Anda di halaman 1dari 33

TODDLER (1-3 TH)

TOILET TRAINING SIBLING RIVALRY

TOILET TRAINING
Pengertian: Pendidikan menjadi bersih Latihan untuk berkemih dan defekasi

Kesiapan anak kesiapan orang tua

Tanda Kesiapan Anak

Kesiapan fisik : Usia 18-24 bulan, dapat berjalan, , buka baju/celanaduduk stengah jongkok 5-10 menit,mampu melepaskan dan menahan (mampu tetap kering selama 2 jam), syaraf volunteer spinkterani dan uretra Kemampuan mental :Mengenal rasa tiba-tiba, komunikasi verbal dan nonverbal,kemampuan kognitif untuk menirudg tepat,tngkah laku dan mengikuti pengarahan

Tanda Kesiapan Orang Tua :

Mengenal tingkat kesiapan anak Meluangkan waktu Tdak ada perubahan /stres dalam keluarga

SIBLING RIVALRY

Perasaan cemburu dan benci yang biasanya dialami oleh seorang anak thd kehadiran saudara kandungnya Pencegahan : Bersikap adil Mengembangkan penerimaan diri anak Pemberian tanggung jawab Memberi contoh peduli thd orang lain Mengajarkaan empati Menunjukkan dan mendiskusikan hasil positif dan negatif memperhatikan orang lain

Langkah-langkah untuk mengurangi intensitas ketegangan :

Saat hamil
-

Informasi scr adekuat ssi proses berpikir Berikan ide-ide atau gambaran realistik Pendekatan persiapan dini

Libatkan anak dalam persiapan menyambut anak Beritahu anak pd saat melahirkan ia tidak akan bertemu dg ibu utk bbrp saat

SIBLING RIVALRY
bayi baru

Krisis situasi Disiapkan pd toddler trtm utk anak pertama: - Perubahan adanya saingan - Persiapan bersifat individual

SIBLING RIVALRY
Bbrp anak sering menunjukkan jealous/iri/cemburu:
o

o
o o

Verbal Tindakan Expresi tidak kentara dan tertutup Bertingkah laku lebih infantil

SIBLING RIVALRY

Memahami toddler : dasar keberhasilan merawat anak Perawat bimbingan dan bantuan thd tugas dan kebutuhan pd balita hal yang utama dan universalpencegahan lebih baik

SIBLING RIVALRY
Hal yang utama dan universal Jangan paksa anak--- mendekati adik Ajak anak berada di dekat ibu atau membantu mengurus bayi sehari-hari Tekankan pd anak bahwa rutinitas anak berjalan terus Atur agar ada kegiatan yg dapat dilakukan bersama-sama Dibutuhkan keterlibatan ayah --kompensasi

AGRESIF
Pengertian : tk lk menyerang sesama fisik maupun verbal/baru berupa ancaman yang disebabkan karena adanya rasa permusuhan Reaksi emosi thd frustasi Sering timbul karena tk lk agresif yg sebelumnya mengalami penguatan meniru tk lk ortu

Penyebab agresifitas pd anak

Faktor biologis Faktor keluarga Faktor sekolah Faktor budaya

Emosi dan perilaku dapat dipengaruhi oleh faktor genetic, neurologist atau faktor biokimia, juga kombinasi dari faktor ketiganya. yang jelas, ada hubungan antara tubuh dan perilaku, sehingga sangat beralasan untuk mencari penyebab biologis dari gangguan perilaku atau emosional. misalnya, ketergantungan ibu pada alcohol ketika janin masih dalam kandungan dapat menyebAnak berkebutuhan khususan berbagai gangguan termasuk emosi dan

Pengalaman bersekolah dan lingkungannya memiliki peranan penting dalam pembentukan perilaku agresif anak demikian juga temperamen teman sebaya dan kompetensi sosial Guru-guru di sekolah sangat berperan dalam munculnya masalah emosi dan perilaku itu. Perilaku agresifitas guru dapat dijadikan model oleh anak. Disiplin sekolah yang sangat kaku atau sangat longgar di lingkungan sekolah akan sangat membingungkan anak yang masih membutuhkan panduan untuk berperilaku. Lingkungan sekolah dianggap oleh anak sebagai lingkungan yang memperhatikan dirinya. Bentuk pehatian itu dapat berupa hukuman, kritikan ataupun sanjungan.

Pengaruh budaya yang negatif mempengaruhi pikiran melalui penayangan kekerasan yang ditampilkan di media, terutama televisi dan film. Menurut Bandura (dalam Masykouri, 2005: 12.10) mengungkapkan beberapa akibat penayangan kekerasan di media, sebagai berikut. Mengajari anak dengan tipe perilaku agresif dan ide umum bahwa segala masalah dapat diatasi dengan perilaku agresif. Anda menyaksikan bahwa kekerasan bisa mematahkan rintangan terhadap kekerasan dan perilaku agresif, sehingga perilaku agresif tampak lumrah dan bisa diterima. Menjadi tidak sensitif dan terbiasa dengan kekerasan dan penderitaan (menumpulkan empati dan kepekaan sosial). Membentuk citra manusia tentang kenyataan dan cenderung menganggap dunia sebagai tempat yang tidak aman untuk hidup.

