Anda di halaman 1dari 27

PRESENTASI KASUS

OLEH: Dr. Abraham (semester V) PPDS Obsteri dan Ginekologi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Penyakit Trofoblas Gestasional (PTG) - Gestational Trophoblastic Disease (GTD) - Chorionic Tumor Terdiri dari : - Mola Hidatidosa (MH) - Mola Invasive (MI) atau Mola Destruens - Chorio Carcinoma (CC) - Placental Site Trophoblastic Tumor (PSTT)

Tumor Trofoblas Gestasional (TTG) - Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN) - Gestational Trophoblastic Tumor (GTT) Terdiri dari : - Mola Invasive (MI) atau Mola Destruens - Chorio Carcinoma (CC) - Placental Site Trophoblastic Tumor (PSTT)

Dasar Diagnosis
Anamnesis

Amenorea Perdarahan per vaginam Uterus > umur kehamilan Tidak ditemukan tanda pasti kehamilan Tampak gelembung mola

Pemeriksaan Fisik

St. generalis & st.ginekologis Cari tanda2 penyulit: PEB, tirotoksikosis, emboli paru2

Diagnosis Kerja

Tampak gelembung mola USG : Gambaran vesikuler


Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium, HcG, T3, T4, TSH, darah, urine lengkap, USG, foto thorax
Diagnosis Pasti

Gambaran histopatologi

Pengelolaan
Tdd 4 tahap : Perbaikan KU transfusi darah, antihipertensi/konvulsi, obat anti tiroid Evakuasi kuret vakum, histerektomi totalis Profilaksis histerektomi totalis, kemoterapi Follow-up

Follow-up
Tujuan Menentukan secara dini adanya transformasi keganasan (TTG) Lamanya Satu tahun pasca evakuasi dengan jadwal sbb :
3 bulan pertama : tiap 2 minggu 3 bulan kedua : tiap 1 bulan 6 bulan terakhir : tiap 2 bulan

Syarat Selama follow-up tidak boleh hamil Kontrasepsi : kondom, atau bila haid sudah teratur dapat digunakan pil

KURVA REGRESI -hCG

Diagnosis
Diagnosis dini TTG pasca MH distorsi kurva regresi hCG Diagnosis TTG scr umum

Klinis Pasca kehamilan (baik MH maupun non-MH) ditemukan : 1.Subinvolusi uterus 2.Perdarahan tidak teratur per vaginam 3.Benjolan kebiruan di vulva/vagina 4.Sesak/batuk darah 5.Gejala neurologis

INTERPRETASI SCORE WHO

Klasifikasinya adalah sebagai berikut :


1. Risiko rendah, skor total 4 2. Risiko sedang, skor total 5-7

3. Risiko tinggi, skor total 8

Laboratorium
1. Pasca MH : lihat follow-up 2. Pasca non MH : hCG (+) 3. USG uterus : terlihat massa tumor atau gambaran vesikuler dengan neovaskularisasi(+) 4. Foto toraks metastasis intrapulmonal

Pengobatan
Prinsip

Mempertahankan fungsi reproduksi Reduksi tumor Mengurangi/menghilangkan keluhan


Persiapan

Tentukan skor prognostik WHO Periksa :


hCG dan foto toraks awal Hematopoesis Fungsi hepar dan ginjal

Terapi utama : Kemoterapi


Pengobatan tambahan

Operasi histerektomi total, ekstirpasi Radiasi


Follow-up

Tujuan : memantau hasil terapi dan mengetahui sedini mungkin adanya residif Jadwal dan cara ~ pasca MH

LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUS

Anamnesis: RPS: Datang seorang P0A1, 23 tahun kiriman SpOG (RS Brayat Minulyo) dengan keterangn Coriocarcinima DD: mola invasive. Pasien pernah dilakukan curetase 2 kali di wonogiri I: Oktober 2012 II: November 2012 hasil kurat tidak dikirim PA Sejak januari 2012 pasien mengeluh perdarahan dari jalan lahir, hilang timbul. Pasien juga mengeluh sesak nafas bila melakukan aktifitas berat, dan mudah merasa lelah. Penurunan berat badan (+), nafsu makan menurun (+). RPD: riwayat hipertensi/DM/asma/alergi/jantung disangkal

