Anda di halaman 1dari 63

Embriologi Otak dan SSP,Sekilas Tentang Refleks

Prithania Nurindra

SSP
Sistem saraf pusat (SSP) tampak pada permulaan minggu ke-3 sebagai lempeng penebalan ectoderm yang berbentuk seperti sandal,lempeng saraf.Pinggir lateral lempeng ini segera meninggi membentuk lipatanlipatan saraf. Pada perkembangan selanjutnya,lipatan saraf makin meninggi,saling mendekati di garis tengah dan akhirnya bersatu,dan akhirnya terbentuklah tabung saraf.

Ujung sefalik tabung saraf memperlihatkan 3 buah pelebaran,yakni gelembunggelembung otak primer: (a)proensefalon atau otak depan (b) mesensefalon atau otak tengah (c) rhombensefalon atau otak belakang

Ketika janin berumur 5 minggu,proensefalin terdiri atas 2 bagian: (a) telensefalon yang dibentuk oleh 2 tonjolan lateral, (b)hemisferi serebri primitive,dan (d) diensefalon,yang ditandai oleh pembentukan gelembung-gelembung mata

Rhombensefalon juga terdiri atas 2 bagian (a) metensefalon yang kelak membentuk pans dan serebelum dan (b) myelensefalon

Medulla Spinalis

Lapisan Neuroepitel,Lapisan Mantel,dan Lapisan Marginal Dinding tabung saraf yang baru saja tertutup terdiri atas sel-sel neuroepitel.Sel-sel tersebut dihubungkan satu sama lain oleh kompleks-kompleks penghubung di dalam lumen.Pada tingkat alur saraf dan segera setelah penutupan tabung,sel-sel tersebut membelah dengan cepat,dan menghasilkan semakin banyak sel neuroepitel.Secara keseluruhan,lapisan ini juga disebut lapisan neuroepitel atau neuroepitelium.

Begitu tabung saraf sudah tertutup,sel-sel neuroepitel mulai membentuk jenis sel lain,yang ditandai dengan inti bulat besar dengan nukleoplasma pucat dan anak inti gelap.Sel-sel ini adalah sel primitive atau neuroblas.

Neuroblas membentuk suatu zona di lapisan epitel,yang dikenal sebagai lapisan mantel,Lapisan mantel kelak membentuk substantia grisea medulla spinalis Lapisan medulla spinalis paling luar mengandung serabut-serabut saraf yang keluar dari neuroblas yang ada di dalam lapisan mantel dan dikenal sebagai lapisan marginal.Sebagai akibat dari mielinisasi serabut saraf,lapisan ini tampak berwarna putih sehingga disebut substantia alba medulla spinalis

Lamina Basalis,Lamina Alaris,Atap dan Lantai


Akibat dari bertambahnya neuroblas terus menerus pada lapisan mantel tiap sisi tabung saraf memperlihatkan penebalan ventral dan dorsal.Penebalan ventral,lamina basalis,mengandung sel-sel kornu motorik ventral dan membentuk daerah motorik medulla spinalis,sementara penebalan dorsal,lamina alaris membentuk daerah-daerah sensorik.Suatu alur memanjang,sulkus limitans,menjadi pembatas antar keduanya.(A) Selain kornu motorik ventral dan sensorik dorsal,sekelompok neuron tertumpuk di antara kedua wilayah tersebut dan membentuk kornu intermedia yang kecil.(B)

Otak

Lamina basalis dan lamina alaris yang jelas terpisah,masing-masing mewakili daerah motorik dan sensorik.ditemukan di sisi kanan dan kiri garis tengah rhombensefalon dan mesensefalon.Tetapi di prosensefalon,lamina alaris lebih tegas dan lamina basalis mengalami regresi

Rhombensefalon

Rhombensefalon terdiri dari myelensefalon,gelembung otak yang paling kaudal dan metensefalon,yang membentang dari fleksura pontin hingga isthmus rhombensefali.

