Anda di halaman 1dari 43

CASE REPORT SESSION EKLAMPSIA

Presentan : Putri Karlina W Preseptor : Dadan S.,dr.,SpOG

Identitas Pasien
Nama Usia Alamat Pekerjaan Pendidikan Status Suami Umur Pekerjaan : Ny. U : 18 tahun : Banyuresmi : Ibu rumah tangga : SMP : Menikah : Tn. O : 35 tahun : Wiraswasta

07 Desember 2012, Pukul 20.40 WIB Tgl Masuk Rumah Sakit

Tgl Keluar Rumah Sakit


10 Desember 2012

Keluhan utama : Kejang kejang

Anamnesis Khusus
G1P0A0 merasa hamil 9 bulan. Diketahui kejang-kejang sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Kejang sebanyak 3 kali, kejang selama <5 menit dalam 1 episode kejang. disertai penurunan kesadaran. setelah kejang pasien sadar kembali dan segera dibawa ke rumah sakit

RSU DR.SLAMET.

Riwayat sakit kepala hebat, penglihatan


kabur dan nyeri ulu hati dirasakan ibu. Riwayat bengkak di kaki diakui yaitu sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit. Riwayat kejang sebelum kehamilannya tidak diketahui. Riwayat tekanan darah

tinggi sebelum dan selama kehamilan


disangkal.

Anamnesis Tambahan
Riwayat keluarga yang memiliki keluhan yang sama disangkal. Riwayat penyakit darah tinggi di keluarga disangkal.

RIWAYAT OBSTETRI
KEHAMILAN

Hamil Saat Ini

KETERANGAN TAMBAHAN
Menikah KB PNC HPHT Siklus haid : 18 tahun, SMP, IRT

: 34 tahun, SD, Wiraswasta


: Tidak pernah : Bidan, 8x, terakhir PNC 1 minggu yg lalu : 15 Maret 2012 : 30 hari, teratur, banyak darah biasa dan nyeri haid.

Menarche

: 12 tahun
: Tidak ada : Tidak ada

Keluhan selama hamil Riwayat penyakit dahulu

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRAESENS
Keadaan Umum : Tampak sakit berat
Kesadaran : Compos mentis Tekanan Darah Nadi Respirasi : 170/100 mmHg : 96 x/menit : 24 x/menit

Suhu
Mata

: Afebris C
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

Leher
Cor

: Tiroid (-), KGB (-/-)


: S1 S2 murni reguler

Pulmo
Hepar

: VBS kiri = kanan


: Sulit dinilai

Lien
Edema Varices

: Sulit dinilai
: +/+ : -/-

Refleks Fisiologis : +/+

STATUS OBSTETRI
Fundus Uteri Lingkar perut Letak anak TBBJ : 27 cm : 91 cm : Kepala, punggung kanan 2/5 : 2.025 gr

His
BJA

:: 162 x/menit, reguler

PEMERIKSAAN DALAM
Vulva
Vagina Portio Pembukaan Ketuban Bagian terendah

: Tidak ada kelainan


: Tidak ada kelainan : Tebal, lunak : Tertutup : Utuh :-

PEMERIKSAAN LABORATORIUM : 7 Desember 2012


Darah rutin
Hb Ht L Tr Er

Urin
Bj Urine : 1.010 pH urine : 6,0 Nitrit Protein Glukosa Keton : Negatif

: 9,5 gr/dL : 30 % : 13.500/mm3


: 154.000/mm3 : 4.84 juta/mm3

: Pos (++++)
: Negatif : Negatif

Urobilinogen
Bilirubin urine

:N
: Negatif

DIAGNOSIS
G1P0A0 Gravida Aterm dengan Eklampsi

PENGELOLAAN
R/ Observasi KU, TTV, DJJ R/ Seksio sesarea atas indikasi eklampsi R/ Beri O2 4-6 L/mnt R/ Kateterisasi urin R/ Loading dose 4 gr MgSO4 R/ Maintenance dose 10 gr MgSO4 dalam 500 cc Ringer Laktat 20 gtt/menit Infus R/Cek Lab Darah dan Urine, cross macth darah & sedia darah

dalam 100 cc RL diberikan R/ Dopamet tablet 3 x 500 mg


selama 15 menit R/ Nifedipin tablet 3 x 10 mg R/ Informed Consent

LAPORAN OPERASI
Tanggal operasi Jam operasi mulai Jam operasi selesai : 7 Desember 2012 : Pkl 22.55 WIB : Pkl 23.55 WIB

