Anda di halaman 1dari 28

Bayi Saya Kok Sembelit.?

Anggota A3
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Andhika Citra Buana Kurnia Gilang Ramadhana M.Yoga Juandana Aselina Al Qodriani Asyifa Fahmiza Hrp Deppy Fitria Didya Hafsah Fitrianda Fauziatul Amra Lisa Adriyani Noni Nuriza Putri Rika Asmasari

Bayi Saya Kok Sembelit?


Nama : Lela (15 hari) anak pertama lahir cukup bulan Kembung Mekonium keluar pada 3 hari BAB sedikit, kadang tidak ada, cair, menyemprot dan berbau Muntah berwarna hijau Demam negatif Selama kehamilan tidak ada keluhan namun cairan ketuban banyak BB lahir 3kg VS = N:178x/menit, RR 65x/menit, T:36.5 oC

PF = BJ normal, respiratory distres takipneu, nafas cuping hidung dan retraksi dinding dada, dehidrasi negatif, ekstremitas hangat, CRT <2 detik, jumlah jari normal Abdomen : inspeksi -> didapat cembung dan distensi serta visible bowel contour. Venectasi dan visible bowel movement negatif. palpasi -> Nyeri tekan dan defans muskular negatif perkusi -> hepar ada pekak auskultasi -> hanya terdengar bising usus normal, metalic sound negatif

RT : tonus sfingter ani kuat, tidak ada kesan sempit, mukosa licin, ampula tidak kolaps, tidak ada massa, tidak nyeri, tidak ada darah, terdapat mekonium, tidak berbau busuk, didapat feses cair dan menyemprot ketika ditarik Lab : Hb 15%gr, leukosit 16.000/mm3, trombosit 130.000/mm3, natrium 135 mg/dl, kalium 3,5 mg/dl, CT 2 menit, BT 4 menit

Identifikasi Istilah
1. 2. 3. 4. 5. 6. Mekonium Visible bowel movement Visible bowel countour Defans muscular Rectal toucher Venectasi

1. Mekonium .Feses pertama yang normalnya keluar dalam waktu kurang dari 24 jam. 2. Visible bowel movement = darm steifung .Pergerakan peristaltik usus yang dapat terlihat dengan cara inspeksi, keadaan ini menandakan adanya obstruksi.

3. Visible darm contour = Darm countour .Bentuk usus yang terlihat di dinding perut dengan cara inspeksi, keadaan ini menandakan distensi usus. 4. Defans muscular .Keadaan muscular pada abdomen yang tegang akibat adanya radang.

5. Rectal toucher .Pemeriksaan rektum dengan cara memasukan jari kedalam anus. 6. Venectasi .varikositas vena.

IDENTIFIKASI KONSEP

Obstruksi Usus Fungsional pada Neonatus: Hirschprung

IDENTIFIKASI MASALAH
1. 2. 3. 4. 5. 6. Tinjauan pustaka dari Hirschsprungs Disease? Kenapa perut pasien masih distensi padahal pasien muntah? Korelasi polyhidramnion dengan HD? Bagaimana proses embriogenesis usus? Mengapa darm contour pada skenario tidak disertai dengan darm steifung? Mengapa pasien dinyatakan tidak mengalami respiratory distress takipneu padahal RRnya 65 kali/menit Nilai vital sign normal pada neonatus? Bagaimana cara membedakan Hirschsprungs Disease dengan atresia kolon?

7. 8.

Analisa Masalah
4. - organ pencernaan mulai terbentuk pada usia janin 5 minggu hingga 12 minggu - sel-sel saraf yang ada pada usus berasal dari neuroblas-neuroblas yang ada di esofagus - pembentukannya salah satu di atur oleh kromosom 13q22 - gangguan kehamilan pada minggu ke 5-12 dapat menyebabkan ganggua dalam pembentukan persarafan di usus Minggu ke 8 terbentuk plexus Auerbach Minggu ke 12 terbentuk plexus Meissner

