Anda di halaman 1dari 40

PENYAKIT KULIT REAKTIF/ALERGI

AFIFAH ISNAINI 20070310072

DEFINISI
Penyakit dengan UKK yang timbul akibat reaksi terhadap alergen/toksin yang berasal dari bermacam penyebab.
INFEKSI

REAKSI ALERGI

ETIOLOGI

MEDIKASI

VAKSINASI

TIPE ALERGI
HIPERSENSITIVITAS TIPE I HIPERSENSITIVITAS TIPE II

TIPE ALERGI
HIPERSENSITIVITAS TIPE III HIPERSENSITIVITAS TIPE IV

PEMERIKSAAN PENUNJANG
UJI TEMPEL (PATCH TEST) Berguna untuk dermatitis kontak alergi, fotodermatitis, dan systemic eczematous contact dermatitis. TES INTRAKUTAN Tes ini umumnya dilakukan pada penisilin. TES PROVOKASI Dilakukan pada penderita yang diduga menderita kelainan kulit yang disebabkan penggunaan obat per oral.

MENU ...
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Dermatitis Kontak Dermatitis Atopik Dermatitis Numularis Dermatitis Stasis Neurodermatitis Sirkumkripta Dermatitis Okupational Dermatitis Medikamentosa Dermatitis Solaris 9. 10. 11. 12. 13. Pomfoliks Urtikaria Granuloma Anulare Prurigo Hebra Prurigo Nodularis

DERMATITIS KONTAK
Adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan-bahan yang menempel pada kulit dan bersifat toksik atau alergik.

Dermatitis Kontak
Dermatitis Kontak Iritan (DKI) Dermatitis Kontak Alergi (DKA)

Umum Hilangkan penyebab Topikal Kompres PK 1/10.000 sesuai lokasi Kortikosteroid cream Sistemik Antibiotik, kortikosteroid, antihistamin

Dermatitis Kontak Alergi Terjadi pada orang dengan Atopi Penyebab bahan alergen Onset lambat (beberapa hari) Batas tidak tegas

Dermatitis Kontak Iritan Semua orang bisa terkena Disebabkan bahan iritan Onset cepat (menit- jam) akut Batas tegas

Dominan rasa gatal


Jika alergen dihilangkan, manifes tidak cepat hilang Patch test bisa + / -

Dominan rasa panas


Cepat hilang jika alergen dieliminasi Patch selalu + (ringan sampai berat)

DERMATITIS ATOPIK
KRITERIA MAYOR Pruritus Morfologi & Distribusi lesi sesuai umur
Anak di pipi, leher, lengan, pergelangan tangan dengan lesi berupa eritema dan papulovesikel miliar sangat gatal Remaja di lipat siku, lipat lutut, leher, pergelangan kaki dengan lesi kering, likenifikasi, batas tidak tegas Dewasa muka, leher, fleksor extensor dengan pruritus, likenifikasi, papul, ekskoriasi, krusta.

Kronik & Residif Riwayat Atopi (asma bronchiale, hay fever, rhinitis alergi)

Cont
KRITERIA MINOR
Belakang Telinga: fissura retroaurikular Pipi: ptiriasis alba Alis: tanda Hairtoge Bola mata: hiperpigmentasi, konjungtivitis, keratokonus, katarak juvenil Dennie Morgan: lipatan bawah mata Dada: nipple ekzema Telapak tangan: hiperlinear palmaris Kenaikan Ig E Eosinofilia White dermographism

TERAPI
Umum Hindari faktor yang menyebabkan eksaserbasi Jaga kelembapan kulit Lokal PK 1/10.000 atau solusio Burow Kortikosteroid salep/krim/lotio Preparat ter atau liq ca det 510% Sistemik Antihistamin Kortikosteroid mis: Prednison 40-60 mg tiap 2 hari sekali Antibiotik mis: Eritromisin 4 x 250 mg/hr

