Anda di halaman 1dari 31

KTPM CIANJUR 2010

PEMERINTAH SEPENUHNYA MENGELOLA IRIGASI SEBELUM 1984

SWASEMBADA PANGAN 1984

PENURUNAN KUALITAS & KUANTITAS IRIGASI

KRISIS MONETER 1997

IPAIR TIDAK DIKELOLA PETANI & PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TDK ADA KETERLIBATAN PETANI

PELAKSANAAN IPAIR DAN PENYERAHAN PIK (PENYERAHAN IRIGASI KECIL kpd P3A (<500 Ha)) 1987

ADANYA PERUBAHAN SISTEM PEMERINTAH

UU NO. 22 THN 1999 TTG OTDA INPRES NO. 3 THN 1999 TTG PKPI PP NO. 7 THN 2001 TTG IRIGASI

UU NO 32 THN 2004 TTG KEWENANGAN PEMERINTAHAN UU NO. 7 THN 2004 TTG SDA PP NO. 20 THN 2006 TTG IRIGASI

PENGELOLAAN IRIGASI PAARTISIPATIF

KEBIJAKAN PENGELOLAAN IRIGASI

KATA KUNCI

SWADAYA DAN GOTONG ROYONG

PEMERINTAH LSM PETANI PIHAK2 YG PEDULI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN IRIGASI

KRISIS MONETER 1997

IPAIR TIDAK DIKELOLA PETANI & PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TDK ADA KETERLIBATAN PETANI

PELAKSANAAN IPAIR DAN PENYERAHAN PIK (PENYERAHAN IRIGASI KECIL kpd P3A (<500 Ha)) 1987

KATA KUNCI

SWADAYA DAN GOTONG ROYONG

PEMERINTAH LSM PETANI PIHAK2 YG PEDULI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN IRIGASI

tahun 1997 Program reformasi kelembagaan melalui Program Water Resources Sector Adjustment Loan (WATSAL, Loan No 4469IND) yang pembiayaannya didukung oleh Bank Dunia

Java Irrigation Improvement and Water Management Project (JIWMP, Loan No. 3762-IND)

Indonesia Water Resources and Irrigation Reform Implementation Project (IWIRIP, TF NO 027755)

kualitas sumber daya manusia kondisi pelayanan dan penyediaan infrastruktur Kuantitas dan kualitas kesenjangan pembangunan antar daerah

JIWMP IWIRIP

Water Resources and Irrigaton Sector Management Project

WISMP

Program Pemberdayaan (Capacity Building) pengembangan dan pengelolaan Sumber Daya Air Bank Dunia dengan Loan 4711-IND/kredit 3807-IND/hibahTF 052124 biaya pendamping dari Pemerintah Indonesia

TRIGGER (pemicu) dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA.

Program PPSIP-WISMP Tahun Anggaran 2006 - 2009 menggunakan kebijakan perundangan sebagai pegangan dasar untuk pelaksanaan PPSIP, adalah seperti :

Undang Undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air Undang Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007, Tentang Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan Menteri PU No. 30/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipasif.
Peraturan Menteri PU Np. 31/PRT/M/2007, Tentang Pedoman Komisi Irigasi Peraturan Menteri PU No. 32/PRT/M/2007, Tentang Pedoman Operasi dan Pemeriharaan Jaringan Irigasi. Peraturan Menteri PU No. 33/PRT/M/2007, Tentang Pedoman Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Keputusan Menteri PU No. 390/PRT/2007, Tentang Penetapan Status Daerah Irigasi Yang pengelolaannya Menjadi Wewenang dan Tanggungjawab Pemerintah,Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Water Resources and Irrigaton Sector Management Project

WISMP
Penguatan dalam organisasi yang dilakukan secara demokratis hingga memiliki status hukum yang jelas atau berbadan hukum sesuai kebutuhannya dan mempunyai hak dan tanggung jawab atas pengelolaan irigasi di wilayahnya; Upaya meningkatkan fungsi kelembagaan/organisasi petani dan memfasilitasi organisasi/lembaga melalui pengembangan kemampuan dan kemandirian petani di bidang teknis, keuangan, managerial, administrasi dan kepengurusan organisasi sehingga dapat mengelola daerah irigasi secara mandiri dan berkelanjutan secara dinamis dan bertanggung jawab.
2/2/2013

LINGKUP PEMBERDAYAAN
Penguatan Kelembagaan Petani Pembentukan Organisasi Petani P3A yang berbadan hukum

Peningkatan Kemampuan P3A melalui Pengembangan Organisasi P3A


pengembangan aspek kelembagaan, teknis, dan keuangan kelembagaan.

