Anda di halaman 1dari 26

Zulfa Fitri Ikatrinasari

Alat bantu pengambilan keputusan alternatif teknologi, rancang bangun, dsb. Menggunakan sudut pandang ekonomis (finansial) Pengaruh waktu menjadi begitu penting karena melibatkan komitmen modal dalam periode waktu yang panjang

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Problem recognition, formulation, and evaluation Development of the feasible alternative Development of the net cash flow for each alternative Selection of a criterion Analysis and comparison of the alternatives Selection of the preferred alternative Performance monitoring and post evaluation of result.

Uang memiliki nilai terhadap waktu, dan besarnya nilai itu akan tergantung saat kapan uang itu diterima/dikeluarkan Jumlah yang berbeda dari uang pada waktu yang berbeda adalah sama/equivalence nilai ekonominya. Contoh: jika tingkat suku bunga adalah 6% per tahun, maka Rp 100,00 sekarang (waktu ini) akan menjadi equivalence dengan = 100 + 100(0,06) = 106,00 Rp. 106,00 satu tahun yang akan datang.

Simple interest hanya memperhitungkan uang pokoknya, bunga yang dihasilkan dari uang pokok pada periode berikutnya tidak dihitung. I=P.n.i di mana : I = Bunga P = Principal (Pokok Uang) n = periode i = tingkat suku bunga Bila F didefinisikan sebagai jumlah uang pada akhir periode pinjaman (Future Worth), maka hubunga F dengan P dinyatakan sebagai berikut : F = P + Bunga F = P + P.n.i = P(1 + n.i)

Pembayaran bunga secara majemuk (compound) berarti pokok pinjaman atau simpanan yang telah mengalami pembungaan akan mengalami pemajemukan kembali pada periode berikutya.
Periode 1 Awal Periode P Bunga Pi Akhir periode P+Pi =P(1+i)

2
3 n

P(1+i)
P(1+i)2 P(1+i)n-1

P(1+i)

P(1+i) +P(1+i)i

=P(1+i)2

P(1+i)2 i P(1+i)n-1 i

P(1+i)2+P(1+i)2i =P(1+i)3 P(1+i)n

Cash flow: aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow) dari uang Contoh inflows (+) :

Contoh outflows (-) :

Revenues (pendapatan) Pengurangan biaya operasi Nilai sisa dari asset Penerimaan dari pinjaman uang pokok dan sebagainya.

Biaya-biaya pembelian awal dari asset (termasuk pemasangan dan pengiriman). Biaya-biaya operasi. Pemeliharaan periodik dan biaya renovasi. Bunga pinjaman dan pembayaran uang pokok dan sebagainya.

End of Year 0 1 2 3 4

Receipts / Disbursements -$ 15,000 $5,000 $5,000 $5,000 $7,000

Akhir tahun 1

Penerimaan

Awal tahun 1 Periode Waktu

Pengeluaran

P = Nilai atau jumlah uang pada waktu sekarang (present), disebut dengan present worth atau present value. F = Nilai atau jumlah uang pada waktu yang akan datang, disebut dengan future worth atau future value. A = Jumlah uang yang sama berurutan sampai dengan akhir periode, disebut dengan equivalent value per period atau

annual worth.

n = Jumlah dari periode bunga (interest period). Dalam bentuk tahun, bulan, hari. i = Tingkat suku bunga per periode bunga. Dalam bentuk persen per tahun, persen per bulan. G= Kenaikan seragam/konstan dan serial dari cash flow disebut gradient

Interest Factor

Notation and its formula

Conversion formula
F = P(F/P,i,n)
P = F(P/F,i,n) F = A(F/A,i,n) A = F(A/F,i,n) A = P(A/P,i,n)

Single Payment F= P (1 + i )n Compound Amount Factor


Single Payment Present Worth Factor

P = F (1 + i ) n
(1 i ) n 1 i

Equal Payment-series F=A Compound Amount Factor Equal Payment-series Sinking Fund Factor Equal Payment Capital Recovery Factor

