Anda di halaman 1dari 39

*

Nabilla Gusrina D

*Suatu mikroangiopati progresif yang ditandai

dengan kerusakan dan sumbatan pembuluh darah halus (arteriol prekapiler retina, kapiler dan vena)

*Prevalensi dari retinopati diabetic (RD)

mencapai sekitar 40% pada populasi pasien dengan diabetes

*Durasi diabetes faktor resiko terpenting.

Pada pasien yang didiagnosis DM sebelum usia 30 tahun, insidensi terjadinya RD setelah 10 tahun adalah 50% dan setelah 30 tahun adalah 90%. dapat mencegah atau menunda progresi dari RD..

*DM tidak terkontrol control kadar gula darah

*Hipertensi kondisi yang umum ditemukan


pada pasien DM tipe 2. Tekanan darah harus dikontrol (<140/80). dengan beratnya DR.

*Nefropati beratnya nefropati dihubungkan


*Faktor resiko lain seperti kehamilan,
hyperlipidemia, merokok.

*Hiperglikemia (kronis) perubahan fisiologis


dan biokimia kerusakan endotel pembuluh darah

*Adhesif platelet yang meningkat *Agregasi eritrosit yang meningkat *Abnormalitas lipid serum *Fibrinolisis yang tidak sempurna *Abnormalitas dari GH *Abnormalitas viskositas darah

*Kapilaropati ditandai oleh kematian perisit,

penebalan membrane basal kapiler, hilangnya otot polos pembuluh darah, dan proliferasi endotel. Perubahan hematologi meliputi abnormalitas pada eritrosit, leukosit, peningkatan agregasi platelet, dan peningkatan viskositas plasma. Disfungsi kapiler bermanifestasi sebagai kebocoran dan oklusi.

*Neovaskularisasi disebabkan adanya non-

perfusi kapiler yang menyebabkan hipoksia retinal. Kondisi ini berlanjut menjadi neovaskularisasi yang berjalan pre-retina dan intra-retina. adalah shunt yang berjalan di retina dari arteriol ke venula. Pertumbuhan pembuluh darah baru merupakan akibat dari tidak seimbangnya faktor angiogenik dan antiangiogenik dalam kondisi usaha untuk me-revaskularisasi retina yang hipoksia.

*Intraretinal microvascular abnormalities (IRMA)

*1. Non-Proliferative Diabetic


Retinopathy

*2. Proliferative Diabetic Retinopathy *3. Edema Maculopathy *4. Advanced diabetic eye disease

Perubahan endotel vaskular

Penebalan membran basalis dan hilangnya perycit Penyumbatan

Gangguan hemodinamik

Agregasi eritrosit dan platelet

dan kebocoran kapiler

Hipermeabilitas dan inkompeten pembuluh darah

*Mikroaneurisma multipel dibentuk oleh


kapiler kantung kecil yang menonjol (titik bercak) berkelok-kelok

*Vena retina mengalami dilatasi dan


*Bercak perdarahan intraretinal

RDNP
1. Minimal : terdapat 1 tanda berupa dilatasi vena, mikroaneurisma, perdarahan intraretina yang kecil atau eksudat keras 2. Ringan Sedang : terdapat 1 tanda berupa dilatasi vena derajat ringan, perdarahan, eksudat keras, eksudat lunak atau IRMA 3. Berat : terdapat 1 tanda berupa perdarahan dan mikroaneurisma pada 4 kuadran retina, dilatasi vena pada 2 kuadran, atau IRMA pada satu kuadran 4. sangat berat : ditemukan 2 tanda pada retinopati nonproliferatif berat

Diabetic retinopathy: A, Mild NPDR; B, Moderate NPDR; C, Severe NPDR; D, Very severe NPDR; E, Early PDR; F, High risk PDR; G,Exudative diabetic maculopathy.

Intraretinal Microvascular Abnormalities (IRMA), berlokasi di retina superficial berdekatan dengan area non perfusi.

