Anda di halaman 1dari 24

Perlindungan Secara Alami dan Buatan Terhadap Sinar Matahari (Tabir Surya)

Pak Yudi Purnomo, S.Si, Apt,

KULIT
Kulit adalah pelindung tubuh dari pengaruh luar terutama dari sengatan sinar matahari. Sinar matahari adalah faktor fisik utama yang dapat membahayakan kulit. Kerusakan kulit terjadi akibat adanya komponen sinar ultraviolet dari sinar matahari yang mencapai bumi (Wasitaatmadja, 1997).

Mekanisme Perlindungan Alami Kulit Secara alami kulit manusia mempunyai sistem perlindungan terhadap paparan sinar matahari. Mekanisme pertahanan tersebut adalah dengan penebalan stratum korneum dan pigmentasi kulit.

Perlindungan kulit terhadap sinar UV disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin dalam epidermis. Butir melanin yang terbentuk dalam sel basal kulit setelah penyinaran UVB akan berpindah ke stratum korneum di permukaan kulit, kemudian teroksidasi oleh sinar UVA.

Jika kulit mengelupas, butir melanin akan lepas, sehingga kulit kehilangan pelindung terhadap sinar matahari (Ditjen POM, 1985). Semakin gelap warna kulit (tipe kulit seperti yang dimiliki ras Asia dan Afrika), maka semakin banyak pigmen melanin yang dimiliki, sehingga semakin besar perlindungan alami dalam kulit.

TABIR SURYA
Zat yang megandung bahan pelindung kulit terhadap sinar matahari sehingga sinar UV tidak dapat memasuki kulit (mencegah gangguan kulit karena radiasi sinar )

Tabir surya dapat dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, asalkan dapat dioleskan pada kulit, misalnya bentuk larutan dalam air atau alkohol, emulsi, krim, dan semi padat yang merupakan sediaan lipid non-air, gel, dan aerosol. (Ditjen POM, 1985).

Ada 2 macam tabir surya, yaitu:


Tabir surya kimia Merupakan bahan-bahan yang dapat melindungi kulit dengan mengabsorbsi radiasi UV dan mengubahnya menjadi energi panas. Terdapat 3 golongan : 1. Mengandung PABA 2. Non PABA 3. Campuran bahan aktif

Beberapa tabir surya dan konsentrasi penggunannya

Tabir surya fisik Bekerja dengan memantulkan dan menghamburkan radiasi UV. Tabir surya fisik mengandung bahan yang tidak tembus cahaya (titanium diozida, zinc ozida, kaolin)

Oksibenson
Tabir surya penyerap UV-A yang terbaik yang diketahui terlebih dahulu. Ini jarang digunakan sendiri, tapi biasa dikombinasi dengan tabir surya penyaring UV-B untuk menghasilkan nilai SPF yang tinggi. Oksibenson mempunyai kelarutan yang rendah (Klein & Palefsky, 2005).

Oktilmetoksisinamat
Penyerap UV-B yang terutama. Oktilmetoksisinamat tidak larut dalam air, tidak akan menodai kulit ataupun pakaian, sangat aman, mempunyai bau yang lemah, tidak merubah warna emulsi, dan relatif murah (Klein & Palefsky, 2005).

Bahan untuk tabir surya


1.Bersifat mengabsorbsi sinar UV Bahan organik dan anorganik yang mengabsorbsi energi sinar UV ---- panas - Salicylates, avobenzone, benzophenone - Ester-ester amino benzoat - Ester-ester amino benzoat - Glyceryl mono-aminobenzoate - Derivat-derivat 1-2-diphenylethylen 1-carboxylic acid. Zat-zat diatas bisa menangkis sinar UVA,biasa disebut sun screen/sun filter. Pemakainnya cukup dioleskan tipis saja.

2. Bersifat memantulkan sinar UV - Al. trihidrokside - Zink oksida - Titanium dioksida - Magnesium oksid - Calcium carbonat - Magnesium carbonat Disebut juga dgn sun block, pemakaiannya harus dioleskan lebih tebal.

Syarat-syarat bahan aktif untuk preparat tabir surya yaitu:


a. Efektif menyerap radiasi UV-B tanpa perubahan kimiawi b. Stabil, yaitu tahan keringat dan tidak menguap c. Mempunyai daya larut yang cukup untuk mempermudah formulasinya d. Tidak berbau atau boleh berbau ringan e. Tidak toksik, tidak mengiritasi, dan tidak menyebabkan sensitisasi

Bentuk Sediaan
1. Lotion 2. Krim 3. Semprot 4. Tabir surya dlm kosmetik : conditioner,shampo, lip balm, body lotion, lipstik dan bedak

Faktor Pelindung Surya


Harga perbandingan antara jumlah energi UVB yang dibutuhkan untuk mendapatkan reaksi eritema minimal (MED) pada kulit yang diolesi tabir surya dengan kulit yang tanpa diolesi tabir surya.

Nilai MED berbeda-beda berdasarkan tipe kulit seseorang (Nguyen & Rigel, 2005). Nilai SPF berkisar antara 0 sampai 100, dan kemampuan tabir surya yang dianggap baik berada di atas 15.

Tingkat kemampuan tabir surya sebagai berikut: 1. Minimal, bila SPF antara 2 4 2. Sedang, bila SPF antara 4 6 3. Ekstra, bila SPF antara 6 - 8 4. Maksimal, bila SPF antara 8 15 5. Ultra, bila SPF lebih dari 15

Jika kulit tanpa olesan tabir surya bisa memerah dan terbakar dalam waktu 10 menit di bawah sinar matahari(initial burning time), maka bila memakai SPF 2 memiliki waktu 20 menit sebelum kulit mulai terbakar sinar matahari.

Jika anda memakai SPF 15, maka daya tahan kulit di bwh SM adalah 15 x 10 menit, yaitu 150 menit atau 2 -2,5 jam seblm kulit terbakar.

Efek Samping Tabir Surya

Terimakasih