Anda di halaman 1dari 11

Intoksikasi Jengkol

Nur Ahaddiyah 012010101073

Definisi

Intoksikasi jengkol adalah suatu keadaan keracunan akibat mengkonsumsi biji jengkol karena asam jengkol yang terkandung di dalam biji jengkol Asam jengkol, yaitu suatu asam amino yang mengandung belerang yang dapat diisolasi dari biji jengkol (Pithecolobium lobatum).

Patofisiologi
Disebabkan

oleh pengendapan hablur (kristal) asam jengkol yang menyumbat traktus urinarius.

Gejala

Keluhan pada umumnya timbul dalam waktu 5 12 jam setelah memakan jengkol. Keluhan tercepat 2 jam dan terlambat 36 jam sesudah makan biji jengkol. Pada umumnya, penderita mengeluh nyeri perut, kadang-kadang disertai muntah, terdapat serangan kolik dan perasaan nyeri pada waktu berkemih. Volume air kemih juga berkurang bahkan sampai anuria. Kadang-kadang terdapat hematuria. Nafas dan urin berbau jengkol.

Pada

anak, gejala yang sering didapat ialah infiltrat urin pada penis, skrotum yang dapat meluas sampai di daerah suprapubik dan regio inguinal. Gejala klinis yang terjadi akibat intoksikasi asam jengkol dapat dibagi menjadi: Ringan : Disuria, hematuria, muntah-muntah, sakit perut/pinggang Berat : Oliguria Sangat berat : Gagal ginjal akut

Diagnosis

Riwayat makan jengkol Muntah, nyeri peru/suprapubis & disuria Bau khas jengkol di mulut dan urin Dapat disertai oliguria dan anuria Lab. urin: hematuria mikroskopis / makroskopis, kristal asam jengkol.

Diagnosa Banding
Urolitiasis

Terapi
Ringan: -

Penderita tidak perlu dirawat Banyak minum Natrium bikarbonat oral 1 2 g/hr atau 1mEq/kgBB/hr iv

Berat

/ sangat berat: Penderita perlu dirawat Infus natrium bikarbonat dalam larutan glukosa 5%, dosis untuk dewasa dan anak-anak 2 5 mEq/kgBB dan natrium bikarbonat diberikan secara infus selama 4 8 jam Bilas buli-buli dengan Na Bikarbonat 1,5 % melalui kateter

Oliguria tanpa GGA: Na Bikarbonat 2 5 mEq/kgBB iv (4 8 jam) Furosemid 1 2 mg/kgBB Anuria: Restriksi cairan infus D5-10 % selama 4 8 jam Jika tidak teratasi peritonial dialisa Antibiotika hanya diberikan bila ada infeksi sekunder.