Anda di halaman 1dari 74

ASI, ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI

Dr. Benny Soegianto, MPH


Disampaikan Dalam Pertemuan Peminat Masalah Gizi Balita di Kabupaten Sidoarjo, 30 Oktober 2008

KABUPATEN SIDOARJO
PENDUDUK 1.700.000 ORANG IBU HAMIL 31.000 ORANG IBU MENETEKI 60.000 ORANG BAYI LAHIR 29.000 ORANG BALITA 100.000 ORANG POSYANDU 1658 BUAH

KABUPATEN SIDOARJO
JUMLAH BUAH DADA AKTIF MEMPRODUKSI ASI 60.000 PASANG BUAH DADA PRODUKSI ASI BERKISAR 500 ml/HARI KANDUNGAN ASI 65 Kal/100 ml 1 Kg SUSU FORMULA 4500 Kal Rp.50.000 TOTAL PRODUKSI POTENSIAL PER TAHUN DI KAB. SIDOARJO 365 X 60.000 X 500 ml X 65 Kal 711.750.000.000 Kal 158.166.667 Kg SUSU FORMULA Rp. 7.908.333.350.000

MENGAPA SEBAIKNYA ANAK DIBERI AIR SUSU IBU (ASI)


SUMBER MAKANAN BERGIZI SEIMBANG YANG MURAH DAN HIGIENIS BAGI BAYI SUMBER IMUNITAS TUBUH BAGI BAYI, KARENA MENGANDUNG SEL DARAH PUTIH (LIMFOSIT) DAN ANTIBODI MERUPAKAN SARANA PEMBENTUKAN JIWA SANTUN BAGI BAYI, KARENA AKAN TERJADI HUBUNGAN KASIH SAYANG IBU & BAYI YANG INTENSIF SAAT MENETEKI SECARA EKONOMIS MURAH SIAP PAKAI SETIAP SAAT & SUHUNYA SUDAH SESUAI DENGAN KONDISI PENCERNAAN BAYI

FAKTA SAAT BAYI LAHIR


Pada umumnya bayi lahir dg BB normal ( 2,5 kg) Pada umumnya saat bayi lahir, ASI belum keluar Pada umumnya bayi menangis saat lahir Pada umumnya untuk menenangkan bayi yang menangis, ketika ASI belum keluar, bayi diberi sesuatu yang bukan ASI Pada umumnya ketika ASI belum keluar, tidak ada usaha untuk menetekkan bayi ke buah dada ibu Pada umumnya ASI yang keluar pertama, dianggap terlalu sedikit, sehingga diberikan tambahan sesuatu yang bukan ASI Pada umumnya bayi normal, berat badannya akan menurun sampai 500 gram, antara hari ke 1 s/d hari ke 4, selanjutnya berat badannya akan meningkat kembali

RAHASIA DIBALIK FAKTA SEKITAR KELAHIRAN BAYI


Bayi menangis untuk mengembangkan alveoli paru agar udara masuk dan mencegah terjadinya ISPA Bayi menangis agar ditetekkan ke buah dada gerakan bibir & lidah memerah buah dada akan memancing produksi ASI dan mencegah perdarahan rahim setelah lepasnya plasenta Bayi sehat mempunyai cukup cadangan energi (lemak) untuk metabolisme selama 24 jam, menunggu keluarnya ASI Bayi sehat mempunyai cukup cairan untuk metabolisme tubuh selama 24 jam, menunggu keluarnya ASI Bayi sehat mempunyai volume lambung sebesar 10 ml / kg BB Areola mamae pada saat post partum penuh dengan koloni lacto bacilus & bifida merupakan Probiotik untuk mengisi pencernaan bayi menangkal kuman patogen

PENCERNAAN BAYI
DI DALAM RAHIM, PENCERNAAN MASIH DALAM PROSES PERTUMBUHAN MAKANAN DILEWATKAN TALI PUSAT LANGSUNG KE DALAM PEMBULUH DARAH PADA SAAT MENJELANG KELAHIRAN, JANIN MULAI MELAKUKAN SEDIKIT GERAKAN MENELAN AIR KETUBAN, AIR KETUBAN STERIL USUS BAYI STERIL PADA SAAT PERSALINAN JALAN LAHIR TIDAK STERIL MENCEMARI PENCERNAAN BAYI BAYI MENJILATI AREOLA MAMAE KAYA DENGAN BAKTERI BERMANFAAT LAKTO BASILUS MELINDUNGI PENCERNAAN BAYI & MENCEGAH DIAREA