DERMATITIS NUMULARE
Sinonim: Dermatitis diskoid, eksema numularis, eksema diskoid, neurodermatitis numulare. Merupakan dermatitis kronik, residif yang mempunyai gambaran klinik yang khas yaitu lesi bulat berbentuk seperti mata uang/coin Tanda diagnostik: Bentuk lesi numuler. Sifat lesi membasah, gatal. Sistemik: Antibiotik misal: Eritromisin atau Kloksasilin oral dosis 4x250 mg/hr Kortikosteroid Misal: Kombinasi Prednison dengan Hidroksizin HCL Sedativa

Terapi lokal: Kering Kortikosteroid topikal (oint) Basah kompres Solusio PK 1/10.000 + Kortikosteroid cream + antibiotik cream

DERMATITIS STASIS 1.
Merupakan dermatitis yang bersifat persisten pada tungkai bawah oleh karena gangguan aliran darah vena. Sering pada penderita varices

2. 3. 4.

Predileksi 1/3 distal tungkai bawah dekat maleolus internus


Gatal, kaki terasa berat bila lama berdiri, rasa seperti tertusuk jarum, kesemutan, edema, varises,.

5. 6.

diagnosis Varices Neck bottle Hiperpigmentasi 1/3 distal tungkai bawah dekat maleolus internus Tidak ada ulkus menetap

Terapi: menggunakan balut tekan operasi varises scleroting agent vasodilator antihistamin antibiotik kompres KMnO4 kortikosteroid topikal

NEURODERMATITIS SIRKUMSKRIPTA
DEFINISI
Adalah dermatitis kronik yang ditandai dengan bercak dengan likenifikasi, hiperpigmentasi, kering,skuama, batas jelas, berbentuk lonjong, persegi atau tidak teratur dan biasanya terdapat faktor psikogen kuat

OBYEKTIF
Berupa bercak yang terdiri dari eflorensi kronik seperti likenifikasi, hiperpigmentasi dan skuama. Mempunyai lokalisasi yang jelas dengan tepi tajam, tebal dan berpigmen, garis kulit sangat jelas sehingga membagi lesi dalam bercak persegi.

ETIOLOGI
Belum diketahui dengan pasti. Tetapi sering dihubungkan dengan gangguan emosi

TERAPI
Edukasi untuk tidak menggaruk Antihistamin Keratolitik Antibiotik jika ada luka Kering kortikosteroid topikal kuat

SUBYEKTIF
Gatal

PREDILEKSI
Tengkuk, dorsum pedis, dorsum manus, lengan bawah ekstensor, pergelangan tangan dan kaki

DERMATITIS OCCUPATIONAL
Merupakan peradangan kulit yang mengenai bagian epidermis dan dermis yang disebabkan karena bahan yang terdapat di lingkungan pekerjaan Predileksi: tangan, kaki, dan daerah yang terpapar Gejala: gatal dan nyeri, dapat timbul akut, sub akut, maupun kronik Objektif: dapat berupa eritema, papula, vesikel, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, dan likenifikasi Terapi: Menghindari bahan yang berisiko menimbulkan iritasi atau alergi Antihistamin Antibiotik Basah kompres KMnO4 1/5000 Kering kortikosteroid topikal

DERMATITIS MEDIKAMENTOSA
Erythema dan Exanthema Morbiliformis Erythema Nodusum Erythema Multiforme Eryhema Multiforme Bullosum/Steven Johnson Syndrome Erythroderma Fotokontak Alergi Fixed Drug Eruption Purpura TEN (Toxic Epidermal Necrolysis)/lyell disease Urtikaria Vasculitis Alergika Acneiform Eruption

Erythema dan Exanthema Morbiliformis


Morbiliformis (erupsi makulopapular), atau erupsi eksantematosa dapat diinduksi oleh hampir semua obat. Seringkali terdapat erupsi generalisata dan simetris terdiri atas eritema selalu ada gejala pruritus. Kadang ada demam, malaise, dan nyeri sendi Lesi biasanya timbul dalam 1-2 minggu setelah dimulainya terapi Sering disebabkan : Ampisilin, NSAID, Sulfonamid, dan tetrasiklin

Erythema Nodusum/Kontusiformis

Definisi : sindrom akibat reaksi hipersensitifitas tipe lambat terhadap infeksi atau sebab-sebab bukan infeksi. Penyebab : belum diketahui pasti seringkali karena infeksi streptococcus beta, kuman lepra (eritema nodusum leprosum), dan sarkoidosis. Predileksi : seluruh tubuh episklera, dagu, siku, lutut, kadang dipaha, lengan bawah dan wajah.

