Anda di halaman 1dari 33

DASAR TELEKOMUNIKASI TLE 110 / 2 SKS

FITRILINA, MT HASDI PUTRA, ST

Telekomunikasi Tele

Komunikasi

Jarak Jauh

Hubungan / Penyampaian informasi

Definisi : penyampaian sinyal informasi

jarak jauh

Definisi dasar
Komunikasi adalah saling menyampaikan informasi kepada tujuan yang diinginkan Informasi bisa berupa suara percakapan (voice), musik (audio), gambar diam (photo), gambar bergerak (video), atau data digital Komunikasi bisa dilakukan diantara 2 atau lebih tempat yang berdekatan atau pun berjauhan

Materi 1 DASTEL

Sekilas sejarah komunikasi


Kentongan: Orang Indonesia menggunakan kentongan untuk menyampaikan informasi tentang kebakaran, bencana alam, kejahatan, panggilan untuk kumpul, dll. Asap: orang indian menggunakan kode asap Cermin: digunakan untuk memantulkan sinar matahari Semaphore: pramuka menggunakan kode bendera dan cara-cara lain sesuai dengan jamannya

Sejarah komunikasi modern


Sistem Komunikasi Telepon
Dimulai dengan penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876

Sistem Komunikasi Radio


Dimulai dengan penemuan radio oleh Guiogelmo Marconi pada tahun 1901

Sistem Komunikasi Data


Penemuan konsep mesin hitung (computer) pada 1822 yang kemudian menjadi berkembang pesat setelah ditemukannya transistor pada 1948, kemudian timbul keinginan untuk menghubungkan komputer yang satu dengan yang lain (era 1960-an).

Sistem komunikasi : sistem yang digunakan untuk menyampaikan atau mentransmisikan sinyal informasi secara teratur dari sumber pada satu titik ke tujuan pada titik yang lain.
Sinyal informasi asli dari sumber (sinyal non elektrik) akan masuk ke transduser di pemancar untuk diubah menjadi sinyal elektrik sehingga dapat ditansmisikan melalui kanal transmisi, Di sisi penerima, transduser keluaran akan mengubah kembali sinyal elektrik menjadi sinyal informasi asli

Diagram Blok Sistem Komunikasi


noise Informasi asal Saluran/Kanal Pengirim di dalam kanal, sinyal yang dikirim mengalami gangguan dari noise

informasi dikirim dari sumber informasi (asal) oleh pengirim melalui saluran komunikasi menuju penerima yang berada pada sisi tujuan informasi

Penerima

Informasi tujuan

SISTEL
Sistem Telekomunikasi adalah suatu kesatuan (totalitas) yang terdiri dari bagian-bagian yang disebut subsistem yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. SISTEL terdiri dari : 1. Pengirim, pemancar, sumber info 2. Penerima, tujuan 3. Media transmisi Komponen SISTEL terdiri dari : 1. Terminal Equipment (TE) 2. Switching Equipment (Sentral) 3. Transmission Line (Kabel,Radio&Satelit)
Materi 1 DASTEL

Fungsi setiap komponen


Sumber Menentukan data yang akan dikirim Transmitter/Pemancar mengubah sinyal informasi masukan menjadi bentuk sinyal yang sesuai agar dapat ditransmisikan melalui kanal / media transmisi Kanal / Media Transmisi peralatan fisik yang menhubungkan antara keluaran pemancar dengan masukan penerima Receiver/Penerima mengubah sinyal yang diterima dari kanal transmisi menjadi sinyal informasi asli Tujuan Pengguna data yang diterima

dalam Pengirim (Transmitter)


Rekayasa membentuk sinyal yang cocok untuk bisa melalui saluran/kanal komunikasi agar informasi sampai di tujuan dengan error yang minimal

Disini bisa terjadi proses source coding, compression, modulation, Penguatan, dan/atau lain-lain yang dirasa perlu agar komunikasi berhasil dengan baik dan efisien

Media Transmisi
Media Transmisi adalah sebagai perantara / penyampai antara terminal dengan sentral atau sentral dengan sentral guna menyalurkan informasi dari pengirim ke penerima. - Untuk menghubungkan antara 2 buah Termnal Equipment yang melalui 2 buah sentral atau bertindak sebagai media perantara penghubung antara 2 Terminal Equipment

Materi 1 DASTEL

Terminal Equipment
Terminal Equipment (TE) sebagai suatu device yang merupakan sumber informasi yang hendak disampaikan ke tujuan tertentu dan juga dapat berupa pesawat telepon,komputer dll, bertindak sebagai pengirim dan penerima. - Interface (antar muka) antara network/jaringan dan manusia/mesin. - Mengubah informasi ke signal electric.
Perangkat Terminal, perangkat disisi pelanggan (CPE) fungsinya untuk : - Memanggil dan menerima secara bergantian. - Memanggil saja - Menerima saja
Materi 1 DASTEL

tipe Kanal / Media Transmisi :


