Anda di halaman 1dari 27

INDAH LESTARI PARANOAN 10.2009.

254
SINDROM NEFROTIK PADA ANAK

ANAMNESIS
Langkah-langkah pembuatan anamnesis: 1. IDENTITAS PASIEN 2. RIWAYAT PENYAKIT 3. RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT 4. RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA
1

1.

IDENTITAS PASIEN
1. 2. 3. 4.
1. 2. 3. 4.

Nama : Umur : Jenis kelamin Nama orangtua :


Alamat : Umur Pendidikan : Pekerjaan orangtua

:
: : :

5. 6.

Agama Suku bangsa

: :

2.

RIWAYAT PENYAKIT
1.

Keluhan utama : bengkak pada kelopak mata dan kedua kakinya.

3.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT


1.

2. 3. 4. 5. 6.

Apa telah memperoleh pengobatan sebelumnya? Kapan berobat? Kepada siapa? Obat apa saja yang diberikan? Bagaimana hasil pengobatan tersebut? Lamanya keluhan berlangsung?

7. 8. 9. 10. 11. 12.

13.

Bagaimana sifat terjadinya gejala? Untuk keluhan lokal, lokalisasi dan sifatnya? Berat ringannya keluhan dan perkembangannya? Adakah hal yang mendahului keluhan? Apakah keluhan tersebut baru pertama kali dirasakan? Apakah terdapat saudara sedarah, atau orang serumah atau sekeliling yang menderita keluhan yanng sama? Upaya yang telah dilakukan dan hasilnya?

EDEMA 1. Kapan edema mulai tampak? 2. Apakah dimulai di tempat-tempat tertentu? 3. Apakah kemudian menjalar? 4. Bagaimana penjalarannya serta apakah tergantung waktu (pagi hari saja)? Atau terjadi sepanjang waktu? 5. Perkembangan edema progresif lambat atau cepat atau cenderung menetap? 6. Keluhan lain : apakah ada batuk-batuk, oliguria, sesak napas, cepat lelah, berdebar-debar, pucat, pernah sakit kuning,

4.

RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA


1.

Apakah pernah mengalami alergi obat tertentu?

PEMERIKSAAN FISIK
1.

PEMERIKSAAN UMUM1
1.

2.

3.
1. 2.

Kesan keadaan sakit : sakit ringan, sedang, berat. Kesadaran : komposmentis, apatik, somnolen, sopor, koma, delirium. Status gizi (dengan inspeksi & palpasi) :
Proporsi atau postur tubuhnya : baik, kurus gemuk. Tulang belulang menonjol, kulit keriput, abdomen membuncit atau cekung, otot hipotrofik MALNUTRISI Defisiensi nutrien

3.

2.

TANDA VITAL
1.

Nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu tubuh.

2.

3. 4. 5.

INSPEKSI : ukuran&bentuk perut, dinding perut, gerakan dinding perut. AUSKULTASI : peristaltik, bising (bruit). PALPASI : asites PERKUSI : palpasi bimanual, ballotement.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. 1.

URIN : proteinuria > 3,5 g/1,73 m2/24jam.2 DARAH : - CBC: Anemia hipokrom makrositer - Hipoalbuminemia - Kadar albumin 2,5 g/dL (normal : 3,5 5 g/dL) - Kadar ureum : - Kadar kreatinin : -LED : - Apo-B : meningkat - Hiperkolesterolemia : kolest, total & LDL ; HDL normal/

MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis SN:2 1. Edema/sembab 2. Proteinuria 3. Hematuria 4. Hiperkolesterolemia 5. Hiperlipidemia 6. Hipokalemia 7. Sesak nafas 8. Mual muntah

DIAGNOSIS KERJA
SINDROM NEFROTIK

DIAGNOSIS BANDING

Glomerulonefritis akut Gagal jantung Sirosis hepatis

Sindrom Nefrotik Edema kelopak mata (Puffy face),dada, perut, tungkai, genitalia, dan dapat seluruh tubuh (anasarka) Ada

