Anda di halaman 1dari 28

Anemia

By Ulil Abshar

Anatomi & Fisiologi

KARAKTERISTIK UMUM DARAH

Darah merupakan cairan tubuh yang beredar dalam sistem pembuluh yang tertutup atau sistem sirkulasi.
Sistem sirkulasi dibagi 2 : a. Sirkulasi minor b. Sirkulasi mayor.

Komposisi darah

Volume total 8 % BB

Sel : 45 % a. Eritrosit (>99%) b. Leukosit c. Trombosit Plasma : 55 % a. Air 91-92 % b. Solid 7-9 % (6-8% protein)

Perkembangan sel darah

Fungsi

Eritrosit

mengangkut O2 & H2O

Leukosit
Trombosit Plasma

Imunitas
Hemostasis

Fungsi nutrisi Fungsi ekskresi Memelihara keseimbangan asam basa normal Mengatur keseimbangan air albumin (tek osmotik) Pertahanan tubuh thd infeksi (gamma globulin) Mengangkut hormon (albumin, globulin) Pembekuan darah (faktor koagulasi) Mengatur suhu tubuh

Eritrosit

A. stuktur Cakram bikonkaf 7,8 , , volume 9095 tebal bagian tepi 2,5 dan bagian tengah 1 luas permukaan > & tipis difusi >> membran sel yang sangat kuat & fleksibel deformitas & tdk ruptur mendukung fungsi utama mengangkut O2 tdk berinti

Eritrosit ini memiliki waktu hidup yang relatif pendek. Hal ini disebabkan gangguan mekanis dan kondisi internal eritrosit itu sendiri. Tidak adanya inti menyebabkan eritrosit memiliki sejumlah keterbatasan. Eritrosit tidak mampu mensintesis protein untuk tumbuh, atau untuk memperbanyak diri. Eritrosit lama kelamaan akhirnya menjadi tua dan kehilangan fleksibilitasnya. Eritrosit menjadi kaku dan rapuh. Setelah menempuh perjalanan sekitar 700 mil dalam 120 hari, membran selnya rusak dan hal ini dideteksi oleh sel-sel fagosit dan selanjutnya eristrosit ditelan. Lalu eritrosit baru memasuki sirkulasi dengan kecepatan yang sebanding dengan eliminasinya. Sekitar 1 persen dari eritrosit yang bersirkulasi diganti setiap hari, dan sekitar 3 juta eritrosit baru memasuki sirkulasi setiap detik untuk menggantikan peran pendahulupendahulu eritrosit. Pelajaran kedua dari eritrosit adalah

Erythrocyte matur tidak mempunyai inti, mitokondria dan retikulum endoplasma. Masih mempunyai enzim sitoplasmik yang mampu memetabolisme glukosa, dan membentuk sedikit adenosin trifosfat, khususnya nikotinamid adenin dinukleotida fosfat (NADPH). NADPH berperan dalam :

Mempertahankan kelenturan membran erythrocyte


Mempertahankan pengangkutan ionion melalui membran Mempertahankan besi hemoglobin agar tetap dalam bentuk ferro(Fe2+ ), sebab bila menjadi ferri (Fe3+)akan terbentuk methemoglobin yang tidak mampu mengikat O2 Mencegah oksidasi protein dalam sel erythrocyte

Kerja keras dan kaderisasi/regenerasi. Eritrosit dalam 1 menit mengalami sirkulasi dari jantung ke seluruh bagian tubuh hingga akhirnya kembali ke jantung. Dan kelelahan ini pastinya akan sampai pada puncak sehingga harus ada yang menggantikan. tidak hanya dikenal dalam dunia manusia (makro) saja, tapi juga dunia sel (mikro) dimana markas sumsum merah atas

Erythrocyte yang tua system metabolik menurun dan sel makin rapuh, bila melewati pembuluh darah yang kecil mudah pecah sehingga Hb keluar (disebut hemolisis). Kebanyakan pecahnya erythrocyte terjadi dalam pulpa merah limfa, sehingga bila limfa diangkat akan ditemukan banyak sekali erythrocyte yang abnormal dan tua dalam sirkulasi.

Jumlah & Komponen

Jumlahnmya bervariasi, tgt :


jenis kelamin usia ketinggian tempat hidup. Pria 5,2 juta ( 300.000 ) per ml3 Wanita 4,7 juta ( 300.000 ) per ml3 Bayi 6,6 juta ( 300.000 ) per ml3

Jumlah normal :

Hematokrit (prosentase erythrocyte) 4045% Komponen utama erytrosit adalah


Hemoglobin (Hb), mengandung enzim karbonik anhidrase sehingga transport CO2 lebih cepat, enzim glikolitik Hb tampak kemerahan: Fe mengikat O2

Produksi Eritrosit
Masa pertengahan kehamilan, erytrosit di produksi di:

Hati limfa Limponodus

Bulan2 terakhir kehamilan dan setelah lahir

sumsum tulang

Umur erythrocyte 120 hari

Proses rusaknya erythrocyte diperbanyak oleh : Bentuk abnormal erythrocyte, seperti sferositosis herediter Dalam larutan hipotonis. Abnormalitas Hb Obat dan infeksi Defisiensi glukosa 6 phospodehidrogenase (G6PD), G6PD mengkatalisis oksidasi glukosa melalui jalan hexosa monofosfat menghasilkan NADPH

HEMOGLOBIN Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Struktur..

Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari. Gugus heme Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen: Reaksi bertahap: Hb + O2 <-> HbO2 HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2 Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3 Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4 Reaksi keseluruhan:

Hb + 4O2 -> Hb(O2) 4

Produksi, Jumlah & Fungsi.

