Anda di halaman 1dari 39

Khusnul Khotimah (C111 07 103) Pembimbing dr. John Theus Supervisor dr. Ny. IMS Murah Manoe, Sp.

OG (K)

Berbagai gangguan atau penyakit endokrin dapat mempersulit atau mengambat kehamilan dan sebaliknya, kehamilan dapat mempengaruhi penyakit endokrin. Penyakit endokrin pada kehamilan yang paling umum dijumpai adalah diabetes mellitus dan tiroid. Kelainan tiroid pada wanita 4-5 kali lebih banyak dibandingkan pada pria dan sebagian besar terjadi pada saat wanita hamil

Penyakit- penyakit kelenjar tiroid


Struma Nodosa Nontoksik

hipertiroidisme hipotiroidisme

Penyakit tiroid terutama pada wanita usia lebih tua untuk melahirkan anak.

2,5% dari semua wanita hamil mempunyai hipotiroidisme

Hipertiroidisme jarang ditemukan pada wanita hamil, diperkirakan 2 : 1000 dari semua kehamilan

Korteks serebral
Hipotalamus
TRH

Hipofisis anterior
TSH (+)

(-)

Tiroid

T3 T4

Pengaruh kehamilan terhadap fisiologi tiroid maternal cukup besar Selama kehamilan normal kadar tiroid yang bersirkulasi yang terikat dengan globulin mengalami peningkatan, dan sebagai akibatnya kadar T3 dan T4 juga meningkat Kadar TSH harus diinterpretasikan secara hati- hati pada trimester pertama karena hCG memiliki efek stimulasi yang lemah pada reseptor TSH

Janin tidak dapat mensintesa tiroksin dan triiodotironin hingga minggu ke-10 gestasi, dan oleh karena itu bergantung pada transplasental hormon maternal Terdapat peningkatan sintesis maternal hormon tiroid pada trimester pertama sebagai akibat perjalanan transplasental dan kadar globulin yang terikat tiroid yang cukup tinggi, dan hal ini pada akhirnya menyebabkan peningkatan kebutuhan iodine maternal.

Di sepanjang kehamilan,tiroksin maternal dipindahkan ke janin. Tiroksin maternal penting untuk perkembangan otak janin, terutama sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi. Selama kehamilan faal kelenjar tiroid mengalami peningkatan dan dalam banyak hal aktifitas kelenjar tiroid menyerupai keadaan hipertiroidisme

Menurut Glinoer , kehamilan merupakan suatu keadaan yang unik, dimana faal kelenjar tiroid dipengaruhi oleh 3 perubahan, yaitu : Terjadi perubahan dalam ekonomi tiroid karena meningkatnya kadar TBG sebagai respons terhadap peningkatan kadar estrogen Terjadi peningkatan sekresi Thyroid Stimulating Factors (TSF) dari plasenta terutama Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Kehamilan disertai dengan penurunan persediaan yodium didalam kelenjar tiroid

Hipertiroidisme merupakan suatu sindrom klinik akibat meningkatnya sekresi hormon tiroid didalam sirkulasi baik tiroksin (T4), triyodotironin (T3) atau kedua-duanya. Sekitar 90% dari hipertiroidisme disebabkan oleh penyakit Grave, struma nodosa toksik baik soliter maupun multipel dan adenoma toksik

Penyakit Grave sering menjadi lebih berat pada kehamilan trimester pertama, sehingga insiden tertinggi hipertiroidisme pada kehamilan akan ditemukan terutama pada kehamilan trimester pertama

Hipertiroidisme dalam kehamilan hampir selalu disebabkan karena penyakit Grave yang merupakan suatu penyakit otoimun Kelenjar tiroid merupakan organ yang unik dimana proses otoimun dapat menyebabkan kerusakan jaringan tiroid dan hipotiroidisme (pada tiroiditis Hashimoto) atau menimbulkan stimulasi dan hipertiroidisme (pada penyakit Grave)

Proses otoimun didalam kelenjar tiroid terjadi melalui 2 cara, yaitu : Antibodi yang terbentuk berasal dari tempat yang jauh (diluar kelenjar tiroid) karena pengaruh antigen tiroid spesifik sehingga terjadi imunitas humoral. Zat-zat imun dilepaskan oleh sel-sel folikel kelenjar tiroid sendiri yang menimbulkan imunitas seluler.