A=F A=P

i (1 i) n 1
i (1 i) n n (1 i ) 1 (1 i ) n 1 n i (1 i) 1 (1 i) n 1 n n i i(1 i) (1 i) n 1

Equal Payment - series Present Worth Factor


Uniform Gradient series Factor

P=A
A=G

P = A(P/A,i,n)
A=G(A/G i,n)

Diagram Aliran kas:

A + (n 1)G A+G A + 2G A A A A
P

=
P P
(1 I ) n in 1 P = G 2 n i (1 i )

+
P

2G

3G

(n -1)G

Notasi fungsi P = G(P/G,i%,n)

Memanfaatkan konsep ekevalensi selalu mengunakan suatu tingkat suku bunga, atau discount rate yang menggambarkan tingkat pengembalian minimum yang diinginkan, atau Minimum Attractive Rate of Return (MARR), baik oleh individu maupun organisasi.
1. 2. 3. 4. 5.

Nilai Sekarang (Present Value Analysis) Nilai Tahunan (Annual Value Analysis) Laju Pengembalian (Rate of Return Analysis) Rasio Manfaat-Biaya (Benefit-Cost Ratio Analysis) Analisis Periode Pengembalian (Payback Period Analysis) Analisis Analisis Analisis Analisis

Periode penelaahan sama

Contoh 1: Sebuah perusahaan sedang memikirkan mesin yang sebaiknya dipilih di antara dua alternatif mesin yang ditawarkan. Kedua mesin tersebut, mesin A dan mesin B, masing-masing harganya adalah Rp. 1.000.000,00 dan mempunyai umur pakai yang sama, yaitu selama 5 tahun, dan tanpa nilai sisa (salvage value). Mesin A diperkirakan dapat menghemat biaya operasi sebesar Rp. 300.000,00 per tahun. Mesin B akan menghemat biaya operasi sebesar Rp. 400.000,00 pada tahun pertama, tetapi kemudian turun sebesar Rp. 50.000,00 per tahun, yang menyebabkan penghematan pada tahun ke dua adalah Rp. 350.000,00, pada tahun ketiga adalah Rp. 300.000,00 dan seterusnya. Apabila tingkat suku bunga yang dipergunakan untuk analisis adalah 7% per tahun, mesin mana yang sebaiknya dipilih?
Mesin A : P = = = Mesin B : P = = 300.000 (P/A,7%,5) 1.000.000 300.000 (4,100) 1.000.000 Rp. 230.000,00 400.000 (P/A,7%,5) 50.000 (P/G,7%,5) 1.000.000 Rp. 257.650,00

Periode penelaahan berbeda Contoh 2: Sebuah perusahaan harus memutuskan untuk memilih satu di antara dua alternatif mesin, mesin X atau mesin Y. Kedua alternatif mesin tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut (satuan uang dalam ribuan rupiah).
Alternatif Harga Penghem atan / th 450 600 Umur pakai (tahun) 8 6 Nilai sisa

Mesin X Mesin Y

2000 3000

100 700

MESIN X : P = 450(P/A,8%,24) + 100(P/F,8%,8) + 100(P/F,8%,16) + 100(P/F,8%,24) 2000 2000(P/F,8%,8) 2000(P/F,8%,16) = 1.172,640 Mesin Y : P = 600(P/A,8%,24) + 700(P/F,8%,6) + 700(P/F,8%,12) + 700(P/F,8%,18) + 700(P/F,8%,24) 3000 3000(P/F,8%,6) - 3000 (P/F,8%,12) 3000(P/F,8%,18) = 489,540.

Periode penelaahan tidak terbatas


Misalnya seorang hartawan menyimpan uangnya di sebuah Bank sebesar Rp. 200.000.000,00 dengan tingkat suku bunga 10% per tahun. Berapa jumlah uang yang boleh diambil setiap tahunnya bila ia menginginkan uangnya tetap sebesar Rp. 200.000.000,00 ?.

