Anda di halaman 1dari 16

PROMOSI KESEHATAN DI SEKOLAH

PERTEMUAN 7
RAHMI KURNIA GUSTIN, SKM

A. PROMOSI KESEHATAN DI SEKOLAH


Populasi anak sekolah di dlm suatu komunitas cukup besar antara 40% - 50% Di Indonesia, bentuk promkes di sekolah UKS. Sasaran promkes di sekolah murid, guru, & karyawan sekolah, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Pertama (SLP), dan Sekolah Lanjutan Atas (SLA). Promkes di sekolah merupakan langkah yg strategis dlm upaya peningkatan kesmas, karena: 1. Sekolah merupakan lembaga yg sengaja didirikan utk membina & meningkatkan kualitas SDM (fisik, mental, moral, intelektual) 2. Paling efektif di antara upaya kesmas yg lain, khususnya dlm pengembangan perilaku sehat karena persentase anak usia sekolah paling tinggi & sangat peka utk menerima pembaruan/ perubahan, sekolah merupakan komunitas yg telah terorganisasi.

Tujuan Promkes di Sekolah


Meningkatkan derajat kesmas, khususnya masyarakat di sekolah Mencegah & memberantas penyakit menular di kalangan masyarakat sekolah pada khususnya dan masyarakat umum secara keseluruhan Memperbaiki & memulihkan kesehatan masyarakat sekolah melalui usaha2: a. Mengikutsertakan secara aktif guru , murid dan orang tua murid dalam usaha : 1) Memberikan pendidikan kesehatan dalam rangka menanamkan kebiasaan hidup sehari-hari 2) Mengawasi kesehatan anak murid serta mengenal kelainan kesehatan sedini mungkin 3) Melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan pengobatan sederhana

Lanjutan
b. Imunisasi c. Usaha-usaha pengobatan gigi dan pencegahannya d. Usaha perbaikan gizi anak e. Mengusahakan kehidupan lingkungan sekolah yang sehat

B. PROGRAM PROMKES DI SEKOLAH


Promkes di sekolah pada prinsipnya menciptakan sekolah sebagai komunitas yang mampu meningkatan kesehatannya (health promoting school). Oleh sebab itu, program promkes sekurangkurangnya mencakup 3 usaha pokok, yakni : 1. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat (healthful school living) 2. Pendidikan Kesehatan (Health Education) 3. Pemeliharaan pelayanan kesehatan disekolah (health services in school)

1. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat (healthful school living)


a. Aspek non-fisik (mental-sosial) b. Lingkungan fisik terdiri dari : 1) Bangunan sekolah & lingkungannya yang terdiri dari Letak sekolah tidak berdekatan dengan tempat2 umum/keramaian, besar & konstruksi gedung sekolah sesuai dgn jumlah murid, tersedianya halaman sekolah & kebun sekolah, ventilasi memadai, tersedianya tempat pembuangan sampah, kantin, air bersih, jamban sekolah, dll 2) Pemeliharaan kebersihan perorangan dan lingkungan 3) Keamanan umum sekolah dan lingkungannya.

2. Pendidikan Kesehatan (Health Education)


Pendidikan kesehatan menanamkan kebiasaan hidup sehat agar dapat bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri serta lingkungannya serta ikut aktif didalam usaha2 kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tahap-tahap: a. Memberikan pengetahuan tentang prinsip dasar hidup sehat. b. Menimbulkan sikap dan perilaku hidup sehat. c. Membentuk kebiasaan hidup sehat. Materi dasar untuk menanamkan perilaku sehat adalah: a. Kebersihan perorangan dan kebersihan lingkungan b. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, dengan cara: Hidup bersih, imunisasi, pemberantasan nyamuk, kecoak, tikus, dan binatang lain yang dapat menularkan penyakit, cara penularan penyakit, dll

Lanjutan
c. Penyakit2 tidak menular (penyebab dan pencegahannya) d. Gizi Mengenal berbagai makanan bergizi, nilai gizi pada makanan, memilih makanan yang bergizi, kebersihan makanan, penyakit2 akibat kekurangan atau kelebihan gizi, dll e. Pencegahan kecelakaan atau keamanan diri f. Mengenal fasilitas kesehatan yang profesional, dan sebagainya.