KANDUNGAN KOLOSTRUM & ASI


Vitamin A perlindungan tubuh Pencahar keluarkan meconium (tahi gagak) agar anak tidak jadi kuning dan cacat mental Laktoferin agar zat besi tidak dicuri bakteri Bifidus faktor memberi makan utuk bakteri bersahabat agar menekan bakteri jahat Faktor pertumbuhan mendorong sel usus agar cepat matang tak mudah ditembus kuman & cegah alergi Sel darah putih & antibodi Protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin

PERKEMBANGAN NEUROLOGIS & KESESUAIAN JENIS MAKANAN YG DAPAT DIKONSUMSI OLEH BAYI
USIA (BLN) 06 REFLEKS/ KEMAMPUAN MAKANAN YANG DAPAT DIKONSUMSI LIQUIDS

SUCKLE/SUCK & SWALLOW

47

EARLY MUNCHING, INCREASED STRENGTH OF SUCK MOVEMENT OF GAG REFLEX FROM MID TO POSTERIOR 1/3 OF TONGUE

PUREED FOODS, CRACKERS

PERKEMBANGAN NEUROLOGIS & KESESUAIAN JENIS MAKANAN YG DAPAT DIKONSUMSI OLEH BAYI
USIA (BLN)

REFLEKS/ KEMAMPUAN
CLEARING SPOON WITH LIPS, BITING, CHEWING, LATERAL MOVEMENT OF TONGUE & MOVEMENT OF FOOD TO TEETH

MAKANAN YANG DAPAT DIKONSUMSI

7 - 12

MASHED CHOPPED FOODS, FINGER FOODS

12 - 24

ROTARY CHEWING MOVEMENTS, JAW STABILITY

FAMILY FOODS

KONTRIBUSI BERBAGAI SUMBER PANGAN THD ASUPAN ENERGI ANAK SESUAI UMUR (% DARI ASUPAN ENERGI)
MPASI (KHUSUS)

MPASI (MAKANAN KELUARGA)

ASI EKSKLUSIF

M A K A N A N K E L U A R G A

ASI (TIDAK EKSKLUSIF)

6 BLN

12 BLN

24 BLN

KONTRIBUSI BERBAGAI SUMBER PANGAN THD ASUPAN ENERGI ANAK SESUAI UMUR (Kal / Hari)
M A K A N A N K E L U A R G A 24 BLN

MPASI (KHUSUS)

MPASI (MAKANAN KELUARGA)

ASI EKSKLUSIF

ASI (TIDAK EKSKLUSIF)

6 BLN

12 BLN

MENGAPA KELUARGA TIDAK MEMBERI ASI SEBAGAI MAKANAN BAYI YANG SEIMBANG
TIDAK TAHU ALASAN & MANFAAT TIDAK TAHU CARA MELAKUKAN TIDAK MAU KARENA ENGGAN / MALAS TIDAK MAU KARENA DILARANG OLEH LINGKUNGAN TABU, KEPERCAYAAN DLL

KONDISI KODRATI BALITA


RENTAN KARENA PERTUMBUHANNYA SANGAT CEPAT & MEMERLUKAN ZAT GIZI YANG TINGGI RENTAN KARENA TERGANTUNG DARI KEMAMPUAN PERAWATAN DARI PENGASUH RENTAN KARENA SISTEM KEKEBALAN BELUM BERFUNGSI PENUH MUDAH TERKENA INFEKSI OLEH KARENA ITU BALITA HARUS DIKAWAL PERTUMBUHANNYA DENGAN CERMAT & SEKSAMA OLEH POSYANDU

PERTUMBUHAN
PEMBUAHAN 1 SEL - < 0,001 gram LAHIR - 3 TRIULIUN SEL - 2.500 gram 5 TAHUN - 50 TRILIUN SEL - 15 kg 20 TAHUN - 100 TRILIUN SEL - 50 kg 60 TAHUN 60 KG

Tanda Tanda Balita Sehat


A nak S ehat B ertambah U murnya B ertambah B erat Badannya S esuai Alur Pita KMS K arena A nak B ertambah T inggi Badannya B ukan Karena B ertambah G emuk

