Anda di halaman 1dari 37

CONGENITAL DISLOCATION OF THE HIP

Ayu Baryandina (1102008277) Pembimbing : dr.Kartika Hendrania Sp.OT

Congenital Dislocation of the Hip (CDH)

ANATOMI PANGGUL
Tulang panggul terdiri dari 4 buah tulang: 2 Tulang pangkal paha ( Os Coxae kanan dan kiri ) 1 Tulang Kelangkang ( OS Sacrum ) 1 Tulang Tungging ( Os Coccyges )

Rangka pelvis pada posisi anatomis miring kedepan sehingga didapatkan posisi berikut: Spina iliaca anterior superior (SIAS) dan tuberculum pubicum berada pada bidang coronalis yang sama Posisi os. Coccyges sama tinggi dengan symphyis pubis Bidang pelvic inlet dan outlet membentuk sudut 50-60 (inclinatio pelvis) dan sudut 15 terhadap bidang horizontalis

Kedua os coxae ke depan berhubungan sendi melalui symphysis pubis; ke belakang dengan os sacrum melalui articulatio sacroiliaca. Pintu atas panggul (apertura pelvis superior/pelvic inlet/pelvic brim) dibentuk oleh promontorium dan linea terminalis. Pintu bawah panggul (apertura pelvis inferior/pelvic outlet) dibentuk oleh os coccyges di belakang, symphisis pubis di depan dan pada kedua sisi dibentuk oleh ligamentum sacrotuberosum dan persatuan ramus, sehingga bentuknya mirip dua buah segitiga yang bertemu pada alasnya di tengahtengah panggul.

ANATOMI FEMUR
Merupakan tulang terpanjang tubuh, panjangnya kirakira seperempat panjang badan. Ke atas tulang ini bersendi dengan os. Coxae pada acetabulum, dan kebawah, bersendi dengan tibia juga patella. Femur pada ujung bagian atasnya memiliki caput, collum, trochanter major dan trochanter minor. Bagian caput berartikulasi dengan acetabulum dari os coxae membentuk articulatio coxae. Bagian collum, membentuk sudut lebih kurang 125 derajat (pada wanita sedikit lebih kecil) dengan sumbu panjang batang femur. Besarnya sudut ini perlu diingat karena dapat dirubah oleh penyakit. Trochanter major dan minor merupakan tonjolan besar pada batas leher dan batang. Ujung bawah femur memiliki condylus medialis dan lateralis, yang di bagian posterior dipisahkan oleh incisura intercondylaris.

DEFINISI CDH
Congenital Dislocation of the Hip (CDH) atau dislokasi panggul kongenital adalah deformitas ortopedik yang didapat segera sebelum atau pada saat kelahiran. Kondisi ini bervariasi dari pergeseran minimal ke lateral sampai dislokasi komplit dari caput femoris keluar acetabulum. Jadi, CDH merupakan kelainan kongenital berupa dislokasi pada panggul karena acetabulum dan caput femur tidak berada pada tempat seharusnya.

POLA PADA

CDH

DISPLASIA ASETABULAR
SUBLUKSASI

DISLOKASI

A. normal B. displasia C. subluksasi D. dislokasi

ETIOLOGI CDH
Etiologi pasti - idiopatik (belum diketahui) Faktor resiko : Genetik Hormonal estrogen kelemahan ligamen Malposisi Intrauterin posisi bokong, kaki ekstensi Pasca kelahiran membedong bayi dan menggendong dengan kaki merapat, pinggul dan lutut sepenuhnya berekstensi.

PATOFISIOLOGI
Caput femoris mengalami dislokasi di bagian posterior tetapi dengan ekstensi pinggul, caput itu pertama tama terletak posterolateral dan kemudian superolateral pada acetabulum. Soket tulang rawan terletak dangkal dan anteversi. Caput femoris yang bertulang rawan ukurannya normal tetapi inti tulangnya terlambat muncul dan osifikasinya tertunda selama masa bayi. Caput teregang dan ligamentum teres menjadi panjang dan hipertrofi. Di bagian superior, labrum asetabulum dan tepi kapsulnya dapat didorong ke dalam soket oleh caput femoris yang berdislokasi; libus fibrokartilaginosa ini dapat menghalangi usaha reduksi tertutup terhadap caput femoris.

Setelah mulai menyangga badan perubahan perubahan ini lebih hebat. Acetabulum dan colum femur tetap anteversi dan tekanan dari caput femoris menyebabkan terbentuknya suatu soket palsu di atas acetabulum dan m. psoas, menimbulkan suatu penampilan jam pasir (hourglass). Pada saatnya otot di sekelilingnya menyesuaikan diri dengan memendek.