3. Pemeliharaan pelayanan kesehatan disekolah (health services in school)


a. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, baik pemeriksaan umum atau khusus, misalnya: gigi, paru-paru, kulit, gizi, dll b. Pemeriksaan & pengawasan kebersihan lingkungan. c. Usaha2 pencegahan & pemberantasan penyakit menular, antara lain dengan imunisasi. d. Usaha perbaikan gizi. e. Usaha kesehatan gizi sekolah. f. Mengenal kelainan2 yg mempengaruhi pertumbuhan jasmani, rohani, dan sosial. Misalnya, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan. g. Mengirimkan murid yang memerlukan perawatan khusus atau lanjutan ke puskesmas atau rumah sakit. h. Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pengobatan ringan.

C. KEMITRAAN & PROMKES DI SEKOLAH


Pilar utama kemitraan Promkes di sekolah pihak2 guru, petugas kesehatan, orang tua murid, & badan atau organisasi lain yang ada di lingkungan sekolah.

1. GURU Melaksanakan pendidikan kesehatan kepada muridmuridnya, memonitor pertumbuhan & perkembangan anakanak didik, mengawasi adanya kelainan2 (fisik/non-fisik) yg mgkn trdpat pada murid Perlu pelatihan2 kesehatan dari petugas kesehatan Puskesmas setempat, dan buku2 panduan ttg kesehatan

2. Petugas Kesehatan
a. Memberikan bimbingan kepada guru2 b. Menjalankan beberapa kegiatan yankes di sekolah yg tidak dapat dilakukan oleh guru imunisasi, pemeriksaan kes, dll c. Turut serta dlm pengawasan trhdap lingkungan sekolah yg sehat d. Membantu sekolah dlm mengembangkan materi kesehatan dlm kurikulum sekolah e. Menjalin kerja sama dgn sektor lain dan pihak2 lain f. Menggerakkan masyarakat di sekitar sekolah dlm rangka upaya kesehatan sekolah

3. Murid
Mempraktikkan dan membiasakan hidup sehat sesuai dgn petunjuk panduan yg diberikan oleh guru dimana pun murid berada Menjadi penghubung antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dlm menjalankan kebiasaan/perilaku hidup sehat Menjadi contoh perilaku sehat bagi masyarakat, khususnya anak2 yg tidak terjangkau oleh sekolah Dokter Kecil memberikan penyuluhan kesehatan kpd kawankawannya, mengawasi kebersihan lingkungan sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan murid2 yg lain.

4. Orang Tua Murid


Ikut serta dalam perencanaan & penyelenggaraan program promkes di sekolah Menyesuaikan diri dgn program kesehatan di sekolah dan berusaha untuk mengetahui atau mempelajari apa yang diperoleh anaknya di sekolah, dan mendorong anaknya untuk mempraktikkan kebiasaan hidup sehat di rumah

D. KOMPONEN PROMKES DI SEKOLAH


Komponen2 promkes menurut WHO tahun 2003: 1. Penerapan kebijakan kesehatan (implement healthy policy) kebiasaan yg terkait dgn personal hygiene, larangan jajan di sembarang tempat, larangan merokok di lingkungan sekolah, larangan membawa barang2 yg terlarang & melanggar norma2 sosial. 2. Tersedianya sarana dan prasarana pencegahan dan pengobatan sederhana di sekolah (provide access preventive and curative health services) tempat cuci tangan, klinik atau sekurang2nya ruang & peralatan P3K, adanya tenaga terlatih utk P3K, tersedianya alat2 medis.

Lanjutan
3. Tersedianya lingkungan yang sehat (provide a safety and healthy environment) kelas dgn cukup ventilasi & pencahayaan, tersedianya air bersih, tempat sampah, halaman sekolah/lapangan bermain dan olahraga, taman sekolah, dll 4. Adanya program penyuluhan kesehatan (provide skill based health education) kebersihan perorangan, pemilihan makanan yg bergizi, pentingnya olahraga, bahaya merokok dan narkoba bagi kesehatan, kespro, dll 5. Partisipasi orang tua murid & masyarakat (improved community health through parent and community participation)

TERIMA KASIH