Anda di halaman 1dari 37

DIARE AKUT

Definisi
Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan / tanpa darah dan / atau lendir dalam tinja. Diare dibagi menjadi 2 yaitu : - Diare akut - Diare kronis

EPIDEMIOLOGI
Anak =

PENULARAN FECAL ORAL

ASI DIARE

ETIOLOGI
KEADAAN GIZI

HIGIENE & SANITASI

SOSIAL BUDAYA

PENDERITA

DIARE

KUMAN PENYEBAB DIARE

MASYARAKAT

MANUSIA PEMBAWA KUMAN

KEPADATAN PENDUDUK

SOSIAL EKONOMI

FAKTOR LAIN

MASYARAKAT SEHAT

Higiene sanitasi Sosial ekonomi

Keadaan gizi

masyarakat

Kepadatan penduduk
kuman

Sosial budaya

PATOGENESIS

GANGGUAN OSMOTIK

GANGGUAN SEKRESI

GANGGUAN MOTILITAS USUS

DIARE AKUT

DUA GOLONGAN:
DIARE SEKRESI: - INFEKSI - HIPERPERISTALTIK USUH HALUS - DEFISIENSI IMUN DIARE OSMOTIK: - MALABSORPSI MAKAN - KKP - BBLR

PATOGENESIS VIRUS
VIRUS
SALURAN DIGESTIF EPITEL USUS HALUS

MERUSAK BAGIAN APIKAL VILI USUS HALUS


DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG

FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK BAIK DIARE

PATOGENESIS BAKTERI
BAKTERI

TRAKTUS DIGESTIF MERANGSANG EPITEL USUS

PEAN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE

MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H2O dan MENGHAMBAT aBSORPSI Cl, Na & H2O DARI LUMEN USUS KE DALAM SEL HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK USUS

Simptom Rotavir E.Coli E.Coli Salmodan us entero- entero- nella gejala toksiinvasif genik
Mual dan muntah Panas Sakit Dari permula an + Tenesm us +

Shigella V.chol erae

Jarang

Jarang

+ Tenesmu s, kolik,pus ing

Kadang- Tenesm Tenesm kadang us, kolik us, kolik,pu sing Sering distensi abdome n Hipoten si

Gejala lain

Bakterie Dapat ima ada toksemi kejang a sistemik

Sifat tinja : Volume Sedang Frekuen Sampai si 10/lebi h Konsist ensi Berair Mukus Darah Bau Warna Leukosi t Sifat lain Jarang

Banyak Sedikit Sering Sering

Sedikit Sering

Sedikit Sering sekali

Berair + -

Kental +
+ Tidak spesifik Hijau +

Berlendir Kental + Sering Kadang2 Sering


Bau telur Tak berbau busuk Hijau Hijau

>>> Hampir terus menerus Berair


Flacks

Hijau kuning -

Bau tinja Tidak


-

Anyir
-

+ air cucian beras

DIAGNOSIS
TANDA

UTAMA:

1. KESADARAN
2. RASA HAUS 3.TURGOR KULIT ABDOMEN

TANDA
1. 2. 3. 4.

TAMBAHAN:

UBUN-UBUN BESAR CEKUNG/TIDAK MATA CEKUNG/TIDAK ADA/TIDAKNYA AIR MATA MUKOSA MULUT, BIBIR & LIDAH KERING/TIDAK

Gejala Klinis

Dehidrasi :
1.

Kehilangan berat badan :


Tidak ada dehidrasi, bila terjadi penurunan berat badan 2% Dehidrasi ringan, bila terjadi penurunan berat badan 2-5% Dehidrasi sedang, bila terjadi penurunan berat badan 5-10% Dehidrasi berat, bila terjadi penurunan berat badan >> 10%

2. SKOR MAURICE KING :


Bagian tubuh yang diperiksa 0 1 2 Keadaan umum Sehat Gelisah,cenge Mengigau,koma,s ng, apatis, yok ngantuk. Sedikit kurang Sangat kurang Sedikit cekung Sangat cekung Sedikit cekung Sangat cekung Kering 120140x/menit Kering & sianosis >140x/menit

