Anda di halaman 1dari 24

Mohd Fitri Bin Mohamed 03007300 Pembimbing : Dr Agus Permadi SpS

Penurunan kemampuan mental yg lebih serius, makin lama makin parah. Usia muda : bisa terjadi mendadak jika cedera hebat, penyakit atau racun-racun yg sbbkn hancurnya sel-sel otak Biasa timbul perlahan, serang usia > 60 thn Bukan bagian dr proses penuaan yg normal Frekuensi dementia tertinggi di Indonesia : dementia Alzheimer(50-55 %), dementia vaskuler(15-25 %) Singapura, Jepang & India freq demensia vaskuler > demensia Alzheimer

Penurunan kemampuan mental yg biasanya berkembang secara perlahan terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan utk memusatkan perhatian biasa terjadi kemunduran keperibadian

Gangguan fungsi kognisi akibat perubahan pd otak oleh karena penyakit dan trauma Dpt terjadi bertahap atau akut

Berfikir
Kognisi Proses Belajar

Berbahasa

Penurunan ingatan, kemampuan utk mengingat waktu, mengenal orang, tempat dan benda Kesulitan dlm menemukan dan menggunakan kata yg tepat dan dlm pemikiran abstrak Perubahan keperibadian

Bertambah usia Gen Alzheimer/Huntington Infeksi & pnykt metabolik Tumor otak Pnykt kardiovaskuler Trauma kepala Gagal ginjal Pnykt liver Tiroid Def vit B1, B12 & asam folat

Reversibel demensia/ potensial reversibel


Demensia vaskuler Demensia akibat hidrosefalus Demensia akibat kelainan psikiatri Demensia akibat pnykt imun berat Demensia akibat intoksikasi Demensia akibat def vit B12 Demensia akibat pnykt metabolik

Ireversibel demensia/ potensial ireversibel


Demensia Alzheimer Demensia akibat HIV Demensia akibat trauma kapitis Demensia akibat pnykt Parkinson Demensia akibat pnykt Huntington Demensia akibat pnykt Pick Demensia pnykt Creutzfeld Jacob

Demensia

Vaskuler

Alzheimer

Penyebab ke-2 tersering Serangan stroke kecil yg berturut-turut Pria > wanita Onset biasa mendadak Usia lebih muda berbanding penderita Alzheimer Klinis :

Riw gangguan berkemih Gaya berjalan Pertumbuhan rambut telinga Infark pada MRI

Paling sering : Multi infark demensia(MID) dsebabkn mini stroke(stroke tunggal yg berukuran kecil)

Fisik Masalah memori ; pelupa Pusing Kelemahan lengan & tungkai Hilang konsentrasi Jalan cepat dgn menyeret kaki Hilang kontrol kandung kemih dan usus

Perilaku Bicara menghina Masalah berbahasa Tingkah laku abnormal Berkelana Tertawa & menangis tidak beralasan Sulit mengikut perintah Sulit menyimpan uang

Dimulai secara samar Gejala awal : lupa peristiwa yg baru saja terjadi, depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau perubahan keperibadian Perubahan ringan pola berbicara : gunakan kata-kata yg lebih sederhana, tidak tepat, tidak mampu temukan kata-kata tepat. Tidak mengerti tanda-tanda, tidak dpt menjalankn fungsi sosial Penyebab Alzheimer tidak diketahui, diduga genetik Faktor resiko

Usia > 40 thn Riw keluarga Alzheimer, Parkinson, Sindroma Down Onset & perjalanan pnykt bertahap, biasa berjalan lambat > muda usia, > cepat perjalanan pnykt

Ringan Sedang
Berat

Ggn memori menonjol masih dpt melakukan aktivitas keseharian sederhana

Ggn memori diikuti ggn kognitif lain Membutuhkan bantuan utk lakukan aktifitas keseharian terutama yg kompleks

Tidak dpt berkomunikasi (ggn kognitif berat) Diikuti penurunan fungsi motorik sulit bergerak & perlukan bantuan utk aktifitas keseharian

Digunakan utk membedakan demensia Alzheimer & Iskemia. 0-4 : demensia Alzheimer >7 : demensia Iskemia
Skor 2

Klinis Mendadak

Kemunduran bertahap
Berfluktuasi Kebingungan/kekacauan malam hari Pemeliharaan diri menurun

1
2 1 1

Depresi
Keluhan somatik Inkontinensia emosional Riwayat hipertensi

1
1 1 1

Riwayat stroke
Kejadian yang berhubungan dgn atherosclerosis Gejala neurologi fokal Tanda neurologi fokal

