Anda di halaman 1dari 22

TINNITUS

Wilianto 06700034 Ni Made Wiwin Rahayu 06700092

Anatomi Fisiologi telinga

Definisi
Tinnitus adalah suatu gangguan pendengaran dengan keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa rangsangan bunyi dari luar. Keluhannya bisa berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis atau berbagai macam bunyi yang lain.

Macam Tinnitus
Tinitus Obyektif bersifat vibratorik, berasal dari badan penderita, misalnya suara aliran darah dari suatu aneurisma, suara jantung, suara nafas, atau suara dari kontraksi otot-otot disekitar telinga. Biasanya tidak hanya si penderita saja yang bisa mendengarnya tapi juga si pemeriksa dengan auskultasi disekitar telinga. Tinitus Subyektif bersifat nonvibratorik, disebabkan oleh proses iritatif atau perubahan degeneratif traktus audiotorius mulai dari sel-sel rambut getar koklea sampai pusat saraf pendengaran.

PENYEBAB TINNITUS
Paparan bising Trauma kepala dan leher

Gangguan tertentu
Beberapa jenis tumor Penyakit kardiovaskuler Cedera yang menyebabkan kelainan rahang Ototoksisitas

PATOFISIOLOGI
Bising dengan intensitas yang cukup tinggi dengan waktu papar cukup lama akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel rambut (hair cells) yang terdapat di telinga bagian dalam (cochlea). Sel rambut adalah sel yang berfungsi mengubah energi akustik menjadi rangsangan listrik untuk dapat diteruskan ke pusat persepsi pendengaran di otak. Sehingga kerusakan pada sel rambut menyebabkan tergangguanya proses mendengar dengan akibat terjadi penurunan fungsi pendengaran. Pada awalnya hanya bersifat sementara, tetapi bila paparan bising berlsangsung terus maka kerusakan akan menetap.

Beberapa sumber bising yang menyebabkan tinnitus:


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mesin industri / mesin kendaraan


Aktivitas pekerjaan di galangan kapal Konser musik Letusan senjata api Ledekan bom / petasan ukuran besar Kegemaran mendengarkan musik melalui headset

Menurut frekuensi getarnya, tinnitus terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

Tinnitus frekuensi rendah (low tone), seperti bergemuruh Tinnitus frekuensi tinggi (high tone), seperti berdenging

Tinnitus biasanya dihubungkan dengan tuli sensorineural dan dapat juga terjadi karena gangguan konduksi. Tinnitus yang disebabkan oleh gangguan konduksi, biasanya berupa bunyi dengan nada rendah. Jika disertai dengan inflamasi, bunyi dengung ini terasa berdenyut (tinnitus pulsasi) dan biasanya terjadi pada sumbatan liang telinga karena serumen atau tumor, otitis media, otosklerosis,dll.

Pada tuli sensorineural, biasanya timbul tinnitus subjektif nada tinggi (4000 Hz). Terjadi pada telinga bagian dalam ketika gelombang suara berenergi tinggi merambat melalui cairan telinga, merangsang dan membunuh sel-sel rambut pendengaran sehingga telinga tak merespon lagi frekuensi suara. Bila suara keras hanya merusak sel-sel rambut tadi maka akan terjadi tinnitus, yaitu dengungan keras pada telinga yang dialami penderitanya.

DIAGNOSIS
Anamnesis merupakan hal utama dan yang terpenting dalam penegakan diagnosis tinnitus. Halhal yang perlu ditanyakan misalnya kualitas dan kuantitas tinnitus tersebut. Apakah ada gejala lain yang menyertainya seperti adanya vertigo, gangguan pendengaran lainnya atau gejala neurologik lain, riwayat terjadinya tinnitus, apakah sampai menganggu aktivitas sehari-harinya. Pemeriksaan penala, audiometri nada murni, audiometri tutur dan bila perlu dilakukan pemeriksaan ENG atau laboratorium.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam anamnesis adalah:


1. 2.