2/2/2013

Peningkatan kemampuan kelembagaan yang diharapkan tercapai antara lain sebagai berikut :

Tertib administrasinya (ada peta jaringan irigasi, buku anggota, program kerja dan sebagainya). Keaktifan dalam pertemuan dan kegiatan untuk pening katan sumber daya manusia maupun organisasi Kemampuan mengatasi masalah organisasi, mengatasi konflik antar anggota atau dengan pihak luar. Mempunyai kemampuan menjalin hubungan kerja deng an pihak lain (lembaga lain).

2/2/2013

Peningkatan kemampuan teknis yang diharapkan tercapai antara lain dalam hal sebagai berikut:
a. Memiliki jaringan irigasi yang terpelihara dan berfungsi baik; b. Mampu membuat Rencana Tata Tanam Detail dan Rencana Pembagian Air setiap tahun; c. Dapat memberi rasa keadilan kepada anggota (hulu dan hilir) dalam pembagian air; d. Dapat memecahkan masalah, menekan/meredakan konflik pembagian air diantara anggota atau dengan pihak luar; e. Perkumpulan petani pemakai air dapat berpartisipasi pada kegiatan PPSIP jaring an sekunder dan primer serta dapat melaksanakan berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan tanpa alatalat berat, dan hasil keuntungannya dapat mnambah kas organisasi; f. Meningkatkan dan mempertahankan intensitas tanaman pada tingkat yang opti mal dengan pengaturan air yang efisien; g. Memperkecil perbedaan produktivitas hasil tanaman daerah hulu dan hilir melal ui pengaturan air yang adil; h. Meningkatkan produktivitas hasil tanaman dari waktu ke waktu dan mempertah ankannya pada tingkat yang optimal melalui pengaturan air yang baik dan ef isien.
2/2/2013

Peningkatan kemampuan ekonomi yang diharapkan tercapai antara lain dalam hal :

a. Menghimpun IPI 50% dari Angka Kebutuhan Nyata Operasional & Pemeliharaan (AKNOP) jaringan tersier, serta memiliki kema mpuan partisipasi pada jaringan sekunder dan primer; b. Menggerakkan anggotanya di atas 70% untuk memberikan kont ribusi iuran pengelolaan irigasi; c. Memiliki usaha ekonomi produktif (UEP) yang mandiri dan diberi kepercayaan atau diakui pihak lain untuk memungkinka n dalam mengakses ke berbagai lembaga pembiayaan (misalny a untuk berhubungan dengan bank) dalam bantuan permoda lan yang hasil keuntungannya dapat menambah kas organisasi.

2/2/2013

Fasilitator pelaksanaan pemberdayaan P3A dapat terdiri dari : 1. Kelompok Pemandu Lapangan (KPL), yaitu tenaga dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah yang bertugas di lapangan yang terdiri dari unsur pertanian, unsur pengairan/sumber daya air dan unsur lain dari kecamatan/desa yang mempunyai tugas pokok memfasilitasi program pemberdayaan P3A; 2. Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang mempunyai fungsi dan peran sebagai motivator, mediator dan fasilitator yang diperlukan hanya selama periode tertentu sesuai dengan kebutuhan; 3. Unsur lain yang terkait dalam bidang kelembagaan. Bidang teknis dan keuangan sesuai dengan kebutuhan.

2/2/2013

A. Aspek Kelembagaan 1. P3A sudah berbadan hukum atau memperoleh pengesahan dari dinas atau pejabat yang berwenang. 2. Tersusun Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK), yang terdiri dari data berkaitan dengan wilayah kerja irigasi masingmasing (jaringan tersier/jaringan ir igasi tingkat usaha tani/jaringan irigasi desa) dan organis asi P3A. 3. Adanya rencana kerja P3A. 4. Adanya penigkatan kinerja kelembagaan P3A, yaitu peni ngkatan kemampuan pengelolaan administrasi dan keuan gan, pendanaan, pengurus, rasio antara kebutuhan dana pengelolaan irigasi dengan iuran yang terkumpul dan usaha lain untuk mencukupi kebutuhan pengelolaan irigasi secara mandiri dan berkelanjutan.

