Anda di halaman 1dari 22

Laporan Kasus Fraktur Suprakondiler

Pembimbing : dr. Idrus,Sp.OT dr. Erwin Era Oleh : I Wayan Erik Hendrawan Program Pendidikan Dokter Muda SMF Bedah RSUD Dr. R Koesma Tuban Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 2012

PENDAHULUAN Fraktur Suprakondiler

Fraktur suprakondiler humeri adalah fraktur yang terjadi pada bagian sepertiga distal tulang humerus setinggi kondilus humeri tepat proksimal troklea dan capitulum humeri, yang melewati fossa olekrani
Fraktur ini sering terjadi pada anak anak, yaitu sekitar 65 % dari seluruh kasus patah tulang lengan atas. Mayoritas fraktur suprakondiler pada anak anak terjadi pada usia 3 10 tahun, dengan puncak kejadiannya pada usia 5 dan 7 tahun. Dan biasanya paling sering ditemukan pada anak laki laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 2 :1

Patofisiologis

Daerah suprakondiler humeri merupakan daerah yang relatif lemah pada ekstremitas atas. Di daerah ini terdapat titik lemah, dimana tulang humerus menjadi pipih disebabkan adanya fossa olecranon di bagian posterior dan fossa coronoid di bagian anterior. Fraktur terjadi akibat bertumbu pada tangan terbuka dengan siku agak fleksi dan lengan bawah dalam keadaan pronasi. Sebagian besar garis fraktur berbentuk oblique dari anterior ke kranial dan keposterior dgn pergeseran fragmen distal ke arah posterior kranial. Pergeseran : - angulasi ke anterior dan medial dengan pemisahan fragmen fraktur - tidak adanya kontak antara fragmen, kdg2 pergeserannya cukup besar ujung fragmen distal yang tajam bs menusuk & merusak m.brachialis, n.radialis, n medianus.

GEJALA KLINIS
Sakit ( pain ), pasien biasanya akan menahan lengan dalam posisi pronasi dan menolak untuk fleksi karena nyerinya. Bengkak ( swelling ) pada sendi siku Deformitas pada sendi siku Denyut nadi arteri radialis yang berkurang (pulsellessness ) Pucat ( pallor ) Rasa kesemutan ( baal, paresthesia ) Kelumpuhan ( paralisis )

Dikenal dua tipe fraktur suprakondiler humeri berdasarkan fragmen distal, yaitu : 1. Tipe posterior ( tipe ekstensi ) Tipe ekstensi merupakan 99 % dari seluruh jenis fraktur suprakondiler humeri. Pada tipe ini fragmen distal bergeser kearah posterior. 2. Tipe anterior ( tipe fleksi ) Tipe anterior ( tipe fleksi ) hanya merupakan 1 2 % dari seluruh fraktur suprakondiler humeri. Disini fragmen distal bergeser kearah anterior.

Klasifikasi Type I Gartland type I : undisplaced Type II Gartland type II : partially displaced Type III Gartland type III : complete displaced

Type 1

Type 2

Type 3

Pemeriksaan fisik
1. Tipe ekstensi sendi siku dalam posisi ekstensi, daerah siku tampak bengkak 2. Tipe fleksi posisi siku fleksi (semifleksi), dengan siku yang bengkak dengan sudut jinjing yang berubah. 3. Gangguan sirkulasi perifer dan lesi pada saraf tepi, spt warna kulit, palpasi pulsasi, temperatur, waktu dari capilarry refill

4. Lesi n. Medianus tidak bs oposisi ibu jari dengan jari lain


5. Lesi Cabang n.medianus yaitu n. Interosseus anterior, ketidakmampuan jari I dan II untuk melakukan fleksi (pointing sign). 6. Lesi n. Radialis, tidak mampu melakukan ekstensi ibu jari dan ekstensi

jari lainnya pada sendi metakarpofalangeal.


7. Lesi n. Ulnaris , Tidak bisa abduksi dan aduksi jari jari

Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan, lokasi serta ekstensi fraktur. Tujuan pemeriksaan radiologis:

Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi Untuk konfirmasi adanya fraktur Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya Untuk menentukan teknik pegobatan Untuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler

Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang


Untuk melihat adanya benda asing, misalnya peluru

Penatalaksanaan
1. Terapi Konservatif Indikasi : pada undisplaced/minimally dispaced fractures Prinsipnya adalah reposisi dan immobilisasi Pada undisplaced fracture hanya dilakukan immobilisasi dengan elbow fleksi selama tiga minggu Kalau pembengkakan tidak hebat dapat dicoba dilakukan reposisi dalam narkose umum. Pemasangan gips dilakukan dengan lengan bawah dalam posisi pronasi bila fragmen distal displaced ke medial dan dalam posisi supinasi bila fragmen distal displaced ke arah lateral. Bila reposisi berhasil biasanya dalam 1 minggu perlu dibuat foto rontgen kontrol Kalau dengan pengontrolan radiologi haslinya sangat baik, gips dapat dipertahankan dalam waktu 3 minggu. Setelah itu gips diganti dengan mitela dengan maksud agar pasien bisa melatih gerakan fleksi ekstensi dalam mitela. Umumnya penyembuhan fraktur suprakondiler ini berlangsung cepat dan tanpa gangguan. 2. Operatif Indikasi Operasi : 1. Displaced fracture 2. Fraktur disertai cedera vaskular 3. Fraktur terbuka

KOMPLIKASI -Iskemik Volkman Terutama terjadi pada fraktur suprakondiler humeri tipe ekstensi. Iskemik yang terjadi karena adanya obstruksi sirkulasi vena karena verban yang terlalu ketat, penekanan gips atau fleksi akut sendi siku. Disamping terjadi pula obstruksi pembuluh darah arteri yang menyebabkan iskemik otot dan saraf lengan bawah. -Malunion, contohnya Gunstock deformity

Gunstock Deformity

Iskemia volkmann

LAPORAN KASUS

A.IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Pekerjaan Suku Bangsa B.ANAMNESA : Tuban : Islam :: Jawa

: An H : 11 tahun : Laki-laki

Anamnesa di Poli Orthopedi (19 Desember 2012) Keluhan utama : nyeri pada siku kiri Riwayat penyakit sekarang : nyeri pada siku kiri karena terjatuh saat berlari sekitar jam 10 pagi tadi, saat kejadian sadar, pusing (-), mual (-), muntah (-) Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit keluarga : -

C.PEMERIKSAAN FISIK

Status generalisasi Kesadaran Tensi Nadi RR : composmentis : 110 / 80 mmHg : 88 x/menit : 24 x/menit

Suhu
BB Kepala / leher a/i/c/d pupil isokor reflek cahaya Thoraks inspeksi

: 36,8C
: 20 kg : -/-/-/: +/+ : +/+

: simetris, jejas -

palpasi
perkusi auskultasi Jantung

:gerakan nafas simetris, nyeri tekan (-)


: sonor : Rh -/Wh -/: S1S2 tunggal

Abdomen inspeksi auskultasi palpasi perkusi

: flat : bising usus (+) : supel, nyeri tekan (-) : timpani

Ekstremitas akral hangat


+ +

:+ + : + -

edema

Status Lokalis - Didapatkan tanda-tanda patah tulang pada lengan atas kiri Inspeksi : luka ( - ) oedem (+) deformitas ( - ) palpasi :nyeri tekan (+) movement :nyeri gerak (+)

RADIOLOGI

E.DIAGNOSIS Closed Fraktur Supracondiler Humeri (S) Gartland I USUL TERAPI - Pasang gips spalk (posterior splint)
F.

Anda mungkin juga menyukai