Gejala subyektif : demam, sefalgia, nausea, muntah, atralgia, neurotis, adenopatia, iritis, orkitis, pleuritis, dan splenomegali. Gejala obyektif : nodula eritem 2-5 cm, lesi bertahan 3-6 minggu lalu menghilang tanpa supurasi atau sikatriks.

Erytema multiforme
Definisi: Merupakan erupsi mendadak dan rekuren pada kulit dan kadang kadang pada selaput lendir dengan gambaran bermacam macam spektrum dan gambaran khas bentuk iris/target/cincin Etiologi: Perdangan oleh bakteri (difteri,pneumonia, TBC), infeksi virus(herpes,simplek), rangsangan fisik(sinar matahari, dingin) infeksi parasit, obat (Sulphonamide, termasuk kombinasi trimethoprim) dll. Subyektif: Tanpa sebab yang jelas mendadak demam, malaise, kesadaran dapat menurun. Pada kulit timbul makula, eritema berbatas tegas, disusul lepuh lepuh. Kelainan ini dapat melibatkan selaput kendir. Penderita mengeluh nyeri dan gatal Predileksi : punggung tangan, telapak tangan dan kaki, bagian ekstensor ekstremitas, selaput lendir dan genitalia

Tipe makular : makula eritematosa yang bundar dengan vesikel pada bagian tengahnya sehingga menyerupai cincin (bentuk iris/sel target) dikelilingi eritema

Tipe Bullosa : plak urtika diberbagai tempat ditemukan bula-bula besar, lebar, batas tak tegas dikelilingi eritema

Stevens Johnson Sindrom


Definisi : Penyakit kulit akut dan berat terdiri dari erupsi kulit, kelainan mukosa, dan lesi pada mata Sinonim : Ektodermosis erosiva pluriorifisialis Sindroma mukokutaneus okular Eritema multiformis tipe hebra Eritema bulosa maligna Eritema multiforme nodusum Eritema exudativum multiforme Penyebab : belum pasti tetapi salah satunya karena alergi obat biasanya sistemik (penisilin dan semisintetiknya, streptpmisin, sulfonamide, tetrasiklin, antipiretik/analgetik), infeksi bakteri (jamur,virus,parasit), neoplasma, pascavaksinasi, radiasi, dan makanan. Subyektif : panas, nyeri, gatal Objektif: Trias (stomatitis, konjungtivitis, uretritis

UKK : eritema berbentuk cincin (pinggir eritema, tengah relatif hiperpigmentasi)berkembang menjadi urtikaria/lesi papular berbentuk target dgn pusat ungu/lesi sejenis dgn vesikel kecil. Purpura(petekie), vesikel & bula, numular sampai dengan plakat. Erosi, ekskoriasi, perdarahan & krusta berwarna merah hitam

Eritroderma
Definisi Kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema difus di seluruh tubuh atau hampir seluruh tubuh, biasanya disertai skuama luas. ETIOLOGI I. Akibat Alergi Obat Sistemik. Penisilin dan derifatnya (ampisilin, amoksisilin, kloksasilin), sulfonamid, golongan analgetik/antipiretik(misalnya : asam salisilat, metamisol, metampiron, parasetamol, fenilbutason, piramidon, dan tetrasiklin).

II. Akibat Perluasan Penyaki Kulit. Psoriasis, pemfigus foliaseus, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, dan liken planus. III. Akibat penyakit sistemik keganasan. Ada pula golongan lain yang tidak diketahui penyebabnya (5-10%), meskipun telah dicari. Sebagian para penderita yang mula-mula tidak diketahui penyebabnya, kemudian berkembag menjadi Sindrome Sezary.

