Anda di halaman 1dari 40

SNAKE BITE

PENDAHULUAN
SNAKE BITE bahaya lingkungan dan pekerjaan yang cukup sering terjadi Epidemiology : DUNIA 5 juta kejadian, 125.000 kematian tiap tahun ( WHO, 1998) ASIA 14.000 kematian tiap tahun (Kasturiratne et al, 2008) Indonesia belum ada data pasti, WHO <20 kematian dilaporkan tiap tahun

TINJAUAN PUSTAKA
Venom Apparatus

Klasifikasi South-east Asia dua famili utama 1. Elapidae short permanently erect fangs 2. Viperidae folded fangs in upper jaw, erected when strike

Elapidae

Viperidae

Bisa ular >90% terdiri dari protein, terutama terdiri dari enzim dan polipeptida, jenisnya antara ain : Haemorrhagins (Zinc metalloproteinase) merusak endotel dinding pembuluh darah Cytolitic/necrotic toxin terdiri dari enzim proteolitik dan fosfolipase A, menyebabkan edem lokal, merusak membran sel dan jaringan Hemolitik dan myolitik fosfolipase A2 merusak membran sel, endotel, saraf dan eritrosit

Pre-synasptic neurotoksin merusak pada ujung saraf, menganggu pelepasan nuerotransmitter Post-synapstic neurotoxin menempati reseptor asetilkolin pada postsynaps

Sign and Symptoms


A.

Tergigit ular tanpa terkena bisa (venom has not been injected)
Anxietas, overbreathing, agitasi Peningkatan heart rate dan tek.darah

B.

Gigitan dengan bisa (venom has been injected) - Local - Sistemik

Lokal
Bekas gigitan Nyeri lokal Perdarahan lokal Bruising Blistering Abses Nekrosis

Sistemik / General
Mual, muntah, malaise, nyeri perut, kelemahan, pusing Cardiovaskuler faintness, shock, hipotensi, arritmia, edem pulmonal Gangguan pembekuan darah Neurological parasthesia, paralisis, ptosis Gangguan fungsi renal hematuri, hemoglobinuria

Menenangkan penderita Imobilisasi, tempatkan pada penderita posisi yang nyaman dan aman Imobilisasi bagian tubuh yang tergigit dengan bidai, karena mobilisasi dapat mempercepat penyebaran racun Hindari intervensi/manipulasi pada bagian luka yang tergigit (termasuk tindakan insisi,

Tindakan di rumah sakit

Rapid clinical assesment and resuscitation

Hati-hati pada keadaan : - hipotensi, dan tanda2 syok - gagal nafas (kemungkinan akibat neurotoxin) - sytemic envenoming, akibat pelepasan tourniquet atau perban kompresi - cardiac arrest, akibat adanya hiperkalemia karena terjadi rhabdomyolisis (pada gigitan ular laut)

Setelah pasien stabil, atau tanda2 kegawatan telah terlewati


Anamnesa.... 1. Bagian mana yang tergigit?? 2. Kapan dan bagaimana tergigit?? 3. Ular yang mengigit dimana?? 4. Apa yang dirasakan sekarang??

Pemeriksaan Fisik
Status generalisata : tanda vital, tanda2 perdarahan, dsb Pemeriksaan tempat luka bekas gigitan edem, tanda2 nekrosis Status neurologis paralisis nervus cranialis, spt ptosis, refleks pupil, dsb

Pemeriksaan Laboratorium
20 minutes whole blood clotting test Hitung darah, trombosit, leukosit Pemeriksaan urine

Pemberian anti bisa ular


Indikasi pemberian Serum Anti Bisa Ular :

Sediaan Bisa ular di Indonesia Vial 5 ml, mengandung : 1. 10-50 LD50 bisa Ankystrodon 2. 25-50 LD50 bisa Bungarus 3. 25-50 LD50 bisa Naya sputarix 4. Fenol 0,25% v/v Diberikan secara intravena, 2% dalam larutan NaCL 0,9% atau Dextrose 5% , 40-80 tetes per menit atau habis dalam 1 jam Atau Diinjeksikan langsung secara intravena pelan2 (tidak lebih dari 2 ml/menit)

Pemberian langsung pada tempat bekas luka gigitan tidak dianjurkan karena terbukti tidak efektif dan dapat menimbulkan rasa nyeri pada lokasi suntikan Pemberian secara intamuskuler juga tidak dianjurkan

Pertimbangan untuk pemberian secara intramuskuler, bila :


Sebagai pertolongan pertama, sebelum pasien dapat dibawa ke sentral kesehatan Dimana apabila pemberian secara intravena tidak dapat dilakukan

Follow Up
Keberhasilan pemberian anti bisa ular General tanda keracunan sistemik seperti mual dan muntah mulai berkurang, pasien merasa membaik Perdarahan berkurang dan sistem pembekuan darah membaik Tanda-tanda vital membaik Tanda2 myolisis dan rhabdomyolisis berkurang (warna urine normal)

Kriteria pengulangan pemberian anti bisa ular


gangguan pembekuan yang rekuren dan persisten setelah 6 jam atau tanda2 perdarahan tetap ada setelah 2 jam Tanda2 kerusakan akibat neurotoksin maupun gangguan kardiovaskuler setelah 1-2jam

Reaksi alergi terhadap bisa ular


Early reaction 10-180 menit setelah pemberian Gatal2, urtikaria, batuk, s/d takikardi, hipotensi, brochospasme Pyrogenic reaction : Akibat pembuatan dan penyimpanan serum yang tidak baik 1-2 jam setelah pemberian Demam, mengigil, hipotensi

Late reaction : 1-12 hari setelah pemberian Gejala : demam, diare, pusing, urtikaria

Bagaimana menanganinya ...??


Early anaphylactic and pyrogenic reaction Epinephrine 0,5 mg utk dewasa atau 0.01 mg/kgBB secara i.m Antihistamine (Chlorpenamine maleate 10 mg atau 0.2 mg/kgBB) + Hidrokortison (100mg atau 2 mg/kgBB) secara i.v Antipiretik Late Reaction Chlorphenamine 2 mg/6 jam atau 0.25mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi Prednisolon 5 mg/6 jam Diberikan selama 5-7 hari

Prinsip penanganan
Hati2 pada pasien dengan resiko tinggi terjadinya reaksi alergi Selalu observasi ketat keadaan pasein setelah pemberian anti bisa ular Sebelum memberikan anti-bisa pastikan tersedia obat-obat untuk menangani reaksi alergi yang mungkin bisa muncul