Anda di halaman 1dari 19

OBAT ANTIKONVULSI

Wening Sari, Dr., M.Kes

Pendahuluan

Epilepsi lepasnya aktivitas elektrik yang berlebihan dan periodik dari neuron serebrum

Kesadaran <<, gerakan involunter Fenomena sensorik abnormal Aktifitas otonom meningkat Gangguan psikis

Penggunaan medikasi antiepileptik 75% pasien epilepsi bebas kejang Identifikasi tipe epilepsi penting pemilihan obat antiepileptik yg sesuai

Mekanisme Bangkitan Epilepsi

Bangkitan umum primer

Cetusan listrik fokal korteks melewati ambang batas inhibisi neuron disekitarnya menyebar gejala tergantung bagian otak yg tereksitasi
Fase inisiasi letupan potensial aksi frekuensi tinggi, melibatkan kanal Ca++ , Na+, & hiperpolarisasi yg dimediasi reseptor GABA / kanal K+ Fase propagasi Normal depolarisasi dihambat hiperpolarisasi neuron inhibisi disekitarnya Fase propagasi

Bangkitan parsial

K+ intrasel (depolarisasi neuron di sekitarnya) Akumulasi Ca++ pd ujung pre sinap pelepasan neurotransmiter induksi reseptor eksitasi N-metil D-aspartat (NMDA) inhibisi (-)

Mekanisme aksi antikonvulsan


Obat-obat antiepilepsi membatasi penyebaran kejang Peningkatan inhibisi GABA Langsung pd kompleks GABA & komplek Cl Benzodiazepin, barbiturat Hambat degradasi GABA dgn mempengaruhi uptake & metabolisme GABA Tiagabin, vigabatrin, gabapentin, asam valproat Penurunan eksitasi glutamat Blok reseptor NMDA lamotrigin Blok reseptor AMPA fenobarbotal, topiramat Inhibisi kanal Na+ pd membran sel axon Fenitoin & karbamazepin dosis terapi Fenobarbital & asam valproat dosis tinggi Lamotrigin, topiramat, zonisamid Inhibisi kanal Ca2+ pd neuron talamus Etosuksimid, asam valproat, clonazepam

Obat yang digunakan pada kejang umum (tonik-klonik) dan parsia l


?

fokus

Glu + GAD GABA

Semialdehid suksinat

GABA

Karbamazepin Valproat Fenitoin Lamotrigin Vigabatrin Fenobarbital Gabapentin topiramat

Seizure spread

Na+

glu GABA BDZ site

ClGlu BARB site Cl- + Reseptor Glu

Reseptor GABAA

Obat I.V. yg digunakan pd status epileptikus Lorazepam Diazepam Fenitoin Propofol Thiopental

Gelombang Ca2+ ambang rendah (neuron thalamus)

Kanal Ca2+ tipe T

Ca2+

Obat yg digunakan pd serangan absent Etosuksimid Valproat

Jenis Obat

Golongan hidatoin Fenitoin (difenilhidatoin), mefenitoin, etotoin Golongan barbiturat Fenobarbital, primidon Golongan suksinimid Etosuksimid, metsuksimid, fensuksimid Karbamazepin Golongan benzodiazepin Diazepam, klonazepam, nitrazepam Asam valproat Antiepilepsi lain Asetazolamid, vigabatrin, lamotrigin, gabapentin,

Fenitoin

(1)

Semula: terapi primer utk bangkitan parsial tergeser asam valproat Tdk menyebabkan depresi SSP Dosis toksik eksitasi Dosis letal rigiditas deserebrasi Menghambat penjalaran rangsang dr fokus ke bagian lain

Stabilisasi membran sel neuronal & sel yg mudah terpacu Menurunkan aliran Na+, pemasukan ion Ca++ saat depolarisasi <<, menunda aktivasi aliran K+

Fenitoin

(2)

Absorbsi : oral lambat, kadar puncak 3-12 jam, kadar efektif plasma tercapai dlm waktu 24 jam IM : mengendap di tempat suntikan 90% terikat albumin plasma Metabolisme di hati jenuh pd dosis terapi peningkatan dosis dpt sebabkan intoksikasi perlu pemantauan Pemakaian pertama kali efek terapi tdk segera terlihat tenggang waktu Jika pasien sebelumnya mendapat obat antiepilepsi lain (fenobarbital) obat dihentikan secara bertahap cegah bangkitan status epileptikus

Fenitoin

(3)

Interaksi obat Metabolisme dihambat oleh kloramfenikol, disulfiram, INH, simetidin, dikumarol Metabolisme meningkat oleh teofilin, karbamazepin, fenobarbital ES Sedasi, hipotensi, diskinesia, Nistagmus terdeteksi bila kadar serum> 20 g/ml Penumpulan kemampuan kognitif pd dosis tinggi Jangka panjanghirsutism, kekasaran kulit wajah, & hiperplasia ginggivapertimbangkan pemberian pd anak dosis tinggi kolaps KV Teratogenik sindrom fetal-hidatoin : bibir sumbing, penyakit jantung kongenital, pertumbuhan lambat, retardasi mental