Kelompok visceral eferen khusus meluas ke dalam metensefalon sehingga membentuk kolumna motorik visceral eferen khusus.Neuron motoriknya mempersarafi otot lurik lengkung faring. Kelompok visceral eferen umum mengandung neuron motorik yang mempersarafi otot involunter saluran pernapasan,pencernaan,dan jantung. Lamina alaris mengandung 3 kelompok inti penghubung sensorik . Yang paling lateral dari kelompok ini,kelompok aferen somatic,menerima rangsang dari telinga dan permukaan kepala melalui nervus vestibulocochlearis dan nervus trigeminus.

Myelensefalon

Myelensefalon adalah gelembung otak yang menghasilkan medulla oblongata.Lamina basalis mengandung inti-inti motorik.Inti-inti ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok: (a) kelompok eferen somatic medial (b) kelompok eferen visceral khusus tengah dan (c) kelompok everen visceral umum lateral

Kelompok pertama mengandung neuronneuron motorik yang membentuk lanjutan sel-sel kornu anterior di daerah kepala.Di dalam myelensefalon,kolumna ini mencakup neuron-neuron dari nervus hipoglossus yang mempersarafi otot-otot lidah.Di dalam metensefalon dan mesensefalon kolumna ini masingmasing mewakili neuron dari nervus abducens (gambar 20.18) dan nervus trochlearis serta nervus oclomotorius (gambar 20.22).Saraf-saraf ini mempersarafi otot mata.

Metensefalon
Metensefalon ditandai oleh lamina basalis dan lamina alaris.Masing-masing lamina basalis mengandung 3 kelompok neuron motorik (a) kelompok eferen somatic medial,yang membentuk nucleus nervus abducens (b) kelompok eferen visceral khusus yang mengandung inti-inti nervus trigeminus dan nervus fascialis ,aksonnya mempersarafi otot lengkung faring pertama dan kedua,dan (c) kelompok eferen visceral umum,yang aksonnya mempersarafi kelenjar submandibular dan sublingual Lamina alaris metensefalon mengandung 3 kelompok inti sensorik (a) kelompok aferen somatic lateral yang mengandung neuron nervus trigeminus dan sebagian kecil kelompok vestibulokoklearis (b) kelompok aferen visceral khusus dan (c) kelompok aferen visceral umum

Serebelum

Bagian dorsolateral lamina alaris membelok ke medial dan membentuk bibir rombik

.PAdabagian kaudal mesensefalon bibir rombik terpisah sangat jauh.Bibir bibir ini saling mendekat ke garis tengah.Akibat mendalamnya fleksura pontin,bibir rombil terdesak ke sefalokaudal dan membentuk lempeng serebelum.

Awalnya,lempeng serebelum terdiri atas lapisan neuroepitel,lapisan mantel,dan lapisan marginal (17.20 A).Pada perkembangan selanjutnya,sejumlah sel yamg dibentuk neuroepitel ke permukaaan otak keciul untuk membentuk lapisan granuler luar.

Pada perkembangan bulan ke 6,lapisan granuler luar mulai mengeluarkan beberapa jenis sel.Sel sel ini bermigrasi ke sel purkinje yang sedang berdiferensiasi.Korteks serebelum yang terdiri dari sel Purkinje,neuron Golgi II,dan neuron neuron lapisan granuler luar mencapai ukuran tetap setelah lahir

Mesensefalon

Mesensefalon merupakan gelembung otak paling primitive.Tiap lamina basalis mengandung 2 kelompok inti motorik (a) kelompok eferen somatic medial dan (b) kelompok visceral umum.Lapisan marginal tiap lamina basalis membesar dan membentuk crus serebri.

