Anda di halaman 1dari 20

Tinjauan Pustaka

Fasia servikalis
Tepat dibawah kulit leher berjalan dari prosesus zigomatikus Terdiri dari jaringan lemak subkutan

Superfisialis

Profunda

Lapisan superfisial Lapisan media Lapisan profunda

Anatomi Leher

Ruang potensial leher


Ruang yang melibatkan sepanjang leher
ruang retrofaring

Ruang suprahioid

Ruang infrahioid

ruang submandibula

ruang pretrakeal

ruang bahaya (danger space)

ruang parotis, ruang mastikor

ruang prevertebra

ruang peritonsil , ruang temporalis

Ruang submandibula

ruang sublingual

ruang submental ruang submaksila (lateral)

1.otot masseter; 2.otot pterygoid medial; 3. otot pterygoid lateral; 4. otot temporalis; 5. mandibula; 6. otot mylohyoid; 7. kelenjar submandibula; 8. kelenjar parotis; 9. ruang mastikator; 10. ruang submandibula; 11. ruang sublingual; 12. ruang parotis; 13 ruang parafaring

Abses Submandibula

salah satu infeksi pada leher bagian dalam (deep neck infection), disertai dengan pembentukan pus pada daerah submandibula dengan berasal dari proses infeksi dari gigi, dasar mulut, faring, kelenjar limfe submandibula

Epidemiologi
Di Bagian THT-KL Rumah Sakit dr. M. Djamil Padang selama periode Oktober 2009 sampai September 2010 didapatkan : abses leher dalam sebanyak 33 orang abses peritonsil (32%) Abses submandibula (26%) abses parafaring (18%) abses retrofaring (12%) abses mastikator (9%) abses pretrakeal (3%).6

Infeksi
Gigi

Dasar mulut
Faring

Kelenjar limfe submandibula

kelanjutan infeksi dari ruang leher dalam

Aerob

Anerob

Fakultatif anaerob

Stafilokokus
Streptococcus sp Haemofilus influenza, Streptococcus Pneumonia

Bacteroides
Prevotella Fusobacterium

Moraxtella catarrhalis,

Patogenesis
Infeksi gigi pulpa dan periodontal Penyebaran infeksi melalui foramen apikal gigi ke daerah sekitarnya Infeksi dari submandibula dapat meluas ke ruang mastikor kemudian ke parafaringPerluasan infeksi ke parafaring juga dapat langsung dari ruang submandibula infeksi dapat menjalar ke daerah potensial lainnyamelalui limfatik, celah antara ruang leher dalam dan trauma tembus

Diagnosis
Anamnesa dan gejala klinis

Bengkak di leher

dema m

hipersa livasi

trismus

disfagia

sesak nafas

pemeriksaan fisik
adanya pembengkakan di daerah submandibula, fluktuatif dan nyeri tekan Insisi didapatkan material yang bernanah atau purulent (khas) Angulus mandibula dapat diraba Lidah terangkat ke atas dan terdorong ke belakang

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium

leukositosis uji resistensi antibiotik

Radiologis

Rontgen jaringan lunak kepala AP Rontgen panoramik Rontgen thoraks Tomografi komputer (CT-scan)

Penatalaksanaan
Antibiotik (parenteral)

Evakuasi abses

Trakeostomi (bila sumbatan jalan napas)

Rawat inap 1-2 hari

Komplikasi

Medistinitis

Ruptur arteri karotis

tromboflebitis

Septikemia

Prognosis

baik apabila dapat didiagnosis secara dini

Mediastinitis (mortalitas 40-50% )

Ruptur arteri karotis (mortalitas 20-40% )

trombosis vena jugularis (mortalitas 60%)