Nama : Tn. S Alamat : Temanggung No RM :

Usia : 52 tahun Pekerjaan : PNS

06-13-23

PASIEN DATANG KE POLI PADA TANGGAL 10 Januari 2013

RPS
KELUHAN UTAMA

MATA KANAN MERAH

• Pasien mengeluhkan mata kanan terasa merah sejak 1 minggu terakhir, makin lama makin memburuk. • kabur (+) • nyeri (+) • mengganjal (+) • perih (+) • pusing (+) • mual muntah (-) • mata berair (+) • seperti melihat pelangi (-) • kotoran pada mata (-) • merasa silau saat melihat sinar/fotofobia (-) • Diobat INSTO  tidak membaik

Riwayat operasi yang berhubungan dengan mata disangkal. . Riwayat DM dan hipertensi disangkal. Sos-ek • Kesan sosial ekonomi pasien cukup. RPK • Di keluarga pasien tidak ada yang memiliki keluhan yang sama. Riwayat keluarga menderita penyakit pada mata disangkal. Riwayat kelainan mata sejak lahir disangkal. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam waktu lama disangkal.RPD • Pasien tidak pernah mengeluhkan keluhan seperti ini sebelumnya. Pasien berobat ditanggung oleh Askes.

 Status Umum › › › › Kesadaran Aktivitas Kooperatif Status gizi : Compos mentis : Normoaktif : Kooperatif : Baik  Vital Sign › › › › TD Nadi RR Suhu : 140/90 mmHg : 82 x/menit : 20 x/menit : 370 C .

PEMERIKSAAN Visus Koreksi Gerakan bola mata OD 6/20 NC Ke segala arah OS 6/12 S -1.00 6/7.5 Ke segala arah Palpebra Superior : Ptosis Hematom Vulnus Laserasi Edema Hiperemi Silia Entoprion (-) (-) (-) (-) (-) Trikiasis (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Trikiasis (-) (-) Palpebra Inferior : Edema Hiperemi Silia Entoprion (-) (-) Trikiasis (-) (-) (-) (-) Trikiasis (-) (-) .

PEMERIKSAAN Konjungtiva : Injeksi konjungtiva Injeksi siliar Pertumbuhan fibrovaskular OD OS (+) (+) (-) (-) (-) (-) Kornea : Kejernihan Infiltrat Sikatrik Oedem Keruh (-) (-) (+) Jernih (-) (-) (-) COA : Kedalaman Hifema Hipopion Efek tyndal Dangkal (-) (-) (-) Cukup (-) (-) (-) .

7 Bulat 3 mm +/+ Jernih Jernih (+) Papil saraf optik normal CDR 0. meningkat - medialisasi (-) Tidak meingkat .3 Lensa Korpus Vitreum Fundus reflex Funduskopi - Ekskavasio glaukomatosa (+) - Ekskavasio glaukomatosa (-) TIO medialisasi (+) (+).PEMERIKSAAN Iris : Sinekia Udem Rubeosis OD Regular (-) (+) (+) OS Regular (-) (-) (-) Pupil : Bentuk Diameter Reflek Bulat 5 mm +/+ Jernih Jernih Suram Papil saraf optik hiperemis CDR 0.

Tonometri Tes Konfrontasi .

OD GLAUKOMA AKUT OD KERATITIS DIAGNOSIS BANDING OD KONJUNGTIVITIS OD IRITIS AKUT .

OD GLAUKOMA AKUT .

Medikamentosa  Topical : › Timolol ½ % ED BT I  ∫ 3 dd gtt I OD Oral : › Glaucon › Cendocarpin 2% ED BT I ∫ 2 dd gtt I OD ∫ 1 dd gtt I OS ∫ 3 dd tab I › KSR No. VII ∫1–0–0 . XX No.

› Emosi (bingung dan takut) dapat mengakibatkan serangan akut. › Menempatkan pasien dalam posisi supinasi dapat membantu pasien merasa nyaman dan mengurangi tekanan intra okular. › Mencegah manuver valsava seperti batuk. . dan mengejan karena akan meningkatkan TIO. Pasien yang mempunyai riwayat serangan akut sebelumnya bisa melakukan prosedur ini untuk mencegah kekambuhan. › Kontrol secara teratur. bersin. › Orang-orang yang beresiko tinggi untuk glaukoma akut bisa memilih untuk melakukan iridotomy sebelumnya. › Hindari pemakaian obat simpatomimetik karena pupil akan melebar (dilatasi).Non medikamentosa    Operatif : Pemberian Kacamata : Edukasi : › Gunakan tetes mata dan obat secara teratur. lensa jatuh menjauh dari iris yang mengurangi blok pupil. Diyakini juga bahwa dengan posisi supinasi.

Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad cosmeticam Quo ad functionam Quo ad visam : Bonam : Bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam .

.

atrofi papil saraf optik dan menciutnya lapang pandang .Penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata.

serta kerusakan lapang pandang dan biasanya disebabkan oleh efek peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor resikonya. Glaukoma merupakan sekelompok penyakit neurooptik yang menyebabkan kerusakan serat optik (neuropati optik). adanya ekskavasi glaukomatosa. . yang ditandai dengan kelainan atau atrofi papil nervus opticus yang khas.

Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar Berkurangnya pengeluaran cairan mata di sudut COA (hambatan pupil) .

Tekanan darah rendah atau tinggi  Fenomena autoimun  Degenerasi primer sel ganglion  Usia di atas 45 tahun  Keluarga mempunyai riwayat glaukoma  Miopia atau hipermetropia  Pasca bedah dengan hifema atau infeksi  .

GLAUKOMA PRIMER GLAUKOMA KONGENITAL GLAUKOMA SEKUNDER GLAUKOMA ABSOLUT .

Keadaan ini sering terjadi pada sudut bilik mata yang sempit (dangerous angle). .Pada glaucoma sudut tertutup. jalinan trabekular normal sedangkan tekanan intraokuler meningkat akibat karena obstruksi mekanik akibat penyempitan sudut bilik mata. sehingga outflow aqoues humor terhambat saat menjangkau jalinan trabekular.

.

• nyeri pada mata. edem dan lapang pandang menciut berat. papil saraf optik hiperemis. tekanan bola mata sangat tinggi yang mengakibatkan pupil lebar. mata merah. iris sembab meradang.GEJALA PRODROMAL GEJALA KONGESTIF • kelopak mata bengkak. Iris bengkak dengan atrofi dan sinekia posterior dan lensa menjadi keruh. gejala gastrointestinal (mual dan muntah) . Tajam penglihatan juga menurun drastis. melihat pelangi (halo) disekitar lampu. kornea suram dan oedem. sakit di kepala.

 Tonometri  Gonioskopi  Penilaian diskus optikus  Pemeriksaan lapang pandang .

.

.

.

.

.

5%. dan sikloplegik a.25% dan 0. Midriatik. betaksolol 0. Iridektomi dan iridotomi perifer b. Trabekuloplasti laser c. Fasilitasi aliran keluar humor aqueous. Supresi pembentukan humor aqueous b.     Kolinergik/ Parasimpatomimetik Antikolinesterase ireversibel Epinefrin Dipivefrin  Penghambat adrenergic beta: yaitu timolol maleat 0.5%.  Inhibitor karbonat anhidrase sistemik-asetazolamid: Operasi c. Bedah drainase glaukoma d.Medikamentosa a.25% dan 0. Tindakan siklodestruktif .

TERIMA KASIH  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful