Anda di halaman 1dari 4

Estimasi Tekanan Formasi

Pendahuluan
Tekanan formasi adalah suatu gaya yang ditimbulkan oleh fluida yang terperangkap dalam formasi. Tekanan formasi dikategorikan menjadi 2, yaitu: 1. Tekanan pori : tekanan oleh fluida yang terdapat di dalam ruang pori batuan 2. Tekanan rekah : tekanan yang menyebabkan retakan pada dinding formasi.

Tekanan formasi digunakan untuk: 1. sebagai acuan dalam perhitungan rekayasa dan produktivitas reservoir. 2. Diperlukan dalam proses rekayasa pemboran seperti proses penentuan kedalaman casing. Banyak akibat yang ditimbulkan dalam pemboran yang disebabkan oleh kesalahan dalam prediksi tekanan formasi , seperti lost circulation, blowouts, dan terjadinya ketidakstabilan pada lubang bor.

Pendahuluan ( lanjutan )
Estimasi tekanan pori dilakukan dengan menggunakan metode tekanan efektif horizontal eaton dan weakley. Estimasi tekanan rekah menggunakan konsep metode tekanan minimum dengan metode hubbert & willis, eaton, dan Daines. Sumber data yang digunakan adalah data log sonic dan log gamma-ray yang didukung dengan data log resistivity dan log caliper sebagai data informasi batuan. Sebagai asumsi dalam estimasi digunakan 1 psi/ft untuk gradien overburden dan 0,465 psi/ft sebagai nilai gradien tekanan pori normal.

Teori Dasar
Sedimen dengan tekanan pori yang sama dengan tekanan hidrostatik disebut dalam keadaan tekanan normal. Semakin lama sedimen tertimbun semakin tebal, berat batuan yang menimbun semakin meningkat dan meningkat nya tekanan berpengaruh pada hubungan antar butir yang menyebabkan penyusunan kembali butir batuan sehingga akan menghasilkan porositas dan permeabilitas yang lebih rendah. Jika kecepatan sedimentasi melebihi kecepatan keluarnya fluida dari ruang pori, atau keluarnya fluida terhalang oleh lapisan shale selama penimbunan, fluida menjadi overpressure dan akan menambah beban overburden. Total tekanan vertikal dapat diasumsikan sebagai kombinasi berat matrik batuan dan fluida dalam ruang pori yang melapisi kedalaman yang dimaksud.