Focal Exudative

microaneurisma,perdarahan Edema makula and eksudat yang keras

Diffuse Exudative
Ischemia

Edema retina yang difus dan penebalan yang melewati di spjg kutub posterior, dgn sedikitnya eksudat yang keras
Blok mikrovaskular, ditandai dengan hilangnya pengelihatan dan microaneurisma, perdarahan, ringan atau tidak dengan edema makula dan sedikit eksudat keras

CSMO

Penebalan retina terletak pada 500 mikron dari fovea Eksudat keras terletak pada 500 mikron dari fovea dengan penebalan retina disekitarnya Perkembangan zona penebalan retina menjadi berdiameter 1 disc atau lebih, paling tidak mrupakan bagian dari diameter 1 dsc pusat fovea

Retinopati diabetik perdarahan intra retina yang banyak, mikroaneurisma, hard eksudat ,cotton wool spot

Funduskopi edema makula

Iskemi retina progesif

Neovaskularisasi di diskus, tepi posterior zonaperifer, dan dapat juga terjadi rubeosis iridis

Pembuluh darah yang rapuh berproliferasi Corpus vitreum kontraksi dan meninggi Darah dapat keluar dari pembuluh darah tersebut Perdarahan massif
Peningkatan TIO dan pengeluhatan turun mendadak

Neovaskularisasi meninggi

Fibrosis Pita-pita fibrovaskular

Traksi progresif

Menarik retina dan kontraksi dari korpus vitreum

Ablatio retina traksi

RDP
1. Ringan (tanpa risiko tinggi) : bila ditemuakn minimal adanya NVD yang mencakup <1/4 dari daerah diskus tanpa disertai perdarahan retina atau vitreus, atau neovaskular dimana saja di retina (NVE) tanpa disertai perdarahan preretina atau vitreus 2. Risiko tinggi : apabila ditemukan 3 atau 4 dari faktor resiko sbb a. NVE b. NVD c. pembuluh darah baru yang tergolong sedang atau berat yang mencakup >1/4 daerah diskus d. perdarahan vitreus

*It is the end result of uncontrolled proliferative


diabetic retinopathy. It is marked by complications such as:

* Persistent vitreous haemorrhage, * Tractional retinal detachment and * Neovascular glaucoma.

*Subjektif
*Kesulitan membaca *Penglihatan kabur edema makula *Penglihatan ganda *Penglihatan tiba-tiba menurun pada satu mata *Melihat lingkaran cahaya perdarahan vitreum *Melihat bintik gelap dan cahaya kelap kelip

*Mikroaneurisma
Penonjolan dinding kapiler terutama daerah vena dengan bentuk berupa bintik merah kecil yang terletak dekat pembuluh darah terutama polus posterior

*Hard exudate
Merupakan infiltrasi lipid kedalam retina. Gambarannya khusus yaitu ireguler, kekuningkuningan

*Soft exudate
Cotton wool patches merupakan iskemia retina. Pada oftalmoskop akan terlihat bercak kuning bersifat difus dan berwarna putih

*Edema retina

dengan tanda hilangnya gambaran retina terutama di daerah makula (edema macula) sehingga sangat mengganggu tajam penglihatan
permukaan jaringan. Tampak sebagai pembuluh yang berkelok-kelok, dalam, berkelompok dan ireguler. Mula-mula terletak di dalam jaringan retina kemudian berkembang ke daerah preretinal kemudian ke badan kaca.

*Neovaskularisasi pada retina terletak di

*Pecahnya

neovaskularisasi pada daerahdaerah ini dapat menimbulkan perdarahan retina, perdarahan subhialoid (preretinal) maupun perdarahan badan kaca.

Retinopati Diabetik Resiko tinggi yang disertai perdarahan vitreus

Neovaskularisasi retina perifer lebih terlihat jelas dengan angiography daripada funduskopi.

*Pemeriksaan rutin
Umur onset 0-30 tahun Rekomendasi pemeriksaan Dalam waktu 5 tahun setelah diagnisis Saat diagnosis Follow up Setiap tahun

> 31 tahun Hamil

Setiap tahun Setiap 3 bulan

Awal trimester pertama

Abnormalitas retina
Normal (mikroaneurisma sedikit) RDNP ringan RDNP sedang

Follow up
Setiap tahun 9 bulan 6 bulan

RDNP berat
Edema makula RDP

4 bulan
Setiap 2-4 bulan Setiap 2-3 bulan

*Kontrol gula darah dan hipertensi *Fotokoagulasi *scatter (panretinal) photocoagulation = PRP *focal photocoagulation *grid photocoagulation

Tahap-tahap PRP

Panretinal fotokoagulasi pada PDR

Grip fotokoagulasi untuk diabetik makular edema

*Injeksi anti VEGF *Vitrektomi

*Rubeosis iridis progresif *Glaukoma neovaskular *Perdarahan vitreus


rekuren

*Ablasio retina

Terima Kasih