Lama operasi
Operatoor Asisten I

: 60 menit
: dr.Anindhita : Venita

Perawat instrumen
Anestesi Asisten Anestesi Jenis Anestesi

: Neneng
: dr. Hj. Hayati.,Sp.An : Ed : Spinal

Diagnosa Pra bedah


G1P0A0 Gravida Aterm dengan

Eklampsi
Indikasi Operasi : Eklampsi

Jenis Operasi

: SCTP + Insersi IUD

Diagnosa pasca bedah :


P1A0 partus prematurus dengan

seksio
eklampsi

sesarean

atas

indikasi

Kategori operasi : Besar


Disinfeksi kulit : Povidone Iodine

10%

Laporan operasi lengkap


Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya Dilakukan insisi mediana inferior sepanjang 10 cm Setelah peritoneum dibuka tampak dinding depan uterus

Plika vesikouterina diidentifikasi, digunting melintang


Kandung kemih disisihkan ke bawah, ditahan dengan retraktor abdomen Segmen bawah rahim disayat konkaf, bagian tengahya ditembus oleh jari penolong dan diperluas ke kiri dan ke kanan

Jam 23.00 :
Lahir bayi dengan meluksir kepala BB : 2000 gram, PB: 43 cm APGAR 1= 5 5=

7
Disuntikkan oksitosin 10 IU intra mural, kontraksi baik

Jam 23.05 Lahir plasenta dengan tarikan ringan


pada tali pusat Berat : 550 gram, ukuran : 20 x 10 x 3 cm

Segmen bawah rahim

dijahit lapis demi lapis.

Lapisan pertama dijahit secara jelujur interlocking. Sebelum semuanya ditutup dilakukan insersi IUD

Lapisan

kedua

dijahit

overhecting

matras.

Setelah yakin tidak ada perdarahan, dilakukan

reperitonealisasi

dengan

jelujur

peritoneum

kandung kencing. Perdarahan dirawat. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah Fascia dijahit dengan safil No. 1.0, kulit

dijahit secara subkutikuler


Perdarahan selama operasi + 400 cc Diuresis selama operasi + 100 cc

INSTRUKSI PASCA BEDAH


Observasi : KU, Tensi, Nadi, Respi, Suhu, Perdarahan /setiap 15 menit Analgesik : Tramadol 20 mg dalam RL 500 cc (15 gtt/mnt) Lain-lain Puasa : Tidur terlentang selama 24 jam :-

Antibiotik : Ceftriaxone inj 1x 2gr /iv Metronidazole 3x500 mg /iv Kaltrofen supp 2x1

OBSERVASI
08-12-2012 POD I KU : CM Keluhan : sakit kepala (+), pandangan kabur (+), lemas. Drip oxy 20 UI dalam 500 cc RL (20gtt) MgSO4 maintenace dose

T : 140/90 mmHg R : 24x/mnt


N: 80x/mnt S : Afebris Mata : Konjungtiva anemis Sclera ikterik ASI : -/-

Ceftriaxone inj 1x2gr/iv


Metronidazole 3x500 mg/iv Kaltropen supp 2x1 Observasi perdarahan Cek protein urin KU, TTV dan

Abdomen : datar, lembut. BU (-), DM (-), NT (+), PS/PP (-/-) TFU : 3 jari bawah pusat Kontraksi : baik Luka operasi : tertutup verband Lochia: Rubra BAK : DC 200 cc BAB : Flatus : +

09-12-2012 POD II

KU : CM Keluhan : pusing T : 130/90 mmHg N : 90x/mnt Mata R : 20x/mnt S : Afebris

- T/ lanjutkan - Asam mefenamat 3x500mg - Observasi KU, TTV, Perdarahan - Protein urin (++) - UP DC

Konjungtiva anemis (-/-) Sclera ikterik (-/-)

ASI (-/-)
Abdomen : datar, lembut, nyeri tekan(-), DM (-), BU (+) TFU : 3 jari di bawah pusat Kontraksi : baik Luka operasi : basah, terawat Lochia : rubra BAK : DC 200cc BAB : + Flatus : +

10-12-2012 POD III

KU : CM Keluhan T : 130/80 mmHg R : 20x/mnt N : 78x/mnt S:36,90C Mata Konjungtiva anemis (-/-) Sclera ikterik (-/-) ASI : (+/+) Abdomen : datar, lembut. BU (+) NT (-), TFU 2 jari dibawah pusat Kontraksi : baik Luka operasi : kering, terawat

Boleh Pulang

Lochia:: + rubra
BAK : + BAB: +

PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam

PERMASALAHAN
1) Apakah penegakan diagnosis eklampsi pada pasien ini sudah tepat ? 2) Apa saja faktor resiko eklampsi pada pasien ini ? 3) Bagaimana pengelolaan eklampsi pada pasien ini ?

Definisi
Eklampsi adalah suatu komplikasi serius dari kehamilan yang ditandai adanya kejang.