Setiap tahun ia dapat mengambil uangnya sebesar 10% x Rp. 200.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00. Situasi ini dapat diperlihatkan sebagai berikut (satuan dalam jutaan rupiah). P tahun pertama 200 ------- 200 + 20 = 220 diambil iP = 20 tahun kedua 200 ------- 200 + 20 = 220 diambil iP = 20 200 dan seterusnya. Dapat dilihat bahwa dari nilai awal P dapat diambil setiap tahunnya (annual) sebesar iP atau : Untuk n = , maka A = iP Dari hubungan ini dapat dinyatakan bahwa : Biaya Kapitalisasi = Biaya per tahun/suku bunga

Contoh 3: Sebuah rencana pemasangan pipa untuk menyalurkan air dari tempat penampungannya ke seluruh konsumen air bersih di sebuah kota, memerlukan biaya pemasangan pipa sebesar Rp. 8 milyar, dan harus diperbaharui setiap 70 tahun. Bila tingkat suku bunga adalah 7%, berapa besarnya biaya kapitalisasi dari proyek tersebut ?. Biaya pemasangan sebesar Rp. 8 milyar pada tahun ke 70 mempunyai nilai ekivalensi tahunan pada tahun 70 tahun yang pertama sebesar : A = 8 milyar (A/F,7%,70) = 8 milyar (0,0006) = Rp. 4.800.000,00 Nilai ekivalen tahunan pada 70 tahun yang kedua dari biaya pemasangan Rp. 8 milyar pada tahun ke 140, nilai ekivalen tahunan pada tahun 70 tahun yang ketiga dari Rp. 8 milyar pada tahun ke 210, dan seterusnya, adalah sama, yaitu sebesar Rp. 4.800.000,00. Dengan demikian biaya kapitalisasi dapt dihitung, yaitu sebesar : P = 8 milyar + A/i = 8 milyar + 4.800.000/0.07 = 8,069 milyar.

Periode penelaahan sama Pada contoh 1, masalah diselesaikan dengan P, maka apabila masalah tersebut diselesaikan dengan A, hasilnya adalah sebagai berikut : Mesin A : A = 300.000 1.000.000 (A/P,7%,5) = Rp. 56.100,00 Mesin B : A = 400.000 50.000.000 (A/G,7%,5) 1.000.000(A/P,7%,5) = Rp. 62.850,00

Periode penelaahan berbeda

contoh 2. Pada umur pakai 6 tahun dan A mesin setelah disesuaikan sebagai alternatif dengan umur pakai 24 tahun. Untuk n = 6 tahun : A Mesin Y = 600 + 700(A/F,8%,6) 3.000(A/P,8%,6) = 46,51. Untuk n = 24 tahun : A Mesin Y = 600 + {700(P/F,8%,6) + 700(F,8%,12) + 700(P/F,8%,18) + 700(P/F,8%,24)} (A/P,8%,24){3000 + 3000(P/F,8%,6) + 3000(P/F,8%,12) + 3000(P/F,8%,18)} )A/P,8%,24) = 46,51.

Periode penelaahan tidak terhingga

A untuk periode penelaahan yang hingga = A untuk periode penelaahan tak hingga Contoh 4. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sebuah kotamadya akan membangun pipa saluran air minum ke para langgannya. Ada dua alternatif teknologi yang dipilih, yaitu dengan teknologi A atau B. Kedua alternatif teknologi tersebut adalah sebagai berikut (masing-masing mempunyai nilai sisa nol): Bila tingkat suku bunga adalah 6% per tahun, maka teknologi mana yang sebaiknya dipilih oleh PDAM ?.
Teknologi A Biaya awal Biaya pemeliharaan/ tahun Umur pakai Rp. 5,5 milyar 0 Permanen Teknologi B Rp. 5,5 milyar 0 50 tahun

Teknologi A A = = = Teknologi B A = =

iP 0,06 x Rp. 5,5 milyar Rp. 330 juta. 5,5 milyar (A/P,6%,50) Rp. 317 juta

IRR = tingkat suku bunga yang akan menyebabkan nilai ekivalen biaya/investasi sama dengan nilai ekivalen penerimaan.
P=0 P penerimaan P biaya = 0 P penerimaan / P biaya = 1 Sama utk A