Turgor Mata Ubun-ubun besar Mulut Denyut nadi/menit

Normal Normal Normal Normal <120x/m enit

Nilai 0-2 : Nilai 3-6 : Nilai 7-12 :

Dehidrasi ringan Dehidrasi Sedang Dehidrasi berat

* Nilai UUB diganti dengan banyak/ frekuensi BAK anak lbh besar

3. WHO
PENILAIAN 1. Lihat : Ku Mata Air mata Mulut danLidah Rasa haus 2. Periksa Turgor kulit 3. Hasil pemeriksaan Dehidrasi ringan Baik, sadar Normal Ada Basah Minum biasa, tidak haus Kembali cepat Tanda dehidrasi Dehidrasi sedang Gelisah, rewel Cekung Tidak ada Kering Haus, ingin minum banyak Kembali lambat Dehidrasi ringan/ sedang. Bila ada 1 tanda / lebih dari satu 1 tanda. Dehidrasi berat Lesu, lunglai/tidak sadar Sangat cekung dan kering Tidak ada Sangat kering Malas minum/ tidak bias minum Kembali sangat lambat Dehidrasi berat. Bila ada 1 tanda + 1/ > tanda lain

4. Tonisitas darah :
Dehidrasi

isotonik, bila kadar Na dalam plasma antara 131-150 mEq/L Dehidrasi hipotonik, bila kadar Na plasma < 131 mEq/L Dehidrasi hipertonik, bila kadar Na plasma > 150 mEq/L

Akibat Diare
1.

2.
3. 4. 5.

Dehidrasi Acidosis metabolik Hipoglikemia Gangguan gizi Gangguan sirkulasi : Shock

PEMERIKSAAN PENUNJANG :
a)

TINJA
Makrosopis dan mikroskopis pH dan kadar gula dengan kertas lakmus dan tablet clinitest (intoleransi gula). biakan kuman dan uji resistensi (bila perlu)

b)

DARAH
DL ASTRUP Kadar ureum-kreatinin

Penatalaksanaan

Dasar Pengobatan Diare: 1. Rehidrasi 2. Dietetik 3. Medikamentosa

1. Rehidrasi
Tujuan : terapi rehidrasi & terapi rumatan. Jumlah cairan : Previous water losses = PWL Jumlah cairan yang telah hilang melalui diare dan/atau muntah Normal water losses = NWL Banyaknya cairan yang hilang melalui keringat, urin dan pernapasan Concomitant water losses = CWL Banyaknya cairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung

Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur<2tahun ( BB 3-10 kg ) sesuai dengan derajat dehidrasi

Dehidra si -Ringan -Sedang -Berat

PWL 50 75 125

NWL 100 100 100

CWL 25 25 25

Jumlah 175 200 250

Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur 2 5 tahun ( BB 10-15 kg ) sesuai dengan derajat dehidrasi

Dehidra si -Ringan -Sedang -Berat

PWL 30 50 80

NWL 80 80 80

CWL 25 25 25

Jumlah 135 155 185

Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur >15 tahun ( BB 15 - 25 kg ) sesuai dengan derajat dehidrasi

Dehidra si -Ringan -Sedang -Berat

PWL 25 50 80

NWL 65 65 65

CWL 25 25 25

Jumlah 115 140 170

Penilaian Derajat Dehidrasi


Penilaian Lihat - Keadaan umum - Mata - Air mata - Mulut dan lidah - Rasa haus Baik, sadar Normal Ada Basah Gelisah, rewel Cekung Tidak ada Kering Lesu, lunglai, atau tidak sadar. Sangat cekung Tidak ada Sangat kering atau bisa A B C

Minum biasa, tidak Haus, ingin minum Malas minum haus banyak* tidak minum* Kembali cepat Tanpa dehidrasi Kembali lambat * Kembali lambat *

Peiksa
- Turgor kulit Hasil Pemeriksaan sangat

Dehidrasi Dehidrasi Berat Ringan/Sedang Bila ada 1 tanda * Bila ada 1 tanda * ditambah 1 atau ditambah 1 atau lebih tanda lain lebih tanda lain