KEADAAN GIZI BALITA DI JAWA TIMUR TAHUN 2006


UMUR (BULAN) 0-5 6 11 12 - 23 24 - 35 36 - 47 48 - 59 0 -59 STATUS GIZI KURANG GIZI 1,9 % 7,8 % 18,0 % 22,2 % 21,4 % 21,2 % 17,5 % GIZI BAIK 98,1 % 92,2 % 82,0 % 77,8 % 78,6 % 78,8 % 82,5 %

LATAR BELAKANG GANGGUAN PERTUMBUHAN


PERTUMBUHAN TERGANGGU
ASUPAN GIZI INFEKSI PENYAKIT
Penyebab Langsung

Ketersediaan Pangan tingkat Rumah Tangga

Perilaku/Pola asuh Ibu dan Anak

Pelayanan Kesehatan, Lingkungan

Penyebab Tak Langsung

KEMISKINAN, PENDIDIKAN RENDAH, KETERSEDIANAN PANGAN, KESEMPATAN KERJA

Masalah Utama

KRISIS POLITIK DAN EKONOMI


Sumber : Unicef, 1998 The State of The Worlds Children 1998

Masalah Dasar

GAMBARAN ANAK KURUS DAN SANGAT KURUS DI SURABAYA (HASIL PSG 2006)
JUMLAH BALITA SEKITAR 250.000 PROPORSI ANAK KURUS SEKITAR 7.0% PROPORSI ANAK SANGAT KURUS SEKITAR 2.0% PROPORSI ANAK KURUS & SANGAT KURUS SEKITAR 9.0% SASARAN PENDAMPINGAN TARGET PENDAMPINGAN 9.0% x 250.000 = 22.500 ANAK SANGAT KURUS 2.0% x 250.000 = 5.000 PROPORSI ANAK SANGAT KURUS YANG MENGALAMI KOMPLIKASI SEKITAR 15% PERLU PERAWATAN (TFC) 15% x 5.000 = 750

MENGAPA TERJADI GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA


PADA USIA < 6 BULAN SEBAGIAN BESAR BAYI (> 80%) MASIH DISUSUI IBU DNG MENETEK, ANAK MENDAPATKAN GIZI YG SEIMBANG & ZAT KEBAL DARI ASI ANAK JARANG SAKIT PERTUMBUHAN ANAK MASIH BAIK

MENGAPA TERJADI GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA


PADA USIA 6 BLN 12 BLN SEBAGIAN BAYI SUDAH MULAI DISAPIH PERLINDUNGAN ZAT KEBAL DARI ASI MULAI BERKURANG & PEMBERIAN MP-ASI KURANG MEMENUHI SYARAT : JENIS, JUMLAH, JADWAL, HIGIENIS (3J-1H) ANAK MUDAH JATUH SAKIT PERTUMBUHAN MULAI TERGANGGU

MENGAPA TERJADI GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA


PADA USIA 12 BLN 24 BLN SEBAGIAN BESAR SUDAH TIDAK MENDAPATKAN ASI PERLINDUNGAN ZAT KEBAL DARI ASI TIDAK ADA & PEMBERIAN MP-ASI KURANG MEMENUHI SYARAT 3J 1H & ANAK MULAI TERPAPAR LEBIH LUAS DENGAN LINGKUNGAN YANG KURANG SEHAT ANAK LEBIH SERING SAKIT PERTUMBUHAN ANAK LEBIH TERGANGGU

PERKEMBANGAN MAKANAN BAYI & BALITA


ASI, MPASI (LUMAT) ASI, MPASI (LUNAK)

GIZI PLASENTA

ASI SAJA

ASI, MPASI (BIASA)

MAKANAN KELUARGA

PEMBUAHAN

LAHIR

6 BLN

9 BLN

1 THN

2 THN

5 THN

KEPADATAN ENERGI MAKANAN: 1. ASI 70 Kal/100ml 0,7 Kal/ml 2. MP-ASI 100 Kal/100ml 1 Kal/ml

