Anda di halaman 1dari 8

100 Questions & Answers Sindrom Darah Kental

Oleh : Bagus Setiawan, M.Si, Apt

20/01/13

www.HLIndonesia.net

Waspada Sindrome Darah Kental


Gejala pada otak berupa sakit kepala atau migren berulang, vertigo, kejang, daya ingat menurun, bahkan strok yang tidak lazim pada usia 40-an. Waspadalah, kemungkinan Anda menderita penyakit darah kental. Tidak cuma masalah keguguran berulang karena yang lebih gawat kini sindrom darah www.HLIndonesia.net kental mulai diakui merupakan indikasi penyakit 20/01/13 jantung dan stroke, selain kolesterol tinggi.

Apakah sindrom darah kental itu? Sindrom darah kental adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan suatu kondisi peningkatan kepekatan darah yang tidak biasa. Meski tampaknya sepele, namun kondisi ini tidak bisa diabaikan begitu saja karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan misalnya stroke, serangan jantung, gagal ginjal, yang bisa membahayakan penderitanya. Juga keguguran berulang. Apa sebaiknya yang harus dilakukan untuk mengelola sindrom darah kental? Kenali dulu penyebab dan gejalanya. www.HLIndonesia.net 20/01/13

20/01/13

www.HLIndonesia.net

WASPADAI DARAH KENTAL PADA USIA MUDA Bagi Anda yang sering mengalami migrain, jangan pernah menganggap sepele keluhan tersebut. Bisa jadi sakit kepala sebelah yang Anda rasakan itu merupakan gejala awal dari sindrom darah kental. Stroke adalah gangguan fungsi otak karena pasokan darah ke otak terganggu. Gangguan pasokan darah ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sindrom darah kental adalah serangkaian gejala yang muncul akibat kekentalan darah berlebihan. Akibat darah terlalu kental, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Pasokan oksigen ke sel-sel tubuh pun terhambat. Migrain adalah salah satu gejala karena pasokan oksigen ke otak tersendat.
20/01/13

www.HLIndonesia.net

Di dunia kedokteran, darah kental sebenarnya bukan hal baru, tetapi tidak banyak orang tahu atau waspada dengan darah kental. Padahal, sudah banyak korban stroke atau serangan jantung akibat darah kental, kata dr Aru W Sudoyo, spesialis hematologionkologi (konsultan) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Darah menjadi kental karena kekurangan cairan darah atau trombosit (zat yang berperan dalam pembekuan darah) sehingga mudah lekat satu sama lain. Bila seseorang memiliki kolesterol tinggi atau punya kebiasaan merokok, darah yang sudah kental semakin susah mengalir. www.HLIndonesia.net 20/01/13

Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Adapun asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam (endotel). Stroke perdarahan paling banyak disebabkan oleh hipertensi dan kelainan pembuluh darah, seperti aneurisma (pembuluh darah menipis). Tercatat 80 persen stroke perdarahan disebabkan karena hipertensi, sedangkan 20 persen disebabkan kelainan pembuluh darah. Endotel ini turut mengaktifkan sistem pembekuan darah. Apabila endotel rusak, trombosit akan mudah melekat satu sama lain. Hambatan-hambatan dalam pembuluh darah ini dikenal sebagai trombosis. Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah. Karena itu, dampaknya tergantung dari bagian pembuluh darah yang terhambat. Jika trombosis terjadi di pembuluh otak, akan terjadi stroke. Sementara itu, pada pembuluh www.HLIndonesia.net jantung akan menyebabkan serangan jantung. 20/01/13

Dyah Pratitasari dalam artikelnya di majalah Nirmala menulis bahwa selain mengkonsumsi obat secara teratur, beberapa hal mutlak dilakukan agar pengobatan berjalan efektif, antara lain:
Benahi pola makan Banyak minum air putih Hindari makanan diproses Batasi konsumsi karbohidrat olahan Perhatikan cara memasak makanan Olahraga teratur Tinggalkan rokok Sering-sering refreshing Agar terhindar dari sindrom yang tidak kita inginkan, mari kita benahi pola hidup kita.
20/01/13

www.HLIndonesia.net