Terapi

Rencana terapi A

Rencana terapi B

Rencana terapi C

Rencana terapi A
Digunakan untuk : 1. Mengatasi diare tanpa dehidrasi. 2. Meneruskan terapi diare di rumah. 3. Memberikan terapi awal bila anak terkena diare lagi.
Tiga cara dasar terapi di rumah : 1. Beri anak cairan lebih banyak dari biasanya utk mencegah dehidrasi. 2. Beri anak makanan yang cukup dan bergizi utk mencegah kurang gizi. 3. Bawa anak ke sarana kesehatan bila kondisinya makin memburuk

Kebutuhan oralit atau cairan rumah tangga yang dapat diberikan di rumah setiap kali selesai buang air besar :
Umur Jumlah oralit yang Jumlah oralit diberikan tiap disediakan buang air besar rumah yang di

< 12 bulan 1 4 tahun

50 100 ml 100 200 ml

400ml/hari bungkus )

600 800 ml/hari , 3-4 bungkus

> 5 tahun

200 300 ml

800 1000 ml/hari, 4 5 bungkus

Dewasa

300 400 ml

1200 2800 ml/hari

Rencana terapi B
Dalam 3 jam pertama, berikan 75 ml/kgBB atau bila berat badan anak tidak diketahui,berikan oralit seperti yang tertera pada table dibawah ini:
Umur Jumlah oralit < 1 tahun 1 300 ml 5 > 5 tahun Dewasa tahun 1200 ml 2400ml

600 ml

Setelah 3 4 jam, nilai kembali anak menggunakan bagan penilaian, kemudian pilih rencana A, B atau C untuk melanjutkan pengobatan

Rencana terapi C
Tugas utama dalam rencana pengobatan C adalah: Menentukan bagaimana cairan akan diberikan : melalui tetesan intravena, selang nasogastrik ( NGT ), mulut (oral ). Menentukan berapa banyak cairan iv diberikan kemudian memberikan cairan dan menilai kembali dengan sering. Pindah ke rencana pengobatan B atau A bila anak sudah tidak dehidrasi berat.

Cairan intravena yang dianjurkan adalah larutan RL. Bila tidak ada, NaCl 0,9% ; DG ana atau 2A dapat digunakan. Larutan yang hanya mengandung glukosa yang boleh digunakan. Bila dapat diberikan cairan secara intravena, maka segera berikan cairan intravena. Bila penderita bisa minum, berikan oralit-oralit sewaktu cairan intravena dimulai. Beri 100 ml/kg Rl atau NS, dibagi menjadi berikut : Umur Bayi < 12 bln Anak > 1 thn Pemberian I 1 jam - 1 jam Kemudian 5 jam 2 - 3 jam

2. Dietetik

Makanan harus diteruskan selama diare Untuk anak di bawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg. Jenis makanan yang dapat diberikan : * Susu (ASI dan PASI yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak jenuh) * Makanan setengah padat atau padat rendah serat. Untuk anak di atas 1 tahun dengan berat badan lebih dari 7 kg, dapat diberikan makanan padat atau makanan cair. Susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah

3. Medikamentosa
Th/ jika causanya diketahui. Di Ind, 50-75 % penyebab diare infeksi Menemukan kuman sulit Oleh karena itu, dipakai pegangan yang lebih mudah : bila pada pemeriksaan tinja ditemukan leukosit 10 -20 LP (dengan menggunakan pembesaran 200x), maka penyebab diare tersebut dapat dianggap infeksi enteral.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, pada penderita diare antibiotika hanya boleh diberikan jika :

Ditemukan bakteri patogen pada pemeriksaan mikroskopik dan/ atau biakan. Pada pemeriksaan makroskopik dan/atau mikroskopik ditemukan darah pada tinja. Secara klinis terdapat tanda-tanda yang menyokong adanya infeksi enteral . Di daerah endemik kolera. Pada neonatus jika diduga terjadi infeksi nosokomial.

Th/ simptomatis
Anti

diare : Papaverin, Extractum beladona, Loperamid, Codein. Adsorbents : Kaolin, Pektin, Charcoal ( norit, tabonal ), Bismuth subbikarbonat . Stimulans : Adrenalin, Nikotinamide Antiemetik : Clorpromazin (Largactil) Antipiretik Prebiotik dan probiotik

PENCEGAHAN

Imunisasi campak

Pemberian ASI

Cuci tangan sebelum makan Air bersih