Produksi Hb dimulai stadium proerythroblast dan terus berlangsung sampai stadium retikulosit. Sintesa hemoglobin :

2 Suksinil Ko A + Glisin pyrrole


4 Pyrrole protoporpirin Protoporpirin IX + Fe Heme 4 Heme + globin rantai Hemoglobin

Jumlah Hb normal :

Pria 14 18 gr%, Wanita 12 15,5 gr % Bayi 23 gr %

Fungsi utama hemoglobin :


transpor O2 dan CO2, merupakan system buffer darah

Hb orang dewasa normal


.

HbA Struktur Normal (%) 22 96-98

HbF 22 0.5-0.8

HbA2 22 1.5-3.2

Hb abnormal Perbedaan molekul Hb terletak pada bagian proteinnya (Globin) karena mutasi gen yg mengatur sintesis asam amino polipeptida yang membentuk globin Perbedaan Hb A, Hb F, Hb S - Hb A : as. Amino ke 6 rantai beta : Asam Glutamat - Hb F : as. Amino ke 6 rantai beta : Lysin - Hb S : as. Amino ke 6 rantai beta : Valin Hb A1 : Asam Amino ke 16 rantai beta : Glisin Hb A2 : Asam Amino ke 16 rantai beta : Arginin

Histologi

Lanjutan

Anemia
Definisi
Penurunan di bawah normal kapasitas darah pengangkut O2 atau berkurangnya kadar Hb didalam darah

Etiologi

Kekurangan zat besi Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Perdarahan Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Kekurangan vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Kekurangan asam folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil.

lanjutan

Pecahnya dinding sel darah merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.

Gangguan sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.
Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Obat yang termasuk golongan ini terutama obat NSAID.

Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi

Jenis Anemia
1. Anemia Kehilangan darah

AKUT
Hilang korpuskel & plasma. Cairan plasma pulih dalam waktu 1 3 hari, sehingga konsentrasi sel darah rendah, tetapi besar eritrosit dan konsentrasi rata2 Hb tetap normal sehingga disebut anemia normositik normokromik. Konsentrasi sel darah kembali normal :3 6 minggu.

KRONIS,
Tubuh tidak bisa mengabsorbsi besi dalam jumlah yang seimbang, sehingga ukuran eritrosit kecil dan konsentrasi Hb kurang disebut anemia mikrositik hipokromik.

Lanjutan

2.Anemia Hemolitik Terjadi destruksi yang berlebihan terhadap eritrosit, disebabkan :

Gangguan intrakorpuskuler :

Gangguan struktur dinding erytrosit, misalnya sperositosis, ovalositosis dll. Gangguan enzim metabolisme erytrosit, misalnya defisiensi G6 PD, defisiensi glutation reduktase, defisiensi piruvatkinase. Hemoglobinopati Thalasemia Obat-obatan Hipersplenisme Reaksi antigen antibodi, misalnya Erythroblastosis fetalis.

Gangguan ekstra korpuskuler


lanjutan

3.Anemia Aplastik (Pan mieloptisis)

Disebabkan kerusakan sumsum tulang, sehingga tidak mampu memproduksi korpuskel darah. Disebabkan oleh radiasi sinar gamma, sinar X, atau obat tertentu.

4.Anemia Defisiensi
Defiensi

zat nutrisi tertentu untuk produksi maupun perkembangan korpuskel, contoh anemia mikrositik hipokromik, anemia megaloblastik.

Gejala

1. Lemah, letih, lesu, mudah lelah dan lunglai 2. Wajah tampak pucat 3. Mata berkunang-kunang 4. Nafsu makan berkurang 5. Sulit berkonsentrasi 6. Daya tahan tubuh menurun

Komplikasi anemia

1. Merasa cepat lelah saat bekerja se1 hingga produktivitas juga menurun. 2. Karena jantung harus bekerja lebih keras untuk mengkompensasi kekurangan oksigen di dalam darah akibat anemia, pada akhirnya dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke. 3. Jika anemia yang terjadi akibat defisiensi B12, secara bersamaan juga bisa terjadi kerusakan saraf dan gangguan fungsi otak. Karena Vitamin B12 juga dibutuhkan untuk kesehatan saraf dan fungsi otak.

Penatalaksanaan
Terapi Anemia tergantung dari jenis anemianya, misalnya. Untuk Defisiensi vitamin B12

Diberikan vitamin B12 100-1000 ug i.m/p.o perhari selama 2 minggu

Untuk Defisiensi Asam Folat


Diberikan asam folat 1-5 mg/hari p.o selama 4-5 minggu

Untuk Anemia aplastik


Tranfusi Eritrosit Tranfusi Trombosit , bila terdapat trombositopenia Tranfusi Leukosit bila disertai penyakit infeksi Tranplantasi sumsum tulang

Pencegahan
I.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti :

II.

III.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi yang terdapat pada sayur-sayuran segar seperti bayam, daun singkong dan kangkung. Selain itu zat besi juga terdapat pada buah-buahan, kacangkacangan (kedelai dan kacang merah), serta makanan hewani (daging, telur, limpa dan hati. Kurangi mengkonsumsi yang namanya teh dan kopi, kedua hal tersebut ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi. Pasti Anda susah menghilangkan kebisaan mengkonsumsi teh atau kopi apalagi jika Anda sudah kecanduan. Biasakan untuk mengkonsumsi vitamin dan zat penambah darah, apalagi sekarang banyak sekali supplement-suplement penambah darah di pasaran.