Anda di halaman 1dari 22

Supervisor: dr. Sultan Buraena MS Sp.

OK Thiagarajan Kandapan C11108763 Jeaneta Cheryl Patrick C11108762 Fila Meirina C11108313

Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para pekerjanya akan tetapi jauh dari itu keselamatan dan kesehatan kerja berdampak positif atas keberlanjutan produktivitas kerjanya.

TUJUAN UMUM Untuk mengetahui kondisi keselamatan dan kesehatan kerja di industri perusahaan di Indonesia terutama di lingkungan kerja bengkel motor serta upaya penyelengaraan Keselamatan dan Kesehatan kerja di bengkel motor pada bulan Januari 2013

Untuk mengetahui hazard fisik,kimia,biologis,ergonomi dan psikososial yang didapatkan di bengkel motor Arjuna Motor Untuk mengetahui upaya evaluasi dan pengendalian yang dilakukan oleh pihak manajmen untuk mencegah kecelakaan kerja. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan pekerja tentang keselamatan kerja. Untuk mengetahui upaya-upaya kesehatan kerja dengan penyediaan Pertolongan Pertama Kecelakaan. Untuk mengetahui keluhan-keluhan dan penyakit yang dialami pekerja di bengkel motor Arjuna Motor

Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat kita, termasuk pekerja sepeda motor, kurang memperhatikan keselamatan kerja. Kemungkinan penyebabnya pertama, mereka mungkin tidak memiliki pengetahuan tentang keselamatan kerja. Kedua, mereka sudah tahu, tetapi mengabaikan karena punya kebiasaan buruk. Kebiasaan tidak mematuhi aturan keselamatan kerja untuk pekerja mekanik sepeda motor tidak dapat ditolerir.

A. Golongan fisik 1. Kebisingan : Gangguan Fisiologis. Gangguan Psikologis. Gangguan Patologis Organis. Suhu B. Golongan Kimia : Bahan Bahan Kimia Di Bengkel C. Golongan biologis D. Golongan fisiologis/ergonomi E. Golongan psikososial

Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah: Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda. Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair. Terpapar kebisingan dan getaran. Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair. Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.

Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman).

Pelindung pendengaran.

Pakaian Pelindung.

Bahan Bahan yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain alat tulis menulis, kertas, alat perekam suara, dan kamera. Cara Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode walk-through survey, yaitu dengan menggunakan tabel check-list. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bengkel Motor Arjuna, Tamalanrea, Makassar, Indonesia. Jadwal Penelitian ini dilakukan 1 minggu dimulai dengan memahami konsep kesehatan dan keselamatan kerja. Waktu pelaksanaan yaitu 07 12 Januari 2013 dengan kegiatan harian sebagai

Bengkel Motor Arjuna dipimpin oleh satu kepala bengkel yang juga merupakan pemilik(owner) bengkel tersebut. Kepala bengkel ini dibantu oleh 4 orang karyawan yang kemudian diberi tugas khusus dalam operasional bengkel setiap harinya. Adapun struktur organisasi bengkel ini dapat pula digambarkan sebagai Kepala Bengkel, Kepala Mekanik, dan mekanik. Rincian tugas masing-masing personil di bengkel ini adalah seperti berikut;

Owner(Pemilik Bengkel)

Kepala Bengkel

Kepala Mekanik

Mekanik

Konsumen

Konsumen datang

Evaluasi hasil dari konsumen

Pembayaran tunai

Menerima sepeda motor dari konsumen

Lapor ke kepala bengkel

Pengembalian motor kepada konsumen

Memindahkan motor ke ruang perbaikan

Melakukan perbaikan motor

Urusan selesai

Persiapan alat dan perlengkapan

Melakukan pemeriksaan rutin sepeda motor

. Tinjauan Sumber Kebisingan dan Getaran di Bengkel Motor Arjuna 1. Kompressor 2. Spray Gun 3. Kenderaan lalu-lalang 4. Mesin dan knalpot motor yang tidak standar 5. Mesin gerinda dan mesin bor tangan

Pada saat operator melakukan kerja-kerja memperbaiki sepeda motor didapatkan beberapa factor fisik seperti kebisingan yang bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan operator dan karyawan di Bengkel Motor Arjuna. Alat yang dipakai yang bisa menyumbang kepada terjadinya kebisingan di tempat kerja seperti pada mesin generator, compressor yang digunakan dimana karyawan di Bengkel Motor Arjuna, dan juga lokasi bengkel yang terletak berhampiran dengan jalan raya biasanya terdedah kepada bunyi bising yang bersifat kontinuitas.

Peneliti tidak mendapatkan adanya penggunaan alat pelindung pendengaran seperti earplug, earmuff dan helmet yang digunakan oleh karyawan. Subjek membuat pengakuan biasanya getaran yang dihasilkan dari alat-alat bisa menimbulkan gangguan kenyamanan, cepat memberikan rasa cape dan kelelahan dan bisa membahayakan kesehatan yang mana hujung-hujungnya bisa menyebabkan berkurangnya produtivitas bengkel.

1) Agar setiap petugas dapat bekerja optimal. Dan sebaiknya setiap tenaga kerja diberikan selebaran tentang kesehatan kerja dan penyakit akibat kerja. 2) Secara umum, dalam hal lingkungan kerja, diharapkan agar: Segala yang berhubungan dengan faktor fisik seperti kebisingan sebaiknya diusahakan supaya minimal. Dan pengurus bengkel disarankan supaya menyediakan alatalat pelindung pendengaran apabila faktor fisik itu tidak dapat dielakkan. Melakukan check-up pendengaran setiap 6 bulan sekali untuk mengevaluasi tahap pendengaran masingmasing.