Anda di halaman 1dari 26

Pembimbing: dr.

Tuti widowati Sp Rad


oleh: Zulham Adi S 20050310129

IDENTITAS
Nama
Umur Jenis kelamin Alamat Pekerjaan

: Bp. S : 70 tahun : laki - laki : Purworejo : swasta

ANAMNESIS
Keluhan Utama

Batuk berdahak, sesak nafas lebih dari 1 minggu yang lalu bersifat kumat kumatan. Riwayat Penyakit Sekarang Seorang pasien laki laki umur 70 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan 1 minggu SMRS pasien mengeluh batuk berdahak yang frekuensinya semakin lama semakin sering. Terdapat dahak berwarna kuning, tidak ada darah, kadang-kadang disertai sesak nafas, disertai ada demam, tidak keringat malam, tidak nyeri dada, nafsu makan normal, tidak ada penurunan berat badan. Pasien belum pernah mendapatkan pengobatan. Batuk telah di derita pasien selama 2 tahun bersifat kumat-kumatan

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat keluhan serupa dibenarkan Riwayat asma disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat alergi disangkal Riwayat Penyakit Keluarga Keluhan sama disangkal Riwayat DM dan HT disangkal

Cont

Riwayat Alergi disangkal

Pemeriksaan Fisik
KU

: Baik Kesadaran : compos mentis Vital sign : Tekanan darah : 140/90 mmHg Nadi : 82 x/menit Respirasi: 32 x/menit Suhu : afebris Kepala : Mesocephal Mata : konjungtiva anamis (-/-), sclera ikterik (-/-)

Pemeriksaan fisik
Leher

: trakea di tengah tidak ada pembesaran limfonodi Thorax : Cor : S1 > S2 reguler, bising (-). Pulmo : Simetris, retraksi (-) SD : Vesikuler ST : Ronkhi (-), wheezing (-) Abdomen : Soefel, datar Hepar/lien tidak teraba Peristaltik usus normal Ekstremitas : Tidak ada kelainan

Diagnosis
DIAGNOSIS KERJA :

bronchitis cronis
DIAGNOSIS BANDING : Bronchitis kronis Tuberculosis paru Abses paru fistula bronkopleural denga efisema

PENATALAKSANAAN :
Inf RL Paracetamol 4x1 Ambroxol 3x1 Pseudoefedrin 3x1

Pemeriksaan penunjang..
Pemeriksaan lab Glucose = 124 mg/dl Ureum = 37 mg/dl Creatinin = 0,97 mg/dl SGOT =48 U/L SGPT = 51 U/L

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Pemeriksaan pada tanggal 28 06 2011 :


Corakan pulmo kasar dengan air bronchogram Sinus lancip, diafragma licin Cor CTR = 0,5 Kesan : bronchitis chronis, besar cor normal

Pembahasan
DEFINISI Bronkitis kronik termasuk kelompok penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Bronkhitis kronis merupakan peradangan pada bronkus atau bronchi, biasanya terjadi bilateral. Penyakit bronkitis kronik sering terdapat bersamasama emfisema dan dikenaldengan nama bronkitis emfisema.

ETIOLOGI
Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan

terjadinya bronchitis kronis, diantaranya : Rokok

Rokok adalah penyebab utama timbulnya bronkitis kronik. Secara patologis rokok berhubungan dengan hiperplasia kelenjar mukus bronkus dan metaplasi epitel skuamus saluran pernafasan Juga dapat menyebabkan bronkokontriksi akut.
Infeksi menyebabkan kerusakan paru lebih hebat sehingga gejalanya pun lebih berat. Infeksi saluran pernafasan bagian atas pada seorang pasien brokitis kronik hampir selalu menyebabkan infeksi paru bagian bawah, Bakteri yang di isolasi paling banyak adalah H. influinzae
Dan S. pnemoniae.

Infeksi

Polusi

Insidensi dan angka kematian bronkitis kronik diperkirakan lebih tinggi didaerah industri. Sebagai faktor penyebab penyakit, polusi tidak begitu besar pengaruhnya tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi Faktor genetik mempunyai peran pada penyakit paru kronik, terbukti pada survey terakhir didapatkan bahwa anak-anak dari orang tua yang merokok mempunyai kecenderungan mengalami penyakit paru kronik lebih sering dan lebih berat. Bronkitis kronik lebih banyak didapat pada golongan sosial ekonomi rendah, mungkin karena perbedaaan pola merokok, dan lebih banyak terpajan faktor resiko lain

Faktor genetik

Faktor Sosial Ekonomi

Cont
Lingkungan Kerja

Bronkitis kronik lebih sering terjadi pada pekerja yang terpajan zat inorganik, debu organik atau gas yang berbahaya.

