Anda di halaman 1dari 47

PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STATUS SOSIAL EKONOMI DAN ASUPAN NATRIUM PADA MURID SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KELURAHAN

MAMPANG PRAPATAN,KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN,JAKARTA.

Aditya Zulkarnain (07.008) Erika Devi Andriani(07.082) Pipim Septiana (07.203)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATARBELAKANG

Asupan natrium dihubungkan dengan pola kesehatan anak seperti tekanan darah,dan juga resiko penyakit kardiovaskular Resiko ini dihubungkan dengan asupan natrium yang berhubungan dengan status sosial ekonomi seseorang Pada penelitian sebelumnya di Inggris dilakukan studi cross sectional pada anak anak yang ternyata ada hubungan antara asupan makanan(dalam hal ini Na)dengan tingkat sosial ekonomi Studi yang lain di inggris menyimpulkan bahwa pada status sosial ekonomi yang lebih rndah didapatkan asupan natrium yang lebih tinggi

LATAR BELAKANG CONT


Studi yang sama dilakukan pula di australia dengan hasil status sosial ekonomi yang lebih tinggi asupan natriumnya lebih sedikit Di amerika didapatkan tidak adaa hubungan nya antara asupan natrium dengan tingkat sosial ekonomi Berdasarkan keterangan diatas perlu dilakukan penelitian tentang hubungan asupan natrium dengan tingkat sosial ekonomi pada murid sekolah menengah pertama di Indonesia, sekaligus mengidentifikasi sumber asupan natrium diperoleh dari makanan apa saja.

LATAR BELAKANG CONT


Konsistensi dari studi ini pada anak- anak dan orang dewasa adalah dimana kita harus menggunakan tingkat pendidikan dan juga tingkat pendapatan sebagai tolak ukur utama dari status sosial ekonomi Dimana penggolongan status sosial eekonomi dibagi berdasarkan 4 kategori

1.2 RUMUSANMASALAH

Apakah ada hubungan antara tingkat status sosial ekonomi dengan asupan natrium pada anak-anak Indonesia sekolah menengah pertama di Kelurahan Mampang Prapatan ,Kecamatan Mampang Prapatan.

1.3 TUJUANPENELITIAN
1.3.1. Tujuan umum Untuk meningkatkan status kesehatan pada murid sekolah menengah pertama Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan.

1.3.2. Tujuan Khusus Untuk menganalisis hubungan sosial ekomomi dengan pola konsumsi makanan Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan asupan makanan Untuk mengetahui sumber asupan natrium pada anak Indonesia usia 13-15 tahun.

1.4 HIPOTESIS PENELITIAN


Terdapat hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan asupan natrium pada anak anak usia sekolah menengah pertama Terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan dengan status sosial ekonomi. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan asupan makanan.

1.5 MANFAATPENELITIAN
Bagi puskesmas,
Memberi masukan tentang masalah yang berhubungan dengan asupan natrium pada anak anak dan kaitanya dangan tingkat sosial ekonomi sehingga dapat mencegah terjadinya resiko penyakit kardiovaskular

Bagi pemerintah Kecamatan Mampang,


Mencari tahu gambaran tentang resiko terjadinya penyakit kardiovaskular sedini mungkin dari tingkat asupan natrium dari berbabagai tingkat status soisla ekonomi masyarakat daerah Kecamatan Mampang

Bagi institusi pendidikan


Lebih memperkenalkan Universitas Trisakti kepada masyarakat sekaligus menambah kepustakaan pada jurnal Universitas Trisakti dan merealisasikan Tri Dharma.

1.6 RUANG LINGKUP PENELITIAN

Ruang lingkup tempat


SMPN 43 Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatam Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Ruang lingkup waktu


Bulan Februari sampai maret tahun 2013.

Ruang lingkup materi


Anak anak dengan usia 13 sampai 15 tahun atau setara dengan anak kelas 7,8,9 sekolah menengah pertama.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. NATRIUM
Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular dan hanya sejumlah kecil natrium berada dalam cairan intraselular Makanan sehari hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium).

