paha dan bagian belakang bokong.

Gambar 4 : Tali Pusat Belum Terpotong dan Masih Terhubung dengan Ari-Ari.

2.3.9 Penyebab Kematian


1. Penyebab Kematian Wajar
a. Anomaly congenital b. Sindrom ganguan pernapasan idiopatik c. Infeksi

2. Pembunuhan
a. b. c. d. e. f. g. i. j. Pembekapan Penyumbatan Pencekikan Penjeratan Penekanan dada Penenggelaman Kekerasan tumpul pada kepala Tali pusat diputuskan dan tidak diikat Pembunuhan anak sendiri secara pasif (tanpa melakukan tindakan kekerasan)

h. Kekerasan tajam

2.3.10 Trauma Kelahiran


a. Kaput suksadenum b. Sefalhematom c. Fraktur tulang tengkorak

d. Perdarahan subdural
e. Akibat kompresi lain pada kepala janin f. Ruptur hati dan limfa

2.4. Pemeriksaan Kasus Pembunuhan Anak Sendiri (Infanticide) Pemeriksaan dilakukan terhadap pelaku/tertuduh (ibu kandung yang baru melahirkan) dan korban (bayi yang baru dilahirkan) : 1. Pemeriksaan terhadap Korban a. Viabilitas, Syaratnya yaitu: Umur 28 minggu dalam kandungan Panjang badan 35 cm Berat badan 2500 gram Tidak ada cacat bawaan yang berat Lingkaran frontoocipital 32 cm b. Penentuan umur bayi Berdasarkan panjang badan (rumus Haase) Berdasarkan ciri-ciri pertumbuhan Berdasarkan inti penulangan c. Pernah atau tidak pernah bernapas d. Berapa lama bayi hidup

e. Sebab kematian
Kelalaian 2. Kekerasan
1.