Fenobarbital

Membatasi penjalaran aktivitas bangkitan & menaikkan ambang rangsang Dosis antikonvulsi di bawah dosis hipnotik Kadar plasma optimal 10-40g kendalikan epilepsi Kadar >40g gejala toksik Penghentian pengobatan harus bertahap cegah bangkitan & status epileptikus Untuk bangkitan umum & parsial Fenobarbital menginduksi enzim mikrosom hati potensi interaksi obat ES sedasi dapat diatasi dgn pemberian stimulan sentral tanpa mengurangi efek konvulsi

Karbamazepin

Menaikkan nilai ambang serangan & menghilangkan muatan listrik otak fokal Efektif utk bangkitan parsial komplek & tonik klonik Perbaikan psikis perbaikan kewaspadaan & mood digunakan jg utk mania-bipolar ES: pusing, vertigo, ataksia, diplopia, SSJ Intoksikasi akut: stupor, koma, kejang, depresi napas Terapi jangka panjang retensi air Interaksi obat: Metabolisme meningkat oleh Fenobarbital & fenitoin Metabolisme dihambat oleh eritromisin

Etosuksimid

Hambat kanal Ca++ sel T neuron talamus Paling selektif utk bangkitan lena Dosis tunggal kadar puncak 1-7 jam, distribusi merata kadar CSS = kadar plasma ES: mual, ruam kulit, sakit kepala, kantuk ES berat: agranulositosis & pansitopenia dosis awal rendah dinaikkan scr bertahap

Benzodiazepin

(1)

Selain sbg antiansietas jg berefek antikonvulsi meningkatkan inhibisi GABA langsung pd kompleks GABA & kanal Cl Diazepam, Klonazepam, nitrazepam Diazepam Pilihan pertama utk memutus kejang (epilepsi, kejang demam), Diazepam IV status epileptikus Efektif jg utk bangkitan parsial sederhana & bangkitan lena Dewasa: 0,2mg/KgBB diberikan IV scr lambat 5mg/menit, dosis maksimal 20-30mg Anak-anak: 0,15-0,3mg/KgBB selama 2 menit, dosis maksimal 5-10mg Bayi 11 tahun 0,5-1mg/kgBB per rektal (dewasa & anak > besar kadar puncak lambat & kadar plasma rendah per rektal tdk dpt mengatasi kejang akut ES berat IV : obstruksi pernapasan oleh lidah, depresi pernapasan, hipotensi, henti jantung

Benzodiazepin

(2)

Klonazepam

Efektif utk bangkitan mioklonik, akinetik, spasme infantil & terapi tambahan semua tipe kejang ES; kantuk, ataksia, gangguan kepribadian Toleransi setelah 1-6 bulan efek hilang Untuk spasme infantil & bangkitan mioklonik Dapat mencetuskan tonik-klonik & memperberat bangkitan lena perlu tambahan antikonvulsi lain ES: hipersekresi lendir, letargi, ataksia

Nitrazepam

Asam Valproat

Efektif terhadap epilepsi umum Absorbsi cepat,dihambat adanya makanan, kadar max 1-3 jam, T 8-10 jam ES: gangguan GIT, kantuk, ataksia, tremor, peningkatan enzim2 hati, dilaporkan nekrosis hati Interaksi obat

Hambat metab fenobarbital kdr fenobarbital 40% stupor, koma Kombinasi dg klonazepam dihubungkan dg timbulnya status epileptikus pada bangkitan lena

Vigabatrin

Inhibitor GABA amino-transferase efek GABA meningkat Absorbsi cepat 1-3 jam, T 6-8 jam ES; pusing, pertambahan berat badan, agitasi, psikosis, gangguan penglihatan Bersifat toksik dibatasi utk spasme infantil dan bangkitan parsial yg refrakter thdp pengobatan lain

Lamotrigin

Termasuk gol feniltriazin & inhibitor dihidrofolat reduktase Inaktivasi kanal Na+, Ca++ dan mencegah pelepasan neurotransmiter glutamat dan aspartat Monoterapi : bangkitan parsial, terapi tambahan: bangkitan lena & mioklonik ES: kulit kemerahan, pusing, diplopia, somnolen Anak-anak: dermatitis yg mengancam jiwa tdk dianjurkan anak <12 th Teratogenik Interaksi obat : Asam valproat meningkatkan T lamotrigin dosis hrs diturunkan Lamotrigin meningkatkan dosis karbamazepin

Gabapentin

Analog GABA, berperan dalam metabolisme GABA T 5-8 jam, tdk menginduksi enzim hati, tdk terikat protein plasma Terapi tambahan utk kejang parsial & kejang umum tonik klonik Tidak dianjurkan utk anak < 12 th Pasien dg gangguan fungsi ginjal dosis disesuaikan

Pemilihan Obat

Tugas baca!!