Anda di halaman 1dari 28

MATERI INTI

KONSELING
MATERI TATALAKSANA GIZI BURUK
1

b. KONSELING GIZI

Konseling adalah:
Upaya membantu orang lain untuk dapat mengenali diri, menetapkan alternatif pemecahan masalah dan mengambil keputusan untuk mengatasi masalah sesuai keadaan, dan kebutuhan dirinya yang disadari dan bukan karena terpaksa.

Konseling gizi merupakan salah satu terapi gizi dan


bagian penting dalam rangkaian kegiatan pelayanan gizi di sarana yankes, bertujuan untuk mengubah kebiasaan makan anak guna mempercepat proses penyembuhan.

b. KONSELING GIZI (Lanjutan)

Konseling gizi perlu komunikasi dua arah antara konselor dan klien:
UNSUR UNSUR KOMUNIKASI EFEKTIF

Bina suasana Bertanya kepada klien Memberikan umpan balik Mendengar dan mengulangi perkataan klien

Keterampilan konseling

1.

Keterampilan mempengaruhi mempunyai kemampuan menunjukkan, menafsirkan, menginformasikan/menjelaskan pesan yang disampaikan

2. Keterampilan mendengarkan dan bertanya Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup, pertanyaan mendalam, memberi dorongan, parafrasing , refleksi perasaan 3. Keterampilan observasi dan hubungan yang baik memberi perhatian,menggunakan tatapan mata yg sesuai dgn budaya, mengikuti ucapan verbal (isi, kata-kata klien), kualitas suara dan bahasa tubuh.

MENGAPA KONSELING GIZI DIPERLUKAN


Status

gizi dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor perilaku sehat Perilaku dapat dipengaruhi secara demografi, geografi, kebiasaan hidup, sikap dan kepercayaan, faktor psikografik dari pola hidup, nilai dan norma yang berlaku Setiap individu berasal dari komunitasnya Di dalam komunitas perilaku sehat telah terprogram oleh keluarga dan lingkungan

Lanjutan :
Perilaku

individu tidak pernah akan vakum Promosi perilaku sehat selama ini memaksakan individu untuk berubah Nasehat perilaku sehat 25% adalah mengenai gizi Perubahan perilaku dipengaruhi oleh proses internal individu, pengaruh lingkungan psikokultural dan fisik Proses internal yang mencakup harapan, rasa percaya, persepsi diri dan keberhasilan akan memberi bentuk pada kegiatan konseling gizi

Teknik Konseling
Cara dulu / tradisional:
Menentukan teknik intervensi yang sama untuk semua individu tanpa melihat kesiapan individu untuk berubah Fokus pada proses perubahan untuk tahap aksi (siap melakukan perubahan) dan pemeliharaan saja, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dari banyak individu yang masih ditahap pra-aksi Merupakan salah satu penyebab gagalnya program intervensi jangka panjang

TEKNIK KONSELING
Prinsip:

Individu termotivasi untuk berubah melalui kemampuannya untuk menata perilakunya

Tugas

konselor gizi: Menyediakan lingkungan yang merupakan sistem penunjang sementara untuk menyiapkan klien dalam mengatasi tuntutan sosial dan personalnya secara lebih efektif sambil memberikan saran yang sesuai untuk terjadinya perubahan perilaku

Kiat menjadi konselor yang baik


Deskripsikan pesan dengan jelas Peka akan sikap penerima pesan (klien) terhadap: konselor, masalah yang disampaikan Berusaha menempatkan diri pada posisi penerima pesan Pesan disampaikan dengan ringkas, sederhana, bertahap dan sistematis Ulangi hal-hal yang penting dan ingin ditekankan Berikan contoh konkrit Kaitkan suatu ide dgn hal sudah diketahui penerima pesan Kemukakan ide-ide yang penting dulu Hindari situasi bising yang mengganggu Dengarkan apa yg disampaikan oleh klien, perlihatkan ketertarikan, perhatian selama konseling, hindari menyalahkan klien

Langkah-langkah Mencari Penyebab Kurang Gizi:


Tentukan apakah anak sakit pada saat kunjungan Jika tidak sakit mulai mencari penyebab 3. Tanyakan pola makan dan atau menyusui saat ini 4. Tanyakan tentang pemberian makan anak sesuai umurnya 5. Tanyakan penyakit yang berulang 6. Kaji kemungkinan penyebab masalah (sosial dan lingkungan) 7. Tentukan penyebab bersama ibu/pengasuh 8. Memberikan nasihat
1. 2.

b. KONSELING GIZI (Lanjutan)


Langkah melakukan konseling (SATUTUJU): SALAM (SA) : Sambut klien dg ramah, sopan dan hambatan yang dihadapi URAIKAN (U) BANTU (TU) : Upayakan klien untuk memahami permasalahan yang dihadapi : BanTu klien untuk menyesesuaikan permasalahan yg dihadapi, memahami cara pemecahan dan mengambil keputusan.
11

TANYAKAN (T) : Tanyakan peluang yang dimiliki

b. KONSELING GIZI (Lanjutan)

JELASKAN (J) : Jelaskan pada klien semua informasi sumber daya yg tersedia untuk pemecahan masalah. ULANGI (U) : Ulangi secara ringkas semua informasi yang telah disampaikan dan keputusan yang akan diambil Ucapkan terima kasih dan buat janji untuk pertemuan berikutnya.

