Anda di halaman 1dari 15

Kelomok 4

Kanker

serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari metaplasia epitel di daerah skuamokolumner junction (daerah peralihan mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis) 70% kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, diikuti kanker serviks yang disebabkan oleh merokok dan Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Wanita > 35 tahun Menikah/berhubungan sex di usia < 20 tahun Genetik Berganti-ganti partner sex Memiliki terlalu banyak anak (> 5 anak) Membasuh atau membersihkan daerah genital dengan air tidak bersih Pemakaian pembalut wanita dengan bahan dioksin Daya tahan tubuh yang lemah Kurang konsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat Merokok Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu yang lama

Klasifikasi

Karsinoma

pre invasif Karsinoma in situ, karsinoma intraepitel Karsinoma invasif

1. Skuamous carcinoma: - Keratinizing - Large cell non keratinizing - Small cell non keratinizing - Verrucous 2. Adeno carcinoma: - Endocervical - Endometroid (adenocanthoma) - Clear cell paramesonephric - Clear cell mesonephric - Serous - Intestinal 3. Mixed carcinoma: - Adenosquamous - Mucoepidermoid - Glossy cell - Adenoid cystic 4. Undifferentiated carcinoma 5. Carcinoma tumor 6. Malignant melanoma 7. Malignant non-epitelial tumors: - Sarcoma: mixed mullerian, leiomyosarcoma, rhabdomyosarcoma - Lymphoma

Terasa sakit saat berhubungan sex Mengeluarkan sedikit dara setelah melakukan hubungan sex Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal) Pada stadium lanjut: kurang nafsu makan, sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak, sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak, berat badan naik turun, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin dari vagina, pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul

Faktor

resiko masuknya mutasi gen metaplasia sel neoplasia interepitel serviks displasia sel diferensiasi selsel epitel perubahan struktur dan fungsi sel-sel normal aktivitas regenerasi sel meningkat sel-sel ganas karsinoma

Infeksi

fase laten:

Ekspresi E1 dan E2 menstimulus ekspresi L1

dan L2 untuk replikasi dan perakitan virus baru kembali menginfeksi sel epitel serviks. Terbentuknya antibodi E1 dan E2 penurunan ekspresi E1 dan E2 integrasi antara DNA virus dengan DNA sel pejamu fase aktif

Infeksi

fase aktif:

Penurunan ekspresi E1 dan E2 menstimulus

onkoprotein E6 dan E7 Protein 53 (p53) wild type sebagai negative control cell cycle dan guardian of genom degadrasi membentuk kompleks p53-E6 Terjadi degadrasi fungsi p53 proses karsinogenesis berjalan tanpa kontrol

Pap

smear DNA HPV Biopsi Kolposkopi Tes Schiller Radiologi:


Pelvik lymphangiographi Intravena urografi

Pembedahan Radioterapi Kemoterapi

(penyinaran)

Menghindari

berbagai faktor resiko Pap smear 2 tahun sekali Pilih kontrasepsi dengan metode barrier Memperbanyak makan sayur dan buah segar Vaksin

Stadium

0 : pasien sembuh 100% Stadium 1 :


1A : 95% 1B : 70%-90%
Stadium

2:

2A : 70%-90% 2B : 60%-65%
Stadium

3 : 30%-50% Stadium 4 : 20%-30%

TERIMA KASIH