Makanan

Ukuran

Kandungan natrium

Hamburger Bumbu sop Take away chicken Tomato/ chili sauce Keju French fries

Regular 1 blok kecil

800 mg 700 mg 400 mg

1 sdm 30 gram 1. kotak sedang

300 mg 200 mg 150 mg

2.1.5. Fungsi natrium Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh ( ekstrasel ) Menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh Berperan dalam pengaturan kepekaan otot dan saraf Berperan dalam absorpsi glukosa Berperan sebagai alat angkut zat-zat gizi lain melalui membrane, terutama melalui dinding usus

STATUS SOSIAL EKONOMI

Status sosial ekonomi merupakan suatu keadaan atau kedudukan yang diatur secara sosial dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat, pemberian posisi ini disertai pula seperangkat hak dan kewajiban yang hanya dipenuhi sipembawa statusnya, misalnya: pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan

KLASIFIKASI STATUS SOSIAL EKONOMI


EKONOMI ATAS EKONOMI MENEGAH EKONOMI BAWAH

Berdasarkan pendapatan: Sangat tinggi Tinggi Sedang rendah

FAKTOR FAKTOR SOSIAL EKONOMI


Pekerjaan Pendidkan Pendapatan Pemilikan

METODE PENGUKURAN MAKANAN


24 hour food recall Estimated food records Food requency Food weighting Dietary history

2.2 KERANGKATEORI
Sosial ekonomi Pola asupan makann

Tingkat pendidikan Status gizi Penghasilan orang tua dan pengeluaran Daya listrik rumah Tempat tinggal Biaya uang jajan Barang barang yang dipakai

Porsi Merek makanan Harga makanan

Frekuensi makanan
Jenis makanan Sumber makanan memperoleh bahan

AsupanGaram

BAB III KERANGKA KONSEP, VARIABEL, DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1 KERANGKA KONSEP


ORANG TUA 1.Gender 2.Usia 3.Sosio Ekonomi Tingkat pendidikan Penghasilanorangtua AsupanNatrium

Murid 1..Pola makanan Jenis Porsi Frekuensi Sumber 2.Status gizi 3.Tekanan darah

3.2. VARIABEL PENELITIAN


3.2.1. Variabel bebas a. Tingkat pendidikan b. Penghasilan orang tua c. status gizi d. porsi makanan e. Jenis makanan f.Frekuensi makanan 3.2.2. Variabel tergantung Asupan natrium

g.Gender h.Usia Tekanan darah

3.3 DEFINISIOPERASIONAL
Variabel Variabel Tergantung Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur 1. Skala Ukur

Asupan natrium

Jumlah natrium Food Frequency Questionnare Wawancara yang dikonsumsi Method (FFQ/ Metode Kuesioner sehari hari Frekuensi makanan) adalah Salah satu metode dietary assesment dalam konteks individu yang mencatat frekuensi individu terhadap beberapa jenis makanan (<100) dalam kurun waktu tertentu (1 bulan terakhir/6 bulan terakhir/1 tahun terakhir). . FFQ Semi-kuantitatif (SQFFQ) adalah FFQ kualitatif dengan penambahan perkiraan sebagai ukuran porsi: standar atau kecil, sedang, besar. Modifikasi ini memungkinkan penurunan energi dan asupan gizi yang dipilih.

Gram/hari

intrval

Variabel Bebas

Definisi

Alat Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala Ukur

1.

Tingkat pendidkan

Pendidikan terakhir Kuesioner orangtua peserta

1.

Wawancara

1. 2. 3. 4. 5.