3. MAKANAN BIASA 150 Kal/100ml 1,5 Kal/ml

JADWAL MAKANAN BAYI & ANAK USIA DINI


ASI SAJA ASI + MP-ASI LUMAT ASI + MP-ASI LEMBEK ASI + MP-ASI BIASA MAKANAN KELUARGA

0 BLN

6 BLN

9 BLN

12 BLN

24 BLN

60 BLN

KEPADATAN ENERGI MAKANAN: 1. ASI 70 Kal/100ml 0,7 Kal/ml 2. MP-ASI 100 Kal/100ml 1 Kal/ml 3. MAKANAN BIASA 150 Kal/100ml 1,5 Kal/ml

POLA MAKAN BALITA


USIA 0 6 BULAN 10 X ASI

10

POLA MAKAN BALITA


USIA 6 9 BULAN 8 X ASI + 2 MPASI (LUMAT)

MPASI

MPASI

POLA MAKAN BALITA


USIA 9 12 BULAN 5 X ASI + 3 MPASI (LUNAK) + 2 JAJAN SELINGAN

MPASI

MPASI

MPASI

JAJAN SELINGAN

JAJAN SELINGAN

POLA MAKAN BALITA


USIA 12 24 BULAN 5 X ASI + 3 MPASI (BIASA) + 2 JAJAN SELINGAN

MPASI

MPASI

MPASI

JAJAN SELINGAN

JAJAN SELINGAN

POLA MAKAN BALITA


USIA > 24 BULAN 3 X MAKAN + 2 JAJAN SELINGAN

MAKAN PAGI

MAKAN SIANG

MAKAN MALAM

JAJAN SELINGAN

JAJAN SELINGAN

APAKAH MPASI ITU ?


MAKANAN PENDAMPING ASI, ADALAH MAKANAN YANG DIBERIKAN KEPADA BAYI / ANAK DISAMPING ASI, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZINYA, DIBERIKAN PADA USIA 6 24 BULAN

MENGAPA MPASI PERLU DIPERHATIKAN


UNTUK PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN BAYI / ANAK DIBUTUHKAN ZAT GIZI YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN TUBUHNYA SEMAKIN MENINGKAT USIA BAYI / ANAK, KEBUTUHAN AKAN ZAT GIZI JUGA BERTAMBAH, SEDANGKAN ASI YANG DIHASILKAN MULAI BERKURANG

MENGAPA MPASI PERLU DIPERHATIKAN


MPASI MERUPAKAN MAKANAN PERALIHAN DARI ASI KE MAKANAN KELUARGA. PENGENALAN & PEMBERIAN MPASI HARUS DILAKUKAN SECARA BERTAHAP BAIK BENTUK (JENIS), JUMLAH & JADWALNYA. DIMAKSUDKAN UNTUK MENYESUAIKAN KEMAMPUAN ALAT CERNA BAYI / ANAK DALAM MENERIMA MPASI

SYARAT MP-ASI
JENIS MAKANAN HARUS SESUAI DENGAN KEMAMPUAN PENCERNAAN JUMLAH MAKANAN HARUS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PERTUMBUHAN JADWAL MAKAN HARUS SESUAI DENGAN SESUAI DENGAN USIA ANAK HIGINE MAKANAN HARUS BAIK UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENYAKIT, TERUTAMA DIAREA

PERMASALAHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI


PEMBERIAN MAKANAN PRELAKTEAL (MAKANAN SEBELUM ASI KELUAR) TERUTAMA SUSU FORMULA KOLOSTRUM DIBUANG PENGGUNAAN SATU PAYUDARA PEMBERIAN MPASI TERLALU DINI / LAMBAT

PERMASALAHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI


MPASI YANG DIBERIKAN TIDAK CUKUP MPASI DIBERIKAN SEBELUM MINUM ASI FREKWENSI MPASI KURANG MAKANAN SELINGAN KURANG BERGIZI MPASI TIDAK DIBERIKAN WAKTU ANAK SAKIT

PERMASALAHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI


MAKANAN ANAK TIDAK CUKUP SETELAH SEMBUH DARI SAKIT PENYAPIHAN ASI TERLALU DINI KURANG PEMAHAMAN IBU TENTANG JUMLAH MAKANAN YANG DIBUTUHKAN ANAK TERUTAMA SETELAH USIA DI ATAS 6 BULAN KEBERSIHAN (HIGIENE) MAKANAN KURANG

