Anda di halaman 1dari 21

BAB VIII Konsep Dokter Muslim

Pembimbing: Dr. Ulfatmi, M.Ag

I. Pendahuluan
Profesi kedokteran merupakan profesi yang sangat berat tanggung jawab nya, dan dari tanggung jawab itu di hasilkan sebuah konsep untuk di jadikan pegangan seorang dokter. Sebagai mahasiswa fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi berbasiskan Islam, tentunya adalah menjadi hal essential (pokok) bagi kita untuk memahami konsep tentang Dokter Muslim. Konsep sorang muslim itu berupa, kharakteristik, ahlak, dan etika seorang dokter muslim. Dan semua konsep tersebut harus di kuasai oleh seorang dokter muslim, dan mampu menerapkan ke masyarakat.

KONSEP DOKTER MUSLIM


Konsep itu sendiri berisi tentang perkembangan, kharakteristik, etika, dan adab seorang dokter muslim dalam menjalan kan profesinya.

1. IDE DOKTER MUSLIM


Ilmu kedokteran yang dewasa ini berkembang, umumnya bersifat universal atau digunakan secara umum. Karena itu, bagi kaum Muslimin perlu menyeleksinya, dipilih hanya yang sesuai dengan norma dan kaidah Islam. Meski dalam prakteknya dan dikaitkan dengan asal sistem atau metode pengobatan bersifat universal, namun dalam Islam terdapat nilai-nilai yang mesti dijunjung tinggi, khususnya dikaitkan dengan praktek kedokteran, sehingga dikenal dengan kedokteran Islami.

Konsep tentang dokter muslim ini terkait pula dengan etika kedokteran, menurut Dr Ahmad Elkandi, salah seorang pendiri Himpunan Kedokteran Islam Amerika Serikat dan Kanada, bahwa etika dianggap sebagai persyaratan penting untuk menjadi dokter. Sumpah Hippocrates yang terkenal telah menekankan fakta ini dan sumpah ini masih berlaku sebagai basis bagi undang-undang yang dibuat untuk kode etik profesionaI.

2. Karakteristik dokter muslim


Banyak rumusan tentang dokter muslim telah dikemukakan oleh berbagai kalangan. Menurut Ja'far Khadim Yamani, Ilmu kedokteran dapat dikatakan islami, mempersyaratkannya dengan 9 karakteristik, yaitu:

1. dokter harus mengobati pasien dengan ihsan dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan al-Quran 2. tidak menggunakan bahan haram atau dicampur dengan unsur haram 3. dalam pengobatan tidak boleh berakibat mencacatkan tubuh pasien, kecuali sudah tidak ada alternatif lain 4. pengobatannya tidak berbau takhayyul, khurafat, atau bid'ah 5. hanya dilakukan oleh tenaga medis yang menguasai di bidang medis

6. dokter memiliki sifat-sifat terpuji, tidak pemilik rasa iri, riya, takabbur, senang merendahkan orang lain, serta sikap hina lainnya 7. harus berpenampilan rapih dan bersih 8. Lembaga-lembaga pelayan kesehatan mesti bersifat simpatik 9. menjauhkan dan menjaga diri dari pengaruh atau lambang-lambang nonislamis

Semua butir di atas, khususnya terhadap diri sendiri juga dengan pasien, antara lain disebutkan bahwa : 1. seorang dokter muslim di samping sebagai seorang yang bertakwa juga harus berakhlak mulia, seperti harus bijaksana, ramah, baik hati, pemaaf, pelindung, sabar, dapat dipercaya, bersikap baik tanpa membedakan tingkat sosial pasien, bersikap tenang, dan menghormati pasien.

2. Secara teologis dokter muslim harus menyadari bahwa soal kematian berada sepenuhnya di tang an Tuhan dan fungsi dokter hanya sebagai penyelamat kehidupan, berfungsi mempertahankan dan memelihara sebaik dan semampu mungkin. 3. Di samping itu, dokter muslim harus dapat menjadi suri tauladan yang baik juga harus prefesional, dengan tetap pada prinsip ilmiah dan jujur. 4. Lebih dari itu semua, dokter muslim juga diharuskan memiliki pengetahuan tentang undang-undang, caracara beribadah dan pokokpokok fikih sehingga dapat menuntun pasien untuk melaksanakan kewajiban agamanya.

5. Ditekankan pula, dalam keadaan bagaimana pun, dokter muslim harus erusaha menjauhkan diri dari praktek-praktek yang bertentangan dengan ajaran Islam. 6. Hal lain yang disarankan, dokter muslim harus rendah hati, tidak sombong, serta bersikap tercel a lainnya. 7. Dalam bidang pengetahuan, dokter muslim diharuskan tetap menggali dan mencari pengetahuan agar tidak ketinggalan dalam bidang kemajuan ilmiah, dan upaya itu harus diyakini sebagai bentuk ibadah.

3. AHLAK DOKTER MUSLIM


1. Terhadap Allah Sebagai Pencipta a. Beriman Sebab tanpa iman segala amal saleh sebagai dokter dan tenaga para medis akan hilang sia-sia di mata Allah. DalilnyaSuratAl-Ashri yang artinya : Demi masa, Sesungguhnya manusia selalu dalam kerugian, Selain mereka yang beriman, Dan berbuat amal shaleh, Dan nasehat-nasehati dengan kebenaran,Dan nasehanasehati dengan kesabaran (QS. Al-ashr: 1-3) b. Tulus-ikhlas karena Allah. (QS. Al Bayyinah : 5) yang artinya : Mereka hanya diperintahkan untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan ikhlas, lurus mengerjakan agama, karena Nya.

