Anda di halaman 1dari 16

M.

Fathir Siddik Meisapita triandini Nanda Seftiani Nindi syakina gustia Nida hidayati Nita komala sari Nofia putri handayani Nomika sanjani Novia Rizki Nur isnaini ningsih Nurul khasinah

(201110201108) (201110201109) (201110201110) (201110201111) (201110201112) (201110201113) (201110201114) (201110201115) (201110201116) (201110201117) (201110201118)

Gagal jantung sering di sebut gagal jantung kongestiv, adalah ketidak mampuan juntung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan akan jaringan O2 dan Nutrisi.

Penyebab ini paling sering adalah kelainan fungsi otot jantung diantaranya: 1. Aterosklerosis Koroner 2. Hipertensi sistemik atau pulmonal 3. Penyakit miokardium degeneratif dan peradangan.

a.
b.

faktor etiologi ada 2: eksterna maupun interna. Faktor Eksterna/dari luar jantung :
hipertensi,hipertiroid,anemia kronis atau berat.

Faktor Interna/dari dalam jantung

Dispungsi katup : Ventriculas Sektum Defect (VSD), Ateria Sektum Defect (ASD), stenosis mintral , dan insuvisiensi mitral Disritmia : Atria pibrilasi, ventrikel pibrasi,heart block. Kerusakan miokard : kardiomiapati, miokarditis dan infark Infeksi : Endokardiosis, bakterial sub akut

1.

Backward F

1. Low-out put versus Hight-Out put Syndrome

2. Kegagalan akut VS kronik

3. Kegagalan ventrikel kanan VS Ventrikel kiri

1. Ukuran dan

bentuk 2. Pelapis a). Perikardium b). Rongga Perikardial 3. Dinding Jantung

1. Sistem pengaturan jantung - Serabut Purkinje - Nodus Sinoatrial(S-A) - Nodus Atrioventrikular (A-V) 2. Siklus jantung Siklus jantung mencakup periode dari akhir kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) jantung sampai akhir sistole dan diastole berikutnya. Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung dan pembuluh utama yang mengatur pembukaan dan penutupan katup jantung serta aliran darah yang melalui ruang-ruang dan masuk ke arteri.

jantung terbagi atas gagal jantung kiri,gagal jantung kanan dan gagal jantung kongestif. 1. Gagal jantung kiri terjadi dyspneu deffort,fatig,ortopnea,dispnea nokturnal paroksismal batuk,pembesaran jantung,irama derap,ventricular heaving,bunyi derap galok atrial (S4) dan galok ventrikel (S4) ,pernapasan Chyene stoks,takikardi,pultus alternans,ronki dan kongesti vena pulmonalis. 2. Gagal jantung kanan timbul fatig,edema,lever engorgement,anoreksia dan kembung. 3. Gagal jantung kongestif terjadi manifestasi gabungan gagal jantung kiri dan kanan.

1.

Menurut Mansjoer (2001) prinsip penatalaksanaan Congestive Heart Failure adalah: Pemberian oksigen Memperbaiki kontraktilitas otot jantung Menurunkan beban jantung

2.

3.

1. Efusi Pleur Merupakan akibat dari peningkatan tekanan dikapiler pleura, transudasi dari kapiler ini memasuki rongga pleura. Efusi pleura ini biasanya terjadi pada lobus sebelah kanan bawah 2. Arrhytmia Pasien dengan gagal jantung kongestif memiliki resiko tinggi mengalami aritmia, hampir setengah kejadian kematian jantung mendadak disebabkan oleh ventrikuler arrhytmia 3. Trombus pada ventrikel kiri Sekali terbentuk thrombus, hal ini bisa menyebabkan penurunan kontraksi ventrikel kiri, penurunan cardiac output dan kerusakan perfusi pasien akan menjadi lebih parah. Pembentukan emboli dari thrombus juga mungkin mengakibatkan terjadinya cerebrovaskular accident (CVA).

Pencegahan penyakit jantung seperti CAG,endokarditis infektif, perikaritis kontrektif,hipertensi dan penyakit jantung rematik sangat penting. Bagaimanapun,karna satu sama lain hal, penyakit jantung tidak selalu dapat di cegah, maka tahap berikutnya adalah menunda serangan mendadak gagal jantung. Meliputi hal diet seperti diet rendah garam-rendah lemak atau diet untuk menurunkan verat badan, pemberhentian pemakaian rokok, menyusun program aktivitas atau latihan pengobatan dini terhadap infeksi.

pengobatan dapat dilakukan dengan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung. Sedangkan penanganan secara umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan kelembapan, oksigen, pemberian cairan, dan diet.

Pemberian obat-obatan, seperti obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator : hidralazin), venodilator (nitrat, nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), diuretik serta obat-obatan distrimia.
Tindakan pembedahan, hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif) dan penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup).

Punurunan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan curah jantung, kongesti vena sekunder terhadap kegagalan konpensasi jantung.

Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologi berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya disertai peninggian volume diastolik secara Heart Failure / gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung mengalami kegagalan memompa darah guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrien dan oksigen secara adekuat. Hal ini mengakibatkan peregangan ruang jantung (dilatasi) guna menampung darah lebih banyak untuk di pompakan ke seluruh tubuh atau mengakibatkan otot jantung kaku dan menebal.Jantung hanya mampu memompa darah untuk waktu yang singkat dan dinding otot jantung yang melemah tidak mampu memompa dengan kuat.

Ruhyanudin, Faqih. 2007. Asuhan Keperawatan Pada Klien Gangguan System Kardiovaskuler. Edisi Ke-2. UMM Pres Asih, Ni Luh Yasmin. 1993. Proses Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan System Kardiofaskuler. Buku Kedokteran Tambayong, Jan. 2000. Patofisiologi Untuk Keperawatan. Buku Kedokteran Gibson, John. 1995. Anatomi Dan Fisiologi Modern Untuk Perawat. Buku Kedokteran. Edisi Ke-2. MD Gibson, John. 1995. Anatomi Dan Fisiologi Modern Untuk Perawat. Buku Kedokteran. Edisi Ke-2. MD Muttaqin, Arif. 2009.Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler Dan Hematologi. Jakarta:Salemba Medika Udjianti, Wajan Juni. 2010. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta:Salemba Medika Ganong, William F. 1997. Fisiologi Kedokteran. Buku Kedokteran.Edisi Ke20. Jakarta:Egc Nursalam.2001.Proses Dan Dekumentasi Keperawatan.Konsep Dan Praktik.Jakarta:Salemba Medika Corwin, Elizabeth J.2000.Patofisiologi.Buku Kedokteran.Jakarta