ARAH KEBIJAKAN
SOSIALISASI ASI EKSKLUSIF MEMPERBANYAK KONSELOR ASI PENGENDALIAN PROMOSI DAN PEMASARAN SUSU FORMULA PENGEMBANGAN TEMPAT PENITIPAN BAYI DAN MENETEKI DI TEMPAT KERJA

MAKANAN (GIZI) UNTUK PERTUMBUHAN DAN KESEHATAN YANG OPTIMAL


UNTUK MENCAPAI PERTUMBUHAN YANG BAIK PADA MASA JANIN, BALITA DAN REMAJA SERTA KESEHATAN YANG OPTIMAL PADA MASA DEWASA DAN LANSIA SETIAP ORANG PERLU MENDAPATKAN MAKANAN YANG MENGANDUNG GIZI SEIMBANG

KONSEP GIZI SEIMBANG


ADALAH SUATU USAHA UTK MENCAPAI : KESEIMBANGAN ANTARA KEBUTUHAN TUBUH (DINAMIS) AKAN ZAT GIZI DENGAN ASUPAN YANG DIDAPAT MELALUI MAKANAN KESEIMBANGAN ANTARA BERBAGAI MACAM ZAT GIZI DALAM MAKANAN YANG DIKONSUMSI

AKIBAT GIZI TIDAK SEIMBANG, DI INDONESIA TERJADI :

Kurang Energi & Protein Anemia Gizi Besi Gangguan Kurang Yodium Kurang Vitamin A Kegemukan & Obesitas Penyakit Degeneratif

BAHAYA KEGEMUKAN PADA BALITA


PADA KONDISI KEGEMUKAN TUBUH AKAN MEMPUNYAI JUMLAH SEL LEMAK BERLEBIH SEL LEMAK YANG BERLEBIH MEMPRODUKSI BAHAN KIMIA YANG MERUGIKAN KESEHATAN BALITA DALAM JANGKA PANJANG SEL LEMAK AKAN MEMPRODUKSI HORMON ANGIOTENSIN MENGAKIBATKAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA SEL LEMAK AKAN MENGHASILKAN HORMON RESESTIN MENGAKIBATKAN DIABETES MELLITUS TYPE 2 PADA USIA DEWASA MUDA SEL LEMAK MENGHASILKAN ZAT PEMBEKUAN DARAH MENGAKIBATKAN PEMBULUH DARAH MUDAH TERSUMBAT STROKE & JANTUNG KORONER PADA USIA DEWASA MUDA

DAMPAK GIZI DAN KESEHATAN TERHADAP KUALITAS MANUSIA

GIZI KURANG DAN INFEKSI Tumbuh Kembang Otak Tidak Optimal Daya Pikir Rendah Mutu SDM Rendah

GIZI CUKUP DAN SEHAT Tumbuh Kembang Otak Optimal

Anak Cerdas & Produktif


Mutu SDM Tinggi

BEBAN

Sumber : FKM UI & Unicef, 2002

MODAL

Intervensi Pada Periode Pertumbuhan Kritis


Kehamilan & Pertumbuhan Janin Peningkatan dengan cepat jumlah sel
Menentukan tinggi badan potensial

Pertumbuhan Bayi & Anak Peningkatan Untuk Mencapai Tinggi dan Berat dengan cepat badan optimal ukuran sel
Membangun berat badan potensial

Peningkatan dengan cepat ukuran sel


Menentukan berat badan potensial

PMT & suplementasi vitamin, mineral, protein

PMT & suplementasi enersi, vitamin, mineral

Seluruh zat gizi secara seimbang

80% sel otak manusia dibentuk pada saat janin sampai usia 2 tahun Konsepsi 20 mg LAHIR 2 TAHUN

Sumber : Unicef, Mei 2004

Grafik Pertumbuhan Otak dan Dampak Jangka Panjang


Investasi tepat waktu, hasil optimal 100% 80% Investasi terlambat, hasil tidak optimal

lost generation

Lahir

2 th

5 th

Umur

TUMBUH KEMBANG ANAK

Ukuran fisik

Anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang dengan baik

10

11

12

13

14

15

Umur Anak (bulan)

DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DENGAN POLA TUMBUH DI KMS


POLA TUMBUH KEJAR N1 POLA TUMBUH NORMAL N2 POLA TUMBUH TIDAK MEMADAI T1 POLA TIDAK TUMBUH T2 POLA TUMBUH NEGATIF T3

POLA PERTUMBUHAN
N = Pertumbuhan baik
N1 : BB naik, grafik BB pindah masuk ke pita diatasnya Tumbuh Kejar N2 : BB naik, grafik BB tetap pada pita yang sama Tumbuh Normal T3