1=tingkat sd 2=Tidak smp 3=tingkat sma 4.perguruan tinggi 5.pasca sarjana

Nominal

2.penghasilan orang Penghasilan tua yang didapat secara tetap

perbulan kuesioner orangtua

Nominal 1. wawancara 1.Tinggi 2.Seda ng 3.rendah

3. Status gizi

Keadaan gizi berasarkan antropometri

pesert Timbangan data stadiometer

Ditimbang berat badan bersih (memakai baju yang ringan)

Diukur berdasakan skoring CDC dalam persen 1= normal 2= kurang 3= gemuk

Ordinal

Variabel Bebas
4. Tekanan darah

Definisi
Tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung keseluruh anggota tubuh manusia

Alat Ukur
Tensimeter Stetostokop

Cara Ukur Tekanan darah diukur 1. dalam posisi duduk atau berbaring, manset tensimeter dipasang pada lengan atas, harus melingkari 2/3 lengan atas dan 2 jari diatas fossa cubiti, lalu 2. stetoskop diletakakn tepat di fossa cubiti, sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan dinaikkan sampai tidak terdengar lagi, kemudian tekanan darah diturunkan perlahan, pada saat denyut nadi terdengar lagi yg pertama kali dinyatakan sebagai tekanan sistolik, suara nadi akan semakin keras, kemudian mulai melemah, pada saat denyutan keras itu melemah dinyatakan sebagai tekanan diastolik. Tekanan darah sebaiknya diukur sebanyak 2 kali pemeriksaan

Hasil Ukur

Skala Ukur

1=H Nominal ipert ensi (14 0/90 mm Hg) 2=Ti dak hipe rtens i (<14 0/90 mm Hg)

4. Usia Usia orang tua kuesioner orang responden saat dilakukan tua penelitian

atau Kuesioner 4. Jenis Ciri kela karakteristik min yang menunjukkan bahwa seseorang adalah laki-laki atau perempuan.

wawancar 1= 45a 59 tahun (middl e age) 2= 2544 tahun (adult) Wawancar 1.Laki a -laki 2.Pere mpua n

Ordi WHO 52 nal

Nom Risk inal factor modificati on of coronary artery disease.54

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1. DESAIN PENELITIAN

metode observasional analitik, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti dengan pendekatan cross sectional yaitu pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan pada satu waktu / bersamaan waktunya.

4.2. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


4.2.1. Lokasi penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 43 Kelurahan Mampang Prapatan,Kecamatan Mampang Prapatan pada tahun 2013. 4.2.2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama bulan februari sampai maret 2013 karena Kepaniteraan Klinik IKM berjalan hingga akhir maret 2013

4.3. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN


4.3.1. Populasi Penelitian Populasiterjangkauadalahseluruhanak yang berusia13 hingga15tahunatau usia SMP diKelurahan Mampang prapatan ,yaituberjumlah1100 orangdarijumlahseluruhanak SMP diKecamatanmampang prapatan

4.3.2. KRITERIA INKLUSI DAN EKSLUSI


Kriteria inklusi: Semua responden yang berusia 13 sampai 15tahundi SMP negeri 43 kelurahan mampang prapatan. Bersediamenjadiresponden. Kriteria eksklusi : Pelajar SMP yang tidak kooperatif

4.3.3. CARA SAMPLING DAN BESAR SAMPLING


Besar Sampel Perkiraan besar sampel yang akan digunakan adalah:
Rumus populasi infinit:

Keterangan: Z = Tingkat kemaknaan yang dikehendaki 95% besarnya 1,96 P = Prevalensiasupan natrium diaustralia55 pada tahun 2012.P:0,2 (20%) Q =Prevalensiatauproporsi yang tidakmengalamiperistiwa yang diteliti = 1 0,2= 0.8 d = Akurasi dari ketepatan pengukuran untuk p > 10% adalah 0,05

N0

( 1.96)2 x 0.2 x (1-0,50) = --------------------------(0,05)2

= 246

Rumus populasi finit:

Keterangan : n = Besar sampel yang dibutuhkan untuk populasi yang finit. n0 = Besar sampel dari populasi yang infinit N = Besar sampel populasi finit. Jumlah populasi murid sekolah menengah pertama: 1100 siswa)

n =

246 ----------------(1+246/1100)

= 200(besar sampel)

Pada penelitian ini besar sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan caraSimple random sampling dimana semua subjek diberi nomor dan dipilih sebagian dari mereka dengan bantuan table ` angka random.

4.4. INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen penelitian diambil dengan menggunakan wawancara langsung,kuesioner frekuensi makanan semi kuantitatif dengan subjek, melakukan pemeriksaan fisik antropometri pengukuran Body Mass Index (BMI)

No. INSTRUMEN 1 Wawancara

FUNGSI INSTRUMEN Untuk mengetahui :


Penghasilan orang tua Pendidikan Jenis kelamin Usia

2.

Kuesioner frekuensi semi Untuk mengukur kuantitatif natrium

tingkat

asupan

Timbangan stadiometer
Tekanan darah

injak

dan Untuk mengukur berat badan dan tinggi badan


Untuk mengukur korelasi asupan natrium dan tekanan darah

4.5. CARA PENGAMBILAN SAMPEL

SKEMA 4.1. CARA PENGAMBILAN SAMPEL

Populasi anak smp umur 13-15 tahun di Kelurahan mampang prapatan tahun 2013(1100)

Populasi anak SMPN 43 kelas 7,8,9 di kelurahan mampang prapatan (650)

Sampel penelitian (200 orang)

4.6. CARA PENGUMPULAN DATA


4.6.1.Alur Pengumpulan Data
Proposal disetujui Peneliti Datang ke smp

Saringan pasien di SMP

Mengumpulkan sampel

Peneliti melakukan wawancara, penyebaran kuesioner, pemeriksaan BMI

Peneliti mengumpulkan data

Penelitimengolahdanmenganalisi s data dalambentuk tabular, tekstulardangrafikdenganmenggu nakan Microsoft Excel, Word 2007 dan SPSS 17,0

Penyajian data dalam bentuk presentasi

4.6.2. Data Primer Data yang diperolehdarihasilobservasi dan pemeriksaanlangsungpadaresponden yang datangpadasaatpemeriksaan yang dilakukan. Selainitu, didapatkaninformasiyang lebihrincimelaluiwawancaradenganmenggunakankuesio ner yang telahdipersiapkansebelumnya. 4.6.2. Data Sekunder Data yang diperoleh dari data pencatatan dan pelaporan yang ada di Puskesmas Kelurahan mampang. 4.6.3. Data Tersier Data yang diperoleh dari buku-buku, majalah, internet, dan jurnal-jurnal ilmiah berupa data yang berkaitan dengan asupan natrium

4.7. PENGOLAHAN DATA


Data yang telah diperoleh diolah secara elektronik setelah melalui proses penyuntingan, pemindahan data ke komputer, dan tabulasi. Data yang terkumpul dari hasil kuesioner diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS statistics 17.

4. 8.ANALISIS DATA
Analisis Univariat Analisis ini dilakukan pada masing-masing variabel. Hasil ini berupa distribusi dan persentase pada variabel variabel yang diteliti. Analisis Bivariat Analisis yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Dalam analisis ini, dilakukan uji statistik chi-square sehingga dapat diketahui ada tidaknya hubungan antara variabel.

4.9. PENYAJIAN DATA


Data yang telah dikumpulkan dan diolah akan disajikan dalam bentuk: Tabular : penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel. Tekstular : penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan kalimat. Grafik :data penelitian akan digunakan diagram batang yang menggambarkan sifat-sifat yang dimiliki.

4.11. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN


Penggandaan Kuesioner Rp. 600.000,Transportasi Rp. 100.000,Kertas A4 Rp 150.000,Tinta Print Rp. 250.000,Cenderamata Rp 100.000,Biaya tak terduga: Rp. 500.000,Rp. 1.700.000,-

4.12. ORGANISASI PENELITIAN


1. Pembimbing dari Kedokteran Universitas TrisaktiProf. Adi Hidayat 2. Pembimbing Puskesmas Kecamatan Mampang dr.ChitraRjasmi Cara 3.PenyusundanPelaksanaPenelitian Aditya Zulkarnain Erika Devi Andriani Pipim Septiana

TERIMA

KASIH