Anda di halaman 1dari 34

Meet The Expert

Retinopati Hipertensi
Oleh: Meiustia Rahayu 07120141 Rahmi Mutia 0810312100

Preseptor: dr. Weni Helvinda, Sp.M

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang
Hipertensi = masalah
Prevalensi meningkat

Pengobatan, kontrol X
Komplikasi morbiditas & mortalitas

The National Health and Nutrition Examination di Amerika Serikat pada tahun 1999-2000 sebanyak 29-31% yaitu 58-65 juta penduduk

Usia > 65th 30% terapi

Latar Belakang
Pola diet dan asupan garam
Stres Merokok

Obesitas Genetik

Kelainan saraf simpatis

Gangguan sistem otokrin

Kaplan Tekanan darah = curah jantung x tahanan perifer

Batasan Masalah

Tujuan Penulisan

Metode Penulisan

Bab II Tinjauan Pustaka

Anatomi Retina

Anatomi Retina

Tipe Sel Retina

Anatomi Retina

Fovea lutea

Anatomi Retina

Penampang Melintang Retina

Fisiologi Retina

Siklus Rodopsin pada Sel Batang

Klasifikasi Strabismus
Retinopati hipertensi merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan pada vaskular retina

Epidemiologi Etiologi
Retinopati Hipertensi 3-14% 40 tahun atau lebih warga kulit hitam, jenis kelamin X korelasi tanda mata dengan tekanan darah. 50-70% perdarahan retina dan mikroaneurisma, 30-40% penyempitan arteriol fokal 70-80% perlengketan arterivenosa >> tidak respon dengan obat-obat anti hipertensi gangguan penglihatan X

Klasifikasi
Klasifikasi Keith-Wagener-Barker
Stadium Stadium I Karakteristik Penyempitan ringan, sklerosis dan berkelok-keloknya arteriol retina; hipertensi ringan, asimptomatis Stadium II Penyempitan definitif, konstriksi fokal, sklerosis, dan nicking arteriovenous; tekanan darah semakin meninggi, timbul beberapa gejala dari hipertensi

Stadium III

Retinopati (cotton-wool spot, arteriosklerosis, hemoragik); tekanan darah terus meningkat dan bertahan, muncul gejala sakit kepala, vertigo, kesemutan, kerusakan ringan organ jantung, otak dan fungsi ginjal

Stadium IV

Edema neuroretinal termasuk papil edema, garis Siegrist, Elschig spot; peningkatan tekanan darah secara persisten, gejala sakit kepala, astenia, penurunan berat badan, dispnea, gangguan penglihatan, kerusakan organ jantung, otak dan fungsi ginjal

WHO membagi stadium I dan II dari Keith dkk sebagai retinopati hipertensi dan stadium III dan IV sebagai hipertensi malignan.

Klasifikasi
Tanda Mata
Retinopati Ringan Deskripsi Satu atau lebih dari tanda berikut: penyempitan arteriol fokal atau menyeluruh Asosiasisistemik Asosiasi ringan dengan penyakit stroke, penyakit jantung koroner dan mortalitas

AV nicking
dinding arteriol lebih padat (silver-wire)

kardiovaskuler

Sedang

Retinopati mild dengan satu atau lebih tanda Asosiasi berat dengan penyakit stroke, berikut: gagal jantung, disfungsi renal dan

perdarahan retina (blot, dot atau flame- mortalitas kardiovaskuler shape) mikroaneurisma cotton-wool hard exudates

Akselerasi

Tanda-tanda retinopati moderate dengan edema Asosiasi berat dengan mortalitas dan

papil dan dapat disertai dengan kebutaan

gagal ginjal

Klasifikasi

Klasifikasi Scheie
Derajat 0 Derajat 1 Derajat 2 Derajat 3 Derajat 4 : tidak ada perubahan pada retina : secara kasat mata tampak arteri saling berdekatan : pendekatan arteri nyata dengan iregular fokal : derajat 2 ditambah perdarahan retina atau eksudat : derajat 3 ditambah papil edema

Patogenesis
Awal vasokontriksi generalisata

Mekanisme proteksi peningkatan tonus arteri Perbandingan AV mengecil


Penebalan tunika intima

Pendekatan AV Refleks cahaya melebar cooper wiring


Lanjut penebalan tunika media

AV nicking

Patogenesis
Pembentukan eksudat

Kerusakan sawar darah-retina Nekrosis otot polos dan endotel Eksudasi darah dan lipid hem orage, hard exudate Infark luas cotton wool spot Edema papil Transparansi pembuluh darah << silver wiring