1. Point to point Channel : Kanal yang menghubungkan satu pemancar dengan satu penerima contoh : - Saluran Kabel (koaksial) - Serat Optik - Pasangan Kawat (Wire Pair) 2. Broadcast Channel : Kanal yang menghubungkan satu pemancar dengan beberapa penerima contoh : satelit Mode Transmisi : 1. Simplex: transmisi satu arah (one-way) 2. Full-duplex: transmisi dua arah secara bersamaan 3. Half-duplex: transmisi dua arah secara berantian

didalam penerima
Rekayasa bagaimana cara mendapatkan kembali informasi dari sinyal yang diterima meskipun sinyal yang diterima cacat Disini bisa terjadi proses de-coding, demodulation, penguatan dan / atau rekayasa lain (misalnya error detection & error correction) yang diperlukan agar informasi yang utuh bisa diperoleh

Block Diagram of A Communication System


All communication systems contain three main sub systems: 1. Transmitter 2. Channel 3. Receiver

Transmitter

Receiver

Eeng360 17

Gangguan dalam Transmisi


Sinyal yang diterima dapat berbeda dari sinyal yang dikirim Pada sistem transmisi analog terjadi degradasi/penurunan kualitas sinyal Pada sistem transmisi digital terjadi kesalahan bit (bit errors)
Signal yang di terima akan berisikan signal yang di transmisikan, modifikasi berbagai distorsi dan signal tambahan yang tidak di inginkan

Gangguan pada saluran transmisi dapat dibedakan atas : Random : yang tidak dapat diramalkan terjadinya diantaranya yaitu
Derau Thermal (Thermal Noise) Derau Impulse ( Impulse Noise) Bicara Silang (Cross Talk) Gema (Echo) Perubahan Sudut fasa Derau Intermodulasi Fading

Tak Random : terjadinya dapat diramalkan dan diperhitungkan, yang termasuk jneis ini adalah : Redaman atau distorsi redaman 18 delay

Noise
Noise merupakan setiap sinyal yang tidak diinginkan di dalam sirkit telekomunikasi Noise merupakan pembatas kinerja telekomunikasi yang utama Noise dapat dibagi ke dalam empat katagori: Thermal noise Intermodulation noise : akibat ketidak linearan sistem Crosstalk Impulse noise Impulse noise merupakan noise tidak kontinu yang terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau noise spikes berdurasi pendek dengan amplituda yang relatif tinggi

19

Thermal Noise
Thermal noise merupakan noise yang muncul pada seluruh media transmisi dan perangkat komunikasi akibat pergerakan elektron Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian) Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima Thermal noise dapat didekati oleh suatu white noise yang memiliki rapat spektral daya yang uniform pada spektrum frekuensi Thermal noise berbanding lurus dengan bandwidth dan suhu

20

Thermal Noise
Pn = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B T = suhu kerja absolut (dalam satuan Kelvin) Satuan Pn adalah dBW Note: Kelvin = Celsius + 273,15
Untuk penerima (receiver) yang bekerja pada suhu ruang (290 K), thermal noise pada receiver tersebut adalah: Pn = -228,6 dBW + 10 log 290 + NFdB +10 log BHz NF adalah noise figure dalam satuan dB

21

Noise Figure
NF = (S/N)in/(S/N)out NFdB = (S/N)dB input - (S/N)dB output Contoh
Suatu receiver memiliki noise figure 10 dB. S/N pada output adalah 50 dB, berapa S/N input? Jawab:

NFdB = (S/N)dB input - (S/N)dB output 10 dB = (S/N)dB input 50 dB (S/N)dB input = 60 dB


Apa yang dimaksud dengan thermal noise dan berapa thermal noise threshold Suatu receiver yang mempunyai noise figure 5 dB dan beroperasi pada suhu ruangan (300 K). Bandwidth receiver tersebut adalah 50 MHz,?
22

Contoh:
1. Misalnya ada suatu receiver yang memiliki temperatur derau (noise) 100 K dengan bandwidth 10 MHz, berapa level thermal noise pada output receiver tersebut? 2. Misalnya ada suatu amplifier dengan temperatur derau 10.000 K dan bandwidth 10 MHz, hitung level thermal noise di output!

3. Suatu receiver mempunyai noise figure 4 dB dan beroperasi pada suhu ruangan (290 K). Bandwidth receiver tersebut adalah 20 MHz, berapa thermal noise threshold?

23

Contoh:
1. Misalnya ada suatu receiver yang memiliki temperatur derau (noise) 100 K dengan bandwidth 10 MHz, berapa level thermal noise pada output receiver tersebut?
Jawab: Pn = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B = -228,6 dBW + 10 log 102 + 10 log 107 = -228,6 + 20 + 70 = -138,6 dBW

2. Misalnya ada suatu amplifier dengan temperatur derau 10.000 K dan bandwidth 10 MHz, hitung level thermal noise di output!
Jawab:
Pn = -228,6 dBW + 10 log 104 + 10 log 107 = -228,6 + 40 + 70 = -118,6 dBW

3. Suatu receiver mempunyai noise figure 4 dB dan beroperasi pada suhu ruangan (290 K). Bandwidth receiver tersebut adalah 20 MHz, berapa thermal noise threshold?
Jawab:
Pn = -228,6 dBW + 10 log 290 + NFdB +10 log BHz = -204 dBW + 4 dB + 73 dB = -127 dBW

