Anda di halaman 1dari 18

Analisis Sistem Bahan Bakar Pada Turbin Gas PT.

Indonesia Power UBP Semarang, Tambak Lorok

Outline
Latar Belakang Proses Pembangkitan Listrik di Tambak Lorok Sistem Penyaluran Bahan Bakar Sistem Bahan Bakar di GTG dan Maintenance Studi Kasus Hasil Pengamatan dan Analisis Kesimpulan dan Saran

Latar Belakang
Keberadaan PLTGU Tambak Lorok terinterkoneksi dengan sistem listrik Jawa Bali PLTGU Tambak Lorok merupakan objek vital nasional sehingga perawatan dan perbaikannya sangat diperhatikan Sering terjadinya tripped dan tidak bisa di-start pada GTG (Gas Turbine Generator)

Proses Pembangkitan Listrik


Terdapat 2 PLTGU yang masing-masing terdiri dari :
Tiga Unit Gas Turbine Generator (GTG) dengan kapasitas 109.709 MW Tiga Unit Heat Recovery Steam Generator (HRSG) Satu Unit Steam Turbine Generator (STG) dengan kapasitas 188 MW

Terdapat 2 cycle :
Simple cyle, hanya GTG yang beroperasi dengan kondisi damper tertutup

Combined cycle, GTG, HRSG, dan STG bekerja dengan kondisi damper terbuka

Sistem Penyaluran Bahan Bakar


Alur Penyaluran Bahan Bakar (HSD/ High Speed Diesel)
Kapal Tanki Strainer Fuel Forwarding Pump Solenoid Valve Fuel System

Kapal membawa HSD dari Cilacap dan dipindahkan ke tangki dengan kapasitas 21.000 kiloliter Strainer berfungsi untuk menyaring benda padat yang ada didalam HSD FFP dan SV bekerja untuk mengalirkan dari tangki utama ke masing-masing GTG

Sistem Bahan Bakar di GTG dan Maintenance


Skema aliran bahan pada GTG

Maintenance

Penjelasan :
1. LPF, tempat penyaringan akhir bahan bakar, terdiri dari 1 unit continues running, 1 unit standby, bila ada p = 10 psi, perlu ganti saringan, preventive maintenance

2. MSV, bekerja normally open, tertutup saat terjadi keadaan darurat. Fungsinya untuk menutup aliran secara cepat yang digerakkan oleh motor listrik. Kecepatan penutupannya sampai dengan 0.5s

3. MFP, fungsi untuk menaikkan tekanan bahan bakar hingga 1000 psi, jenis 2-skru, positif displacement, continous output, = 1500 rpm, preventive dan breakdown maintenance

4. BSV, digerakkan katupnya oleh motor listrik. Fungsinya sebagai throttle bahan bakar, katup dibuka, aliran HSD semakin kecil

5. Flow Divider, membagi aliran ke 14 titik tanpa menaikkan tekanan, melihat beda tekanan mengindikasikan akan adanya kerusakan, breakdown maintenance

6. Check Valve, sebagai pengaman terhadap aliran bertekanan dan mencegah terjadinya aliran balik, ada O-ring dan pegas, breakdown maintenance

7. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai sprayer dan mencampur bahan bakar dengan udara. Tekanannya 120 psi. Breakdown maintenance

Studi Kasus
Juni 2011, GTG 1.3 sedang dalam kondisi dimatikan pada pagi hari karena beban sedang rendah Saat mendekati beban puncak, GTG dicoba untuk dinyalakan tetapi tidak berhasil

Hasil Pengamatan dan Analisis


Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan gagal start maupun tripped :
Beban awal terlalu besar Adanya korsleting Ada masalah pada sistem bahan bakar

Eliminasi beberapa kemungkinan :


Saat awal, generator belum di coupling, sehingga tidak ada beban generator Korsleting akan segera diketahui langsung di control room

Pengecekan sistem bahan bakar

Tekanan pada main fuel pump tidak normal


Dugaan kerusakan : main fuel pump,check valve, atau fuel nozzle

Dibongkar untuk mengetahui kerusakan dan dilakukan perbaikan Ada masalah di check valve, yaitu o-ring nomor 5,6,7 dan 9 rusak

Penyebab o-ring rusak :


Temperatur dan tekanan kerja fluida tinggi Temperatur radiasi dari ruang bakar Debit fluida yang tinggi

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan :
Sistem bahan bakar sangat mempengaruhi waktu operasi dari GTG O-ring mengalami kegagalan bisa karena temperatur, tekanan, ataupun debit yang tinggi.

Saran :
Sebagai salah satu objek vital nasional, maintenance pada PLTGU perlu diberi perhatian khusus Perbedaan produsen o-ring menyebabkan perbedaan waktu operasi GTG, seharusnya subtitusi o-ring lebih diperhatikan lagi