Fixed Drugs Eruption


Definisi: Reaksi hipersensitivitas yang ditandai oleh satu atau lebih makula yang berbatas jelas, berbentuk bulat atau oval dengan ukuran lesi bervariasi dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Gambaran yang khas dari FDE adalah kecenderungannya untuk berulang dengan tempat lesi yang sama bila terpapar ulang dengan obat yang sama UKK : Ruam berwarna merah gelap atau ungu, yg kembali muncul pada titik yg sama setiap kali obat yg sama diminum Ruam paling sering ditemukan di mulut atau alat kelamin

TEN (Toxic Epidermal Necrolisis)


Definisi Merupakan reaksi toksik terhadap obat, terutama antibiotik (mis. obat sulfa dan penisilin), antikejang (mis. fenitoin) dan obat nyeri, termasuk yang dijual tanpa resep (mis. ibuprofen). Subyektif Antara 1-14 hari berupa demam, malaise, batuk, sakit menelan, nyeri dada, muntah, pegal otot dan atralgia. Obyektif Ruam datar berwarna merah pada muka dan batang tubuh. Daerah ruam membesar dan meluas, sering membentuk lepuh pada tengahnya. Nickolsky sign (+)

Acneiformis eruptifum
Definisi Reaksi kulit yang berupa peradangan folikular akibat adanya iritasi epitel duktus pilosebasea yang terjadi karena eksresi substansi penyebab (obat) pada kelenjar kulit. Etiologi Idiopatik, diduga oleh obat (sistemik/ topikal)
UKK Bork pada tahun 1988 mendefinisikan erupsi akneiformis sebagai suatu reaksi inflamasi yang bermanifestasi klinis sebagai papula dan pustula dan menekankan ketiadaan komedo sebagai perbedaan yang mendasar antara erupsi akneiformis dengan akne. Akan tetapi komedo dapat muncul secara sekunder jika erupsi tersebut sudah berlangsung lama.

Vaskulitis Alergika
Definisi Inflamasi dan nekrosis pembuluh darah. Bentuk tersering adalah vaskulitis adalah palpable purpura. Vaskulitis dapat hanya terbatas pada kulit, atau dapat melibatkan organ lain antara lain hepar, ginjal, dan sendi. UKK Lesi berupa eritema, makulopapula, dan purpura. Ukuran dan jumlah lesi bervariasi. Biasanya distribusi simetris pada ekstremitas bawah dan daerah sacrum. Demam, malaise, myalgia dan aneroksia dapat menyertai lesi kulit. Vaskulitis dapat terjadi pada semua umur.

Purpura
Definisi Merupakan ekstravasasi sel darah merah ke kulit dan selaput lendir dengan manifestasi berupa makula kemerahan yang tidak hilang karena penekanan. Etiologi Obat obatan : diuretik dan beberapa antikoagulan Macam Purpura primer : Disebabkan kelainan pembuluh darah, trombosit / gangguan pembekuan darah. Purpura sekunder : Akibat obat-obatan. Paling sering (+) akibat reaksi imunologi. Tapi dapat (+) melalui reaksi non imunologi

FOTOKONTAK DERMATITIS
DEFINISI: dermatitis yang muncul sebagai suatu akibat paparan sinar matahari dan agen yang teraktivasi dengan sinar matahari ETIOLOGI: salisil, sulfonamid, PABA, parfum, dsb PREDILEKSI: daerah tubuh yang terbuka dan terkena paparan sinar matahari KELUHAN: gatal dan panas Cari agen photosensitizing dan hindari, memakai sun block. Antihistamin Kortikosteroid Basah NaCl 0,9% Kering kortikosteroid topikal