Diensefalon
Lempeng Atap dan Epifisis Diensefalon berkembang dari bagian median proensefalon dan diduga terdiri atas satu lempeng atap dan 2 lamina alaris tetapi tidak mempunyai lempeng lantai dan lamina basalisLempeng atap diensefalon terdiri atas satu lapisan sel ependim yang tertutup mesenkim vaskuler.Bagian paling kaudal lempeng atap berkembang menjadi corpus pineale atau epifisis

Korpus pineale awalnya Nampak sebagai penebalan epitel di garis tengah tapi menjelang minggu ke 7 mulai menonjol keluar

Telensefalon
Hemisfer sSerebri Hemisfer serebri timbul pada awal minggu ke 5 sebagai evaginasii di kedua sisi proensefalon.Menjelang pertengahan bulan ke 3,bagian abwah hemisfer mulai bertambah luas.Akibatnya daerah ini menonjol k e dalam rongga ventrikel lateral dan kedalam lantai foramen Monro Dengan berlanjutnya perluasan,hemisfer perlahan menutupi permukaan lateral diensefalon mesensefalon dan bagian sefalik metensefalon

Pertumbuhan hemisfer serebri yang terus menerus kearah anterior,dorsal dan inferior menyebabkan terbentuknya lobus frontalis,temporalis,dan oksipitalis.

Perkembangan Korteks Serebri

Korteks serebri berkembang dari pallium yang dibagi menjadi 2 bagian (a) paleopalliura,daerah yang terletak tepat di atas korpus striatum dan (b) neopallium diantara hipocamous dan neopalium

Refleks
Definisi:Gerak otot skeletal yang bangkit sebagai jawaban atas suatu perangsangan. Refleks terbagi jadi 2,yakni: a. Refleks Fisiologis b. Refleks Patologis

a. Refleks Fisiologis
Refleks fisiologis terbagi jadi 2,yakni: Refleks dasar (built in) yaitu respons yang tidak perlu dipelajari,misalnya menutup mata apabila ada yang mendekatinya Refleks didapat yaitu reflex yang terjadi karena belajar atau berlatih,misalnya pada pemain piano.

Contoh pemeriksaan untuk reflex fisiologis:


Refleks Biseps Pemeriksaan ini dilakukan dengan meletakkan ibu jari di atas tendon biseps,tekan bila perlu,kemudian ketuk dengan palu reflek (N.Muskulokutaneus) Normalnya fleksi sendi siku dan tampak kontraksi otot bisep Reflek Triseps Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengetok daerah atas siku sekitar 4-5 cm (n.Radialis)Normalnya ekstensi siku dan tampak kontraksi otot triseps

Refleks Radial Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengetok dengan perlahan pada radius kira-kira 5 cm di ats pergelangan tangan sambil mengamati dan merasakan adanya kontraksi (n.Radialis)

Refleks Ankle Pemeriksaan ini dilakukan dengan 2 cara,dalam posisi duduk dan posisi berbaring.Saat posisi duduk,kaki diposisikan dalam keadaan dorsofleksi optimal,sedangkan pada posisi berbaring dilakukan dalam posisi fleksi panggul dan lutut sambil sedikit rotasi paha keluar,kemudian tendon Achilles/tumit diketok dengan palu reflek (n.Tibialis).Normalnya fleksi plantar dan kontraksi otot gastrocnemius

b.Refleks Patologis

Refleks patologis merupakan reflex yang tidak dapat dibangkitkan oleh orang orang sehat

Berikut ini merupakan beberapa pemeriksaan untuk reflex patologis


Refleks Tromner Hoffman Dilakukan dengan penggoresan terhadap kuku jari tengah.Refleks berupa fleksi jari jari

Refleks Babinski, dilakukan dengan penggoresan terhadap bagian lateral telapak kaki.Refleks berupa dorsoekstensi ibu jari kaki serta pengembangan jari-jari kaki lainnya

Refleks Chaddock dilakukan dengan penggoresan terhadap kulit sekitar maleolus lateralis

Refleks Gordon dilakukan dengan pijatan pada betis

Refleks Oppenheim dilakukan dengan penggoresan pada kulit yang menutupi os tibia Refleks Scaeffer dilakukan dengan pijatan pada tendon Achilles

Refleks Gonda dilakukan dengan menekukkan maksimal jari kaki ke 4


Refleks Bing dilakukan dengan memberikan rangsang tusuk pada kulit yang menutupi metatarsal ke 5