5. darm contour terjadi akibat dilatasi hebat dari kolon yang menghasilkan megakolon - darm steifung terjadi akibat peningkatan peristaltik usus untuk menjalankan makanan akibat obstruksi mekani - Pada skenario darm contour tidak diikuti oleh darm steifung karena pada Hirschsprungs disease tidak terjadi peningkatan peristaltik (Aganglion)

6. RR normal neonatus : 40-60 kali/menit (Neonatal Care Book) 30-100 kali/menit (FKUI)

definisi

Etiollogi

Patofisiologi

Klasifikasi Hirschsprungs disease

Diagnosis banding dan diagnosis

Tatalaksana

Komplikasi

Prognosis

LO
1. Tinjauan pustaka a. Definisi Hirschsprungs Disease adalah kelainan kongenital dimana tidak dijumpai pleksus auerbach dan pleksus meissner pada gastrointestinal b. Etiologi - kegagalan migrasi neuroblas - kegagalan maturasi neuroblas - neuroblas berkembang dengan baik namun mengalami degradasi - mutasi gen

c. Patofisiologi karena tidak adanya kedua plexus di kolon, jadi tidak terjadi motilitas maupun sekresi pencernan hingga menyebabkan obstruksi fungsional d. Klasifikasi 1. ultra short segment: aganglion pada sebagian kecil rektum 2. short segment : rektum-sigmoid 3. long segment : rektum-fleksura lienalis 4. very long segment/total aganglionik: seluruh kolonileum terminalis

e. Diagnosis banding - Hirschsprungs Disease - Atresia kolon - Atresia ileum - Meconium plug syndrome f. Diagnosis Hirschsprungs disease - Anamnesis: * mekonium keluar >24 jam * konstipasi *muntah hijau (Fecal dalam tahap lanjut)

- Pemeriksaan fisik * distensi abdomen * darm contour * metallic sound (-) - Pemeriksaan penunjang > imaging * foto polos abdomen: tidak dijumpai udara pada bagian distal kolon *Terlihat adanya zona dilatasi dan zona transisi * barium enema : bisa dilihat zona aganglion, zona transisi, dan zona dilatasi (megakolon)

* manometri anorektal > patologi anatomi * biopsi hisap * biopsi otot rektum > Rectal Toucher - mekonium menyemprot - tonus ani kuat

Tatalaksana: a. Non medis


Puasa Dekompresi Manipulasi (Loncat, Lari, dll) b. Medis Antibiotik untuk mencegah enterocolitis Pembedahan : * soave * duhamel * swenson

Komplikasi: - Enterocolitis - Obstruksi usus (Termasuk komplikasi obstruksi) Prognosis : Baik jika diagnosis cepat dan penanganan tepat

8. Beda Hirschsprungs disease dan atresia kolon


pembanding Mekonium Hirschsprungs disease Keluar >24jam Atresia kolon Gagal mengeluarkan mekonium Mekanik Feses tidak menyemprot

Obstruksi Rectal toucher

Fungsional Feses menyemprot

2. distensi terjadi akibat dilatasi usus (megakolon) oleh penumpukan feses, cairan, ataupun gas - muntah hanya mengeluarkan sebagian kecil dari isi usus - muntah tidak dapat membersihkan isi usus seluruhnya sehingga distensi tidak hilang dengan muntah - Metabolisme bakteri di usus menghasilkan gas, sehingga terjadi penumpukan gas.

3. Penyebab Polyhidrmanion a. Produksi air ketuban yang bertambah Penghasilnya adalah epitel amnion, namun dapat juga bertambah karena cairan lain masuk ke dalam ruangan amnion (air pipis janin atau cairan otak pada anensefal) b. Pengaliran air ketuban terganggu Air ketuban ditelan bayi absorpsi usus alirkan ke plasenta

7. Nilai normal Vital Sign & Hasil Lab pada bayi RR : 30-100 x/menit N : 70-180 bpm TD : 85/60 mmHg Leukosit : 15000-25000 mm3 Trombosit : 200000-400000 mm3 (Ilmu Kesehatan Anak FKUI)

Sintesis
Hirschsprungs Disease adalah suatu penyakit Megacolon dengan gejala khas berupa Mekonium keluar >24jam, muntah hijau, Konstipasi disebabkan kelainan ganglion.

Terima kasih