Anda di halaman 1dari 27

ANTIHISTAMINE

Antihistamin adalah sejenis obat yang dapaet mengurangi efek farmacologis dengan jalan memblokir masuknya histamin ke tempat reseptor didalam sel. Histamin ada suatu zat yang terdapat dalam cairan tubuh yg dikenal sebagai senyawa beta imidazol etil amine yg dihasilkan dari decarboxylasi amino histidin atau protein lainnya. Histamin dalam tubuh berada dalam jumlah yang sangat kecil, dan biasanya terikat pada zat-zat lain (dalam keadaan in aktif). Karena rangsangan dari luar, histamin yang terikat dalam jaringan akan dibebaskan, dan pembeasan histamin ini mengakibatkan timbulnya gejalagejala allergie, misalnya gatal-gatal (Urticaria, Exceem), demam, muntah-muntah, shock dan lain-lain. Pemakaian yang paling baik resorbsinya adalah peroral dan parenteral.

Guna : untuk menghilangkan gatal-gatal, serum sickness, Asthma Bronchiale, motion sickness. Obat antihistamin sering dikombinasikan dengan obat influenza, misalnya : APC + CTM, Coricidin - - - -> Shering APC + Incidal ; Refagan - - - -> BAYER Side effek antihistamin adalah menenangkan dan menidurkan. Bentuk dalam perdagangan berupa tablet, tablet bergula, campsul, cream, syrup atau injektie dan biasanya sebagai garam Cl, Phosphat, nitrat, malat, citrat, tartrat.

Sifat sifat : Antihistamin umumnya bersifat basa, dan berbasa satu atau dua. Kelarutan : tak larut dalam air, larut dalam asam-asam encer, alkohol, chloroform, eter dan benzena. Dapat membentuk garam dengan asam, dan dintetukan titik leburnya. Mempunyai rasa pahit. Umumnya sifat dan reaksi antihistamin bersamaan dengan alkaloid dan bedanya dengan alkaloid adalah : a. Antihistamin umunya memberikan warna dengan asam pekat, sedangkan alkaloid hanya beberapa saja yang memberikan reaksi terhadap asam-asam pekat. b. Pembentukan warna pada umumnya akan hilang bila diberi air pada antihistamin, sedangkan pada alkaloid warnanya biasanya tetap.

Pembagian ANTIHISTAMIN Yang mempunyai rumus umum : R X C C N R2 I. X = 0 adalah ikatan persenyawaan amino alkyl ester. II. X = C adalah persenyawaan alkyl amine. III. X = N adalah persenyawaan ethylen diamine Catatan : X ini dapat berupa satu gugusan atom yaitu dengan cincin 5 atau 6 yang berupa cyclis ataupun heterocyclys dan aromatis dan dapat juga berupa 2 gugusan atom. Yang tidak memiliki rumus atom, disebut juga golongan sisa. Pembagian ini pada analysa gologan tidak mempunyai arti karena tidak ada pereaksi tertentu yang dapat membedakan masing-masing golongan, kecuali secara Spectrofotometri infra red.

Golongan yang mempunyai rumus umum : R X C C N R2 I. X = 0 - - - -> golongan amino alkyl eter. 1. Bromazinum. Nama kimia nya : 2 methyl/ethyl p brom benzydril ether HCl Synonim : - Ambodryl - Bromokenadryl - Brom diphen hydramin - Daserol - AH-9 2. Diphenhydramin (Ph Indonesia, BPC, Ph Internasional) Synonim : - Benadryl - Benadyn - Benzhydramin 3. Dacyl aminum (succinat) Nama kimia : 2 2 methyl amino ethoxy methyl bezyl piridin succinat

4. Methoxy Diphen hydramin Nama kimia : methyl amino ehtyl p methoxy benzhydril eter HCl. Synonim : Histaphen HCl 5. Carbinol aminum Nama kimia : 2 methoxy amino ethyl 4 chlor phenyl 2 pyridyl methyl ather 6. Neo kinodin Synonim : oxyvermin, BPS 56 HCl 7. Phenyl Toluximinum Nama kimia : 1 (p chlorophenyl. 1 phenyl) ethyl (dimethyl amino ethyl) ether HCl.

II. X = C, golongan Alkyl amine 1. Chlor prophen pyridaminum (USP) Nama kimia : 1 (p chlor benzyl) 1 1( 2pyridil) 3 dimethyl amino prophan. 2. Prophen Pyraminum Nama kimia : 1 phenyl (2 pyridil) 3 (dimethyl amino prophan) Synonim : - Pheneramin maleat (M.P) - Avil (garam p amino salicylat) - Trimeton - Inhiston.

3. Brom pheniramin maleat Nama kimia : - ( p. Bromo) -2- (dimethyl amino) ethyl benzyl pyridin bi maleat. Synonim : Dimelar 4.Dexa brom pheniramin maleat Nama kimia : hampir sama dengan pheniramin maleat hanya terdapat 2 molekul maleat.