24

Derau Impulse
Disebut juga spikes, yaitu tegangan yang tingginya lebih besar dibandingkan dengan tegangan derau rata-rata (steady state) Derau impuls terjadi karena berbagai macam sebab : Termasuk gangguan elektromanetik seperti petir atau kerusakan dalam sistem komunikasi Beberapa sumbernya antara lain perubahan tegangan pada saluran listrik yang berdekatan dengan saluran komunikasi data

DERAU INTERMODULASI
Dua sinyal dari saluran yang berbeda (intermodulasi) membentuk sinyal baru yang menduduki frekuensi sinyal lain Contohnya Hal ini dapat terjadi pada transmisi data dengan modem yang menggunakan 1 frekuensi untuk menjaga agar saluran sinkron selama data tidak dikirim, dan frekuensi ini dapat memodulasi sinyal yang ada disaluran lain Akan terjadi bila terdapat beberapa sifat tidak linier pada transmiter, receiver atau sistem transmisi yang menghalangi Sifat tidak liner di sebabkan karena berfungsinya komponen atau penggunaan kekuatan signal yang berlebihan

CROSTALK
Disebabkan oleh masuknya sinyal dari kanal lain yang berdekatan Contoh kita mendengar percakapan lain saat bicara Biasanya terjadi pada saluran telepon yang berdekatan atau dimultiplek Cross talk akan semakin jelas dan bertambah jika jarak yang ditempuh semakin jauh, atau sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar atau semakin tinggi frekuensinya Crostalk dapat terjadi bila

signal yang di harapkan disebarkan melalui gelombang micro Kopel elektrik diantara kabel twisted pair yang berdekatan

Crosstalk
Crosstalk terjadi akibat kopling antar dua jalur sinyal yang tidak diinginkan Ada dua tipe crosstalk:
Intelligible crosstalk
Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata yang dapat didengar (dari sumber yang tidak diinginkan) selama percakapan 7 detik

Unintelligible crosstalk
Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya
28

Gema (Echo)
Sinyal dipantulkan kembali Disebabkan perubahan impedansi pada rangkaian listrik Misalnya sambungan 2 kawat dengan diameter yang berbeda Perbedaan impedansi pada antena

Redaman (Attenuation)
Atenuasi = penurunan kekuatan signal Setiap kanal komunikasi bersifat meredam sinyal Kekuatan sinyal menurun sejalan dengan jarak, Semakin jauh jarak semakin berkurang signal Hal tersebut tergantung juga dengan media transmisi yang digunakan Media guide penurunan mengikuti fungsi algoritma / dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak Tiga pertimbangan membangun transmisi
Signal yang di terima harus cukup kuat sehingga signal dapat di deteksi Signal harus memiliki level yang lebih tinggi di banding derau untuk dapat diterima tanpa kesalahan

Redaman adalah fungsi yang meningkat dari frekuensi . Sinyal-sinyal berfrekuensi tinggi akan lebih teredam dibandingkan sinyal-sinyal berfrekuensi rendah

30

DISTORSI DELAY
Sinyal umumnya terdiri atas banyak frekuensi. Masing-masing frekuensi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama sehingga tiba di penerima pada waktu yang berlainan. Tundaan yang terlalu besar sehingga menimbulkan kesalahan pada waktu transmisi Distorsi terjadi karena kecepatan penyebaran sebuah signal melewati medium guided berbeda dengan frekuensi Efek ini menunjuk pada distorsi tunda yang berakibat signal yang di terima mengalami distorsi karena berbagai penundaan yang di alami pada pemilih frekuensi

Distorsi fasa
Waktu yang diperlukan oleh sinyal untuk melewati kanal komunikasi disebut delay Delay absolut adalah adalah delay yang dialami sinyal ketika melewati kanal pada suatu frekuensi referensi Di lain pihak, waktu propagasi sinyal yang frekuensinya berbeda akan berbeda pula
Kondisi ini ekivalen dengan pergeseran fasa Jika pergeseran fasa terjadi pada seluruh frekuensi yang terkandung pada sinyal komunikasi, maka sinyal output akan sama dengan sinyal input Sebaliknya apabila pergeseran fasa tidak linier dengan frekuensi maka sinyal output akan terdistorsi

Distorsi delay disebut juga distorsi fasa Distorsi akibat delay ini biasanya dinyatakan dalam milisecond atau microsecond di sekitar frekuensi referensi
32

Derau (Noise)
Merupakan sinyal tambahan (yang tidak diinginkan) yang disisipkan antara perangkat pengirim dan penerima Jenis-jenis derau:
Thermal
Dikarenakan pancaran panas dari elektron Terdistribusi dengan Uniform Sering disebut white noise Sinyal yang merupakan penjumlahan dan perbedaan frekuensi yang orisinil melakukan sharing medium Sinyal dari suatu jalur telekomunikasi terdengar oleh orang lain lonjakan tajam atau pulsa yang tidak biasanya Contoh: inteferensi elektromagnetik dari luar Durasinya pendek Amplitudonya tinggi

Intermodulasi

Bicara Silang (Crosstalk) Impuls

33