2/2/2013

B. Aspek Teknis 1. Peningkatan kualitas kondisi fisik dan fungsi jaringan irigasi. 2. Peningkatan pelayanan air irigasi yaitu peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan air irigasi secara adil dan merata, serta kemampuan teknis pengelolaan jaringan irigasi. 3. Peningkatan upaya penertiban pengambilan air secara Liar. 4. Penurunan intensitas konflik dan banyaknya permasalahan. 5. Perkembangan pertanian yaitu peningkatan intensitas tanam, luas tanam dan peningkatan produksi.
2/2/2013

C. Aspek Ekonomi 1. Adanya Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI), yang merupakan kontribusi dari anggota 2. Adanya potensi pembentukan usaha ekonomi produktif yang mandiri dan diberi kepercayaan atau diakui pihak lain untuk memungkinkan dalam mengakses ke berbagai lembaga pembiayaan (misalnya untuk berhubungan dengan bank) dalam bantuan permodalan yang hasil keuntungannya dapat menambah kas organisasi
2/2/2013

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Daerah Irigasi Cihea Cibalagung Ciheulang Susukan Gede Cipadang Cibeleng Cisalak Batusahulu Leuwi Bokor Ciraden Leuwi Leungsir Nagrog Cilumut Pasir Kerud Cikawung Leuwi Sodong

Kecamatan Bojong Picung, Ciranjang Mande, Karangtengah, Sukaluyu Karangtengah, Sukaluyu Cibeber Gekbrong, Warungkondang, Cilaku Sukaresmi, Cikalongkulon Cikalongkulon Cikalongkulon Pagelaran, Tanggeung Pagelaran Kadupandak Takokak

Kewenangan Pusat Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Total

Total Luas Areal (Ha) 5.484 1.106 1.510 1010 1.797 918 587 809 942 863 947 551 16.524

DATA HASIL PENDAMPINGAN TPM/KTPM TAHUN 2006 - 2010


No. KABUPATEN/ NAMA DAERAH IRIGASI Luas Areal (ha) Kecamatan/ Desa Nama GP3A/P3A Jumlah Pengurus GP3A Status Legalitas GP3A Jumlah P3A AD/ART 1 Cihea 5.484 Bojong Picung Haur wangi GP3A Tirta Walatra GP3A Sejahtera GP3A Sariksa Karya 6 6 21 21 Badan Hukum BB Status Perkembangan Organisasi GP3A/P3A SDB SB Kerjasama Pengelolaan Irigasi Sudah Belum Pelaksanaan PSETK Sudah Belum

Ciranjang 2 3 Susukan Gede Ciheulang 1,010 1,510 Cibeber Karang Tengah Sukaluyu 4 Cipadang Cibeleng 1,797 Warungkondang Cilaku Gekbrong 5 6 Leuwi Bokor Cisalak Batusahulu 587 957 Cikalong Kulon Sukaresmi Cikalong Kulon 7 8 Ciraden Leuwi Lengsir Leuiwi Sodong 809 551 Cikalong Kulon Takokak

Sabanda

6 6 6

24 9 9

GP3A Mahi Cai GP3A Karang Luyu

GP3A Assalam

12

GP3A Putra Cikundul GP3A Sukatani

9 6

3 7

GP3A Kayungyun GP3A Karya Saluyu IP3A Tirta Banyu : Cahya

12 8

8 3

Cibalagung

1,106

Mande

15

Sukaluyu

GP3A Perdanacahya GP3A Dwicahya GP3A Tricahya

7 7 7 8 6 3 7

10 11

Cikawung Cilimut Pasir Kerud

947 863

Kadupandak Pagelaran Tanggeung

GP3A Sauyunan GP3A Tirta Mukti

12

Nagrog

942

Tanggeung

GP3A Sauyunan

11

Sub

12 Daerah Irigasi

16,563

16 Kec.

2 IP3A + 16 GP3A

132

144

18

18

18

11

REKAPITULASI TPM/KTPM TAHUN 2006 - 2010


Tahun 2010 NO. Kegiatan TAHUN 2006 *) TAHUN 2007 TAHUN 2008 Tahun 2009

TPM 1 Pengadaan TPM 26

KTPM 2

TPM 12

KTPM 1

TPM 12

KTPM 1

TPM KTPM TPM 20 1 5

KTPM 1

2/2/2013

2/2/2013

2/2/2013

Terjadinya proses mutasi internal di lingkungan pengelola WISMP, baik di Bappeda, Dinas PSDAP, maupun Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Biaya pembuatan PERDA Irigasi cukup mahal, terutama untuk rapat pembahasan dengan DPRD (diperkirakan sekitar Rp 150 jt sampai Rp 250 jt). Masa tugas yang tersedia bagi TPM/KTPM, saat ini tidak seiring dengan Bobot kerja yang dibebankan kepadanya, termasuk honor dan biaya transportasi yang diterima, akibatnya proses pendampingan dalam rangka pemberdayaan P3A/GP3AIP3A, sehingga proses pendampingannya tidak optimal. Peran Komir pada kegiatan WISMP APL I, belum berjalan maksimal, misalnya Komir belum terlibat secara langsung dalam kegiatan PSETK, Design dan Konstruksi Partisipatif.