Antibodi-antibodi ini berikatan dengan reseptor TSH yang terdapat pada membran sel folikel kelenjar tiroid, sehingga merangsang peningkatan biosintesis hormon tiroid Pada usia kehamilan yang lebih tua, penyakit Grave mempunyai kecenderungan untuk remisi dan akan mengalami eksaserbasi pada periode postpartum.

Hipertiroidisme neonatus disertai dengan mortalitas yang tinggi. Komplikasi jangka panjang pada bayi yang bertahan hidup akan mengakibatkan terjadinya kraniosinostosis prematur yang menimbulkan gangguan perkembangan otak. Kematian biasanya terjadi akibat kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan penyakit jantung kongestif

diagnosis

laboratorium

Gambaran klinis

tremor kelainan mata yang non infiltratif atau yang infiltratif berat badan menurun tanpa diketahui sebabnya miksedema lokal miopati onikolisis

Kadar T4 dan T3 total


Kadar T4 bebas dan T3 bebas (fT4 dan fT3)

Thyroid Stimulating Immunoglobu lin (TSI)

TSH basal sensitif

Indeks T4 bebas (fT4I)

Tes TRH

Obat-obat anti tiroid

yodium radioaktif

Pembedahan

hipertiroidisme

Pengobatan hipertiroidisme pada kehamilan memiliki tujuan mempertahankan fT4 dalam batas normal Obat antitiroid jangan dihentikan sebelum kehamilan 32 minggu karena dapat terjadi relaps. Obat ini dihentikan pada beberapa minggu terakhir kehamilan

propiltiour asil (PTU)

PTU merupakan obat pilihan pada pengobatan hipertiroidisme dalam kehamilan.

Imidazol

metimazol tiamazol

Beta bloker

propranolol

Tiroidektomi subtotal pada wanita hamil sebaiknya ditunda sampai akhir trimester pertama karena dikhawatirkan akan meningkatkan risiko abortus spontan

Mempunyai risiko yang tinggi karena dapat terjadi komplikasi fatal akibat pengaruh obat-obat anestesi baik terhadap ibu maupun janin. Dapat terjadi komplikasi pembedahan berupa paralisis nervus laryngeus, hipoparatiroidisme dan hipotiroidisme yang sukar diatasi.

Tindakan operatif dapat mencetuskan terjadinya krisis tiroid.

Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema

hipotiroid

lokasi timbulnya masalah

usia awitan hipotirodisme

Primer

Sekunder

hipotiroidisme dewasa atau miksedema,

hipotiroidisme juvenilis

hipotiroidisme kongenital

Hypothyroid dalam kehamilan diagnosisnya sulit karena wanita dengan hypothyroid biasanya susah hamil (gangguan kesuburan). Diagnosis berdasarkan klinis juga sulit dilakukan karena gejala- gejala klinis hipotyroid seperti kelelahan, penambahan berat badan, kesemutan dll juga ditemui pada wanita hamil normal lainnya.

Hypothyroid dalam kehamilan yang tidak terdiagnosa, meningkatkan risiko terjadinya kematian janin (lahir mati) atau gangguan pertumbuhan janin. Juga meningkatkan risiko pada ibu berupa anemia (kurang darah), eklampsia (tensi tinggi plus kejang) dan lepasnya ari- ari sebelum waktunya (solusio plasenta

Barangkali kelompok terbesar wanita yang akan mengalami hypothyroid dalam kehamilan adalah mereka yang sedang menjalani pengobatan atau terapi sulih thyroid. Dosis thyroxine selama hamil idealnya dinaikkan 25-50% selama kehamilan. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan rutin kadar T4 dan TSH selama kehamilan.

Kehilangan jaringan thyroid : akibat operasi atau rusak akibat radiasi. Antibodi Antithyroid: bisa terjadi pada penderita diabetes atau Lupus, rheumatoid arthritis, chronic hepatitis, atau Sjogren syndrome. Bawaan lahir Gangguan produksi: Hashimoto thyroiditis. Obat-obatan: beberapa obat bisa menyebabkan hypothyroid misalnya lithium (Eskalith, Lithobid)

perdarahan postpartum

anemia maternal

berat badan lahir bayi rendah

miopati (nyeri otot, lemah)

kelainan plasenta, preeklampsia

gagal jantung kongestif

koma miksoedema

seksio caesar

kematian bayi

Konstipasi (susah BAB)

Kelelahan yang berat Gejala hipotiroidisme pada bayi

Tidak mau makan

Kuning

Gangguan pertumbuha n

150mg/ hari

Thyrax (levotir oksin) Waktu paruh 7 hari

Penanganan