Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MODUL 6

MANAJEMEN KONFLIK

PUSKESMAS JEMPOL PAKISAJI


Adhisetya Dwi S. Sindhu Buana 0310710004 0410710135

PENDAHULUAN
Konflik ketidakcocokan antar nilai atau tujuantujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993). Menurut Moore konflik : ketidaksepahaman, tekanan, atau kesulitan lainnya di antara 2 atau lebih pihak

Secara umum, konflik dapat dibagi : konflik fungsional & konflik disfungsional. Konflik yang konstruktif (functional conflict) memicu sikap positif (reward tertentu apabila berprestasi baik) persaingan sehat Agar konflik tetap menguntungkan pemimpin yang baik harus dapat memilih pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan suatu konflik di dalam organisasinya. Cara menangani konflik (conflict handling styles ) : avoiding, obliging, dominating, integrating, dan compromising.

Puskesmas komponen penting pembangunan masyarakat. Keharmonisan seluruh komponen dalam bekerja memberikan kontribusi terwujudnya yankes optimal kepada pasien Dalam makalah ini analisis situasi, identifikasi sebab konflik serta alternatif pemecahan sebuah konflik yang terjadi di Puskesmas Pakisaji Konflik yg sering terjadi : hubungan kurang harmonis antara kapus dan staf, ataupun konflik antar kelompok yang ada di puskesmas. Mengingat pentingnya hubungan baik antar semua pihak di puskesmas untuk menjalankan pelayanan konflik negatif yg tidak segera diatasi akan menghambat kinerja individu-individu dalam organisasi tersebut

HASIL OBSERVASI
Identifikasi

Konflik

konflik

besar yang terjadi di puskesmas Pakisaji konflik antara kepala puskesmas dan staf puskesmas, baik paramedis maupun staf bagian lain.

Konflik tersebut disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang baik dan hubungan yang tidak harmonis antara kepala puskesmas Pakisaji dengan staf di puskesmas.

DESKRIPSI KONFLIK

Terdapat pergantian kepemimpinan sekitar 1,5 tahun yang lalu timbul konflik konflik baru yang bersifat negatif akibat perubahan gaya kepemimpinan kepala puskesmas

KONFLIK YANG TERJADI

Tiap bulan dilakukan rapat koordinasi dan evaluasi rutin dengan harapan KELUHAN & KESULITAN staf tersalurkan dan terselesaikan pengambilan keputusan tidak pernah melibatkan pendapat staf harapan tersebut tidak dapat terpenuhi.

KAPUS sering berinteraksi dengan staf & selalu memantau program staf selalu menjaga jarak karena kepala puskesmas selalu memberikan perintah baru.

KAPUS menganak emaskan bidan desa karena banyaknya program baru luar puskesmas untuk para bidan desa lebih konsentrasi terhadap program-program luar puskesmas Perlakuan tidak etis oleh KAPUS dengan mengungkap semua kesalahan di muka umum staf malu & sakit hati rasa ketidakpuasan staf

ANALISA DAN MANAJEMEN KONFLIK


Analisa Konflik

Berdasarkan Moores Model, konflik dapat

disebabkan oleh lima hal yaitu Relation, Interest, Structure, Value dan Data. Konflik yang terjadi di Puskesmas Pakisaji termasuk dalam relationship conflict dan structural conflict Relationship conflict konflik antara kapus dengan staf Structural conflict konflik yang muncul karena gaya kepemimpinan kapus yg otoriter thd staf

Manajemen Relationship konflik

Masukan kepada Dr. J agar lebih akrab dan memperbaiki hubungan dengan para pegawainya Training motivasi dan kerjasama tim serta manajemen konflik Perbaikan hubungan sebaiknya dilaksanakan segera mengingat karena kesalahpahaman telah terjadi lama Bersifat terbuka, mengenali watak masingmasing karyawannya serta berusaha menciptakan kondisi kerja yang kondusif Tidak bersifat antipati terhadap segala kritik-kritik

Manajemen Struktural Konflik


Sosialisasi

program-program tambahan sehingga setiap kebijakan baru atau programprogram baru yang diadakan lebih dapat diterima. Merubah gaya kepemimpinan kepala puskesmas yang cenderung One Man Show. Dengan cara lebih sering diadakan diskusi dalam memunculkan suatu program sehingga program yang ada menyuarakan pendapatpendapat semua bagian puskesmas Mengakui dan menerima eksistensi perbedaan pendapat dari para staf puskesmas Memperbaiki cara peneguran terhadap staf yang bersalah Mengubah sikap agar lebih bisa menghargai

KESIMPULAN

Berdasarkan analisa konflik Moore, di Puskesmas Pakisaji terjadi 2 jenis konflik : relationship & structural conflict Relationship conflict kebiasaan dari Dr. J untuk bekerja secara disiplin dengan programprogram puskesmas yang banyak, sementara belum ada kesiapan dari para pegawai puskesmas untuk bekerja lebih giat lagi. Structural conflict dr.Z terkesan otoriter dalam menetapkan program-program puskesmas dan dalam bersikap kepada pihak baik bidan maupun DM.

SARAN
Mengaplikasikan

saran yang diberikan untuk manajemen konflik disfungsional yang ada sehingga dapat mengembangkan Puskesmas Jempol Pakisaji menjadi lebih baik dengan suasana kerja yang nyaman.