Biasanya eklampsi terjadi setelah preeklampsi lebih dulu, terkadang tanpa gejala preeklampsi persalinan. yang nyata. Kejang dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah

Apakah penegakan diagnosis eklampsi pada pasien?


Dilakukan anamnesis pada pasien atau keluarganya, karakteristik ibu dan kehamilan saat ini dan didapatkan informasi : pasien merasa hamil 9 bulan, datang dengan keluhan kejang-kejang sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Kejang sebanyak 3 kali, kejang selama <5 menit dalam 1 episode kejang, disertai penurunan kesadaran.

setelah kejang pasien sadar kembali. Merupakan gejala


penting dari eklampsi yang didapatkan

Riwayat sakit kepala hebat penglihatan kabur,


nyeri ulu hati dan bengkak yang merupakan gejala penting dari preeklampsi didapatkan. Riwayat penyakit terdahulu dan faktor resiko : riwayat pernikahan, primigravida, usia kehamilan <20 tahun atau >35 tahun. Adanya hipertensi dalam kehamilan atau hipertensi kronik

disangkal.

Pemerisaan Fisik
Kesadaran compos mentis, tampak sakit berat dan ditemukan hipertensi grade II 170/100 mmHg. Pemeriksaan obstetri : TFU 27 cm, sesuai dengan kehamilan 30 31 minggu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, pada pasien ini ditemukan :

Protein urine : Pos (++++)


Pemeriksaan SGOT & SGPT tidak dilakukan, adapun kegunaan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan fungsi

liver sebagai akibat dari salah satu gejala sindroma HELLP sebagai
penyulit pada eklampsia. Pemeriksaan elektrolit (Na, K) berguna untuk menyingkirkan

kemungkinan kejang akibat elektrolit tidak dilakukan.

Diagnosa Akhir
G1P0A0 parturient 31-32 minggu dengan eklampsia

Diagnosis Banding

Epilepsi
Ensefalitis Meningitis

Tumor serebri

Faktor resiko eklampsi pd pasien


Primigravida Primipaternitas

Umur yang ekstrim <20 tahun


riwayat

PNC yang kurang sehingga HDK


tidak terdeteksi dini.

Klasifikasi
Eklampsi antepartum sebelum persalinan. Eklampsi intrapartum sewaktu

persalinan.
Eklampsi postpartum setelah

persalinan

Pengelolaan
Pada prinsipnya, pengelolaannya terdiri dari : Atasi hipertensi dengan pemberian obat

antihipertensi
Cegah terjadinya kejang dengan

pemberian MgSO4
Observasi KU, TTV, DJA

PENGOBATAN
Tujuan utama menghentikan berulangnya serangan kejang dan mengakhiri kehamilan secepatnya dengan cara yang aman. Obat antikejang :
Pemberian MgSO4 sesuai dengan pengelolaan preeklampsi berat. Bila timbul kejang-kejang ulangan maka dapat diberikan 2 gr MgSO4 20% i.v selama 2 menit, sekurang-kurangnya 20

menit setelah pemberian terakhir.


Dosis tambahan 2 gr hanya diberikan sekali saja. Bila setelah diberi dosis tambahan masih juga tetap kejang maka diberikan amobarbital 3-5 mg/kgBB i.v pelan-pelan.

PENGOBATAN
Obat-obat suportif : Untuk menurunkan tekanan darah

pemberian methildopa 3x500 mg dan nifedipine 3x10 mg


Sikap terhadap kehamilan : Sikap dasar : semua kehamilan dengan eklampsi dan impending eklampsi harus diakhiri tanpa memandang umur kehamilan dan janin. Saat pengakhiran kehamilan : Terminasi kehamilan pasien preeklampsi dan impending eklampsi adalah dengan seksio sesarea.

Prognosis
Quo ad vitam : ad bonam
Tidak terdapat penyulit seperti dan berupa yang tercantum pada kriteria eden. Ketepatan penanganan eklampsi penatalaksanaan

terminasi kehamilan.

Kriteria Eden
Koma yang lama. Nadi > 120x/menit.

Suhu > 39oC.


Tensi > 200 mmHg. Kejang > 10x serangan. Proteinuri 10 g/hari atau lebih. Tidak adanya edema.

Quo ad functionam : dubia ad bonam


Pada pasien ini dipasang alat kontrasepsi sehingga pasien dapat menunda kehamilan kembali mengurangi resiko mengalami preeklampsi kembali. Fungsi menstruasi dan seksual masih ada. Penyuluhan untuk kehamilan mendatang pada wanita yang mengalami hipertensi selama kehamilan harus dievaluasi pada masa pospartum dini dan diberi penyuluhan mengenai kehamilan mendatang dan resiko kardiovaskuler.

TERIMA KASIH