Anda di halaman 1dari 19

Trauma Kepala

Elisabeth Erna Sally

Definisi
Cedera kepala (trauma kapitis) adalah cedera

mekanik yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang mengakibatkan luka di kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak dan kerusakan jaringan otak itu sendiri serta mengakibatkan gangguan neurologis.

Gejala Klinis Trauma Kapitis


1. Battle sign (warna biru atau ekhimosis dibelakang telinga di atas os mastoid) 2. Hemotimpanum (perdarahan di daerah membran timpani telinga) 3. Periorbital ecchymosis (mata warna hitam tanpa trauma langsung) 4. Rhinorrhoe (cairan serebrospinal keluar dari hidung) 5. Otorrhoe (cairan serebrospinal keluar dari telinga)

Kapitis dengan Skala Koma Glasgow


Trauma Kapitis Ringan Trauma kapitis ringan adalah trauma kepala dengan SKG 14-15. 2. Trauma kapitis sedang adalah trauma kepala dengan SKG 9-13. 3. Trauma kapitis berat adalah trauma kepala dengan SKG 3-8 dimana terdapat penurunan derajat kesadaran secara progresif (koma).
1.

Pemeriksaan Radiologi
Yang dapat dilakukan pada pasien dengan trauma kapitis adalah : a. Foto polos kepala - Pemeriksaan ini untuk melihat pergeseran ( displacement) fraktur tulang tengkorak,tetapi tidak dapat menentukan ada tidaknya perdarahan intrakranial. - Fraktur pada tengkorak dapat berupa fraktur impresi (depressed fracture), fraktur linear fraktur diastasis (traumatic suture separation).

Fraktur impresi biasanya disertai kerusakan jaringan otak dan pada foto terlihat sebagai garis atau dua garis sejajar dengan densitas tinggi pada tulang tengkorak.

fraktur linear terlihat sebagai garis radiolusen, paling sering di daerah parietal. Garis fraktur biasanyal ebih radiolusen daripada pembuluh darah dan arahnya tidak teratur.

Fraktur diastasis lebih sering pada anakanak dan terlihat sebagai pelebaran sutura.

b.

CT-Scan Indikasi CT-Scan : - Bila secara klinis (penilaian GCS) didapatkan klasifikasi trauma kapitis sedang dan berat. - Trauma kapitis ringan yang disertai fraktur tengkorak - Adanya kecurigaan dan tanda terjadinya fraktur basis kranii. - Adanya defisit neurologi, seperti kejang dan penurunan gangguan kesadaran. - Sakit kepala yang hebat - Adanya tanda tanda peningkatan tekanan intrakranial atau herniasi jaringan otak

Radiologis pada Perdarahan Trauma Kapitis


1.

Hematom epidural - Letak epidural yaitu adanya tulang tengkorak dan duramater. Terjadi akibat pecahnya arteri meningea media atau cabang cabangnya. - Kejadiannya biasanya akut, dengan adanya lucid interval, peningkatan TIK dan gejala lateralisasi. - Pemeriksaan CT-Scan menunjukkan ada bagian hiperdens yang bikonveks dan LCS biasanya jernih. - Penatalaksanaannya yaitu tindakan evakuasi darah (dekompresi) dan pengikatan pembuluh

2.

Hematom subdural - letak subdural yaitu di bawah duramater. Terjadi akibat pecahnya bridging vein, gabungan robekan bridging vein dan laserasi piamater serta arachnoid dari kortex cerebri. - perdarahan subdural akut terjadi <72 jam - perdarahan subdural subakut terjadi dari hari ke3 sampai 3 minggu - perdarahan subdural kronis terjadi setelah 21 hari atau lebih. - pemeriksaan CT-Scan terdapat bagian hipodens yang berbentuk cresent di antara tabula interna dan parenkim otak. Juga terlihat bagian isodens dari midline yang bergeser.

3.

Perdarahan Subaraknoid. Ekstravasasi darah ke dalam rongga subaraknoid yang terdapat di antara lapisan piamater dan membran araknoid. Etiologinya adalah pecahnya aneurisma intrakranial (berryaneurism).

4.

Perdarahan Intraserebral Perdarahan intraserebral merupakan penumpukan darah pada jaringan otak yangsemakin lama semakin banyak dan menimbulkan tekanan pada jaringan otak sekitar.

5. Perdarahan Intraventrikuler

Penatalaksanaan
a. Observasi GCS b. O2 c. NaCl 0,9% (30-40 cc/KgBB per hari)
d. Antibiotik e. Analgesik f. Antagonis H2 reseptor g. Manitol, antikonvulsan h. Pasang NGT, kateter

TERIMA KASIH