Anda di halaman 1dari 16

Erosi-Korosi Aliran Satu Fasa dan Dua Fasa pada Boiler Gas Cooled Reactor

Ahyaril Mursyid Arnoldy Tanuwidjaya Angga Dwi K D H Vegasha Dhyda Ardi S

31600 31647 31518 31731 31771

Pengertian Erosi-korosi
Erosi korosi merupakan proses yang biasa terjadi dalam aliran fluida. Fluida yang mengalir dapat merusak lapisan pelindung dari material dan menyebabkan korosi terakselerasi lebih lagi pada bagian lapisan bawahnya. Erosi yang terjadi biasanya juga menyebabkan terjadinya Korosi. Tabrakan dari butiran fluida ataupun partikel kecil dan serangan kavitasi juga sangat berpengeruh dalam proses erosi- korosi

Studi Kasus
Masalah terjadi pada aliran satu fase pada inlet orifice degan laju pengikisan logam 1 mm/year. Sedangkan untuk aliran dua fase, kerusakan terjadi pada-pipa pipa evaporasi dimana tekanan yang kerja 35-40 bar. Karena hal-hal diataslah, sejumlah percobaan dan study dilakukan untuk mengatasi permasalah erosi korosi yang ada. Dan hasil dari study mengenai hal ini telah didapat dan telah sukses diimplementasiakan.

Bentuk Study
Bentuk study dan percobaan yang dilakukan untuk boiler ini adalah dengan membuat replika boiler dengan skala 1:1 dan diteliti pada Laboratorium Divisi Opersi Engineering di Wythenshw. Tujuannya untuk meneliti masalah-masalah boiler yang terjadi di Wylfa. Kondisi operasi di laboratorium adalah sebagai berikut:

Factor erosi korosi


1. Koefisien perpindahan masa 2. Kemampuan terlarut besi pada permukaan logam
Laju pengikisan logam erosi korosi dua fasa dapat dijelaskan dengan persamaan difusi :

W adalah koefisen perpindahan masa, yang merupakan fungsi aari laju aliran masa, kualitas termodinamik dari material dan diameter belokan pipa. Cs adalah konsentrasi dari besi oksida yang terlarut dalam cairan. Cb, besarnya konsentrasi besi yang dapat terlarut.

Cara Mengurangi Erosi-Korosi


Memperkecil Kemampuan terlarut besi pada permukaan logam dengan menambahkan Amoniak untuk mengurangi keasaman fluida yang mengalir.

Study dari kadar Amino(Senyawa Nitrogen) yang ditambahakan terhadap p(H)


Dari proses percobaan yang dilakukan didapat bahwa hubungan antara laju Erosi Korosi dengan tingkat keasaman sebagai fungsi waktu adalah sebagai berikut:

Pemilihan senyawa nitrogen yang tepat


Percobaan yang telah dilakuan menunjukan bahwa sangat penting untuk mendapat kadar pH seitnggi mungkin dan senyawa AMP lah yang menghasilkan pH tertinggi, oleh sebab itu sejak tahun 1983, senyawa ini digunakan untuk proteksi erosi korosi pada boiler di Wylfa. Pengalaman operasi boiler selama bertahun tahun juga menunjukan AMP masih lebih baik dalam melakukan proteksi jika dibandinkan dengan penambahan amoniak.

Hubungan erosi korosi terhadap perpindahan masa


Perbandingan laju erosi korosi setelah dan sebelum perlakuan tingkat keasaman dinyatakan sebagai benefit factor. Perhitungan dilakukan dan mendapatkan hasil grafiks sebagai berikut, dan terlihat bahwa distribusi kegagalan berdasarkan benefit factor terjadi setelah 36 tahun.

Erosi korosi pada aliran satu fasa


Sejumlah kasus erosi korosi pada aliran satu fasa terjadi pada pembangkit listrik, di Wylfa maupun di Huijbregts. Kasus tersebut adalah aliran vertical kebawah di bagian sambungan pengendali aliran (flow control ferrule). Masalah yang sama terjadi pula di Hartlepol dan Heysam 1.

Design dari sambungannya adalah sebagai berikut:

Kondisi operasi boiler pada penelitian adalah sebagai berikut:

Pada situasi operasi ini diberikan injeksi oksigen kedalam fluida untuk mengendalikan erosi korosi, dengan hasil sebagai berikut:

Terlihat bahwa penambahan dosis dari injeksi oksigen dibawah 20gr/kg meperlihatkan berhentinya pengikisan logam. Dosis sekitar 12gr/kg menunjukan pengikisan logam berhenti dalam waktu satu jam. Secara keselurahan dapat disimpulkan dari grafik yang ada bahwa penambahan dosis oksigen dibawah 5 gr/kg tidak akan melindungi dari erosi korosi, tapi dosis 5 gr/kg terbukti menghentikan pengikisan logam.

Hubungan dengan tingkat keasaman


Walaupun metode injeksi oksigen dapat menahan proses erosi korosi, tapi terdapat beberapa pertimbangan operasional, salah satunya adalah kombinasi antara tingkat keasaman dengan injeksi oksigen. Untuk tingkat keasaman yang cukup tinggi pH 9,2 dosis oksigen sebaiknya tidak terlalu banyak. Penambahan hydrazine dan amoniak juga membantu pengendalian terhadap erosi korosi aliran satu fase. Untuk seluruh kasus perlindungan terhadap erosi korosi pada aliran satu fasa menggunakan kombinasi oksigen-hidrazine-amoniak.