Contoh 4. Sebuah proyek dengan Investasi sebesar Rp. 8.200.000,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp. 2.000.000,00 per tahun selama 5 tahun. Berapa IRR dari proyek investasi tersebut ?
2.000(P/A,i,5)/8.200=1 (P/A,i,5)=4,1 i=7% (dari tabel bunga) IRR=7%

Contoh 5. Hitung IRR dari proyek yang mempunyai aliran dana sebagai berikut :
Tahun Aliran dana
Untuk i Untuk i

0 -100

1 20

2 30

3 20

4 40

5 40

= 10 % : P = 10,16 = 15% : P = -4,02

Dari kedua nilai NSB tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk proyek tersebut 10% < IRR < 15%, dan dapat digambarkan dengan grafik berikut :
10,16

15% 10% -4,02


IRR = 10% + (16%-10%) ( 10,16 ) = 13,58%

10,16 + 4,-02

Pemilihan dua alternatif


Alternatif dengan biaya investasi lebih tinggi
Selisih IRR > MARR IRR < MARR

Alternatif dengan biaya investasi lebih rendah

Selisih (perbedaan) di antaranya

Keputusan Pilih alternatif dengan biaya investasi yang lebih tinggi Pilih alternatif dengan biaya investasi yang lebih rendah

Pemilihan > dua alternatif


A B C D

Alternatif terbaik

Contoh Misal dua alternatif dengan aliran dana sebagai berikut


Thn 0 1 Alternatif 1 -10 15 Alternatif 2 -20 28

Tentukan alternatif yang terbaik jika MARR = 6% Alternatif 1 : P = -10 + 15 (P/F,6%,1) = 4,15 IRR 1 => P = -10+15(P/F,i,1) = 0 ; (P/F,I,1) = 0,667 ; IRR = 50% Alternatif 2 : P = -20 + 28 (P/F,6%,1) = 6,40 IRR 2 => P = -20 + 28(P/P,i,1) = 0 ; (P/F,I,1) = 7,7143 IRR=40%
Alt 1 -10 15 Alternatif 2 -20 28 Selsisih () -10 13

IRR : -10 + 13(P/F,i1) = 0 ; (P/F,i1) = 0,7692 ; IRR = 30% IRR > MARR = 6%, maka berarti alternatif yang dipilih adalah alternatif dengan investasi yang lebih besar, yaitu alternatif 2.

Contoh Bila MARR = 6 % dari i= 20, alternatif mana yang harus di pilih dari alternatif berikut ini.
A Biaya Investasi Penerimaan/th IRR 4.000 639 15% B 2.000 410 20% C 6.000 761 11% D 1.000 117 10% E 9.000 785 6%

Langkah pertama adalah menyusun alternatif menurut investasinya, dari yang terkecil sampai terbesar: D-B-A-C-E Analisis inkremental IRR adalah sebagai berikut :
B-D Biaya Investasi
Penerimaan/th IRR 1.000 293 29%

A-B
2.000 229 10%

C-A
2.000 122 2%

E-A
5.000 146 < 0%

Keputusan

Pilih B

Pilih A

Pilih A

Pilih A

B/C merupakan pembandingan antara nilai ekivalen manfaat dengan nilai ekivalen biaya Kriteria untuk menerima atau menolak sebuah alternatif adalah, proyek diterima bila B/C > 1 dan ditolak bila sebaliknya. Tetapi bila alternatif yang dievaluasi lebih dari sebuah maka dilakukan analisis inkremental pada B/C
Situsai B/C > 1
B/C < 1

Keputusan Pilih alternatif dengan biaya investasi yang lebih besar Pilih alternatif dengan biaya investasi yang lebih kecil

PP = waktu yang dibutuhkan agar jumlah penerimaan sama dengan jumlah investasi/biaya Contoh Hitung periode pengembalian dari suatu alternatif yang memiliki karakteristik berikut : 300
Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Dana - 1000 350 450 500 500 Kumulatif - 1000 - 620 - 200 300 800
2

-200

Periode Pengembalian = 2 x (3 2) (200/(200+300)) = 2,4 tahun