Lama serangan tinnitus Apabila pasien sulit mengidentifikasi kanan atau kiri, kemungkinan disaraf pusat. Kualitas tinnitus

3.

PENGOBATAN
Dalam banyak kasus, tidak ada perawatan spesifik untuk tinnitus. Tinnitus hanya dapat hilang dengan sendiri, atau mungkin menjadi cacat tetap bahwa pasien harus "hidup bersama." Beberapa otolaryngologis (spesialis telinga) telah merekomendasikan niacin untuk merawat tinnitus. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan niacin yang membantu mengurangi tinnitus, dan dapat menimbulkan masalah dengan kemerahan pada kulit.

Obat gabapentin (Neurontin, Gabarone) dalam dosis tinggi, dan mengurangi tingkat gangguan dari tinnitus pada beberapa pasien, tetapi tidak memperkecil volume suara, dan tidak ditemukan lebih baik dibandingkan plasebo. Sebuah studi 2005 di Brasil menggunakan acamprosate (Campral), obat yang digunakan untuk mengobati kecanduan alkohol, menunjukkan angka hampir 87% dari menghilangkan gejala. Studi obat ini untuk pengobatan tinnitus saat ini berlangsung di Amerika Serikat.

Pada umunya pengobatan gejala tinnitus dibagi dalam 4 cara yaitu:


1. 2. 3. 4.

Elektrofisiologi Psikologik Terapi medikamentosa Tindakan bedah

Pasien yang menderita tinnitus perlu diberikan penjelasan yang baik, sehingga rasa takut tidak memperberat keluhan tersebut. Obat penenang atau obat tidur dapat diberikan saat menjelang tidur pada pasien yang tidurnya sangat terganggu oleh tinnitus tersebut. Pasien harus dijelaskan bahwa gangguan itu sulit diobati dan dianjurkan agar beradaptasi dengan gangguan tersebut.

PENCEGAHAN
1. 2.

Hindari suara bising Batasi pemakaian headset, jangan mendengar dengan volume yang amat maximal. Gunakan pelindung telinga apabila berada ditempat-tempat bising Pemberian obat-obatan juga penting, terutama vitamin bagi saraf dan obat yang dapat melebarkan pembuluh darah.

3.

4.

5. Makanlah makanan yang sehat dan rendah garam 6. Perbanyak mengkonsumsi Vitamin A dan E 7. Pengambilan mineral sperti magnesium dan zink yang seimbang dan viatamin B kompleks dapat membantu mengatasi masalah tinnitus. 8. Senam atau beraktivitas yang menyenangkan

9. Berpikirlah positif
10. Berlatih untuk menghindari stres semampunya

11. Kendalikan gaya hidup dan aturlah waktu sebaik mungkin 12. Atasilah emosi 13. Periksalah gigi anda dan pastikan tidak ada masalah pada sendi tempurung kepala-rahang (temporo-mandibular joint) 14. Mengulum/mengunyah permen karet.

KESIMPULAN
Kesimpulan dan saran

Tinnitus merupakan salah satu keluhan yang paling banyak diderita oleh penderita yang berobat pada bagian THT Tinnitus bukan suatu penyakit tetapi suatu tanda atau gejala dari penyakit

Jenis-jenis tinnitus antara lain: vibratorik, nonvibratorik, pulsatil, nonpulsatil

Anamnesis merupakan hal utama yang terpenting dalam penegakan diagnosa Tinnitus (lama, kualitas, kuantitas, penyakit atau gangguan lain yang menyertai) Untuk mengobati tinnitus perlu mengetahui penyebab utamanya Disarankan agar seseorang menghindari faktor-faktor penyebab ataupun resiko terjadinya tinnitus

Hendaknya lebih memerhatikan kesehatan dan lingkungan karena berbagai faktor penyebab tinnitus disebabkan oleh gangguan kesehatan maupun gangguan dari luar Hendaknya memeriksakan ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan jika terjadi gejalagejala tinnitus