Proses mendadak

Hard exudate

Manifestasi Klinis
Penyempitan (spasme) pembuluh darah tampak sebagai
-Pembuluh darah (terutama arteriolretina) yang berwarna lebih pucat -Diameter pembuluh yang menjadi lebih kecil atau ireguler (karena spasme lokal) -Percabangan arteriol yang tajam

Sklerosis

-Reflex copper wire -Reflex silver wire -Sheating

Pembuluh darah yang iregular

3. Pembuluh darah yang iregular 4.Terdapat fenomena crossing sebagai berikut :


Elevasi: pengangkatan vena oleh arteri yang berada dibawahnya Deviasi: penggeseran posisi vena oleh arteri yang bersilangan dengan vena tersebut dengan sudut persilangan yang lebih kecil Kompresi: penekanan yang kuat oleh arteri yang menyebabkan bendungan vena.

Gambaran fundus pada retinopati hipertensi juga ditentukan oleh derajat peningkatan tekanan darah dan keadaan arteriol retina. Pada pasien muda, gambaran yang sering yaitu retinopati ekstensif dengan perdarahan, infark retina (cotton wool patches), infark koroid (Elschnig patches), kadang ablasio retina, dan edema berat pada diskus optikus adalah gambaran yang menonjol dan dapat disertai dengan eksudat keras berbentuk macular star.

Pasien usia lanjut yang arteriosklerotik tidak dapat berespon seperti pada pasien muda, dan pembuluh-pembuluh darah mereka terlindung oleh arteriosklerosis. Karena itu pasien lansia jarang meemperlihatkan gambaran retinopati hipertensif yang jelas

Diagnosis
Anamnesis -Umur - Riwayat Hipertensi Sebelumnya -Riwayat Hipertensi dalam keluarga - Peningkatan TD mendadak : penurunan ketajaman penglihatan atau pengligatan kabur, sakit kepala, mual atau muntah

Pemeriksaan Fisik

Hipertensi : TD diastolik =90 mmHg TD sistolik = 140 mmHg

Diagnosis
Pemeriksaan Oftalmoskopi Perubahan arteriosklerosis: penyempitan adan iregularitas kapiler,av crossing,perubahan warna arteriolar(copper wire,silver wiring),sklerosis vena. Perubahan iskemik, cotton wool patches. Perdarahan,seringkali flame-shaped hemorrhagic. Papil edema atau edema papil optikus, pada pasien dengan hipertensi maligna. Penurunan ketajaman penglihatan, hal ini khas terjadi karena perubahan yang terjadi mengenai makula

Diagnosis
Pemeriksaan Penunjang -Laboratorium: urinalisis, hematokrit, gula darah, kalium, kreatinin, kolesterol dan trigliserida serum dan asam urat. -Elektrokardiografi -Angiografi fluoresen,yang memungkinkan mendokumentasikan patensi pembuluh darah dan perubahan-perubahan mikrosirkulasi retina secara akurat.

Diagnosa Banding
Retinopati diabetikum
-Perdarahan umumnya blot dan dot. -Mikroaneurisma atau pelebaran pembuluh darah vena pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat berupa titik merah kecil dekat pembuluh darah terutama di polus posterior. -Pasien memiliki penyakit diabetes mellitus.

Diagnosis Banding
Penyakit Kolagen Vaskular gambaran cotton wool multiple

Anemia

Retinopati Radiasi
Central retina vein occlusion (CRVO) atau branch retinal vein occlusion (BRVO)

predominan perdarahan tanpa perubahan arteri bermakna riwayat radiasi di daerah kepala, dapat muncul kapan saja tapi biasanya setelah 4 tahun

-unilateral, -perdarahan multipel, -dilatasi vena tanpa penyempitan arteri. Dapat merupakan akibat hipertensi

Tatalaksana
Pengobatan Faktor Primer -ACE inhibitor

Perubahan pola dan gaya hidup -Penurunan BB - Mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak jenuh - Kurangi konsumsi alkohol, merokok, dan garam

Komplikasi dan Prognosis


Komplikasi : oklusi cabang vena/arteri retina sentral, edema makula, vitreoretinopati proliferatif Prognosis tergantung kepada kontrol tekanan darah

Kesimpulan
Retinopati hipertensi adalah kelainan-kelainan retina dan pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi. Mekanisme terjadinya retinopati hipertensi pada dasarnya adalah akibat perubahan-perubahan karena proses arteriosklerosis dan peningkatan tekanan darah Untuk menegakkan diagnosis retinopati hipertensi diperlukan pemeriksaan klinis secara lengkap melalui anamnesis,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan oftalmologi. Penatalaksanaan terbaik dari retinopati hipertensi adalah dengan mengontrol tekanan darah.