Anda di halaman 1dari 10

Perdarahan Subdural

Definisi
Perdarahan sub dural Merupakan perdarahan antara duramater dan arakhnoid, yang biasanya meliputi perdarahan vena.

Etiologi
pecahnya bridging vein, gabungan robekan bridging veins dan laserasi piamater serta arachnoid dari kortex cerebri

Perdarahan subdural akut sering dihubungkan dengan cedera otak besar dan cedera batang otak.
gejala klinis berupa sakit kepala, perasaan kantuk, dan kebingungan, respon yang lambat, dan gelisah. Keadaan kritis terlihat dengan adanya perlambatan reaksi ipsilateral pupil.

Perdarahan subdural subakut


biasanya berkembang 7 sampai 10 hari setelah cedera dan dihubungkan dengan kontusio serebri yang agak berat. Tekanan serebral yang terusmenerus menyebabkan penurunan tingkat kesadaran yang dalam

Perdarahan subdural kronik


terjadi karena luka ringan. Mulanya perdarahan kecil memasuki ruang subdural. Beberapa minggu kemudian menumpuk di sekitar membran vaskuler dan pelan-pelan meluas. Gejala mungkin tidak terjadi dalam beberapa mingggu atau bulan. Keadaan ini pada proses yang lama akan terjadi penurunan reaksi pupil dan motorik.

Gambaran CT-scan
setelah hari ke 3 diulang 2 minggu kemudian Ada bagian hipodens yang berbentuk cresent. Hiperdens yang berbentuk cresent atau half moon di antara tabula interna dan parenkim otak (bagian dalam mengikuti kontur otak dan bagian luar sesuai lengkung tulang tengkorak) Isodens terlihat dari midline yang bergeser

Penatalaksanaan
Indikasi operasi : jika perdarahannya lebih dari 1 cm, jika terdapat pergeseran garis tengah >5 mm Operasi sebaiknya segera dilakukan untuk mengurangi tekanan dalam otak (dekompresi) dengan melakukan evakuasi hematom. Penanganan subdural hematom akut terdiri dari trepanasi-dekompresi

Prognosis
Prognosis penderita SDH ditentukan dari GCS awal saat operasi, lamanya penderita datang sampai di lakukan operasi, lesi penyerta di jaringan otak, serta usia penderita, pada penderita dengan gcs < 8 pronosisnya 50%, makin rendah GCS makin rendah prognosisnya.