POMFOLIKS
Definisi: suatu kondisi dengan vesikelvesikel pada tangan dan kaki yang bersifat rekuren, akut atau kronik Penyebab: stres emosi, reaksi id akibat infeksi jamur atau bakteri, makanan atau obat-obatan Sering pada orang orang yang berkeringat pada tangan dan kaki dan pada orang yang cenderung mempunyai stigmata atopik Predileksi: Telapak tangan dan kaki hindari stres berlebih Kortikosteroid Asam salisilat Krim vioform 3% Basah KMnO4 1/5000

URTIKARIA
Definisi
Merupakan reaksi kulit yg ditandai dengan udem berbatas tegas di epidermis (urtika), kemerahan, timbul cepat (dalam beberapa menit), menghilang secara perlahan-lahan dalam nenerapa menit sampai 24 jam.

Etiologi
80% - idiopatik Penyebab tersering : obat oral, suntikan, inhalasi, rektal, vainal, bahkan topikal. Lamanya antara obat masuk sampai timbul gejala : beberapa menit, jam bahkan hari tergantung mekanisme yang berperan

Simptomatologi
Pada umumnya semua berbentuk urtika, yaitu edema setempat meninggi di kulit, berwarna merah/keputihan, dengan ukuran yg bervariasi

URTIKARIA
Angioderma (Giant Urticaria, Quinkes edema) bila urtikaria besar-besar disertai edema yang lebih dalam, misalnya sampai lapisan subkutan pada palpera, genitalia, bibir Urtikaria kolinergik bila urtikaria berbentuk kecil-kecil tersebar dan sangat gatal Urtikaria geografik bila timbul akibat tekanan berbentuk linier sesuai dengan bagian tekanan/garukan/goresan. Tes demografisme positif (digaruk, digores akan keluar urtika) Urtikaria dingin (cold urtikaria) timbul beberapa menit sampai beberapa jam setelah terpapar hawa/air dingin. Dapat ringan/ setempat, sampai berat (disertai hipotensi, hilangnya kesadaran dan sesak nafas) Urtikaria solar timbul setelah terpapar dengan sinar matahari Urtikaria alergika, bila karena alergi makanan, obat Urtikaria idiopatik, bila tidak diketahui penyebabnya Urtikaria kronis, bila tiap hari terkena Urtikaria selama 6 minggu berturutturut

URTIKARIA
Diagnosis
Anamnesis Pemeriksaan fisik mengenai bentuk urtikarianya Pemeriksaan laboratorium/ penunjang Darah, urine, faeses untuk mencari infeksi tersembunyi Mencari faktor infeksi IgE, jumlah eosinofil, tes gores/ tusuk kulit ice tube test, krioglobulin, cold hemolysin. tes dermografisme, tes fisik (exercise)

URTIKARIA
Antihistamin H1 Dipenhidramin HCl IM D : 10-20mg/ dosis, 3-4x/ 24jam A : 0,5mg/kg/dosis, 3-4x/ 24jam Klorpheniramin maleat D : 3-4 mg/dosis, 3x/ 24jam A : 0,09 mg/kg/dosis, 3x/ 24jam Hydroxyzine HCl D : 25mg/ dosis, 3-4x/ 24jam A : 0,09 mg/kg/dosis, 3x/ 24jam Cyproheptadin HCl (menaikkan nafsu makan) D : 4mg/dosis, 3-4x/ 24 jam Lebih efektif untuk urtikaria dingin Loratadin 10mg/ dosis 1x/ hari Cetirizin 10mg/ dosis 1x/ hari Kombinasi antihistamin H1 dan antihistamin H2 (Cimetidine tab 200-400mg, 2-4x/ hari atau 1x800mg waktu tidur malam) Kortikosteroid Prednison D : 5-10mg/ dosis, 3x/ 24 jam A : 1 mg/ kgBB/ hari Deksametason D : 0,5-1 mg/dosis, 3kali/24 jam A : 0,1 mg/kgBB/hari Adrenalin inj D : 0,3-0,5 ml/kali, dapat diulang 15-30 menit kemudian A : 0,1-0,3 ml/kali (BB < 35 kg) Tablet Ephedrin D : 2x 0,5 tab minimal selama 3 hari A : 0,2-0,3mg/kgBB/dosis, 2-3 kali/hari