2. Terhadap Diri Sendiri


a. Berkeyakinan atas Kehormatan Profesi. Bahwa profesi kedokteran adalah salah satu profesi yang sangat mulia tetapi tergantung dengan dua syarat , yaitu : Dilakukan dengan sungguh sungguh dan penuh kaikhlasan . Menjaga akhlak mulia dalam perilaku dan tindakan tindakannya sebagai dokter .

b. Berusaha Menjernihkan Jiwa Kejernihan jiwa akan menentukan kualitas perbuatan manusia secara keseluruhan, jika seseorang termasuk dokter hatinya jernih maka perbuatannya akan selalu positif. Hal ini sejalan dengan penegasan Rasulullah yang artinya: Ingatlah bahwa tubuh manusia ada segumpal darah yang apabila baik maka seluruh tubuh menjadi baik dan apabila buruk maka seluruh tubuh menjadi buruk, ingatlah atau adalah hati. (HR Al Bukhari , Muslim, Ahmad, Al Darimi , dan Ibn Majah).

c. Lebih Mendalam Ilmu yang Dikuasainya


Dalam hadist Nabi disebutkan bahwa mencari ilmu merupakan kewajiban sepanjang hidup. Sebagimana diketahui bahwa ilmu pengetahuan itu dari hari ke hari selalu mengalami perkembangan. Karena itu, agar setiap dokter tidak ketinggalan informasi dan ilmu pengetahuan dan lebih mendalami bidang profesinya, maka dituntut untuk selalu belajar. Dalam ajaran Islam sangat ditekankan dalam mengamalkan segala sesuatu agar dilakukan secara professional dan penuh ketelitian .

d. Menggunakan Metode Ilmiah dalam Berfikir


Bagi dokter muslim diharuskan dalam berfikir menggunakan metode ilmiah sesuai dengan kaidah logika ilmiah sebagaimana terjabar dalam disiplin ilmu kedokteran modern . Ajaran Islam sangat menekankan agar berfikir atau merenung terhadap berbagai sebab, tujuannya agar mendapatkan keyakinan yang benar.

e. Mawas Diri
Mengingat tugas dokter melayani masyarakat dan tanggung jawab menyangkut nyawa dan keselamatan seseorang. Mereka sering menjadi sasaran tuduhan, itu disebabkan adanya anggapan masyarakat yang menganggap mereka adalah orang yang paling mengetahui rahasia kehidupan dan kematian. Dengan senantiasa mawas diri, seorang dokter muslim akan sadar atas segala kekurangannya sehingga di masa mendatang akan memperbaikinya, juga akan terhindar dari berbagai sifat tercela lain seperti sombong, riya, angkuh, dan lainnya.

f. Ikhlas, Penyantun, Ramah, Sabar dan Tenang.


Dokter muslim juga harus ikhlas dalam menjalankan pekerjaannya, semua dilakukan sebagai ibadah untuk mencari ridha Allah SWT. Dokter muslim juga dituntut penyantun, ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga berkeinginan menolongnya. Dokter muslim juga di tuntut ramah, bergaul dengan luwes dan menyenangkan. Juga di tuntut bersikap sabar, tidak emosional dan lekas marah, tenang, penyantun, ramah. Dokter muslim dituntut memiliki kesabaran dalam menghadapi segala masalah, tidak emosional dan tidak cepat marah. Dokter muslim juga dituntut bersikap tenang, tidak gugup dalam menghadapi segawat apapun. Nabi barsabda yang artinya Bersikap tenang kamu sekalian (HR al-Thabrani da al-Baihaqi).

3. Kepentingan Adab dalam Menjalankan Profesi Dokter


Adab amat penting dalam kehidupan manusia. Islam amat menuntut umatnya agar sentiasa mempunyai adab-adab yang baik. Islam sebagai agama yang lengkap menggariskan berbagai adab dalam pelbagai kegiatan harian. Pada dasarnya, manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah ibarat kain putih yang belum dipolakan. Adab-adab yang telah digariskan dengan dengan terperinci oleh Islam akan menjadi panduan kepada ibu bapa, guru, pemimpin, masyarakat dan individu itu sendiri, termasuk seorang dokter dalam mempolakan warna hidup seseorang insan.

Adab-adab yang digariskan oleh Islam termasuklah yang meliputi kehidupan harian, seperti adab berpakaian, adab ke masjid, adab ketika makan, dan sebagainya, maupun adab dalam menjalankan pekerjaan/profesinya, misal adab dokter terhadap pasien dan lingkungannya. Pendek kata adab-adab yang digariskan adalah lengkap dan meliputi keseluruhan aktivitas dan kegiatan harian seseorang individu muslim. Dalam hal ini, dari segi konsepnya termasuklah adab-adab yang bersangkutan dengan kegiatan profesi seorang dokter (dan) muslim. Dokter muslim yang diinginkan Islam adalah dokter yang mampu memberikan keteladanan, unik dan berbeda dari yang lain, tercermin di dalamnya moral, akhlak maupun adab yang Islami.

III. kesimpulan Perkembangan dunia kedokteran sangat pesat, baik dalam hal teknologi maupun dalam ilmu pengetahuan , dan seorang dokter harus mampus mengikuti perkembangan tersebut. Tetapi seorang dokter muslim harus bisa berfikir secara kritis dalam mengaitkan perkembangan tersebut dengan aturan-aturan yang ada dalam islam. Seorang dokter muslim harus memiliki ahlak sebagai seorang muslim, dan mentaati peraturan, baik peraturan seorang muslim maupun peraturan dalam bidang profesi kedokteran. Dan seorang dokter muslim harus meyakini bahwa dokter hanya bisa berusaha dalam mengobati pasien, dan kesembuhan pasien merupakan kehendak dan izin dari Nya.