T1 N2

N1
T2

T = Pertumbuhan tidak baik


T1: BB naik, grafik BB pindah, masuk ke pita di bawahnya Tumbuh Tidak Memadai T2 : BB tetap Tidak Tumbuh T3 : BB berkurang Tumbuh Negatif

JEBAKAN MALNUTRISI
SUATU KEADAAN, DIMANA BERAT BADAN BALITA BERTAMBAH, NAMUN GRAFIK BERAT BADANNYA BERPINDAH KE PITA PERTUMBUHAN YANG LEBIH RENDAH (T1) KEADAAN GIZINYA MEROSOT, KARENA ASUPAN GIZI YANG TIDAK SEIMBANG

DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DI POSYANDU


Timbang Plot BB N1 Buat grafik Interpretasi N T N2 T1 T2 T3 Cari kemungkinan penyebab Tentukan penyebab Evaluasi

SKDN/SKDT

Tentukan tindak-lanjut

PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA (T)


1.DEMAM 2.PILEK, BATUK, SESAK NAFAS 3.DIAREA 4.INFEKSI TELINGA BERNANAH 5.TBC PARU

LANGKAH- LANGKAH UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN GANGGUAN GIZI & PERTUMBUHAN


MENCEGAH GANGGUAN GIZI & PERTUMBUHAN MENEMUKAN GANGGUAN GIZI &PERTUMBUHAN MENANGANI GANGGUAN GIZI & PERTUMBUHAN

MENCEGAH KASUS GANGGUAN GIZI & PERTUMBUHAN


MENINGKATKAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN MELALUI REVITALISASI POSYANDU TINGKATKAN KUNJUNGAN KE POSYANDU D/S MENYAMAKAN & MEMANTAPKAN PEMAHAMAN POLA TUMBUH BALITA DENGAN MEMAKAI KARTU MENUJU SEHAT (KMS) 5 POLA TUMBUH MELAKUKAN PENYULUHAN TENTANG PEMBERIAN ASI & MAKANAN SEIMBANG DAN POLA PERTUMBUHAN YANG NORMAL N2 52

MENEMUKAN KASUS GANGGUAN PERTUMBUHAN

MENINGKATKAN PENGENALAN DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN DNG KMS DI POSYANDU T1,T2,T3 KUNJUNGAN RUMAH TERARAH KE KELUARGA BALITA YANG JARANG / TIDAK BERKUNJUNG KE POSYANDU
53

MEMULIHKAN SEMUA GANGGUAN PERTUMBUHAN


1. MENGGALI SEMUA PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN (T1,T2,T3) 2. MELAKUKAN PENGOBATAN SEMUA PENYAKIT GANGGUAN PERTUMBUHAN 3. MEMBERIKAN PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN DAN MINUMAN PADAT GIZI UNTUK MENCAPAI TUMBUH KEJAR SEMUA ANAK T N1
54

GAMBARAN STATUS GIZI IBU & ANAK PADA KELUARGA MISKIN 3 KAB. DI JATIM TAHUN 2006
STATUS GIZI IBU STATUS GIZI ANAK JUMLAH KURANG NORMAL

KURANG NORMAL JUMLAH

22 72 94

25 181 216

47 253 300

POLA ADAPTASI GIZI KELUARGA MISKIN


Proporsi Anak Gizi Kurang Dgn Ibu Status Gizi Kurang 22/300 x 100% = 7.33% Sumber Daya Terbatas Pola Asuh Kurang Proporsi Anak Gizi Kurang Dgn Ibu Status Gizi Baik Proporsi Anak Gizi Baik Dgn Ibu Status Gizi Kurang 25/300 x 100% = 8.33% Sumber Daya Terbatas Pola Asuh Baik Proporsi Anak Gizi Baik Dgn Ibu Status Gizi Baik

72/300 x 100% = 24.00%


Sumber Daya Cukup Pola Asuh Kurang

181/300 x 100% = 60.34%


Sumber Daya Cukup Pola Asuh Baik

CONTOH HUBUNGAN POTENSI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI ANAK & IBU DI JATIM
ANAK
NO 1 2 3 4 5 6 7
BB RIEL BB IDEAL
DEFISIT