DIAGNOSIS

Setiap bayi yang baru lahir harus diperiksa untuk mencari tanda- tanda ketidakstabilan panggul. Bila terdapat riwayat dislokasi kongenital dalam keluarga, disertai presentasi bokong, kita harus sangat berhati hati dan bayi mungkin terpaksa diperiksa lebih dari sekali.

PEMERIKSAAN

UJI BARLOW UJI ORTOLANI UJI GALEAZZI

UJI BARLOW
Uji

Barlow dilakukan seperti pada uji Ortolani. Pada bagian atas dipegang dan ibu jari diletakkan pada lipat paha kemudian dicoba memasukkan/mengeluarkan kaput femoris dari asetabulum, baik dalam keadaan abduksi maupun adduksi. Bila kaput femoris dapat dikeluarkan dari soketnya (asetabulum) dan dimasukkan kembali disebut dislocatable/unstable of the hip

UJI BARLOW

UJI ORTOLANI
Pada pemeriksaan ini, ibu jari pemeriksa memegang paha bayi disebelah medial dan jarijari lainnya pada trochanter mayor. Sendi panggul di fleksikan 90 derajat kemudian di abduksi secara hati-hati. Pada bayi normal, abduksi sebesar 65-80 derajat dapat dengan mudah dilakukan dan bila abduksi kurang dari 60 derajat maka harus dicurigai ada dislokasi panggul bawaan. Pada dislokasi panggul bawaan, bila terdengar bunyi klik ketika trochanter mayor ditekan maka hal ini menandakan adanya reduksi dislokasi yang disebut uji Ortolani positif

UJI ORTOLANI

UJI GALEAZZI
Pada pemeriksaan ini kedua lutut bayi dilipat penuh dengan panggul dalam keadaan fleksi 90 derajat, serta kedua paha saling dirapatkan. Keempat jari pemeriksa memegang bagian belakang tungkai bawah dengan ibu jari di depan. Dalam keadaan normal, kedua lutut akan sama tinggi dan bila terdapat dislokasi panggul bawaan maka tungkai yang mengalami dislokasi, lututnya akan terlihat lebih rendah dan disebut sebagai tanda Galeazzi/Allis positif.

TES GALEAZZI

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ultrasound

- untuk usia < 6 bulan

Rontgen

- untuk usia > 6 bulan.

GAMBARAN RONTGEN CDH

GAMBARAN ULTRASOUND CDH

PENATALAKSANAAN

3-6 bulan pertama Menganggap semua bayi dengan latar belakang yang berisiko tinggi dan merawatnya dengan popok dobel / suatu bantal abduksi selama 6 minggu pertama. Bayi yang panggulnya stabil dibiarkan bebas tetapi tetap dalam pengawasan sekurang kurangnya selama 6 bulan hingga panggul itu stabil dan rontgen memperlihatkan bahwa atap acetabulum berkembang dengan memuaskan (biasanya 3-6 bulan). Kalau panggul mengalami dislokasi, bayi itu tidak diberi terapi tetapi diuji lagi setiap minggu, jika setelah 3 minggu pinggul masih tak stabil, pembebatan Pavlik Harness diterapkan.

6 18 bulan

Kalau setelah terapi dini, panggul belum seluruhnya direduksi atau kalau anak itu di belakang hari menunjukkan adanya dislokasi yang tersembunyi, panggul itu harus direduksi terutama dengan metode tertutup tetapi kalau perlu dengan operasi dan tetap direduksi hingga perkembangan acetabulum memuaskan.

18 bulan ke atas

Pada anak yang lebih tua, reduksi tertutup kemungkinan kurang berhasil Banyak ahli bedah langsung melakukan atrografi dan reduksi terbuka. Traksi dilakukan jika reduksi tertutup tidak berhasil. Traksi membantu melonggarkan jaringan dan menurunkan caput femoris berhadapan dengan acetabulum. Operasi kapsul sendi dibuka di bagian anteriornya, setiap limbus yang ke dalam dibuang dan caput femoris ditempatkan pada acetabulum. Biasanya diperlukan osteotomi derotasi. Pembebatan dilakukan setelah operasi, panggul ditahan dalam spika gips selama 3 bulan.

THANK YOU AND HAPPY LEARNING ..

Happiness is when that you think, that you say and that you do are in harmony
(Mahatma Gandhi)