Patogenesis
Asap rokok, debu di tempat kerja dan polusi udara

merupakan bahan-bahan iritan dan oksidan yang menyebabkan terjadinya bronkitis kronik. Dari semua ini asap rokok merupakan penyebab yang paling penting. Tidak semua orang yang terpapar zat ini menderita bronkitis kronik, hal ini dipengaruhi oleh status imunologik dan kepekaan yang bersifat familial. Setiap hembusan asap rokok mengandung 10-14 radikal bebas yaitu radikal hidroksida (OH).

Cont
Kerusakan parenkim paru oleh oksidan ini terjadi karena : 1. Kerusakan dinding alveolus 2. Modifikasi fungsi anti elastase pada saluran napas. Pada orang dewasa normal dengan bertambahnya umur akan terjadi penurunan faal paru, yaitu volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) sebanyak ratarata 28 ml per tahun. Pada penderita PPOK penurunan ini lebih besar yaitu antara 50-80 ml setiap tahun

Cont
Berbagai faktor dapat memperburuk perjalanan

penyakit. Faktor itu adalah :

1. Faktor risiko, yaitu faktor yang dapat menimbulkan serta memperburuk penyakit seperti merokok, polusi udara, polusi lingkungan, infeksi dan perubahan cuaca. 2. Derajat obstruksi saluran napas yang terjadi dan identifikasi komponen yang memungkinkan terdapatnya reversibilitas. 3. Tahap perjalanan penyakit. 4. Penyakit lain yang memudahkan timbulnya infeksi saluran napas bawah seperti sinusitis dan faringitis kronik 5. Keteraturan penderita berobat.

Klasifikasi
Bronkitis kronis dapat diklasifikasikan :
1. Bronkitis kronis biasa

Batuk berdahak mukoid Sering berulang Biasanya pada perokok Batuk berdahak purulen Pengaruh musim hujan atau dingin Disertai sesak napas

2. Bronchitis kronis infeksi

3. Bronchitis kronis obstruksi


Batuk berdahak Sesak napas permanen Uji faal paru terganggu

Pemeriksaan penunjang
1. Foto radiologi thorak

Gambaran corakan bronkovaskuler bertambah Gambaran trains line (seperti jalan kereta, yang merupakan gambaran bronkus yang terpotong longitudinal) Air bronkogram (+) yang merupakan gambaran bronkus yang terpotong secara transversal Infiltrate peribronkial (+) Tanda-tanda emfisema meliputi hiperlusensi paru bilateral, diafragma letak rendah, dan cenderung mendatar, gambaran jantung tear drop sehingga sudut kardifrenikus sinister lancip.

Gambar 1. Gambar radiologi bronchitis

Gambar 2. Gambar radiologi emfisema

Secara radiologis, bronchitis kronis dibagi menjadi :


Ringan : corakan paru ramai di bagian basal Sedang : corakan paru ramai di bagian basal disertai dengan emfisema, kadang disertai bronkiektasi di paracardial kanan dan kiri Berat : ditemukan emfisema, bronkiektasis, dan disertai cor pulmonale sebagai komplikasi. Direkomendasikan ketika FEV1 bernilai 40% di bawah nilai prediksi, dengan adanya tanda cor pulmonale dan selama eksaserbasi akut berat untuk menilai oksigenasi dan kemungkinan adanya hiperkapnia. Direkomendasikan untuk pasien PPOK dengan umur yang lebih muda dibanding rata-rata.

2. Analisa gas darah

3. Pemeriksaan 1-antitrypsin

Penatalaksanaan
Dalam penatalaksanaan pasien, dibutuhkan :

Penyuluhan Pencegahan Pengelolaan sehari hari Fisioterapi dan rehabilitasi


Termasuk pada penatalaksaan ini adalah :

Mengeluarkan mukus dari sal nafas Memperbaiki efisiensi ventilasi Memperbaiki dan meningkatkan kekuatan fisik

Pemberian oksigen jangka panjang

Hal ini dilakukan untuk cegah hipoksia kronis (vasospasme, polisitemia, hipertensi pulmonal)

TERIMA KASIH