IBU
BB RIEL BB IDEAL
KELEBIHAN

SELISIH IBU-ANAK
0.5 3.2 4.3 20.6 3.1 10.1 3.1

11.4 7.9 9.0 10.3 10.3 9.1 7.2

14.4 11.9 13.3 15.2 14.6 12.1 13.9

- 3.0 - 4.0 - 4.3 - 4.9 - 4.3 - 3.0 - 6.7

44.0 49.5 53.0 75.0 56.0 54.5 53.0

40.5 42.3 44.4 49.5 48.6 41.4 43.2

3.5 7.2 8.6 25.5 7.4 13.1 9.8

9.6

15.2

- 5.6

65.0

47.3

17.7

12.1

POSITIVE DEVIANCE
Suatu pendekatan untuk menyelesaikan masalah (solusi) berdasarkan kepada pemberdayaan masyarakat, dimana solusi itu sudah ada tepat didepan mata kita.

Surveilens sosial, kesehatan, pangan dan gizi


KELUARGA

MASYARAKAT dan LINTAS SEKTOR


Sehat, BB Naik (N)
POSYANDU Penimbangan
emua Balita Punya

PELAYANAN KESEHATAN

SELURUH KELUARGA
Intervensi jangka menengah/ panjang

1. Penyuluhan/Konseling Gizi; a. ASI Eksklusif dan MP-ASI b. Gizi seimbang c. Pola asuh ibu dan anak 2. Pemantauan pertumbuhan anak 3. Penggunaan garam beryodium 4. Pemanfaatan pekarangan 5. Peningkatan daya beli KELUARGA MISKIN 6. Bantuan pangan darurat; a. PMT balita, ibu hamil b. Raskin

Intervensi jangka pendek, darurat

KMS

balita Konseling Suplementasi gizi Pelayanan kesehatan dasar Kunjungan Rumah

(D)

Sakit, Gizi Buruk (Komplikasi)

(T),
Gizi Kurang (Kurus) Puskesmas Rumah Sakit (Pusat Stabilisasi)

Sehat, BB Naik (N)

PMT Terapi / Biasa Periksa Kesehatan Konseling (KIE)


Sembuh perlu PMT

Sembuh, tidak perlu PMT

Surveilens sosial, kesehatan, pangan dan gizi

PEMECAHAN MASALAH GIZI MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA (PENDAMPINGAN)

ADVOKASI

MASALAH
PEMECAHAN MASALAH

POTENSI

KELUARGA - MASYARAKAT

KEGIATAN PENDAMPINGAN

PETUGAS GIZI/ BIDAN/PERAWAT

MENDAMPINGI KADER KELUARGA MENDAMPINGI KELUARGA

KADER

ISI KEGIATAN PENDAMPINGAN


1. MEMOTRET POTENSI KELUARGA * UANG BELANJA PERHARI * UANG ROKOK PERHARI * POTENSI PEKARANGAN & SAMPAH * ASET KELUARGA DLL

ISI KEGIATAN PENDAMPINGAN


2. MEMOTRET MASALAH KELUARGA * STATUS GIZI ANAK & IBU * KONSUMSI MAKANAN (3 J JENIS, JUMLAH,JADWAL) * KEBERSIHAN * KETRAMPILAN MERAWAT ANAK DLL

ISI KEGIATAN PENDAMPINGAN


3. MELAKSANAKAN ADVOKASI * PEMANFAATAN UANG BELANJA / UANG ROKOK MENYUSUN & MEMASAK MENU SEHAT SEDERHANA * PEMANFAATAN PEKARANGAN & SAMPAH * LATIHAN MEMBERI MAKAN ANAK * LATIHAN PERAWATAN ANAK * PEMAHAMAN TUMBUH KEMBANG DLL

SASARAN & TOLOK UKUR KEBERHASILAN PENDAMPINGAN


SASARAN
1. KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK 2. KELUARGA DENGAN BALITA KURUS 3. KELUARGA DENGAN BALITA 3 X T BERTURUT TURUT

