Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL PENELITIAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY.A USIA 1 HARI DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD BANGIL PASURUAN

OLEH : INDAH TRIPIHANTINI NIM. 02.10.154

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO 2013

1.1 Latar Belakang


Pelayanan kesehatan neonatal harus di mulai sebelum bayi di

lahirkan,melalui pelayanan kesehatan yang di berikan kepada ibu hamil.kurang baiknya penanganan bayi baru lahir yang lahir sehat akan menyebabkan kelainan yang dapat

Introduction

menyebabkan cacat seumur hidup.bahkan kematian.ikterus merupakan suatu gejala yang sering ditemukan pada bayi baru lahir.ikterus padabayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis atau dapat merupakan hal yang patologis.Misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO ,sepsis penyubatan saluran empedu ,dan sebagainya.

Berdasarkan fenomena yang ditemukan saat ini di RSUD Bangil pasuruan kenyataannya ikterus pada bayi baru lahir masih banyak kita jumpai di lapangan dan masih banyak terjadi kematian.hasil Riskedas 2010, penyebab

Justifikasi

kematian bayi baru lahir 0-6 hari di indonesia adalah gangguan pernapasan

36,9% prematuritas 32,4% sepsis 12% hipotermi 6,8% kelainan darah /ikterus
6,6% dan lain-lain.penyebab kematian bayi 7-28hari adalah sepsis 20,5% kelainan kongenital 18,1% pnumonia 15,4% prematuritas dan BBLR 12,8%.berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 7 desember 2012 di RSUD Bangil Pasuruan, di dapatkan pada bulan Agustus sampai november 2012 terdapat 29 bayi 3% dengan ikterus neonatorum dari total 878 kelahiran.

Kronologis

Ikterus neonatorum bisa terjadi karena siklus sel darah merah pada bayi lebih pendek dari pada orang dewasa. Ini berarti lebih banyak bilirubin yang dilepaskan melalui organ hati bayi. Kadang-kadang hati bayi belum cukup matang untuk mengatasi jumlah bilirubin yang berlebih. Penyakit kuning terjadi ketika organ hati bayi tidak dapat menghilangkan bilirubin dari darah secara cepat.

solusi

Dengan dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif yaitu dengan cara memberi ASI sesering mungkin agar merangsang pengeluaran mekoneum, menjaga kehangatan kepada bayi, melakukan terapi sesuai advice dokter seperti memberikan foto terapi dan pengawasan neonatus yang baik juga merupakan hal yang penting dalam pemulihan bayi ikterus.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny.A Usia 1 Hari Dengan Ikterus Neonatorum Di Ruang Neonatus RSUD Bangil Pasuruan?

1.3 Tujuan
1.3.1Tujuan Umum Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny.AUsia 1 Hari Dengan Ikterus Neonatorum Di Ruang Neonatus RSUD Bangil Pasuruan.

1.3.2 Tujuan Khusus Melakukan pengkajian data subjektif dan objektif pada Bayi Ny.A Usia 1 Hari Dengan Ikterus Neonatorum.

1.4 Manfaat Penilitian 1.4.1 Bagi Tempat Peneliti 1.4.2 Bagi Responden 1.4.3 Bagi peneliti selanjutnya 1.5 Metode Penilitian Metode penelitan yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus yaitu untuk mencari gambaran yang lebih jelas tentang asuhan kebidanan pada bayi Ny.M Usia 1 hari dengan Ikterus Neonatorum Di Ruang Neonatus RSUD Bangil Pasuruan.

1.6 Teknik Pengumpulan Data 1.6.1 Studi Studi Literatur / Kepustakaan 1.6.2 Wawancara 1.6.3 Pemeriksaan Fisik 1.6.4 Observasi 1.6.5 Studi dokumentasi 1.7 Tempat Dan waktu Penilitian Penelitian di laksanakan di ruang neonatus RSUD Bangil Pasuruan pada bulan Februari 2013.

2.1 Konsep Dasar Bayi Baru Lahir

2.2 Konsep Dasar Ikterus


2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan

2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan


1. PENGKAJIAN

A. Data Subyektif B. Data Obyektif


II. IDENTIFIKASI DIANGNOSA DAN MASALAH III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

v. RENCANA TINDAKAN / INTERVENSI

1. 2. 3. 4.

Berikan Asi/Pasi setiap 3 - 4 jam dan diselingi pemberian air minum tambahan. Observasi tanda-tanda vital, catat adanya : tachipnoe. Berikan cairan per infus Kaji pola menelan, bising usus, eliminasi urin, pola tidur dan iritabilitas setiap hari.

5. Pertahankan suhu Box dengan mengatur fentilasi /pintu box dengan suhu 37C. 6. Kaji tanda-tanda ikterus / jaundice selengkap-lengkap-nya dgn menggunakan sinar matahari bila mungkin., observasi sklera, observasi warna kulit, dan kaji dengan menekan kulit pada bagian yang keras, cek mukosa mulut, bagian belakang dari palatum keras dan kantung kojungtiva (untuk bayi yang berkulit hitam). 7. Berikan foto terapi 8. Tutup mata selama penyinaran 9. Kaji mata terhadap konjungtivitis dan abrasi kornea 10. Gunakan penutup yang minimal 11. Rubah posisi tiap 2 jam. 12. Monitor suhu axila kulit dan suhu rektal setiap 30-60 menit selama penyinaran. 13. Catat adanya tanda-tanda dehidrasi seperti : ubun-ubun cekung, suhu meningkat, turgor kulit jelek atau membran mukosa kering. 14. Catat adanya tanda-tanda stress: gelisah, kulit kering dan warna kemerahan. 15. Pertahankan modalitas fototerapi.

VII. IMPLEMENTASI

VIII. EVALUASI (SOAP)

S O A P

:Data yang diambil dari px :Data yang diambil dari tenaga kesehatan :kesimpulan keadaan px :Penatalaksanaan