Anda di halaman 1dari 18

Obat Generik & Obat Esensial

Wening Sari, dr., M.Kes

Pendahuluan

USA :18,6% (1984) obat generik diresepkan 63% (2007) hemat 10 juta US$ / tahun 2007-2010 110 obat berakhir hak patennya omset 50 juta US$ / tahun Indonesia : 80 % populasi pengeluaran utk obat diperkirakan 10-15% dari total pengeluaran (1999) Pendapatan perkapita 2010 27 juta / tahun

Obat Generik (1)

Obat generik : obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya

Parasetamol, amoxicilin, captopril, simvastatin

Merupakan obat yg diproduksi dgn mengopi formula obat paten / originator yg masa patennya telah berakhir semua perusahaan farmasi dapat memproduksinya tanpa membayar royalti Dipastikan obat generik mempunyai persamaan dgn obat paten dalam hal zat aktif, dosis, indikasi, bentuk sediaan khasiat sama

Obat Generik (2)

Obat paten : obat jadi dengan nama dagang terdaftar atas nama pembuat atau yg dikuasakannya dan diijual dalam bungkus asli dr pabrik yg memproduksinya

Lipitor, tamiflu, celebrex Ambroxol sirup generik Rp 3500 / botol Ambroxol sirup paten RP 49.000 / botol Riset penemuan dan pengembangan teknologi obat yg memerlukan biaya >> Promosi Kemasan

Harga obat paten sangat mahal:

Obat paten memerlukan:

Obat Generik (3)

Obat generik 2 jenis: Obat generik berlogo (OGB)

logo lingkaran hijau dgn garis-garis putih dan terdapat tulisan GENERIK Lolos uji kualitas, keamanan & khasiat Dapat digunakan utk berbagai lapisan masyarakat

Obat generik bermerk menggunakan


nama milik produsen obat yg bersangkutan

Amoxsan, amoxil, abdimox, hufamox

Obat Generik (4)

Obat generik mutunya terjamin karena diproduksi dengan persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan dikaji ulang oleh Badan Pusat Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPPOM) Harga murah :

Kemasan sederhana & besar Tdk memerlukan biaya promosi Tidak riset penemuan perlu riset formulasi agar kadarnya bioekivalensi dg obat originator

Obat Esensial

Obat esensial :obat yang paling dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak yang meliputi: profilaksis / preventif (vaksin, kontrasepsi hormonal) & terapi Umumnya tersedia dalam bentuk obat generik Mutunya terjamin Tercantum dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang ditetapkan Menkes

DOEN

DOEN mencantumkan obat-obat terpilih untuk setiap tingkat pelayanan kesehatan apotek, puskesmas, RSUD, RSUP Daerah, RSUP Nasional Dibuat berdasarkan kesepakatan para ahli tentang obat terpilih utk sejumlah penyakit atau keluhan yg sering muncul di masyarakat dan mencantumkan nama obat yang tersedia untuk digunakan dokter

Kriteria DOEN

Memiliki benefit-risk ratio yg paling menguntungkan pasien Mutu terjamin Menguntungkan dalam hal kepatuhan pasien Memiliki benefit-cost ratio yg tertinggi berdasarkan biaya langsung dan biaya tdk langsung Bila terdapat satu pilihan yg memiliki efek terapi serupa dipilih obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah Untuk obat kombinasi tetap, harus menunjukkan khasiat dan keamanan yg lebih tinggi drpd masingmasing komponen

Kebijakan Obat Nasional (KONAS)

1.

Konas bertujuan menjamin


Ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat, terutama obat esensial Keamanan, khasiat dan mutu semua obat yang beredar serta melindungi masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat Penggunaan obat yang rasional

2.

3.

Strategi untuk menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat esensial


Perlu sistem pembiayaan yg berkelanjutan baik sektor publik maupun swasta Rasionalisasi harga obat & pemanfaatan obat generik Penerapan sistem pengadaan dalam jumlah besar atau pengadaan bersama dalam sektor publik Penyiapan peraturan yg tepat untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan obat

Strategi untuk menjamin keamanan, khasiat dan mutu semua obat yang beredar serta melindungi masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat

Penilaian keamanan, khasiat & mutu melalui proses pendaftaran Penerapan standar proses dan standar komoditi Adanya dasar hukum & penegakan hukum scr konsisten utk setiap pelanggaran Pemberdayaan masyarakat penyediaan & penyebaran informasi terpercaya

Strategi untuk menjamin penggunaan obat yang rasional

Penggunaan DOEN dlm setiap upaya pelayanan kesehatan Penerapan farmakoekonomi analisis biaya-efektif dgn biaya-manfaat pd seleksi obat Penerapan pelayanaan kefarmasian yg baik product oriented ke patient oriented Pemberdayaan masyarakat ; KIE

Sasaran Kebijakan Konas (1)

Pembiayaan obat

Masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat memperoleh obat esensial setiap saat diperlukan Obat yg dibutuhkan utk pelayanan kesehatan, terutama obat esensial, senantiasa tersedia Harga obat, terutama obat esensial, terjangkau oleh masyarakat

Ketersediaan & pemerataan obat

Keterjangkauan

Sasaran Kebijakan Konas (2)

Seleksi obat esensial

Tersedia DOEN sesuai perkembangan ilmu yg dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan secara luas Memenuhi 7 tepat Obat yg beredar hrs memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu Masyarakat terhindar dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat

Penggunaan obat yang rasional

Pengawasan obat

Rasionalisasi harga obat (1)


Kepmenkes 096/2006 pencantuman HET pd label obat Informasi harga obat

Dpt membandingkan harga suatu obat dr bbrp produsen yg berbeda Membantu konsumen (pasien/pelayanan kesehatan) memilih jenis obat

Harga netto apotik + Pajak Pertambahan Nilai

Harga jual pabrik obat / Pedagang Besar Farmasi (PBF) kepada apotik, rumah sakit & sarana pelayanan kesehatan
Harga jual apotik / RS /sarana pelayanan kesehatan kepada pasien / konsumen

Harga eceran tertinggi (HET)

Rasionalisasi harga obat (2)

GP Farmasi harga obat generik bermerk maksimal 3 x obat generik berlogo Penggunaan obat generik menurunkan 20-40% biaya obat dibandingkan obat bermerk:

Harus dipromosikan ke dokter utk meresepkan obat generik Harus dipastikan kualitas obat generik terjamin harus diinformasikan pd masyarakat

Pilihan Anda sebagai Dokter ??

Anda mungkin juga menyukai