TOLOK UKUR
KECENDERUNGAN TUMBUH KEMBANG ANAK MEMBAIK TUMBUH KEJAR (N1) PERBAIKAN STATUS GIZI, AKTIVITAS DAN MENTAL MAMPU MEMANFAATKAN SUMBERDAYA KELUARGA LEBIH BAIK UANG BELANJA / ROKOK UNTUK BELI BAHAN MAKANAN, MENYUSUN MENU SEHAT, MERAWAT ANAK DLL

KOMPETENSI PETUGAS PENDAMPINGAN

1. MEMAHAMI & MAMPU MENGGUNAKAN KMS SEBAGAI ALAT PANTAU TUMBUH KEMBANG DAN MENEMUKAN SECARA DINI GANGGUAN TUMBUH KEMBANG

KOMPETENSI PETUGAS PENDAMPINGAN

2. MAMPU MENGGALI MASALAH GIZI DAN KESEHATAN, MELALUI CARA PENGAMATAN & WAWANCARA DNG KELUARGA MITRA, MISAL CARA PEMBERIAN MAKANAN, MENYUSUN MENU SEHAT, MERAWAT ANAK, DLL

KOMPETENSI PETUGAS PENDAMPINGAN

MAMPU MENGENALI SUMBERDAYA KELUARGA MITRA, MELALUI CARA PENGAMATAN & WAWANCARA, MISAL POTENSI UANG BELANJA & ROKOK, PEKARANGAN, SAMPAH, DLL

KOMPETENSI PETUGAS PENDAMPINGAN


4. MAMPU MEMBERIKAN SARAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN & GIZI KELUARGA MITRA DENGAN MEMANFAATKAN SECARA OPTIMAL POTENSI & SUMBERDAYA YANG DIMILIKI MEMBUAT MP-ASI YANG MEMENUHI SYARAT GIZI & SANITASI

KONSEP KEJADIAN, PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK


Meninggal 10-20% Sembuh 60-70% Gizi kurang 10-20%
30-40 % BB Turun

Anak Sehat
18 juta
(SUSENAS 2003)

30-40 % BB Turun

Gizi Kurang
5 juta
836.126, 6-23 bln gakin

Gizi Buruk
1.5 juta

116.000 marasmus/kwashiorkor

Preventif, promotif
Pemantauan pertumbuhan di Posyandu Suplementasi (PMT, Vit A, Tab Fe) Pendidikan dan konseling Gizi (ASI, garam beryodium, makan seimbang)

Kuratif, rehabilitatif
Pemeriksaan/anamnesa Tatalaksana kasus

KONSEP KEPADATAN GIZI


HITUNG KANDUNGAN ENERGI & PROTEIN SEMUA BAHAN MAKANAN SEBELUM DIOLAH & TIMBANG BERATNYA DI DALAM BEJANA MEMASAK OLAH SEMUA MAKANAN TERSEBUT TIMBANG KEMBALI MAKANAN SETELAH MASAK DI DALAM BEJANA MEMASAK BAGI NILAI ENERGI DENGAN BERAT MAKANAN MASAK DINYATAKAN DALAM KALORI / GRAM

KEPADATAN ENERGI (KE)


ENERGI BAHAN MAKANAN (KAL) KE = ------------------------------------------------------ BERAT MAKANAN MASAK (GRAM)
ASI atau PASI 0,7 KAL/GRAM MP-ASI 1,0 KAL/GRAM MAKANAN BIASA 1,5 KAL/GRAM MAKANAN PADAT ENERGI > 1,5 KAL/GRAM

PROTEIN ENERGI RATIO (PER)


BERAT PROTEIN X 4 KAL ------------------------------------- X 100 % TOTAL ENERGI MAKANAN

PER =

UTK ORG DEWASA SEHAT 8 10 % UTK BALITA SEHAT 10 12 % BALITA SAKIT 12 15 % DEWASA SAKIT 10 12 %

MENGHITUNG KEPADATAN ENERGI & PROTEIN ENERGI RASIO (PER)


JENIS BAHAN
NASI PUTIH

JUMLAH BAHAN
50 GRAM

JUMLAH PROTEIN

ENERGI PROTEIN

ENERGI TOTAL

FILET IKAN
MINYAK GORENG BAWANG PUTIH BAWANG MERAH KUNYIT GARAM BAYAM WORTEL

50 GRAM
20 GRAM 1 SIUNG 2 SIUNG 1 RUAS JARI SECUKUPNYA 10 GRAM 10 GRAM