Anda di halaman 1dari 27

KERACUNAN KARBON MONOKSIDA

108

KARBON MONOKSIDA
Adalah racun tertua dalam sejarah manusia, sejak dikenal cara buat api. Tidak berwarna

Tidak berbau
Tidak merangsang selaput lendir

Sedikit lebih ringan dari udara sehingga


mudah menyebar

SUMBER CO
Gas CO ditemukan pd hasil pembakaran yang tidak sempurna. Sumber terpenting motor yang menggunakan bensin sbg bahan bakar (spark ignition) 3 7 % CO. bahan bakar yang terbakar > dari udara. Compression ignition CO yg keluar sedikit, kecuali jika berfungsinya tidak sempurna

Gas arang batu mengandung sekitar 5% CO Alat pemanas berbahan bakar gas Lemari es gas Cerobong asap yang bekerja tidak baik Gas alam yang terbakar tidak sempurna Kebakaran Asap tembakau dalam oropharing menyebabkan konsentrasi yang diinhalasi menjadi kira-kira 500 ppm

FARMAKOKINETIK
CO hanya diserap melalui paru
Diikat oleh Hb secara reversibel Afinitas CO terhadap Hb adalah 200 300 kali dibanding dengan afinitas terhadap O

FARMAKODINAMIK
Reaksi CO dengan Hb dan sitokrom a menjadi COHb Hb berkurang afinitasnya terhadap Oksigen Hipoksia jaringan Anemia anoksikia / Anemia Hipoksia

TANDA DAN GEJALA KERACUNAN


10% saturasi COHb : ----- 10-20% saturasi COHb : sakit kepala ringan, rasa berat pd kening, pelebaran pembuluh darah subkutan, dispnoe, gangg.koordinasi 20-30% saturasi COHb : emosional, sakit kepala, berdenyut pada pelipis

30-40% saturasi COHb : mual dan muntah, pengelihatan buram, kollaps, lemah, pusing, sakit kepala keras 40-50% saturasi COHb : kollaps atau sinkop lebih besar, pernafasan dan nadi tambah cepat, ataksia 50-60% saturasi COHb : kejang intermitent, pernafasan Cheyene Stokes, koma

60-70% saturasi COHb : koma dengan kejang, depresi jantung dan pernafasan, mungkin mati

70-80% saturasi COHb : nadi lemah, pernafasan lambat, gagal pernafasan dan mati

TEMUAN PADA OTOPSI


Anamnesa, memberi petunjuk akan sebab kematian Lebam pada mayat berwarna merah muda terang (cherry red pink) Otot visceral, darah dan organ-organ merah terang. Di dinginkan, keracunan sianida dan mati akibat infeksi dapat memberikan gambaran yang hampir sama.

TEMUAN PADA OTOPSI (2)


OTAK : pada substansia alba dan korteks kedua belah otak, globus palidus ditemukan petekia khas utk keracunan CO. Ensefalomalasia simetris juga ditemukan pada globus palidus, arteroskelosis pembuluh darah korpus striatum tidak khas untuk keracunan CO.

Gambaran mikroskopis pada otak terlihat gambaran-gambaran pembuluh darah yang mengandung trombohialin nekrosis jaringan halus dengan bagian tengahnya terdapat pembuluh darah mengandung trombo hialin dengan perdarahan sekitarnya (ring hemorrhage) nekrosis jaringan halus yang dikelilingi oleh pembuluh darah yang mengandung trombi dan ball hemorrhage.

TEMUAN PADA OTOPSI (3)


Otot jantung Perdarahan dan nekrosis jaringan, paling sering di otot papilaris bilik kiri. Bercak-bercak perdarahan atau garisgaris perdarahan tampak pada bagian ujung otot papilaris, seperti kipas Pemeriksaan mikroskopik pada jantung sesuai dengan ciri-ciri pada IMA

TEMUAN PADA OTOPSI (4)


Paru, mudah terjadi pneumonia hipostatik karena gangguan peredaran darah, dapat terjadi trombosis arteri pulmonalis. Ginjal, terjadi nekrosis tubulus ginjal yang secara mikroskopis seperti payah ginjal.