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Fisik: KU : baik, CM, Gizi kesan cukup VS : T:110/80 mmHg N:88x/mnt t:36,5 C rr:20x/mnt Mata : CA-/SI-/Toraks : Cor: BJ I-II meningkat, ST (+) bising sistolik grade I pulmo dalam batas normal Abdomen : Supel, NT (-), TFU teraba 3 jari diatas SOP, teraba bergeser kearah region inguinal kanan Tidak teraba masa Bising usus (+) normal Pekak alih (+) Tes undulasi (+)

Genital: Inspekulo: tidak dapat dilakukan ( pasien di triase tidak ada meja ginekologi) VT : vulva oedema, dinding vagina dalam batas normal, portio licin, OUE tertutup, cavum douglas menonjol, CU teraba setinju dewasa, adneksa kanan dan kiri teraba masa kistik kesan acites, darah (+), flek-flek RT: TMSA normal, ampula rekti tidak kolaps, mukosa licin, tidak teraba masa intra lumen, teraba corpus uteri setinju dewasa, feses (+), darah (-) Ekstrimitas inferior: oedema +/+

USG
USG : VU terisi cukup, tampak uterus ukuran 10x 6,7x 4,6, dengan tepi ireguler, endometrial line tidak tampak jelas, kesan gambaran vesikuler. Acites (+) massif Kesan : suspek corio carcinoma dengan acites masif

LAB: Hb: 6,8 Hct: 24 AT:243 Ae: 4,31 PT:12,9 APTT:27,9 GDS:89 SGOT:30 SGPT:15 Alb:2,3 Cr: 0,5 Ur:12 Na:141 K:3,4 Test Kehamilan : Positif

AL:11,5 GD: O

Cl:109

Diagnosis: suspek corio carcinoma dengan acites massif dengan suspek decom cordis NYHA I dengan anemia (6,8) dan hipo albumin (2,3)

Terapi: - Mondok RPK - Perbaikan KUtranfusi s/d Hb>10 gr% - Usul tranfusi albumin - Usul pemeriksaan staf bangsal - Usul pemeriksaan -HCG

Pemeriksaan staff bangsal: 23/7/2012

USG : - VU terisi - Acites massif - Ginjal kanan normal, ginjal kiri hidro nefrosis gr II - Liver tidak ada lesi metastasis, parenkim relative hiperecoic, faty liver (-) - Uterus kesan abnormal, tepi irregular, membesar ukuran 10x8 cm. didapatkan gambaran hiperechoic dengan gambaran whole like appearance multiple - Ovarium kiri dan kanan sulit dievaluasi VT: - vulva licin kesan hipertrofi - porsio sulit dievaluasi, kesan atropi uterus sulit dievaluasi - teraba masa kistik pada vorniks, kesan menonjol ke vagina RT: uterus sulit dievaluasi, kesan menyatu dengan masa Hasil pemeriksaan -HCG: 36. 000 u/dl

Diagnosis: Klinis Ca ovarii dengan acites masif DD: sarcoma

Tx: rencana operasi inj. Ceftriakson 1 gr/12 jam inj. Metronidazole 500 mg/8 jam

23-7-2012 Dilakukan laparotomi: Durante operasi: setelah peritoneum parietale dibuka, dilakukan identifikasi dan eksplorasi: - tampak acites serohemorhagik + 2000 cc - uterus membesar, permukaan berbenjol-benjol terdapat masa di corpus dekstra, meluas ke corpus posterior mendekati serviks (cavum douglas) - terdapat lesi implant di ovarium dekstra dan pangkal ligament ovarium sinistra frozenjinak Ditegakan diagnosis PTG Dilakukan pencucian dengan NaCl 0,9%, dan dilakukan pemasangan drain Kontrol perdarahan

PERMASALAHAN

misdiagnosis permasalahan prognosis