2/2/2013

2/2/2013

Wah... Siswa SMP di Jombang Bentuk Polisi Air


10 Februari 2011

Anda pembaca berita ke 101 Surabaya, 8/2 (republika.co.id 08/02/2011) - Siswa SMP Negeri 1 Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membentuk satuan tugas polisi air seiring dengan semakin menurunnya fungsi mata air di sekitar sekolahan mereka. \\\"Hal itu sebagai upaya penyelematan lingkungan dan sumber-sumber air di Wonosalam,\\\" kata Koordinator \\\"Brantas Community\\\", Amirudin Mutaqin, di Surabaya, Selasa (8/2). Polisi air itu, jelas dia, merupakan tim penyelamatan sungai yang anggotanya adalah para sukarelawan dari siswa SMP Negeri 1 Wonosalam. Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Panglungan, Wonosalam, juga membentuk kelompok pelestari lingkungan. \\\"Mereka melestarikan 2,5 hektare areal hutan di Sumber Beji. Di hutan itu banyak terdapat mata air yang dimanfaatkan masyarakat desa setempat dan dijadikan laboratorium alam sekolah,\\\" katanya. Mereka juga sudah mengidentifikasi jenis-jenis tanaman dalam radius 200 meter di sekitar mata air. Kegiatan mereka selama ini juga bermanfaat dalam penyelamatan 44 mata air di Kecamatan Wonosalam. Kegiatan penyelamatan dilakukan dengan membentuk pola kemitraan pelestarian mata air yang melibatkan semua sekolah di Kecamatan Wonosalam, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jombang, pemerintah Desa Panglungan, dan masyarakat setempat.

Para murid di Kecamatan Wonosalam tergabung dalam \\\'Brantas community\\\'. Sebelumnya mereka menemui Gubernur Jatim Soekarwo di kantor Pemprov Jatim. Gubernur mendukung kegiatan para siswa asal Jombang dan aktivis lingkungan lainnya yang tergabung dalam \\\'Brantas Community\\\' dalam menyelamatkan Sungai Brantas dan Kali Surabaya.
Di Sungai Brantas, mereka melakukan kegiatan patroli sepeda, dokter sungai, karbon bank bantaran, hutan tani bantaran, sensus serangga air, surat cinta untuk Brantas, \\\'river deffender\\\', Garda Brantas, ekowisata sungai, penjaga mata air, dan pendokumentasian keanekaragaman hayati tanaman mata air. Amirudin mengungkapkan, selama sepuluh tahun terakhir, setiap harinya sekitar 350 ton limbah cair dibuang oleh 400 industri di daerah aliran sungai (DAS) Brantas. Di daerah hulu, tepatnya di Kota Batu dari 111 mata air pada tahun 2000, kini tinggal 56 titik mata air. \\\"Di Jombang, Kediri, dan Mojokerto banyak jembatan ambles dan tanggul Sungai Brantas bergeser akibat maraknya penambang pasir liar,\\\" katanya.

Pendahuluan Pemanasan Global

Saat Ini & Yang Diharapkan


Permasalahan Lemahnya manajemen air Implikasi matangnya Kondisi Belum
Musim Hujan Banjir Hilang peluang rencana Kurang ekonomi budaya hemat air Musim Kemarau Kurang Air Mutu Ketidak-adilan akses air permukaan menurun Kerusakan lingkungan
Eksploitasi air tanah

Yang Diharapkan

Saat Ini

manajemen SDA tidak Arti ekonomi air dayabanjir dan kekeringan ada air Akses merata terhadap air Mantabnya 2.bersih dan sanitasi Terencananya antisipasi terhadap perubahan iklim perencanaan Lingkungan hidup terjaga RAN MAPI dijadikan menghadapi perubahan pedoman iklim Pembangunan ekonomi 3. Membudayanya budaya hemat Tumbuhnya berjalan baik karena air, hemattermasuk menjaga air tumbuhnya lapangan kerja lingkungan sungai bersih Ketahanan nasional tangguh

Indikator Keberhasilan Kondisi penguatan 1. Terjadinya Kontribusi sumber Terkelolanya

Kesimpulan
KESIMPULAN 1. Pemberdayaan P3A merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan irigasi bagi petani pemakai air yang tergabung dalam wadah organisasi P3A, baik di Jaringan Irigasi Tersier/Jaringan Irigasi Tingkat Usa ha Tani (JITUT) maupun pada Jaringan Irigasi Desa (JIDES).

2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007, mengamanatkan bahwa kegiatan pembinaan dan pengembangan Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A) menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian dan Berkoordinasi dengan Lembaga Terkait lainnya. 3. Tirta Walatra Tani Sejahtera

Pendahuluan Pemanasan Global