GNA Preorbital

Gagal Jantung

Sirosis Hepatis

Bagian tubuh Perut (asites) yang tergantung dan kaki atau dpt anasarka

Proteinuria (> 3,5g/24 jam) Hematuria

Ada (ringansedang)

Tidak ada

Tidak ada

Hematuria mikroskopik

Hematuria makroskopik (Gross Hematuria) Ada

Tidak ada

Ada

MuaL&Munta h

Ada

Ada

Ada

Sindrom Nefrotik Hipertensi Ada (RinganSedang) Ada

GNA

Gagal Jantung Ada

Sirosis Hepatis Ada

Ada (Sedang-Berat)

Hiperkolesterole mia

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Sesak Nafas

Ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Oliguria

Ada

Ada

Tidak ada

Tidak ada

ETIOLOGI

Sindrom Nefrotik Kongenital

infeksi kongenital (sifilis, toksoplasmosis, sitomegalovirus) dan sklerosis mesangium difus yang tidak diketahui sebabnya (sindrom drash yang terdiri dari nefropati, tumor wilms, kelainan kongenital).3 nefrotik ini secara primer terjadi akibat kelainan pada glomerulus itu sendiri tanpa ada penyebab lain.4

Sindrom Nefrotik Primer/Idiopatik


sindrom

Sindrom Nefrotik Sekunder berkembang pada perjalanan berbagai penyakit yang berhubungan, di antaranya diabetes melitus, penyakit Alport, SLE, sifilis, malaria, purpura anafilaktoid,amiloidosis, neoplasma

EPIDEMIOLOGI

Anak berumur 3-4 tahun Wanita : pria= 1: 2. 90% : sindrom nefrotik idiopatik
85 % lesi minimal 5% proliferasi mesangium 10% sklerosis setempat sisanya 10% oleh karena glomerulonefritis membranosa dan membranoproliferatif

PATOFISIOLOGI

PENATALAKSANAAN
1.

Rawat:
2.

Diet : TKTP, rendah garam, restriksi cairan Terapi edema Terapi kortikosteroid Edukasi pasien dan orang tua Terapi ISKDC:
Th/ kortikosteroid : prednison International Study of Kidney Disease in Children (ISKDC) menganjurkan untuk memulai dengan pemberian prednison oral (induksi) sebesar 60 mg/m2/hari dengan dosis maksimal 80 mg/hari selama 4 minggu, kemudian dilanjutkan dengan dosis rumatan sebesar 40 mg/m2/hari secara selang sehari dengan dosis tunggal pagi hari selama 4 minggu, lalu setelah

3. 4.

Diet rendah natrium Tunda imunisasi sampai bebas kortikosteroid selama 3 bulan

KOMPLIKASI

Infeksi kulit Hipovolemia dll

PENCEGAHAN

Edukasi kepada pasien. Imunisasi dan aktivitas

PROGNOSIS

Prognosis umumnya baik, kecuali pada keadaan-keadaan sebagai berikut : 1. Menderita untuk pertama kalinya pada umur di bawah 2 tahun atau di atas 6 tahun. 2. Disertai oleh hipertensi. 3. Disertai hematuria. 4. Termasuk jenis sindrom nefrotik sekunder. 5. Gambaran histopatologik bukan kelainan minimal.

DAFTAR PUSTAKA
1.

2.

3.

Matondang CS, Wahidayat I, Sastroasmoro S. Diagnosis fisis pada anak. Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto,2000.h.4-17. Escott Stump, Sylvia. Nutrition and diagnosis-related care.Sixth ed. Philadelphia: Lippincot Williams & Wilkins,2008.h.665. Waldo E.Nelson.Neloson : Ilmu Kesehatan Anak vol.3. Edisi ke15.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

4.

5.

Waldo E.Nelson.Neloson : Ilmu Kesehatan Anak vol.3. Edisi ke12.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;1998.79-83 Muhammad SN, Ninik S. Sindrom Nefrotik. Diunduh dari : www.pediatrik.com. 13 Oktober 2011.