12

LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN KONSELING GIZI


Menyapa

orang tua dan anak.

Menanyakan/mencatat identitas pasien. Menanyakan masalah yang dihadapi, berempati (ikut merasakan perasaan klien) Menanyakan riwayat makanan (nafsu makan, BB, muntah, diare) Mengisi lembar food frequency dan food

recall
13

LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN KONSELING GIZI (lanjutan)


Gunakan Bahan Makanan Penukar dan food model untuk menghitung kebutuhan gizi anak Mengisi leaflet diet anak (lampiran 5) Menjelaskan cara melaksanakan anjuran makan &

memilih/mengganti makanan
Menjelaskan cara memasak makanan untuk anak kepada ibu

Menganjurkan untuk kontrol/mengunjungi posyandu secara berkala


Lampiran 5: Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II, hal 52
14

KOMUNIKASI NON-VERBAL YANG BERMANFAAT

Beri perhatian Singkirkan penghalang Sediakan waktu Sentuh dengan wajar

KETERAMPILAN MENDENGARKAN DAN MEMPELAJARI


Menggunakan komunikasi non-verbal Mengajukan pertanyaan terbuka Menggunakan respon dan gerakan tubuh yang menunjukkan perhatian Mengatakan kembali yang ibu katakan Berempati menunjukkan konselor paham perasaan ibu. Hindari kata-kata yang menghakimi

Respon mana yang menerima apa yang ibu rasakan ? Respon 1 : Jangan khawatir- bayi ibu baik-baik saja.

11/0

Respon 2 : Ibu cemas dengan keadaan(nama bayi) ya? .

Respon 3 : Jangan menangis - ini tidak serius, kok(nama bayi) akan cepat sembuh !

11/1

11/2

Pernyataan mana yang membantu membangun percaya diri ibu? Garis pertumbuhan bayi ibu naiknya terlalu lambat. Saya pikir bayi ibu pertambahan berat badannya tidak cukup .

Bulan lalu berat badan bayi ibu bertambah hanya karena ASI, lho .

11/3
Tidak, saya belum menyusuinya, payudara saya kosong dan saat ini terlalu sakit untuk duduk

11/3

Respon mana yang lebih tepat ?


Respon 1 : Sebaiknya ibu membiarkan bayi menyusu sekarang, supaya ASI keluar.

Respon 2 : Biar saya coba membuat ibu nyaman dulu, dan nanti akan saya bawakan minum ya .

11/4

Beberapa hari ini J sering menyusu,tibatiba ia seperti sangat kelaparan saya pikir ASI saya berkurang

Respon mana yang paling memberi informasi relevan ?

11/4

Respon 1 : Oh, J tumbuh sehat kok. Tak usah khawatir dengan ASI ibu. Paling baik menyusui eksklusif selama 6 bulan, dan setelah itu ibu bisa mulai memberinya makanan pendamping. Respon 2 : J sedang tumbuh cepat. Bayi sehat memang punya masa lapar seperti ini ketika mereka tumbuh cepat. KMS J menunjukkan kalau dia mendapat semua ASI yang dibutuhkannya. Dia akan normal dalam beberapa hari .

11/5 Buang air besarnya mulai lembek. Haruskah saya menghentikan menyusui ?

11/5

Respon mana memberikan informasi positif ?


Respon 1 : Bagus sekali ibu mau bertanya sebelum memutuskan. Diare biasanya lebih cepat berhenti kalau ibu terus menyusui . Respon 2 : Oh jangan, jangan berhenti menyusui. Dia bisa tambah parah kalau ibu melakukan itu .

Pernyataan mana yang lebih mudah dimengerti ibu ?


Pernyataan 1 : Bayi ibu harus bisa mencapai sinus laktiferus untuk memperoleh ASI secara efektif . Pernyataan 2 : Bayi ibu lebih mudah mendapatkan ASI bila sebagian besar payudara masuk ke mulut bayi .

11/6
Saya menyusui A... 2x di pagi hari dan 2x di sore hari

11/6

Manakah dari respon berikut ini yang berupa perintah dan mana yang berupa saran ?

Respon 1 : Ibu harus menyusui A sekurangnya 10 kali sehari . Respon 2 : Mungkin akan membantu bila ibu menyusui A lebih sering .