5.Dexa chlor pheniramin maleat Nama kimia : hampir sama dengan dexa brom pheniramin maleat, hanya brom diganti chlor. 6.Trimepramine tartrat Nama kimia : 10 (3 dimethyl amino methyl propyl) phino thiazine tartrat. Synonim : Themaril

III. X = N golongan ethylen diamine a. Golongan benzyl 1. Pyramisaminum Synonim : pyril amine maleat (USP) Mepyramine (BP) Neo Dutergan. 2. Neo Hetramine Synonim : anahyst, Tripyrinamino HCl (USP)

3. Thanexyl aminum HCl (USP) Synonim : Azaron, Pyrebriamine 4. Chlor tripyrine amine Synonim : synofen

b. Golongan Phenyl 1.Chlor phenyl (pyridaminum) chloreton 2.Meta phenylinum HCl, Diatrin HCl 3.Meta pyridinum/Thenyl pyramin (Hystadyl) 4.Thenyl diaminum HCl (USP) Synonim : Tenfadil, Di ethylen diaminum, Desyl

B. Golongan tak mempunya rumus umum I. Derivat Typerazine 1. Buclizine (longifen) 2. Cyclizinum 3. Chlor cyclizinum, Perazyl HCl (MSP, BP) 4. Meclizin, Postafen, Bonumnil 5. Ceunazinum.

II. Derivat Piperazine 1. Sonental 2. Thenalidinum (Sandazten tartrat = sandoz) 3. Cuproheptadine.

III. Derivat Phenothiazine 1. Phenothiazinum (HCl) 2. Lergigan, iso phenergan. 3. Multhergan, berupa garam maleat. 4. Pro methazinum, Phenergan, Avomnil, Chlor thio pelinat. 5. Tyrathiazinum (HCl) 6. Chlorpromazine (HCl) 7. Meth. dilazine HCl, Tacaryl. 8. Tri Mpeherazinum tartrat, Temaryl.

IV. Derivat Azo Phenotiazine 1. Iso typendilum HCl 2. Pro typendilum (Dormiral

V. Golongan sisa 1. Anthazoline HCl, Antistin, Phenazolinum HCl/Phosphat. 2. Anthallon (dilinal synthesa). 3. Climizalum, Allerour, Histacur. 4. Diphenyl pyralinum, Diafen

5. Histaminase (suatu enzim yang merusak histamine), Tarantil. 6. Incidal capsul/omeryl. 7. Phenim daminum (Actidil HCl/Thepharine). 8. Tripolidinum. 9. Cyproheptudine/Periactine. 10.Diurethine dene maleat/Forhistat maleat.

CARA PENENTUAN KWALITATIF ANTIHISTAMIN I. Cara fisika, dengan ditentukan titik lelehnya 1. Dengan alat Fizcher John Melting Point apparat Caranya : zat diletakkan dibawah loupe yang diperlengkapi dengan thermometer diselubungi logam, kemudian dipanaskan dengan pemanasan listrik, sampai terjadi pelelehan. Kenaikan temperatur diatur dengan trafo biasa.

2. Menurut farmakope Indonesia dengan memakai pipa kapiler. Kemudian hasil yang didapat dikoreksi.

II. Chromatografi 1. Chromatografi kertas 2. Chromatografi lapisan tipis III. Kolorimetris Khusus untuk phenyl dan urea

IV. Reaksi kimia 1. Reaksi warna. Zat diletakkan pada plat tipis kemudian ditaruh reagen pada pinggirnya, kemudian lihat perubahan warna yang terjadi.

Pereaksi warna yang dipakai adalah : a. Asam-asam pekat, H2So4 atau HNO3 b. Para erdman, yaitu 32 cc pereaksi (H2SO4 + 6 tetes HNO3) kemudian + 6 tetes campuran zat c. AgNO3 dalam air 4,25% d. Aqua brom larutan jenuh dalam air f. CeSO4 (Ce 5g + 10 cc H2SO4 pekat + 10 cc air)

f. DAB HCl (p DAB HCl 4N ad 100 cc) g. FeCL3 (FeCl36H2O 4,5% / 0,5 N) h. Marquis (3 cc H2SO4 pekat, 1 tetes formalin 4%) i. Frohnde (Molybdat 1% dalam H2SO4 pekat) j. Mandelin (Vanadat 1% dalam H2SO4 pekat) k. Reagen Roux (Na nitro prussid 1% 1 cc + NaOH 3 N 0,5 cc + KMnO4 33% 0,005 cc) saring dalam botol coklat

2. Reaksi fluorescensi Pada zat padat ditambahkan reagens kemudian dilihat dibawah sinar ultra violet. Reagens yang dipakai H2SO4 2 N atau NaOH 2N.

3. Reaksi kristal a. Asam dilutus (larutan asam dilutus jenuh dalam air) b. Asam pikrat (larutan asam pikrat 1% dalam air) c. Asam pikrolon (larutan asam pikrolon jenuh dalam air) d. Bouchardat (I2, 2KI, 4 air ad 100) e. Dragendorf (KI 7, HCl 4 N 3 cc, air 100 cc) dididihkan + NBB sampai larut, di dinginkan + iodium sampai larut, kemudian + air aa volume

f. KBr padat g.K2CrO4 atau K2Cr2O7 h.K3Fe (CN)6 padat atau K4Fe(CN)6 padat i. KI padat j. KMnO4 padat k.Reineckat padat l. Sublimat