TEMUAN PADA OTOPSI (5)


Pada kulit dada, perut, muka atau anggota gerak : Ditemukan adanya eritema dan vesikel atau bula pada tempat yang tertekan maupun tidak. Kelainan ini dapat disebabkan oleh hipoksia pada kapiler-kapiler bawah kulit.

TEMUAN PADA OTOPSI (6)


Gangguan peredaran darah akibat perubahan degeneratif miokardium memudahkan terjadinya thrombus. Thrombus di ventrikel dapat mengakibatkan nekrosis jaringan otak sedangkan thrombus pada arteri femoralis mengakibatkan timbulnya gangren.

Pada korban keracunan CO yang tertunda kematiannya sampai 72 jam, maka seluruh CO telah diekresi dan darah tidak mengandung COHb lagi, sehingga ditemukan lebam mayat berwarna merah keunguan seperti biasa, juga pada jaringan otot, visera dan darah.

Pemeriksaan laboratorium
Uji alkali delusi Hoppe-Seyler : pereaksi larutan NaOH 10% Prinsip kerja : COHb + NaOH 10% tetap berwarna merah muda untuk beberapa saat. Darah normal + NaOH 10% berwarna coklat-hijau --> terbentuk alkalihematin. Tes bernilai positif jika saturasi COHb sama atau lebih dari 10%

Pemeriksaan laboratorium (2)


Modifikasi tes alkali delusi : pereaksi 0,001 N NH4OH Cara : 1 bagian darah + 20 bagian 0,001 N NH4O positif berwarna merah muda Bandingkan dengan kontrol Tes ini dapat dikerjakan baik darah segar atau darah busuk

Pemeriksaan laboratorium (3)


Uji Formalin COHb 25% + foramalin 40% koagulat warna merah mengendap di dasar tabung Semakin tinggi kadar COHb semakin merah warna koagulatnya Darah normal koagulat akan berwarna coklat.

Pemeriksaan laboratorium (4)


Uji Spektroskopi COHb memperlihatkan dua pita absorbsi dari COHb di daerah kuning bergeser ke daerah hijau Cara Getter-Freimuth (semikuantitatif) membandingkan intensitas warna Spektrofotometrik pd korban hidup, ratio COHb : Oxy-Hb Cara Kromatografi gas cukup dipercaya pd mayat yg sudah membusuk

Pengobatan
Pasien harus dipindahkan dari tempat pajanan CO ke udara segar.
Pada pasien yang kesadarannya menurun, berikan oksigen 10 L/menit dengan sungkup yang non rebreather sampai kadar CO kurang dari 10% dan gejala yang ada akan menghilang.

Pengobatan
Bayi & wanita hamil perawtan lebih lama. Afinitas darah bayi terhadap CO lebih tinggi Pasien dengan koma, disfungsi dari susunan saraf pusat atau ketidakstabilan dari jantung merupakan indikasi intubasi endotrakea dan ventilasi mekanik dengan oksigen murni dibawah tekanan (oronasal mask).

Pengobatan
Pasien gawat, K.U buruk,koma segera terapi hiperbarik, yaitu memasukan pasien ke ruang hiperbarik dengan tekanan oksigen 2 - 2,5 atmosfer selama 1 2 jam untik mengeleminasi CO. Perlu diperhatikan kemungkinan terjadi edema dan perdarahan paru.

Pengobatan
Pertahankan kehangatan tubuh dengan selimut, tetapi jangan memberikan panas dari luar karena memperburuk keadaan syok. Pertahankan tekanan darah, bila perlu meninggikan bagian kaki tempat tidur jika terjadi hipotensi.

Pengobatan
Untuk mengurangi edema otak yang mungkin timbul dapat diberikan glukosa 50% atau manitol. Bila terjadi hipertemia dapat diberikan kompres dingin. Bila perlu diberikan stimulan kafein dan natrium benzoat. Bila terdapat payah jantung, berikan atropin 0,5 mg atau lanatoside 0,4 0,6 mg intravena.

TERIMA KASIH