AGRESIF
Pencegahan: Sikap tegas orang tua Penerimaan orang tua Membatasi tontonan yang memperlihatkan kekerasan Meningkatkan rasa bahagia Tidak bertengkar di hadapan anak Arahkan pelepasan energi Tingkatkan keterlibatan ortu

AGRESIF
Penanganan Ganjaran utk tk lk yg diharapkan Mengajarkan ketrampilan sosial Beri aternatif utk menghilangkan kemarahan Tegakkan disipilin Mencari sumber agresifitas

CURANG
Penyebab: o Tekanan dari luar utk menjadi yang terbaik o Egosentris o Takut gagal Pencegahan : o pengawasan bagi anak-anak o Mengajarkan prinsip-prinsip moral o tidak menuntut anak di luar kapasitas

CURANG
Penanganan :

Menunjukkan ketidaksukaan thd tk lk saat main bersama Mengajarkan kecurangan--- merugikan Memberi cinta tanpa syarat Membangkitkan rasa percaya diri

BOHONG
Bentuk : Memutarbalikkan kebenaran Melebihlebihkan Membual Konfabulasi Proyeksi ataumenyalahkan orangalin

BOHONG
Alasan : Melindungi diri Menolak kenyataan Butuh perhatian Belumdapat memebedakan anatara kenyataan dan fantasi Melindungi anak lain Benci thd orang lain Ingin sesuatu Citra diri negatif Tidak dipercaya ortu Adanya contoh yang salah

BOHONG
Pencegahan : tidak memanjakan anak, beri anak kepercayaan Mendiskusikan mslh-mslh moral Menghindari pemberian hukuman yg terlalau seriing dan keras Memberi contoh yangbaik dan lebih mawas diri thd kecenderunagn yg biasa jg dilakukan oleh orang tua

BOHONG
Penanganan : Memberi hukuman sebagai pengalaman bhw berbohong justru merugikan Mengajarkan nilaimoral Memberi umpan ablik cerita pada anak Cari penyebab tk lk berbohong dan upayakan penyelesaiannya Utk kasus besar atau berat --- rujukan ke ahli

EGOSENTRISME

Seseorang yang lebih peduli thd dirinya drpd orang lain Yang mendasari : superior, inferior, merasa jadi korban Penyebab :
1)

Terlalu dilindungi

2) 3) 4)

5)
6) 7)

Favoritisme ortu Aspirasi ortu Usia ortu Urutan atau posisi kelahiran Ukuran keluarga Jenis kelamin anak

EGOSENTRISME
Pencegahan : bersikap adil mengembangkan penerimaan diri anak pemberian tanggung jawab memberi contoh peduli terhadap orang lain mengajarkan empati menunjukkandan mendiskusikan hasil (+) dan (-)memperhatikan orang lain

CLOWNING
Membadut : perilaku yg menunjukkan gerak tubuh atau perilaku yang tampak kebodohbodohan atau konyol Karakteristik : 1) suka bercanda 2) respon negatif tidakmengurangi tk lk bodohnya 3) tk lk berkembang kebiasaan

CLOWNING
Penyebab : mencari perhatian Mengalihkan perhatian Pencegahan : Ajarkan anak sikap humor yg tepat Menunjukkan bagaimana memberi dan menerima perhatian yang wajar Penanganan : Analisa penyebab dan segera bertindak Mengabaikan tingkah laku konyol

ATURAN

Elemen penting disiplin : orang tua, guru dan teman Tujuan : memberi pedoman utk bertingkah laku seperti atau sesuai situasi dan kondisi Fungsi aturan :
o
o

Pendidik pengendalian diri

Elemen penting : 1. Aturan 2. Hukuman 3 fungsi :

Menghentikan tk lk yang salah Pendidik Memotivasi anak utk menjauhi tk lk yg salah

Untuk itu seharusnya dalam memberikan hukuman :

Langsung stlh tk lk yg salah dilakukan/hanya kpd pelanggaran Konsisten Konstruktif Impersonal Dapat memotivasi tk lk yang baik Penjelasan mengapa dia dihukum Tidak mempermalukan anak di muka umum

3. Ganjaran / hadiah Tiga peranan penting : Mendidik Memotivasi anak untuk mengulangi tk lk tsb Menguatkan tk lk yg diharapkan Bentuk ganjaran : Pujian non verbal Pengakuan Bingkisan/kado Perlakuan istimewa

4. Konsisten Menghindari kebingungan anak Tiga peranan penting : Mendidik Motivasi Menghargai aturan dan figure otoritas

Disiplin
Pengertian : cara masyarakat mengajarkan tk lk moral kpd anak yg dapat diterima oleh kelompoknya Tujuan :

Membentuk tk lk sesuai dg peran yg ditentukan oleh kelompok sosial Berperan dalam pengembangan anak