GRANULOMA ANULARE
DEFINISI Suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan adanya benjolan kecil yang kenyal (nodul), yang membentuk cincin dengan bagian tengah yang normal atau agak cekung. Granuloma annuler paling sering menyerang anak-anak dan dewasa muda ETIOLOGI Sinar matahari, gigitan serangga, makanan tinggi protein seperti daging, telur dan ikan PREDILEKSI Tangan, jari-jari, lutut, kaki dan kepala SUBYEKTIF Timbul daerah makula yang gatal yang menyebar ke arah pinggir disertai daerah tengah yang atrofi UKK Makula numular, bundar, bagian tengah atrofi

GRANULOMA ANULARE
Rasa gatal : antihistamin Topikal : kortikosteroid topikal

PRURIGO HEBRA
DEFINISI Merupakan suatu penyakit kulit yang bersifat kronik, menyerang anak-anak sampai pubertas, ditandai dengan urtika dan papul yang sangat gatal terutama pada bagian ekstensor ekstremitas, dapat meluas ke wajah, punggung, dan bokong. ETIOLOGI Belum diketahui GEJALA Didahului dengan gigitan serangga (nyamuk,semut) timbul urtikaria papular gatal digaruk bintil bintik hitam

Prurigo Mitis (bersifat ringan) Anak-anak samapi dewasa muda Lokasi : ekstensor ekstremitas, dahi dan abdomen UKK : papula-papula merah ( urtikaria papular), selanjutnya papula menjadi runcing runcing dan timbul vesikel, ekskoriasi dan likenifikasi Prurigo Feroks (bersifat berat) UKK lebih banyak Papula papula lebih besar, keras menonjol diatas kulit Hiperpigmentasi dan likenifikasi tampak lebih luas dan menonjol Lokasi : lebih luas sampai belakang telinga, dan sekitar pusar Selalu disertai adenopatia (prurigo bubo)

Pemerikasaan Laboratorium : Px darah untuk mencari penyebab secara imunologik Px tinja untuk mencari infeksi cacing/parasit Px radiografi mencari infeksi tuberkulosis paru Imunoflouresen darah mencari proses-proses alergi Tes tusuk berbagai alergen, parasit usus dan serangga

Umum : harus dicari faktor penyebab dan selanjutnya diobati. Pengobatn bersifat simtomatis Sistemik : Antihistamin untuk menghilangkan rasa gatal dan untuk penenang seperti klorfeniramin. Antibiotik jika ada infeksi sekunder Topikal : Antipruritus baik dalam bentuk salep atau bedak. Kortikosteroid cream/zalp sangat menolong untuk mencegah/menghilangkan cacat jaringan parut

PRURIGO NODULARIS
DEFINISI Reaksi kulit yang bersifat kronis dengan gejala utama berupa nodus yang menyebar di ekstremitas ETIOLOGI Belum diketahui, namun dapat dipengaruhi Musim panas Higiene yang kurang Makanan : ikan asin, seafood, alkohol Emosi : ketegangan emosi menyebabkan penyakit semakin gatal dan hebat SUBYEKTIF Dimulai dengan papul-papul miliar pada bagian ekstensor ekstremitas yang makin membesar membentuk nodusnodus lentikular. Terasa sangat gatal dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder. Jika ada infeksi timbul limfadenopati PREDILEKSI Ekstremitas bagian ekstensor

OBYEKTIF Nodula lentikular berwarna hitam tersebar sepanjang tungkai bagian ekstensor. Nodula dikelilingi daerah hiperpigmentasi. TERAPI Antihistamin H1 golongan terbaru seperti loratadin, terfenadin atau stresin diberikan 1 kali sehari Suntikan kortikosteroid intralesi terutama larutan triamsinolon asetonida 510mg/mL. Dosis 0,1-0,2 mL pada tiap tempat suntikan dengan jarak suntikan 1 kali seminggu