2
1 2 2

Demensia sosok Lewy perbedaan dlm perubahan mikroskopik dlm otak berbanding Alzheimer Cedera otak atau cardiac arrest Hidrosefalus tidak hanya sbbkn hilangnya fungsi mental ttp juga inkontinensia urin & kelainan berjalan Cedera kapala berulang(misalnya peninju) demensia pugilistika(enselopati traumatik progresif kronik) Pseudodemensia : pd usia lanjut yg menderita depresi

Ditegakkn berdasarkan penilaian menyeluruh Perhatikan


Usia penderita Riw keluarga Awal & perkembangan gejala Penyakit penyerta (HT, DM)

Delirium Terjadi secara tiba-tiba Berlangsung selama beberapa minggu

Demensia Terjadi secara perlahan Bisa menetap

Berhubungan dgn pemakaian obat Bisa tanpa penyakit atau gejala putus obat, pnykt berat, kel metabolism
Hampir selalu memburuk di malam hari Sering bertambah buruk di malam hari

Tidak mampu memusatkan perhatian


Kesiagaan berfluktuasi dari lethargi menjadi agitasi Orientasi terhadap lingkungan bervariasi Bahasanya lambat, seringkali tidak dimengerti & tidak tepat Ingatannya bercampur baur, linglung

Perhatiannya mengembara
Kesiagaan seringkali berkuurnag Orientasi terhadap lingkungan terganggu Kadang sulit dalam menemukan katakata yg tepat Ingatannya hilang terutama utk peristiwa yg baru saja terjadi

Laboratorium

Pem kimia darah standar. Darah lengkap, gula darah, tes fungsi hati, ginjal, tiroid, pem serologi(TPHA/VRDL, HIV) Tunjukkn gelombang lambat yg diffus dp demensia stad lanjut
Tunjukkn keadaan struktural otak yg atrofi pd girus/otak difus. Tentukn adanya tumor, hidrosefalus atau stroke
Dpt mengukur regional CBF(cerebral blood flow) asupan glukosa & O2 utk bedakn tipe demensia

EEG

CT scan/ MRI otak

PET scan

SPECT

Single photon emission computerized tomography Ukur regional CBF, bedakn Alzheimer & atrofi cerebrilobaris

Tujuan utama : penderita dpt mengoptimalkn kemampuan yg masih ada dan memperbaiki kualitas hidup

Penanganan demensia

Non farmakologis
Farmakologis

Kounseling, terapi supportif/psikoterapi, terapi kognitif, aktifitas sehari-hari & sosialisasi

Berdasarkn konsep KISS ME (komunikasi, imajinasi, sosialisasi, spiritual, emosi, musik dan kesenian lain dgn menyilang garis tengah tubuh & gerakan anggota tubuh lainnya

Senam otak(brain gym)

Latihan neurobik(neurobik exercise)

Mengisi teka-teki silang, puzzles, latihan memori

Jaga kesehatan tubuh dgn makanan sehat, hindari rokok & alkohol serta olahraga teratur

Terapi simptomatik

Takrin telah diganti donepezil : sbbkn lebih sedikit efek samping & lambatkn perkembangan Alzheimer. Ibuprofen juga dpt lambatkn perjalanan pnykt, paling baik diberi dp stad dini Nootropik pirasetam pernbaiki neurotransmisi & metabolisme neuron Kognitif enhancers Kolinesterase inhibitor Modulator reseptor glutamat

Terapi fisiopatologik

Antioksidan Antiinflamasi (NSAIDs) Hormonal


Neuropeptida Esterogen Asam folat

Pertahankn lingkungn yg familiar ; bantu penderita tetap memiliki orientasi. Kalender besar, cahaya terang, jam dinding dgn angka-angka besar Sembunyi kunci mobil, pasang detektor pd pintu ; cegah kecelakaan pf penderita yg senang berjalanjalan Jalani kegiatan mandi, makan, tidur, dll scr rutin : beri rasa keteraturan kpd penderita Marah atau hukum penderita tidak akan membantu malah perburuk keadaan Minta bantuan organisasi yg berikn pelayanan sosial & perawatan : sgt membantu

Demensia krn AIDS : dimulai scr samar ttp berkembang terus Demensia krn pnykt Ceutzfeldt-Jakob : sbbkn demensia hebat & sering sbbkn kematian dlm 1 tahun Demensia stad lanjut

penurunan fungsi otak yg hampir menyeluruh Penderita menarik diri Tidak mampu kendali perilaku Suasana hati berubah-ubah & senang berkelana Akhirnya : tidak mampu mengikuti suatu percakapan, bisa hilang kemampuan berbicara