ANEMIA DEFISIENSI BESI

M.Previo.H.R

ANEMIA
 Anemia adalah penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer

ANEMIA DEFISIENSI BESI  Anemia defisiensi besi (ADB) adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis .

anak. . 90% dari semua jenis anemia di dunia karena defisiensi besi besi (Countinho. dan wanita hamil. 2005).et al. Menurut United Nations Children's Fund (Unicef).EPIDEMIOLOGI  Anemia defisiensi besi merupakan penyakit anemia yang paling sering terjadi pada bayi.

EPIDEMIOLOGI  Secara epidemiologi. atau karena penggunaan susu formula dengan kadar besi kurang. prevalens tertinggi ditemukan pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak diantaranya karena terdapat defisiensi besi saat kehamilan dan percepatan tumbuh masa kanak-kanak yang disertai rendahnya asupan besi dari makanan. asupan besi yang tidak adekuat dan diperberat oleh kehilangan darah akibat menstruasi pada remaja puteri . Selain itu ADB juga banyak ditemukan pada masa remaja akibat percepatan tumbuh.

KLASIFIKASI  Anemia Normositik Normokrom  Anemia Makrositik Normokrom  Anemia Mikrositik Hipokrom .

ASI ekslusif tanpa suplementasi besi. karena bayi berat lahir rendah. lahir kembar. prematuritas.ETIOLOGI Bayi kurang dari 1 tahun  Cadangan besi kurang. pertumbuhan cepat dan anemia selama kehamilan.  Alergi protein susu sapi . susu formula rendah besi.

 Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis.ETIOLOGI Anak umur 1-2 tahun  Asupan besi kurang akibat tidak mendapat makanan tambahan atau minum susu murni berlebih. .  Malabsorbsi.

virus ataupun parasit.  Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis baik bakteri.ETIOLOGI Anak umur 2-5 tahun  Asupan besi kurang karena jenis makanan kurang mengandung Fe jenis heme atau minum susu berlebihan.  Kehilangan berlebihan akibat perdarahan .

ETIOLOGI Anak umur 5 tahun-remaja  Kehilangan berlebihan akibat perdarahan (infestasi cacing tambang)  Menstruasi berlebihan pada remaja puteri. .

TANDA DAN GEJALA Gejala Umum  Badan lemah lesu  Cepat lelah  Mata berkunang-kunang  Telinga mendenging .

TANDA DAN GEJALA Gejala Khusus  Koilonychia : kuku sendok. yaitu kuku menjadi rapuh. bergaris-garis vertical dan menjadi cekung sehingga mirip seperti sendok  Atrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang  Stomatitis angularis : adanya keradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan  Disfagia : nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring .

.

.

.

FUNGSI FE  Eritropoesis  Sumber energi bagi otot  Perkembangan sistem syaraf  Perkembangan kognitif & tingkah laku .

.

keadaan ini terjadi bila besi yang menuju eritroid sumsum tulang tidak cukup sehingga menyebabkan penurunan kadar Hb .PATOFISIOLOGI  Iron depletion /iron deficiency. ditandai dengan berkurangnya cadangan besi atau tidak adanya cadangan besi  Iron deficient erytropoietin /iron limited erytropoiesis didapatkan suplai besi yang tidak cukup untuk menunjang eritropoiesis  Iron deficiency anemia.

PEMERIKSAAN Screening Test  Kadar hemoglobin : < 9gr/dl  Hematokrit : < 27 %  Indeks eritrosit  MCV : < 70 fl  MCH : < 29 pg  MCHC : < 30% .

PEMERIKSAAN Apusan Darah Tepi  Mikrositik hipokromik  Anisositosis  Poikilositosis • Polikromasi • Sel pensil • Sel target (kadang-kadang) .

PEMERIKSAAN Pemeriksaan Khusus  Serum Iron  TIBC (Total Iron Binding Capacity)  Saturasi Transferin  Feritin Serum : < 50 mg/dl : > 350 mg/dl : < 15 % : < 20 µg/dl .

PENATALAKSANAAN  Mengobati penyebab anemia  Pemberian tranfusi darah • Bila terdapat gejala yang signifikan atau perdarahan yang jelas dengan Hb < 5 g/dl • Pada pasien dengan kelainan jantung atau kondisi klinik lain yang memerlukan Hb dalam jumlah besar .

dapat dimulai dengan dosis rendah dan dinaikkan bertahap. Dosis dapat dihitung berdasarkan: Dosis besi (mg) = BB (kg) Х kadar Hb yang diinginkan (g/dl ) Х 2. larutan ini mengandung 50 mg besi/ml.  Pemberian besi secara parenteral.PENATALAKSANAAN  Fero sulfat 3 x 10 mg secara oral dalam keadaan perut kosong.5 . Preparat yang sering dipakai adalah dekstran besi.

. sejak usia 4 bulan hingga 2 tahun.PENCEGAHAN  Untuk bayi berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dari 2500 gram.  Untuk bayi cukup bulan. diberikan dosis besi elemental 3 mg per kg berat badan perhari hingga maksimum 15 mg per hari. diberikan dosis besi elemental 2 mg per kg berat badan per hari hingga maksimal 15 mg per hari. sejak usia 1 bulan hingga 2 tahun.

. diberikan dosis besi elemental 60 mg per hari yang dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu. Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.  Untuk remaja laki-laki usia 12 – 18 tahun. Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.PENCEGAHAN  Untuk balita usia 2-5 tahun dan anak usia sekolah (> 5 – 12 tahun) diberikan dosis besi elemental 1 mg per kg berat badan per hari yang dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu.

diberikan dosis besi elemental 60 mg per hari dan ditambahkan 400 mikrogram Asam Folat. . Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.PENCEGAHAN  Untuk remaja perempuan usia 12 – 18 tahun. Dosis tersebut dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu.

KOMPLIKASI  Perubahan tingkah laku  Gangguan perkembangan kognitif .

Gejala anemia dan menifestasi klinis lainnya akan membaik dengan pemberian preparat besi .PROGNOSIS  Prognosis buruk apabila terjadi pada anak umur < 2thn  Prognosis baik apabila penyebab anemianya diketahui hanya karena kekurangan besi saja serta kemudian dilakukan penanganan yang adekuat.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful